Dear Fair Lady Kong Shim

Dear Fair Lady Kong Shim

Download Indonesian Untertitel

Release Info

The Beauty of The Beast / 미녀 공심이 / Minyeo Gongsimi Episode 03
Ein Kommentar von Mbah_Behel
Manual translate Next Release

Tags

other
Veröffentlicht am: 2016-05-28
Downloads: 32
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

?? ??? Minyeo Gongsimi

Bersulang!

Selamat!

Terima kasih.

Ini enak.

Ayah.

Bagaimana ayah bisa tahu di mana tempat tinggalku?

Imo yang memberitahu?

Uhm.

Selama lima tahun ini rindu tidak sih, denganku?

Bagaimana bisa sekalipun tidak pernah menghubungiku?

Aku datang karena aku rindu.

Dan sepertinya bukan karena rindu tapi karena ingin makan sup.

Hanya memandangi makanan ini, dan tidak menatapku.

Ini karena aku merasa bersalah.

Jika ayah merasa bersalah, lain kali jangan pernah tinggalkan aku lagi.

Apaan sih?

Apa karena aku suka dengan kursi itu,

... dia memperbaikinya?

Sedang mengerjakan apa?

Oh.

Kulihat ada alat tukang di depan kamarnya Dan Tae.

Jadi kucoba saja memperbaiki kursinya.

Aku membeli es krim sebagai hidangan penutup.

Ambillah.

Terima kasih.

Aku tidak tahu kalau esnya cair

Sepertinya kulkas di toko itu rusak.

Maaf.

Tidak masalah kok.

Duduklah.

Baiklah.

Senangnya... sudah tidak goyang lagi.

Aku sangat suka duduk di kursi ini sambil melihat pemandangan.

Terima kasih.

Oh ya tidak kusangka Sangmonim-ih bisa juga memperbaiki kursi.

Ah.

Belakangan ini, aku belajar ilmu pertukangan.

Aku suka meja dan kursi.

Ingin membuatnya sendiri.

Oh, jadi karena itu.

Aku juga ingin belajar cara membuat kursi.

Pelajarilah, ini sangat menyenangkan.

Tempat kursusku, tempat yang bagus.

Tapi saat ini, tempatnya sudah penuh.

Jadi, tidak menerima siswa baru.

Mau kucarikan tempat kursus pertukangan yang lain?

Tidak, tidak usah.

Nanti, akan kucari di internet.

Mulai sekarang dan seterusnya, kita akan bertemu di kantor.

Meski kita saling kenal pura-puralah tidak saling kenal

Soalnya kau orang penting di perusahaan.

Pasti nanti, kau akan memerintahku.

Jadi kusampaikan ini sedari awal.

Jangan sungkan memperlakukanku dengan buruk.

Memangnya kenapa?

Karena kau punya kedudukan tinggi.

Tapi kita teman. Mana mungkin aku tega!

Teman?

Daripada menganggapku berkedudukan tinggi,

... kalau begitu,

... anggap saja sebagai Seonbae.

Kalau ada masalah, bilang padaku, yah!

Ada tidak sih,

... manusia sempurna seperti dirinya!?

Medan 28 Mei 2016 Takarir Indonesia oleh : Zehel

Ibu, ayah.

Aku lolos.

Aku diterima di Star Grup.

Ngomong apaan sih, bukannya tadi kau bilang gagal!

Berhentilah ngomong yang tidak-tidak.

Belakangan ini banyak penipuan, mengatasnamakan pekerjaan.

Hati-hatilah, jangan sampai jadi korban.

Tidak, Ayah!

Ini bukan penipuan. Aku benar-benar diterima.

Sungguh, aku diterima bekerja.

Jadi benar, kau diterima bekerja?

Asal kalian tahu, bukan jadi SPG.

Daebak... daebak. Jangan pada kaget yah!!

Star Group mempekerjakanku,

... sebagai sekretaris Sajangnim.

- Apa? - Apa?

SEKRETARIS SAJANG!!

Apa tadi kau bilang?

Siapa yang jadi sekretaris Sajang Star Grup?

Kau?

Yaa... mana mungkin kau diterima sebagai sekretaris Sajang!

Lihatlah tampangmu Rata-rata sekretaris itu cantik dan cerdas.

Oh ya, apa sudah kau pastikan!

Sudah kupastikan, jika tidak percaya tanyalah HR Star Grup!

Aku, besok mulai bekerja.

Gong Shim-ah!

Selamat yah... selamat! Aigoo putri kebanggaanku.

Aigoo.

Sayang, katakanlah sesuatu.

Ayah! Sepertinya ayah pingsan.

Sayang.

Sayang!

Sadarlah!

Sayang!

Kim Eun Ah, Lee Ji Young Park Sung Woo.

Kalian mengabaikanku dan tidak mengundangku ke pesta kalian, kan!

Tapi aku tetap pergi ke pernikahan kalian.

Kali ini aku berbeda!

- Wow. - Lihat siapa itu!

Joon Soo Shi.

Mereka teman-temanku yang sudah menikah.

Jadi Gong Shim-ih ku sayang, merekalah teman yang tak mengundangmu.

Di pesta kami, jangan coba-coba datang tanpa diundang yah!

Apaan sih!

Dadah!

Ahee...

Gila!

Dasar gila! Gila... gila!

Kau pasti melamun yang tidak-tidak, kan?

Mengagetkan saja.

Geleng-geleng kepala,

... mukul kepala lalu teriak "Gila... gila!"

Sepertinya kau lagi melamunkan yang tidak-tidak.

Dasar sotoy. Kalau iya, memangnya kenapa!

Begini, rambutmu dibikin keriting.

Lalu melamun yang tidak-tidak.

Kau pasti membayangkan yang tidak-tidak dengan Joon Soo Shi.

Dasar manusia rendahan tentu saja tidak...

"Dasar manusia rendahan" Kurang ajar!

Kau salah.

Berhentilah berkata yang tidak-tidak. Nanti aku bisa marah.

Nyisanak.

Tapi itu sangat jelas.

Besok aku ketemuan dengan Joon Soo Shi, dan akan kuberitahu dia.

Joon Soo Shi harus tahu tidak sih? Haruskah kukatakan!?

Tapi sebaiknya dia harus tahu.

- Ada apa? - Apa memang terlihat jelas?

Wan jjon-ah./Sangat jelas.

Joon Soo Shi tidak boleh tahu.

- Kenapa tidak boleh? - Gak usah banyak tanya!

Pokoknya tidak boleh.

Dia tidak boleh tahu. Jangan beri tahu dia yah!

- Tergantung sikapmu sih. - Aku akan baik padamu.

Sumpe lo!

Mulai sekarang dan seterusnya aku akan tinggal bersama ayah tapi,

... kamarnya tidak cukup untuk 2 orang.

Dapurnya juga tidak ada.

Aku setuju ayahmu tinggal di sini.

Malah sebaliknya, karena aku butuh tempat yang lebih besar, maka aku

-... harus pindah. - Ya sudah, pindahlah.

Tapi yang jadi masalahnya aku baru saja pindah,

... dan membayar sewa untuk satu bulan.

Itu benar. Aku menerima uang sewanya.

Nah itu dia, karena aku,

... baru saja tinggal beberapa hari,

... kuharap sisa uangku dikembalikan.

Mana mungkin dikembalikan lagi?

Dalam kesepakatan manapun, uang penyewa tidak bisa dikembalikan.

Oh ya. Jadi tidak bisa yah!

Kalau begitu aku harus memberitahu Joon Soo Shi tentang masalah ini.

Kisanak!

Sepertinya ini bisa kita luruskan.

Carilah kamar yang lebih besar untuk ayahmu.

Akan kuhitung sisa waktunya,

dan akan kukembalikan uangmu. Tapi dengan satu syarat.

Kau tidak boleh mengatakan apapun pada Joon Soo Shi.

Joon Soo Shi!

Hari ini,

Gantikan aku di pertemuan para pengusaha dari Cina.

Aku akan ke Cheonan untuk bertemu seorang pria di sana.

Baiklah, Ibu.

Pasti akan kulayani mereka.

Nanti kuajak mereka ke sebuah restoran.

Restoran Jjajangmyeon di depan kantor.

Ah... jangan coba-coba kau lakukan.

Nanti mereka menganggapmu pelit.

Inilah yang aneh guyonanku tidak berpengaruh di rumah.

Tapi kenapa sih orang lain bisa tertawa terbahak-bahak!?

Mereka pasti tertawa dengan terpaksa.

Lain kali jika ada yang tertawa dengan lelucon Jajangmyeonmu,

Mereka cuma menjaga perasaanmu saja. Ingat ini baik-baik yah!

Lakukan itu saat kau sedang sendiri.

Joon Soo-ya.

Joon Soo kau masih ingat dengan supir yang kemarin?

Supir yang dimaksud, pria yang mengantar ke kuil di Cheonan?

Nah iya.

Hari ini suruh dia kemari aku mau dia mengantarku.

Nenek, supir itu...

Bukannya ada Park Gisang, omoni? Suruhlah dia saja.

Suruh dia ke mari.

Baiklah, Nenek.

Pantang menyerah.

Jangan pernah menyerah.

Sesulit apapun itu,

Apapun yang terjadi, teruslah berjuang.

Azza!! Azza!! Azza!! Ah...!

Aku gugup.

Ini bukan gugup. Juga bukan sindrom biasa.

Aku mengidap sindrom iritasi usus besar.

Gong Shim, siapa sih bekingmu?

Bagaimana bisa kau jadi sekretaris Sajang?

- Aku tidak punya beking. - Apa pekerjaan ayahmu?

Pekerjaan ayahku?

Sadarlah!

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left