Die ersten 200 Zeilen.
Episode 39
Xiang Er, jangan menangis. Ibu lakukan ini untukmu. Kau tak akan menderita.
Imam Li, bukankah kau baru saja bilang, bayi ini milik adik perguruanmu?
Mengapa kau tetap biarkan dia hidup,
Lebih baik melepaskan gadis kecil ini, benarkan?
Persisnya apa yang kau inginkan?
Saat ini, wanita yang bergelar pendekar hanya imam Li dan aku.
Hari ini, kita ditakdirkan untuk bertemu, mengapa tidak berbagi ilmu?
Kau berniat memberikan pengajaran pada aku yang orang2 cari.
Tapi kau memprovokasi aku yang sedang memegang bayi.
Ini benar2 menganggapku remeh.
Dunia persilatan memberikan nama pasangan Guo Jing bajik dan benar.
Tapi hari ini, aku melihatmu begitu kejam dalam menghadapi orang yang memegang bayi ini.
Jelas sekali rumor tersebut terlalu dibesar2kan.
Rumor dunia persilatan, ilmu Peri Merah Li Mochou sendiri sangat berdarah dingin.
Kejam tak kenal ampun, wanita monster.
Hari ini, bagaimana bayi ini bisa diurus dengan benar,
Benar-benar mengesankan.
Orang2 yang tidak tahu akan berpikir bayi itu adalah milikmu.
Menurutmu, aku ini siapa?
Imam Li adalah pengikut Budha, tentu saja tidak membesarkan anak kecil..
Aku mengatakan bahwa orang2 akan berpikir bahwa...
...dia itu adalah anakmu, Apa yang kau pikirkan?
Hentikan omong kosongmu. Keluarkan sekarang.
Tunggu.
Apa yang kau baru saja bilang itu benar.
Kau sedang menggendong bayi, tentu saja tak bisa bergerak leluasa.
Begini saja.
Taruh bayi itu di bawah pohon besar itu.
Kita lalu bisa bertarung sesuka hati.
Cara begini, kita tak akan melukai bayi itu, bagaimana menurutmu?
Baiklah.
Baik2lah, sewaktu aku sudah selesai dengan wanita itu, aku akan kembali dan menggendongmu.
Melihat ekspresi wanita monster ini...
Anakku Xiang Er, tak terduga sangat di sayangi...
Walaupun saat ini Xiang Er tak bisa direbut, berada di tangannya juga bukanlah masalah serius.
Aku tidak harus kuatirkan ini.
Imam Li, kau punya sifat keibuan...
...menjadi imam memang sangat di sayangkan.
Bukankah lebih baik kau kembali ke kehidupan normal?
Nyonya Guo, tolong bersikap sopan.
Kau tidak harus bicara dengan kata2 yang kasar.
Baiklah, kalau begitu kita bertarung.
Aku dengar, kau telah bertemu dengan ayahku.
Memang kenapa?
Kau pernah menulis beberapa kata yang menyindir tajam ayahku.
Bicara sesuatu tentang guru Pulau Bunga Persik yang punya banyak murid...
5 Melawan 1, membuat konyol dunia persilatan, tak tahu apa kau masih ingat atau tidak?
Jadi sebenarnya kau hari ini, terlibat denganku..
Persis karena empat kalimat tersebut.
Hari ini, kita berdua akan bertarung.
Aku sebenarnya melihat, siapa yang punya latar belakang konyol di dunia persilatan?
Nyonya Guo, kenapa kau banyak bicara? Keluarkan ilmumu sekarang.
Ilmu penggebuk anjing nyonya Guo memang indah.
Adik kecil ini mengakui kalah.
Tetapi, ilmu tongkat itu berasal dari pengemis utara Hong Qi.
Skil yang hebat, kenapa bukan tidak dari kungfu pulau persik?
Imam Li memang cukup lihai,
Kau mampu menandingi ilmu tongkatku, memaksaku bertarung cukup lama.
Asal kau tahu, ilmu penggebuk anjing ini aku gunakan untuk memukuli anjing.
Seluruh dunia membuat perubahan, masing2 menyanyikan lagu rakyat.
Jika kau memang ketua partai, kau banyak mulut dan berlidah tajam
Rasakan ini.
Sepertinya aku harus gunakan jarum perak es-ku untuk mengalahkan ilmu penggebuk anjingmu.
Sepertinya, walaupun aku gunakan ilmu tongkatku untuk mengalahkanmu...
Kau masih tidak senang.
Jika kau benar2 ingin menggantikan tempat si sesat Huang...
Kau seharusnya gunakan kungfumu dari Pulau Bunga Persik.
Baiklah, sudah lama mendengar Imam Li yang membunuh orang tanpa batas.
Hari ini aku akan gunakan kungfu Pulau Bunga Persik untuk memberimu pelajaran.
Kau baru saja mengeluarkan 2 jarum es bekumu, hanya mampu mengenai roti bakpaoku.
Kau sekarang tahu betapa hebatnya ini
Monster iblis macam begini...
Hari ini dia akan mati karena racunnya sendiri.
Aku juga bisa membalas dendam ibunya Wu bersaudara pada saat bersamaan.
Hentikan.
Apa lagi yang kau mau ucapkan?
Aku Li Mochou biasanya membunuh dengan kejam.
Sudah waktunya menerima hidup dan mati, tidak disesali.
Hari ini, bisa mati di tangan nyonya Guo...
Benar2 tidak sia2 hidup ini.
Mohon kabulkan permohonanku.
Apa itu?
Aku dan adik seperguruanku tidak bergaul dengan baik.
Tapi anak itu benar2 tidak bersalah.
Mohon bersikap baik dan rawat anaknya, jangan sakiti dia.
Sulit dibayangkan wanita monster yang telah membunuh banyak orang ini.....
Saat menghadapi kematiannya, tanpa diduga memperhatikan putriku...
Tapi orang tua dari bayi ini, benar2 bukan dari generasi biasa.
Jika memberikan kembali padanya, maka...
Bukankah kau dan aku akan meninggalkan bencana?
Mohon nyonya Guo bersikap murah hati.
Botol ini pasti penawar untuk jarum es bekumu.
Aku bisa melepaskanmu, atau bayi itu.
Salah satu dari kalian.
Jika kau mau aku selamatkan dirimu, kau pasti secara pribadi akan bunuh bayi itu
Seandainya kau bersedia untuk mati...
Maka aku akan berjanji padamu untuk membesarkan bayi itu.
Bagaimana?
Aku Li Mochou sudah membunuh banyak orang,
Jika kau mau aku gunakan bayi itu sebagai tukaran nyawaku hari ini...
Aku tak bisa melakukannya.
Bunuh saja aku, kalau kau mau
Baiklah, Imam Li.
Terima kasih telah bersikap adil dan perasaan pada Xiang Er.
Kau bilang apa?
Aku tak mau sembunyikan darimu. Bayi itu bernama Guo Ming Xiang, dia putriku yang baru lahir.
Terima kasih padamu telah merawat putriku.
Kecuali, tak tahu makanan apa yang kau berikan padanya?
Aku dan Yang Guo hanya menangkap macan tutul.
Anak itu diberi susu macan tutul.
Tak heran ketika aku melihat Xiang Er, dia terlihat sangat kenyang.
Botol penawar ini aku bawa dulu, mungkin akan berguna nantinya.
Aku akan membawa putriku dulu.
Xiang...
Xiang Er!
Xiang Er-ku hilang.
Xiang Er!
Xiang Er-ku hilang.
Xiang Er!
Mungkinkah dia dibawa binatang liar?
Tak mungkin, aku sudah periksa.
Tidak ada binatang liar dan orang di sekitar sini.
Lalu dimana Xiang Er?
Aku curiga selagi kita bertarung...
Ada seseorang yang diam2 mencurinya.
Orang ini cukup lihai diam2 mencuri Xiang Er.
Siapakah orang ini?
Kecuali, itu Yang Guo?
Guo Er?
Jika itu dia, maka akan celaka.
Jika itu Yang Guo, nyonya Guo tak usah kuatir..
Yang Guo menyukai anak itu.
Seharusnya sama sekali tidak melukai Xiang Er.
Sekarang berbeda, Fu Er sudah membuntungi lengan Guo Er.
Aku takut dia akan...
Yang Guo kehilangan satu lengannya?
Celaka, jika Guo Er ada disini, Fu Er pastinya dalam bahaya.
Nyonya Guo, tunggu aku.
Di jual buah Pir. Manis dan segar.
Di jual buah Pir.
Nona, mari beli buah pirnya.
Boleh aku tanya, apa kau melihat ibuku?
Ibumu? Siapa ibumu?
Ibuku ya, ibuku.
Apa ibumu secantik dirimu?
Aku tanya padamu, apa kau melihatnya atau tidak?
Nona, jika kau membeli 2 keranjang buah pir ini,
Aku akan beritahu padamu.
Nona, kau tidak membeli buah pirku, tapi malah menendangnya?
Buah Pirku.
Berhenti mengambilnya.
Lihat.
Nona Guo.
Wanita ini sangat cantik. Kenapa dia begitu kejam?
Dunia ini memang sangat sempit...
Kita ketemu lagi.
Aku pikir kau sudah.... ternyata kau baik2 saja.
Tentu saja kau berharap aku mati. Syukurlah, aku tidak mudah mati.
Kau memotong lenganku, tapi aku masih bertahan hidup.
Apa yang kau akan lakukan?
Kau tanya aku, apa yang aku akan lakukan?
Kau memotong lenganku, dan kau punya nyali tanya padaku apa yang kumau?
Xiang Er?
Ternyata, kaulah yang mengambil adikku.
Terserah.
Kau memotong lenganku, aku mengambil adikmu, ini cukup adil.
Baiklah, aku bersalah padamu. Aku minta maaf padamu
Kembalikan adikku padaku.
Kau sebut ini minta maaf?
Lihatlah dirimu! Kau tidak menyesali hal2 yang buruk.
Kau sudah cukup? Aku tidak sengaja memotong lenganmu.
Kau yang dulu memprovokasiku. Itulah kenapa aku melakukannya.
Kau pikir kehilangan lengan itu sangat menyedihkan?
Yang aku alami lebih buruk!
Ayahku mau memotong lenganku, sebagai gantinya.
Aku kembali ke Pulau Bunga Persik sendirian sekarang. Bukankah aku lebih buruk?
Guo Fu!
Aku tak mau sembunyi, seperti kura2 lagi.
Sepertinya hari ini, takdir tak terelakkan. Kita akan selesaikan.
Jika kau mau balas dendam, lakukanlah sekarang.
Apa kau benar2 tidak takut mati?
Bunuh saja aku, jika kau mau.
Guo Fu pada akhirnya, hanyalah wanita yang biasa.
Walaupun aku membunuhnya,
Aku tak mampu dapatkan kembali lenganku.
Tetua Dugu Qiubai pernah mengatakan, sesali yang sudah berlalu.
Kenapa aku tidak memilih untuk memaafkannya saja?
Aku tak mau orang2 dunia persilatan mengatakan bahwa aku memperolok wanita.
Pergilah, sebelum aku berubah pikiran.
Yang Guo, kembalikan adikku padaku.
Aku sudah berbelas kasihan padamu.
Adikmu, kubawa sebagai balasan.
Pelayan, kemana wanita muda yang baru saja duduk disini?
Dia sudah pergi.
Sudah pergi?
Ibu.
Fu Er.
Ibu, kemana saja kau?
Kau yang kemana? Ibu sangat kuatir.
No comments yet. Be the first to leave one.