Die ersten 200 Zeilen.
SEMENANJUNG SINAI - 1 M
Aku terpilih untuk memberikan karunia kepada dunia.
Karunia terbesar yang dunia terima.
Mungkin kalian berpikir tahu ceritaku.
Percayalah,
kalian tak tahu.
GURUN YUDEA - 18 SM
Ayahku, Yoakim, mengasingkan diri ke gurun
selama 40 hari untuk berpuasa dan bertobat.
Ayahku yakin Tuhan menghukumnya dengan tak memberinya anak.
Ibuku, Anna, terus berdoa meminta keturunan.
Apa salahku, Ya Tuhan?
Yang kuinginkan hanyalah seorang anak.
Dia mendengarmu.
Siapa kau? Bagaimana bisa kau ada di sini?
Aku adalah Gabriel.
Allah akan mengaruniaimu seorang anak perempuan.
Anak perempuan?
Tunggu.
Anak perempuan?
Ya.
Kau akan dikaruniai seorang putri
yang tak ada duanya.
Putrimu akan menggenapi nubuat Yesaya.
Dan sebagai gantinya...
Ya, hamba harus apa?
Berjanji.
Saat aku kembali,
persembahkanlah hidup putrimu untuk melayani Tuhan.
Melayani di bait-Nya.
Yoakim!
Doa kita akhirnya dikabulkan.
RUMAH KELAHIRAN MARIA - NAZARET 9 BULAN KEMUDIAN
YERUSALEM - KERAJAAN HERODES - 17 SM
Senat Romawi menunjuk Raja Herodes untuk memerintah Yudea.
Herodes yang semena-mena memicu pemberontakan orang Yudea.
Tak pernah kusangka hidup kami akan bersinggungan.
Rakyatku.
Warga Yerusalem.
Aku berencana membangun kembali dan memperbesar Bait Allah Kedua
dengan kemegahan yang tak terbayangkan sebelumnya.
Aku sudah siap menghadapi kesulitan dan rasa sakit yang akan datang
sebagai harga untuk mencapai kebesaran.
Itulah takdir yang sudah ditentukan Allah untukku.
Dengan Bait Allah ini,
aku sepenuhnya kembali kepada Tuhan.
Demi membalas limpahan karunia-Nya kepadaku,
yaitu kerajaan suci-Nya di Yudea.
Aku,
raja kalian, Herodes, Raja Orang Yahudi.
Kita tak boleh lagi membiarkan ketidakadilan ini.
Dengar! Sudah waktunya kita bertindak!
Bait Allah ini merupakan simbol ambisinya untuk mendapat pengakuan dari Romawi.
Meski mengaku menghormati Allah, dia hanya boneka Romawi
yang mengorbankan rakyat Yahudi demi takhtanya.
Dia bahkan bukan orang Yahudi!
Bagaimana bisa Yudaisme pulih di bawah pemerintahannya yang tidak sah?
Ayo ikuti Aristobulus, sang Imam Besar.
Dia akan menuntun kita kembali pada Allah.
SINAGOGE ARISTOBULUS - DI LUAR YERUSALEM
Ini masa-masa yang sulit bagi kita semua.
Di tengah kesulitan,
Allah punya rencana besar lewat campur tangan-Nya.
Aristobulus, kau harus bersembunyi.
Aku didukung oleh rakyat, Kak.
Aku yakin kami kuat.
Tidak.
Semua sudah berubah.
Ampun!
Ampun!
Istriku tersayang.
Cintaku.
Terima kasih.
Kau tampak muram.
Ada apa, Permaisuriku?
Kau tak ingat aku siapa?
Tentu saja aku ingat.
Kau sudah banyak membantuku membuat kerajaan ini berjaya.
Kau memberiku banyak anak Hashmonayim yang elok.
Kau selalu ada di hatiku, Mariamne.
Mari bersulang
untuk pernikahan kita
yang panjang dan tak tertahankan ini.
Berdoalah.
Kabarkan beritanya.
Ya.
Adikmu sudah kutangani.
Kau
benar-benar monster.
Ya.
Suatu hari nanti, kekacauan ini akan berakhir...
- Ya. - ...dan takhta Daud akan kami rebut lagi.
Istirahatlah, Cintaku.
Mariamne.
Istriku tersayang.
Kau pasti tangguh...
Maria.
Jangan sampai rusak, Maleakhi.
Baik, Tuan.
Tiap buah zaitun adalah berkat dari Allah.
Ingatlah itu, Kawan.
- Maria! - Maria!
Dia pergi ke mana kali ini?
Maria!
Kemarilah!
Jangan kabur!
- Maria! - Maria!
- Maria! - Kau di mana?
- Temanmu datang! - Maria!
Noam!
Noam ingin bermain selagi menunggu ayahnya.
Ayo, kutunjukkan sesuatu.
Kembali saat makan siang!
Cepat, Noam!
Yah, diabaikan lagi.
Ayo, Noam! Kau lambat sekali.
Kau yang terlalu cepat. Tunggu!
Ayo, kita petik buah ara.
Ibu pasti terkejut.
Maria?
Cepat! Buah ara tak jatuh dari langit.
Kenapa harus berlari?
Paduka.
Ya?
Ada banyak laporan ketidakpuasan.
Ketidakpuasan kaum Farisi.
- Ya? - Di area perbukitan yang makmur.
Ketidakpuasan?
Ya, Paduka.
Kenapa bisa terjadi, Marcellus?
Mereka meminta Paduka menindak tegas
serangan dan perampokan yang dilakukan bangsa Nabath.
Oh.
Lalu, ada rumor itu juga.
- Soal Juru Selamat. - Juru Selamat?
Rumor dari mana itu?
Salome?
Saudaraku, kau adalah Raja orang Yahudi.
Juru Selamat Sejati.
Itu yang terpenting.
Siapa yang membicarakan rumor ini?
Suamiku. Orang lain juga.
Suamimu? Costobarus?
Ya.
Ya.
Haruskah kuampuni? Haruskah kubebaskan? Atau...
Bagaimana, Salome?
Haruskah suamimu dirajam sampai mati di pasar?
Bagaimana?
Dengan mengeksekusinya, ketertiban pasti akan kembali.
Jadi, sudikah kau
kehilangan suami atau orang tercinta?
Kekuasaanmu lebih penting dari cinta.
Bagus.
Bagus.
Ibu sudah menunggu kita, jadi...
- Ayo balapan! - Apa? Tunggu!
Tak mau!
Maria, ayo mandi sebelum makan malam!
Kenapa kau kotor sekali?
Yah...
Dia cepat sekali.
Ada apa?
Tadi ada pria berjubah biru.
Ayah?
Kelahiranmu adalah mukjizat.
Sebuah karunia dari-Nya
untuk Ayah dan Ibu.
Sebagai gantinya, Ayah berjanji kepada-Nya.
Dan itu harus ditepati.
YERUSALEM - BAIT ALLAH KEDUA - 6 SM
Mau apa dia kemari?
- Ayo kita pulang. - Tunggu.
Biarkan gadis itu masuk.
Akhirnya.
Ayah sangat bangga padamu.
Masuklah.
Namaku Hana.
Nak!
Kemarilah.
Kenapa kau kemari?
Aku kemari untuk menepati janji.
Hana,
diakah anak itu?
Apakah dia bejana yang dijanjikan Allah?
Yang Mahakuasa menyambutmu dengan tangan terbuka di rumah barumu.
Percayalah.
Kemuliaan-Nya akan segera terungkap.
Maria, kau di mana?
Aku segera ke sana.
Kau terlambat untuk ibadah, Nak. Cepat.
Maaf.
Maria, dari mana saja?
Aku habis menyikat lantai dan memoles bejana.
Kau bermalas-malasan di taman lagi.
Benar, 'kan?
Tidak, aku tak begitu.
Sebelum ibadah siang hari.
Bunga tak mekar sendiri.
Kitab Suci mengajarkan untuk melayani-Nya di mana pun.
No comments yet. Be the first to leave one.