Release Info

도시남녀의-사랑법ㅡLovestruck In The CityㅡE11 NF-360P/720P/1080P
Ein Kommentar von DD_Movie
NF Retail [ RT 00:29:38 ] | Streaming : dongdotmovie.my.id

Tags

720p
720
1080
Veröffentlicht am: 2021-01-26
Downloads: 136
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

#ROMANTIS

#BERJIWA BEBAS

#WANITA KEREN

#MEMILIH LAJANG

#SUDAH LAMA BERPACARAN

BAGAIMANA KISAH PERCINTAANMU?

PSIKIATER KIM SEONG-U

Apa ada perpisahan yang baik?

Menurutku ini pembahasan penting.

Perpisahan itu lebih penting daripada berpacaran.

Perpisahan sehat akan membawamu pada hubungan lain yang lebih baik,

setelah itu, kau bisa mencintai orang lain lagi.

Siapa yang mengomong kosong begitu?

Itu pertanyaannya.

Aku hanya menjawab sebagai seorang pakar.

Apa itu perpisahan sehat?

Itulah yang tengah kujelaskan.

Pertama, jelaskan kepada mereka alasan kalian memutuskan.

Kau sungguh bodoh.

Kau pikir mereka paham jika dijelaskan?

Mungkin tidak. Namun, harus dijelaskan.

Kedua, putuskan pasanganmu secara langsung.

Jangan lewat pesan atau telepon,

tetapi harus bertemu langsung.

Kenapa kau memukulnya?

- Aku memutuskannya. - Bukan hanya itu.

Alasan putus harus dijelaskan

kepada orang yang dahulu pernah kita cintai.

Kau selalu berkata lubang hidungku besar.

Tiap melihatku, katamu serasa mengobrol dengan lubang hidung!

- Lalu sisanya tergantung pasangan kita. - "Pihak perempuan tersinggung.

Pihak lelaki hanya melihat lubang hidungnya

tiap kali melihat pihak perempuan."

Kenapa kau berkata kasar begitu?

Kau bisa saja minta putus baik-baik.

Awalnya aku sudah begitu.

Namun, karena itu, dia malah tak bisa mengerti.

Lihat itu. Tak ada perpisahan yang sehat.

Kau mengakhiri hubunganmu dengan orang yang dahulu kau suka.

Menurutku, orang yang memutuskan,

atau yang diputuskan pasti akan terluka.

Ya.

Bagaimanapun, pasti sakit.

Kita hanya tetap harus hidup dengan menahan rasa sakit itu.

Aku tak bisa tidur sama sekali.

Meski sudah berniat tidur,

tiba-tiba aku merasa marah lagi!

Benar. Harus begitu.

Kau harus marah, dan berencana balas dendam.

Tidak begitu. Tak boleh balas dendam.

Perpisahan itu tak bisa dihindari.

Tentunya, rasa sakit juga begitu.

Hubunganmu memang hancur,

tetapi kau bodoh jika merusak hidupmu hanya karena itu.

Itu ucapan Kyeong-jun?

Diam jika tak mau mati. Kau bahkan tak tahu siapa Seon-a.

- Sialan. - Apa maksudmu?

Apa? Bukankah namanya itu palsu?

Yang benar saja.

Jangan beri tahu ceritaku kepada orang-orang.

Aku jadi terlihat menyedihkan sekarang!

Sial.

- Kita sedang bahas siapa? - Jae-won, bukan?

Ada lagi pria menyedihkan dalam wawancara ini?

Suruh dia dan Jae-won minum miras bersama.

Aku merasa sangat dikhianati saat tahu namanya palsu.

Namun, ini…

Ini terasa seperti…

hatiku dicabik-cabik.

Apa? Coba katakan lagi.

Dia teman Rin-i? Benarkah?

Jadi, dia juga pasti kenal Kyeong-jun.

Bagaimana bisa dia hidup serasa tak ada apa pun di dekatku selama ini?

Apa ini masuk akal?

Jawab aku. Apakah masuk akal?

Masuk akalkah?

Astaga. Sialan!

Keluar. Jangan merekamku lagi. Cepat keluar!

Kenapa belum keluar?

Cepat keluar! Jangan rekam aku!

Kau cepat sekali.

Aku lelah.

- Rin-i, ayo kita pulang. - Apa?

Terlalu dingin. Ayo pulang.

Eun-o, lakukan sepuluh kali lagi.

Kau terlalu sering duduk. Kau harus olahraga.

Ini bagus untuk pinggang.

BOLEH KAMI… MENDEKATI… KAU?

Aku menyuruhmu pergi.

Rupanya kau sungguh di luar dan menungguku. Bukan main.

Baiklah. Hal yang membuatku lebih kesal…

adalah pria itu.

Sepertinya Seon-a punya pacar.

Ayo kita pulang, Rin-i.

- Ayo. - Lepas.

Rin-i, ayo pulang. Aku lapar.

Baiklah.

Aku lapar. Cepat berhenti.

Mau makan apa?

- "Coba pikirkan." - Ayo pergi.

"Sampai kapan tubuhku harus menahan ini semua?"

Kita makan apa?

- Eun-o, tolong ambilkan itu. - Ayo, pulang.

Cepat. Tolong ambilkan.

- Hei. - Ambil saja sendiri.

Aku tak bisa ambil sendiri. Maka itu, cepat ambilkan.

Sepertinya mereka tinggal bersama.

Dia pernah tinggal denganku. Semudah itukah?

Apa berpacaran itu lelucon?

Ya, memang pacaran itu hal remeh.

Bisa putus, dan bisa tinggal bersama jika suka.

Namun…

dia harus akhiri semuanya dahulu denganku.

Setelah itu, baru dia boleh berpacaran dengan pria lain. Ya, bukan?

Hei, Seon-a.

Awas saja jika kau punya pacar. Jika kau punya pacar…

Nasi instan Hetbahn memang yang terenak.

- Sup terenak itu Bibigo. - Olahraga ternikmat itu di taman.

- Yang benar saja. - Apa?

Tak perlu ke pusat kebugaran mahal. Semua alat ada di taman.

- Tidak, Rin-i. Di sana dingin. - Benar. Jangan ke sana lagi.

Ke sana saat musim semi saja.

Hei. Ayo kita pikirkan dengan serius sekarang.

Kira-kira kapan kita bisa menjadi anggota pusat kebugaran?

Di kehidupan selanjutnya.

Hei. Aku pernah menjadi agen pemasaran hotel.

- Mau tahu harga pusat kebugaran di sana? - Sudahlah. Upah per jamku 9.000 won.

Jadi, olahraga di taman sudah cukup.

Apa tak ada salah satu di antara kita yang hidupnya akan sukses nanti?

Dia. Pasti akan sukses. Pacarnya Kyeong-jun.

Ya. Uang Kyeong-jun memang banyak. Pasti dia kaya.

Tunggu. Kali ini perkataanku serius.

Apa hubungan ini dengan Kyeong-jun?

Aku juga serius. Itu karena kau akan menikah dengan Kyeong-jun.

Aku tak mau menikah, baik dengan Kyeong-jun atau pria lain.

Halo?

Ya, aku Lee Eun-o dari O3.

Ya, benar.

Kau mau aku presentasi? Hari ini?

- Ini mendadak. - Kita sudah sepakat menonton…

Tentu saja aku bisa. Tentu.

Ya, O3 akan selalu siap kapan pun.

Sampai bertemu nanti siang. Ya, terima kasih.

Hei. Tunggu sebentar lagi.

Mulai sekarang, O3 akan mendapatkan…

Banyak pekerjaan

Banyak pekerjaan

Sebentar.

Bagaimana kalau sebelum presentasi, aku mendapatkan perawatan kulit dahulu?

Tunggu.

- Lagi? - Tiba-tiba?

Hei.

Apa pikirnya mereka akan mempekerjakan dia untuk memasarkan produk?

Akankan pengiklan melihat ini?

Sudah?

Tadi kau bilang tak akan menikah dengan Kyeong-jun. Serius?

Tak begitu, bukan? Kyeong-jun tahu?

Kami tak pernah bicara tentang pernikahan.

- Jika kau tak bilang, dia akan berasumsi… - Hei.

Sekarang, menikah tak penting untuk kita.

Mencari uang adalah yang terpenting.

Apa belakangan ini kau menulis novel?

Rin-i, kau minum ini juga.

Rin-i, jangan percaya pria.

Percayalah kepadaku. Paham?

Ya. Aku menyayangimu.

Sebenarnya ini yang lebih cantik.

Namun, aku mau yang ini.

Barang yang pertama kau pilih adalah yang terlaris.

Ya, terlihat begitu.

Namun, aku mau yang ini.

Baiklah.

- Bisa kubawa sekarang, bukan? - Tentu.

Aku harus belikan sepeda juga untuk Rin-i.

- Rin-i. - Kyeong-jun! Untung kau datang.

Ayo bawa ini ke tempat Eun-o.

Saat itu kubilang perlu lemari, bukan? Aku menemukannya di sini.

Pasti cantik jika dipermak.

- Buka bagasimu. - Tunggu sebentar.

Perusahaan interior yang bekerja dengan kami memakai ini waktu gelar griya.

- Jadi, aku bawa saja. - Begitu?

Jadi, buang saja ini.

Apa itu mahal?

- Halo. - Hai.

Di mana Pak Choi?

Dia ke lokasi Pangyo sejak dini hari.

Pak Park, tentang O3 yang kau berikan di akhir pekan…

Aku sudah cari tahu. Hasil proyek yang pernah berjalan sangat bagus.

Mau kusuruh ikut tender kali ini?

Namun, perusahaannya kecil. Apa tak masalah?

Mau perusahaan besar atau kecil, yang ditugaskan hanya seorang.

Jadi, tak akan masalah.

Aku sudah cari pesta pembukaan

galeri kesenian yang pernah ditangani O3.

Dia lihai menggunakan media sosial.

Kita memang sedang mencari perusahaan baru. Baguslah.

Jika nanti Pak Choi datang, aku mau berdiskusi, dan minta rapat.

- Biar kupelajari lagi dahulu tentang itu. - Baik.

Lihatlah. Kelihatan mahal, bukan? Seperti baru, bukan?

- Kujual 300.000 won. - Apa?

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left