Die ersten 200 Zeilen.
Jalan sana, bodoh.
Kukira ini giliranmu. Aku ambil tiketmu.
Putar sedikit ke arah sana. Tegakkan punggungmu
Taruh bukunya dipangkuanmu.
Sekarang, lihat ke arah kamera, oke? Senyum. Ini dia.
Kita pasang fokusnya di sini. Oke. Siap.
Bagus.
Berputarlah sedikit ke arah sini, Gina.
-Namaku Jenna. -Lihat kemari, Gina.
Namaku Jenna!
Oh,Tuhan.
Oh, tidak.
Sudah cukup.
Hai, Jenna.
Matt, kumohon. Jangan foto lagi.
Ayolah. Ini hari Ultahmu yang ke-13 Kita harus membuat dokumentasi.
-Hi, Tom-tom -Hai, Jenna.
Hai, Berang-berang. Bagaimana keadaan bendungannya?
-Jadi, bagaimana hasil fotomu, Rink? -Tidak terlalu bagus.
Ya, aku juga.
-Tom-tom, kau paling bagus! -Kau yang terbaik.
Tuhan, kau sangat fotogenik.
Kutunggu di depan.
Lakukan apapun yang kau mau. Dia tak mau terus lengket denganmu.
-Orang aneh. -Sampai ketemu.
Jenna, bisa bicara sebentar?
Aku sudah bilang ke Chris Grandy kalau aku dan Six Chick akan datang ke pestamu.
-Dan dia bilang dia mau datang. -Sungguh?
Ya, tapi sayang sekali kami tak bisa, padahal kami ingin sekali.
-Benar kan, kawan-kawan? -Benar sekali.
-Sangat-sangat ingin. -Kami minta maaf.
Nona Measly memaksa kami mengerjakan proyek...
...Dan Chris akan membantu kami...
Jadi, kurasa dia juga takkan datang.
-Aku bisa menuliskan laporannya untukmu. -Bagus sekali
Kau tahu, aku tak percaya kau mengundang para klon itu.
Mereka itu teman-temanku.
Six (Enam) Chick bukanlah teman-temanmu, mengerti?
Ya, hampir. Dan suatu hari aku akan jadi anggota Six Chick.
Mereka itu ada enam, Itulah masalahnya Mereka tak bisa menjadi Tujuh Six Chick.
Secara matematis itu tidak mungkin.
Kau lebih keren dari mereka itu. Mereka tidak original.
Aku tak mau jadi original, Matty. Aku ingin jadi cool.
-Mau Razzles? -Razzles itu untuk anak-anak.
Tepat sekali.
- Arrivederci (Selamat tinggal : Italia) - Au revoir (Sampai Jumpa : Perancis)
-Hai, manis. -Selamat Ulang Tahun!
Ceritakan pada kami tentang kehidupan barumu sebagai remaja.
Apa yang kau lakukan? Apa kau memakai bra?
-Pergilah! -Oh, sayang, apa yang terjadi?
Wayne. Jati-Diri.
-Jenna, semua akan baik-baik saja. -Tidak, Ma! lihat aku!
-Ini tidak oke. Ini fatal. -Ini tidak fatal sayang. Ini kenyataan.
Aku benci hidupku.
Kau tidak terlihat seperti gadis dari majalah Poise...
Tapi kau cantik dengan caramu sendiri.
Aku tak mau cantik dengan caraku sendiri.
Aku ingin tampil seperti orang-orang ini.
Mereka bukan orang, sayang. Mereka itu model.
"Tigapuluh, Cantik dan Sukses. Mengapa usia 30 terbaik sepanjang hidup."
Aku ingin berumur 30.
Yah, kau nantinya bisa, sayang.
Tapi sekarang, kau adalah cantikku yang berumur 13.
-Selamat Ulang Tahun! -Oh, Tuhan.
Ini hanya bagian awal dari hadiahmu. Aku masih punya yang lainnya nanti.
Apa itu?
Kau tahu bagaimana kau menginginkan Rumah Idaman Barbie?
Nah, aku putuskan untuk membuatkan Rumah Idaman Jenna untukmu.
-Kau yang membuat ini? Oh, Matty. -Ya.
Lihat, itu kau di dalam bak mandi, membaca majalah kesukaanmu.
Dan itu kamar tidurmu, dengan Stereo besar...
...dengan semua rekaman yang pernah dibuat.
Yang terbaik.
Dan itu Rick Springfield santai di sofa.
Dan itu aku memastikan tangannya tidak merayap kemana-mana.
Oh, hampir lupa. Debu permohonan.
Tertulis,"Debu Permohonan ini tahu apa yang ada dalam hatimu.
Dan akan membuatnya jadi kenyataan."
Mereka di sini.
Apa yang harus kita buat?
Oh, Tuhan. Matt, aku akan pindahkan ini, oke?
Supaya ada ruang untuk dansa.
Pasang musiknya.
Ayah sudah janji tetap di lantai atas. Pergilah!
Hai, teman-teman, Pestanya di bawah.
Menakjubkan.
-Apa ini? -Aku tak tahu. Ini punya Matt.
Maaf, Kepala-berang-berang. Aturan mayoritas.
Picik, bung. Picik, manusia putus asa.
-Aneh -Robot.
Aku akan kesebelah mengambil Casioku.
Lakukan apapun yang kau mau, Matt. Aku tidak mau selalu lengket denganmu.
Sampai jumpa, pecundang.
Hei, aku punya ide, teman-teman.
Mari bermain "Tujuh Menit di Surga"
Kau giliran pertama, karena kau yang berulang tahun.
Aku lupa, bagaimana caranya?
Yah, kau masuk ke lemari, dan seseorang pria yang beruntung akan masuk ke sana...
...dan melakukan apapun yang dia mau denganmu selama 7 menit.
Dan tebak siapa yang ingin dapat giliran pertama.
-Siapa? -Chris Grandy.
-Tidak mungkin. -Mungkin.
Sebelum aku lupa, di manakah proposal proyek kami?
-Di atas meja. -Terima kasih.
Ingat, jangan mengintip. Tetap pakai penutup matanya.
Dan untuk kau ketahui, Chris suka sekali tahap kedua.
Ayo pergi. Kurasa aku bisa menyuruh kakakku membelikan kita bir.
-Aku bawa cheez doodles. -Tunggu, berikan aku minuman itu.
Terima kasih. Tinggalkan itu George. Ayolah.
-Apa yang terjadi? -Jenna menunggumu di lemari.
Aku kira kau takkan datang.
Di mana kau?
Oh, Chris.
-Aku bukan Chris, aku Matt. -Apa yang kau lakukan di sini?
-Mana Chris? -Dia pergi, semuanya pergi.
-Apa yang sudah kau lakukan? -Tidak ada!
-Ya kan melakukan sesuatu! -Aku hanya pergi mengambil Casio-ku!
-Keluar! -Tunggu! Jenna, aku ingin bicara!
-Pergi sana! Tidak! -Jenna, kumohon, keluarlah!
Aku benci kau! aku benci diriku! Aku benci semuanya!
-Jenna, apa yang kau bicarakan? -Aku ingin menjadi 30!
Biarkan aku mainkan lagu ini, oke? Ini akan membuatkmu lebih baik.
Aku ingin berumur 30. Tiga Puluh, Cantik, dan Sukses.
Tiga Puluh, Cantik, dan Sukses.
Tiga Puluh, Cantik, dan Sukses. Tiga Puluh, Cantik, dan Sukses.
Tiga Puluh, Cantik, dan Sukses.
Tiga Puluh, Cantik, dan Sukses.
Ibu?
Ibu?
Ayah?
Apa yang terjadi?
Oh, apa yang terjadi? Apa yang terjadi?
"Jenna Rink."
"Jenna Rink. Jenna Rink, Jenna Rink."
Aku tinggal di sini.
-Hai, aku menyesal tak bisa menerima telponmu. -Ayah?
Yah, tidak begitu menyesal sebenarnya, karena kami sedang berada di karibia.
Jadi kami akan kembali tanggal 18, jadi telpon lagi saja, Salam.
Kalian pergi pesiar tanpa aku?
Oh, ini hanya mimpi. Ini hanya mimpi yang aneh.
-Hei, Bokong indah! -Oh, Tuhan.
Aku tahu kau di dalam sana! dan orang tuaku akan tiba sebentar lagi!
Hei, mana kondisionernya?
-Kau telanjang! -Yah, belum sih.
Kau bisa gabung kalau mau.
Bokong indah!
Apa kau dengar suara musik?
Jenna? Bisa cepat sedikit?
Dia membuat komitmen. Jenna? Bisa kemari?
Aku tak peduli jika kau perlu membawanya dengan menarik testikelnya.
...Aku mau dia tiba di New York dalam 12 jam.
Dia harus ada di pesta. Tahan sebentar.
-Masuk mobil. -Aku tak mau masuk mobil dengan orang asing.
Masuk ke mobil. Kita terlambat.
-Aku tak kenal kau. -Masuk saja ke mobil.
-Tidak dengan orang asing! -Kau ini sedang paranoid.
Bokong indah! jangan sampai aku turun dan menarikmu.
Lucy Wyman. Dia punya nomerku. Bisakah kau masuk ke mobilnya?
-Jenna! -Kita terlambat.
Dengar, dia yang membuat komitmen. Dia punya nomorku. Namaku Lucy Wyman.
Pergilah!
Sayang, aku tahu bahwa aku teman baikmu, tapi piyama itu seperti tahun 97an.
-Kecuali itu retro. -Apa kau benar teman baikku?
-Kau hamil. -Oh, tidak! Oh, Tuhan, Tidak!
Syukurlah. Kau menakutiku. Apa yang kau kerjakan semalam?
Dengar, sesuatu itu. Sesuatu yang sangat aneh terjadi.
Aku tidur di apartemen yang tak pernah kulihat sebelumnya...
...dan di sana ada pria bugil di kamar mandiku dan aku melihat anu-nya.
Oh, Tuhan. Jangan anunya.
Sopir, bisa berhenti, karena kita sudah sampai?
-Berhenti! -Tunggu. Aku tak mau keluar...
Kurasa kau tidak mendengarkan Tunggu, sebentar.
Tunggu, dengarkan aku. Aku ini baru 13 tahun.
Jika kau ingin bohong mengenai usiamu, aku akan memilih 27.
Tunggu! kedengarannya memang aneh, tapi beberapa mimpi aneh memang begitu!
Kau dengar itu? Kau dengar itu?
Bisakah kau berhenti bertingkah konyol? Ini mungkin hanya Richard.
-Siapa itu Richard? -Kau minum terlalu banyak.
Richard, bossmu.
Cokelat, keriting. Inggris. Richard.
Halo? -Hei, bokong indah.
Kau. Kau. Pakai celanamu dan berhenti memanggilku "bokong indah"
-Dengar sayang... -Dan keluar dari rumahku!
Siapa itu?
Aku tak tahu namanya. Aku tak tahu apa yang terjadi.
Oke. Jenna. Jenna. Tenanglah, oke?
Kita ada rapat 10 menit lagi. Kukatakan yang harus kau lakukan. Ulangi perkataanku:
Aku Jenna Rink, Editor Majalah Besar.
-Benarkah? -Ulangi.
Aku Jenna Rink, Editor Majalah Besar.
Aku betina yang tangguh.
-Katakan. -Aku betina yang tangguh.
Aku akan masuk ke kantor, dan tidak akan membiarkan siapapun tahu kalau aku mabuk.
Tapi bukan itu permasalahannya. Aku tidak mabuk...
Aku akan masuk ke kantor, dan tidak akan membiarkan siapapun tahu kalau aku mabuk.
Karena masa depan Poise tergantung padaku.
Poise?
Oh, Ampun.
Majalah Poise. Terima kasih.
Selamat Pagi, Nona Rink, Nona Wyman.
No comments yet. Be the first to leave one.