Die ersten 174 Zeilen.
Sub Oleh WETV
Menulis nyanyian
Dengan namaku
Setiap goresan
Terukir tidak biasa
Sungai menjadi lautan
Langit terbuka
Angin kencang dan api yang dahsyat
Anggap candaan
Hancurkan penilaian arogan
Dunia ini luas, jalan di depan juga lebar
Memahami hidup dan mati
Menunjukkan ketidaksudian
Satu pikiran dapat mengatasi ribuan rintangan
Akulah satu-satunya orang yang akan sewenang-wenang selamanya
Kesepian melawan takdir
Tidak takut melawan arus dalam situasi putus asa
Membalas penderitaan
Hancurkan situasi yang selalu berubah
Biarkan peraturan berubah untukku
Melihat waktu menguatkan hati
Meninggalkan jawaban yang legendaris
Melawan kekuatan Langit dengan kegigihan
Membangun monumen dengan darah dan air mata
Melatih tubuh
Tidak kenal takut
Menghancurkan bintang dengan tekad
Menghancurkan kebuntuan dengan keberuntungan
Semuanya hanya demi
Menuliskan jawaban yang kuinginkan
Kabut Masa Lalu
Animasi ini diadaptasi dari novel Chen Dong "Dunia Sempurna"
Episode 213
Sebelumnya
Mereka
telah datang.
Kekejaman Kuno Abadi.
Apakah kau sudah melihatnya?
Ini adalah nasibku.
Kenapa tidak bisa mengganggu situasi tempur?
Kau hanyalah seorang saksi.
Kelak kau juga harus melawan mereka.
Biarpun kiamat datang lagi,
aku juga tidak akan membiarkan semua ini terjadi.
Gunung Deishi Wilayah Kosong
Ilmu Penyusutan Bumi
Hanya sepotong kulit hewan,
tapi kekuatannya sangat mengejutkan.
Seharusnya ditinggalkan oleh orang hebat yang telah meninggal.
Makam Pahlawan Wilayah Kosong
Makam Pahlawan Jebakan yang Melahap Makhluk Hidup
Para genius Tiga Ribu Benua.
Ternyata memang kalau tidak berhati-hati,
akan tertimpa bencana.
Berkah Petir Wilayah Kosong
Pohon Sambaran Petir
Pantas para ketua lama
bisa mati di Wilayah Kosong ini.
Dua bulan kemudian
Sudah tiba.
Tempat perjanjian kuno ditandatangani.
Akhirnya menemukannya.
Dewa Langit yang Menjadi Iblis Ranah Dewa Langit
Siapa kau?
Aku pencari ortodoksi dari Tiga Ribu Benua,
juga seorang penjelajah.
Aku ingin pergi ke kota kuno di depan.
Bunuh!
Perbatasan
hampir tidak ada lagi.
Kami akan segera datang.
Tiba saat itu, dunia akan bersatu.
Apakah perbatasan telah ditaklukkan,
musuh telah memasuki perbatasan?
Memilih membakar energi sejati, juga tidak ingin aku lihat laut kesadarannya.
Begitu banyak master
datang dari seberang perbatasan,
atau terinfeksi oleh musuh?
Sepertinya harus secepatnya sampai di kota kuno itu.
Lihat apa yang terjadi.
Ada orang yang datang lagi.
Bocah,
jangan bersembunyi lagi.
Aku sudah melihatmu.
Hei!
Kenapa melongo?
Berdiri diam seperti kayu.
Kau mengabdi pada musuh?
Omong kosong apa?
Tidak masuk akal.
Sama sepertimu.
Aku salah.
Tempat ini belum sepenuhnya jatuh ke tangan musuh.
Kota Canglan Wilayah Kosong
Kenapa kau lari ke depanku?
Anak Muda,
apa maksudmu?
Apakah kau merasa tidak senang karena kau sudah memiliki tiga aura dewa,
tapi malah tertinggal di belakangku?
Sudahlah.
Aku tidak menggodamu lagi.
Tempat tinggalku
kebetulan ada formasi kuno
yang kebetulan bisa diteleportasi ke kota ini.
Jadi, kebetulan berlari ke depanmu.
Aku mengalami berbagai rintangan,
kau malah langsung berteleportasi.
Ini sangat tidak adil.
Siapa suruh aku adalah putri terpilih?
Kalau begitu, kau sudah tiba di titik akhir sangat awal.
Apakah kau melihat orang lain?
Siapa yang memberitahumu kalau ini adalah titik akhir?
Apakah ada banyak kota kuno seperti ini di Wilayah Kosong?
Tidak banyak.
Namun, bukan hanya satu.
Lagi pula, kota kuno yang kita cari
seratus kali lebih besar dari ini
dan sangat megah.
Seperti kota Kaisar Langit.
Menindih di pinggiran.
Sejak zaman kuno sampai sekarang,
selalu ada master tiada tara yang memasuki kota itu
untuk memenuhi perjanjian kuno.
Sedangkan murid
dan keturunan mereka, bertempat tinggal di wilayah ini.
Karena kota kuno yang sebenarnya tidak ada di sini,
kenapa kau masih tidak pergi?
Cepat!
Karena itu.
Lembah Canglan Wilayah Kosong
Akhir-akhir ini sering muncul fenomena aneh seperti ini.
Terkadang di gunung dan sungai,
terkadang di bawah tanah.
Siapa yang akan melewatkan
peluang seperti ini?
Bukankah ini kirin kecil di pelukan gadis dari Kuno Abadi?
Muncul di jalan pengujian ini. Kalau dilihat oleh Ning Chuan,
pasti akan penuh dengan variabel.
Tidak boleh membiarkan dia mendapatkannya.
Kenapa aku merasa kau familier?
Kita baru bertemu tidak lama.
Kau belum mati,
selamat.
Sembarang bicara.
Aku telah tidur selama bertahun-tahun.
Mana mungkin pernah melihatmu?
Bermimpi kembali ke Kuno Abadi,
kita pernah bertemu di Hutan Bambu Ungu Nanhai.
Apa?
Ternyata kau?
Kau
ternyata ada di kehidupan ini.
Aku sedang menunggu.
Menunggu sangat lama.
Menunggu dia muncul lagi,
tapi dia hilang.
Tidak pernah datang mencariku.
Ia masih ada.
Masih ingat semua itu.
Bermimpi kembali ke Kuno Abadi bukanlah ilusi.
Aku masih menunggu.
Berharap dia kembali.
Aku merindukan dia.
Jangan menangis lagi.
Ikutlah denganku.
Akan terjadi kekacauan di perbatasan.
Aku akan membawamu pergi membunuh musuh.
Membalaskan dendam mereka.
Tidak, aku ingin menunggunya.
Menunggunya muncul lagi.
Aku juga berharap,
tapi dia tidak bisa muncul lagi.
Tidak.
Aku percaya
No comments yet. Be the first to leave one.