Die ersten 200 Zeilen.
(Film ini berdasarkan kata pengantar)
(untuk 'Buku Ikan' yang ditulis oleh Jeong Yakjeon)
Jadi, kau adalah Jeong Yakjeon.
Kurasa ujian ini hanya untuk membawamu ke istana.
Dulu kau menolak untuk masuk ke istana.
Apa yang mengubah pikiranmu?
Bagaimana aku bisa melayani raja hebat dari rumahku sendiri?
Sungguh tidak perlu
untuk menyanjung.
Aku bisa melihat sekarang, si kakak lebih baik dari adiknya.
Aku tak peduli ketertarikan keluargamu pada 'Pelajaran Barat'.
Tapi...
yang lain tidak akan begitu simpatik.
Katakan, apa kemampuan terpenting dari seorang punggawa?
Bertahan hidup.
Tidak ada hal lain yang penting
daripada bertahan hidup.
Aku akan membutuhkanmu dan saudara-saudaramu suatu hari.
Jadi bertahanlah, apa pun yang terjadi.
Apa kau mengerti?
Keinginan Anda adalah perintahku, Yang Mulia.
Atas nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus,
dengan ini aku membaptismu, Yohanes.
Tuhan kita Yesus Kristus, dan Bapa-Nya,
yang ada di surga...
Tiga bersaudara Jeong,
Yakjeon, Yakjong, dan Yakyong
mereka akar dari 'Pelajaran Setan' yang merusak negara kita.
Tolong perintahkan hukuman bagi mereka,
dan kembalikan roh dari negara kita.
Belum genap setahun ayahku meninggal.
Mereka adalah pengikut ayahku yang paling terpercaya.
Untuk masalah ini...
Aku sangat setuju.
Mereka harus segera ditangkap
dan ditangani dengan keras.
Tangkap mereka. Sekarang.
Apa kalian sedang dalam perjalanan untuk menangkap Jeong Yakjong?
Ya! Bagaimana kau tahu?
Aku Jeong Yakjong!
Kalian sudah menangkap dua saudara laki-lakiku.
Jadi aku akan pergi ke Pengadilan untuk ditangkap.
Ayo pergi bersama.
Tangkap dia!
Ikat dia! Cepat!
Bagiku, iman Katolik
adalah kebenaran mutlak.
Jadi aku tak akan berganti keyakinan hanya karena dilarang.
(Jeong Yakjeon / Jeong Yakjong / Jeong Yakyong)
Satu-satunya penyesalanku adalah
dua saudara laki-lakiku menolak untuk menerima iman ini.
Keinginan kematianmu yang tak kenal takut agak terpuji.
Tapi melindungi saudaramu sungguh tercela!
Apa yang Yakyong katakan?
Aku tidak bisa menipu rajaku
juga tidak bisa menggunakan saudaraku sebagai bukti,
jadi kematian adalah satu-satunya pilihanku.
Beraninya kau! Ini bukan tempat memamerkan kesetiaan pada saudara!
Yakjeon, apakah kau di sini untuk berpura-pura juga?
Sedangkan aku,
mereka yang terlibat dalam 'Pelajaran Barat' adalah musuhku!
Beri aku beberapa petugas, dan dalam 10 hari,
aku akan membasmi orang Katolik yang jahat ini!
Bagaimana kau bisa mengatakan itu dengan begitu percaya diri,
ketika kau tidak mungkin bersungguh-sungguh?
Maaf, Saudaraku. Tapi bahkan Tuhan tak mau pengkhianat seperti aku,
menjadi martir atas nama-Nya.
Jika Yakjeon mengambil sikap ini,
kita tidak bisa membenarkan membunuh saudaranya.
Jika kita tidak bisa membunuh Yakyong,
seribu eksekusi pun tidak akan berarti!
Bagaimana dengan keponakannya, Hwang?
Kami menggeledah setiap sudut di negara ini.
Setelah Hwang ditangkap, ada cukup alasan untuk bunuh mereka.
Mari kita memenggal kepala Yakjong dulu,
dan mengasingkan dua lainnya untuk saat ini.
Kehadiran suci Yesus Kristus
akan menghilang untuk selamanya di negeri ini.
Kita harus memperingatkan Yang Mulia
sehingga dia bisa membawa kita kembali ke keselamatan.
Kudengar orang-orang itu bahkan tak lakukan ritual leluhur!
Kita harus membasmi orang jahat yang tak ada gunanya itu!
Jangan mengejekku.
Pada hari penghakiman, rasa sakit kami menjadi sukacita,
dan tawamu akan berubah menjadi penderitaan.
Jadi camkan kata-kataku!
Jangan mengindahkan kata-kata pengikut Yesus!
Teruskan.
Aku tidak akan mati melihat ke tanah.
Biarkan aku mati menatap langit.
Selama 10 tahun terakhir, Joseon telah melihat banyak martir,
termasuk pendeta,
dan bahkan pejabat pemerintah.
Tuhanku!
Jika Yang Mulia bisa berhasil
menekan pemerintah kita,
dengan beberapa ratus kapal
dan sekitar 50 ribu tentara dan artileri...
Surat dari keponakanmu Hwang ini benar-benar pengkhianatan!
Katolik adalah dalih untuk menyerahkan
negara kita ke orang Barat yang barbar!
Bukankah kalian orang Katolik memiliki ide yang sama?
Kau membaca semua korespondensi kami dengan Hwang!
Jadi kau tahu pasti bahwa kami tidak pernah setuju dengannya!
Juga, kau tahu bahwa saudaraku, Yakyong
bersumpah pada mendiang Raja kita bahwa dia tinggalkan Katolik!
Walau begitu kalian bersekongkol untuk membunuh saudaraku.
Yang sebenarnya kalian mau adalah menghapus warisan mendiang Raja!
Kalian pikir orang-orang tak akan tahu niatmu yang sebenarnya?
Tidak. Kenapa kita tidak bisa membunuh Yakyong?
Mari kita mengirim mereka ke pengasingan agar dilupakan.
Yakyong ke Pulau Gunung Hitam,
dan Yakjeon ke Gangjin di ujung negara.
Tidak.
Ayo kirim Yakjeon ke pulau.
Jelas sekarang, bahwa yang lebih tua jauh lebih berbahaya.
360 km dari darat dengan perahu,
14 km untuk mengelilingi pulau
ada 283 rumah, 361 pria dan 344 wanita.
Maksudmu Pulau Gunung Hitam?
Sangat aneh. Kenapa aku mengingat angka-angka ini dengan jelas?
Aku hanya melihat mereka sekali di laporan survei tanah
pada masa pemerintahan Yeongjo.
Mungkinkah ini memang takdir?
100 orang tewas, 400 orang diasingkan.
Apakah menjadi bagian dari 400 orang itu, takdir juga?
Jangan malu, Saudaraku.
Aib oleh kematian tidak akan pernah bisa diperbaiki,
tapi selama kita hidup, kita bisa dapatkan kembali kehormatan kita.
Mari kita coba bertahan selama kita bisa.
Cahaya lampu kedai desa
Kilauan terakhirnya membiru
Terhadap jari-jari fajar yang kemerahan
Saat aku bangun untuk saat perpisahan
Hanya mata kami yang tetap waspada
Tapi mulut kami telah kehilangan tujuannya
Kami membersihkan tenggorokan dengan susah payah
Tapi yang mereka tawarkan hanyalah kesedihan yang sunyi
Saudaraku, bagaimana kau bisa tersenyum?
Ketika aku berpikir akan pergi ke pulau itu,
aku merasa lebih bersemangat daripada takut.
Pulau Gunung Hitam,
hanya ada langit dan laut yang tak berujung
Kakak, bagaimana kau akan bertahan
di ujung dunia?
Apakah kau menangkap sesuatu?
Dasar kau. Ini penuh!
Itu bukan untukmu!
Menjalankan pemerintahan tidak murah!
Kau mengambil semuanya, bahkan rumput laut!
Lalu apa yang tersisa untuk kami makan?
Baiklah.
Kau pikir kami ingin melakukan ini?
Kami hanya mengikuti perintah Bos.
Gubernur membayar untuk bisa menjabat,
jadi dia harus mengganti pengeluarannya.
Kenapa itu menjadi tanggung jawab kami?
Baiklah. Berhenti mengeluh. Ini, ambil ini juga.
Tapi apa yang dilakukan Gubernur di sini?
Apa terjadi sesuatu?
Seseorang yang istimewa akan datang. Sangat istimewa.
Di sana, lihat?
Siapa? Gubernur tak pernah menyambut orang seperti ini.
Seorang bangsawan istimewa. Dulu dia pejabat tinggi di istana.
Aku mendengar saudaranya juga diasingkan, ke Gangjin.
Aku mau tahu apa perbuatannya hingga dikirim jauh-jauh ke sini?
Dia salah satu saudara Jeong yang terkenal itu, 'kan?
Kau juga tahu mereka?
Dia pasti lelah datang sejauh ini.
Tetap saja, orang-orang dari daratan sangat tampan...
Aku Gubernur di Gunung Hitam, Eom Bugil.
- Halo, aku... - Ya, aku tahu siapa kau.
Sekarang, dengarkan aku baik-baik!
Pria ini adalah pengkhianat
yang ke sini, setelah nyaris lolos dari hukuman mati.
Hukuman mati? Apa yang dia lakukan?
Apa itu orang berdosa yang belajar kejahatan?
Kau tahu, para pengkhianat yang belajar ilmu jahat dari Barat.
Aku mengerti. Dia adalah salah satunya.
Itu benar. Jadi, jangan terlalu baik padanya.
Aku tidak ingin ada masalah di sini.
Jadi kalian harus sangat hati-hati, mengerti?
Tapi seseorang harus menampungnya dan memberinya makan.
Siapa yang akan melakukan ini?
Aku akan menampung dia.
Aku akan menjadi teman yang baik, aku juga seorang sastrawan.
Aku juga punya banyak kamar kosong.
Bagaimana denganku? Aku baru memasang lantai baru.
Baiklah. Kalian membuatku menangis.
Aku tidak peduli siapa yang menampungnya...
Tapi jangan mendatangiku untuk minta sembako!
Kita sangat miskin di Pulau Gunung Hitam.
Aku hampir tidak makan dua kali sehari.
Aku akan menampungnya, dan berbagi sembako dengan orang desa
Bagaimana, Semuanya?
Nyonya Gageo!
Kenapa kau begitu diam?
Kau punya kamar terpisah dan pertanian.
- Kau sempurna untuk tugas itu. - Apa yang kau katakan?
Kepada wanita yang hidup sendiri. Bagaimana jika sesuatu terjadi?
No comments yet. Be the first to leave one.