Die ersten 200 Zeilen.
Sebelumnya di Dengan Cinta...
Malam Natal lalu adalah kali pertama adikku, Jorge, membawa pulang pacar.
Jika kau dari keluarga Latin besar, kau tahu itu penting.
-Ya, Ayah. Ini Henry. -Selamat datang, Henry.
Itu penting dan berjalan baik.
Sementara itu, sepupuku, Sol, masih menutup diri dari cinta.
Sudah kuduga tak akan lama begitu. Aku benar.
Seorang ahli bedah tampan, Miles, datang dan membuka hatinya.
Semuanya berjalan baik.
Tapi keadaan tak berjalan baik untuk orang tuaku.
Merasa diabaikan dan sendirian,
ibuku mulai mencari koneksi dengan orang lain.
Mereka berusaha melewatinya. Tak berjalan baik.
Lalu, bagaimana keintiman fisik?
Makin sering pelukan.
Saat hubungan mereka berantakan, aku jatuh cinta.
Pertama, aku bercinta dengan teman adikku, Nick.
-Aku tak mau percintaan denganmu. -Aku mengerti.
Sepadan meski harus banyak berdoa.
Nick hebat. Santiago ajaib.
Jangan katakan keajaiban itu tak ada.
Aku rasakan. Takdir di pihak kami.
Untuk sesaat, kukira kami akan bahagia selamanya,
tapi Santiago tak percaya akan pernikahan.
Tunggu. Maksudmu, kau tak mau menikah?
Ya.
Itu tak ada dalam dongeng.
Aku sudah pasti tak bisa terima itu.
Saat kukira keadaan tak mungkin lebih buruk,
Ayah kena serangan jantung.
Ada masalah dengan Jorge!
Salah satu momen paling menakutkan hidupku.
Tapi di ranjang rumah sakit pun, ayahku menyatukan semua orang.
Hampir kehilangan dia membuat kami sadar
bahwa harus jujur tentang apa yang kita inginkan.
Aku ingin Santiago, dia pun ingin aku.
Aku tak tahu apa bisa jalani hidup seolah semuanya ajaib.
Namun, bisa kujalani seolah kau ajaib.
Karena kau keajaibanku, Lily Diaz.
Orang tuaku sadar waktu itu berharga dan cinta mereka layak diperjuangkan.
Akan kulakukan keinginanmu.
Apa pun menurutmu harus kulakukan.
Aku tak mau kehilanganmu lagi.
Aku si tua bodoh.
Namun, aku si tua bodoh yang masih mencintaimu.
Tahun luar biasa. Kini sudah Malam Natal lagi.
Aku tak sabar melihat ada apa tahun ini.
Aku penuh harapan dan semangat.
Seolah hidupku akhirnya sesuai jalur.
Itulah kabar terbaru.
dengan cinta
24 DESEMBER
L adalah caramu memandangku
O adalah satu-satunya yang kulihat
V itu sungguh luar biasa
E adalah lebih dari siapa pun juga
Cinta adalah yang bisa kuberi kepadamu...
-Berlebihan? -Entah...
Baiklah.
Aku punya gosip.
Katakan, Bu.
Aku sedang berbenah setelah makan dan menemukan ini di lantai.
Ini cincin pertunangan?
Menurutmu cucuku yang mana yang akan bertunangan malam ini?
Mari kita lihat.
Ya, dan mereka semua berdiri saja seperti...
12 JAM SEBELUMNYA
Nick!
Nick! Ya, di situ!
Di situ! Itu!
Astaga!
-Nick! -Apa?
Nick!
Tunggu. Kita diam dan dengarkan, atau...
Tidak, kita harus bertindak.
Kita harus bertindak!
-Baiklah. -Ya, lebih keras!
Kau mau pukul aku?
Astaga!
Tak kubiarkan mereka menang.
Apa maksudmu?
Bersiaplah untuk kenikmatan paling hebat yang pernah kau rasakan.
Baiklah!
Taklukkan aku, Penakluk!
Itu kacau.
-Benar. "Cekik aku"? -Ya.
Cekik aku!
Cekik lebih keras!
Sayang! Apa...
Nick, kami mungkin saja telanjang.
Ya.
Sarapan?
Kita punya lagu?
Maksudmu ini lagu kita?
Kau menolak semua saranku yang lain.
Ya. Yang itu kurang bagus.
Ya.
Tapi aku suka yang ini.
Kita punya lagu!
Ini penting.
Santiago yang dulu akan mengejek pasangan yang punya lagu,
tapi sayangku telah berubah.
Kurasa saat menemukan orang yang tepat,
kita tak keberatan punya lagu dengannya.
Tapi jika kau beri tahu orang tentang ini,
aku akan menyangkalnya.
Baiklah.
-Aku akan simpan rahasiamu. -Bagus.
Siapa yang harus kumarahi karena mengirimimu bunga?
Baca kartunya.
Darimu.
Favorit ibuku.
Kupikir hari ini mungkin sulit bagimu.
Jadi, mungkin ini bisa mencerahkan harimu.
Kau baik sekali.
Ya.
Tahun ini sudah cukup gila.
Andai dia sempat berkenalan denganmu.
Aku bersyukur karena dia membesarkan putra yang luar biasa.
Dia pasti akan menyukaimu.
Sungguh?
Ya?
-Kau tahu... -Apa?
Ini kali pertama wanita membelikan aku bunga.
-Benarkah? -Harus kukatakan, aku suka.
Apakah aku merasa cantik?
Baiklah.
-Aku merasa cantik. -Tapi kau pria cantikku.
Kapasitas paru-parumu mengesankan, Ana.
-Kau penyanyi sopran? -Tepatnya alto.
Aku satu-satunya instruktur sepeda yang tak butuh mikrofon.
Aku percaya. Aku senang kau tak apa.
Terima kasih atas perhatianmu. Aku...
Aku sempat menjadi buta sebentar.
Aku akan buat kopi.
-Siapa mau kopi? -Kopi.
Ya, aku harus mandi.
Kopi sambil mandi. Akan kubawa masuk.
Aku sempat membuatnya buta. Dengan penisku.
Itu dia.
Dia sering menginap.
Kau mengajaknya ke Malam Natal nanti di rumah Diaz.
Bagai perkenalan dengan keluarga.
Lebih menegangkan dari itu.
Aku peduli pendapat orang tuamu.
Orang tuamu berlibur di mana? Kepulauan Canaria?
Martinik.
Tapi aku boleh berinvestasi awal dalam opsi saham.
Semangat Natal yang sebenarnya.
Astaga. Kukira aku ingin orang tua yang kaya, tapi mungkin tidak.
Setelah traumanya dibahas dengan terapis, semuanya baik.
Mereka tahu tentang pacarmu? Maaf. Apakah dia pacarmu?
Aku berusaha memahami hubungan ini.
Sudah resmi.
Jadi, ya, Ana adalah pacar pertamaku.
Pengalaman seksualmu yang ke-50, tapi pacar pertama.
Lima puluh. Dia naif.
Ini berita bagus. Kami suka Ana.
Saat kami kembali,
kukira akan ramai jika kita berempat di apartemen ini,
-tapi dia nilai tambah yang berarti. -Tak seperti orang lain.
Baiklah, kakakku itu malaikat dari surga, Henry.
-Surga berantakan. -Jangan begitu.
Kau tahu aku sayang Lil. Aku senang dia di sini,
tapi ingat betapa asyiknya saat kita berdua?
-Hei. -Kini kita berlima.
Katanya seminggu saja.
Kini sudah dua bulan, tapi kalian memang baik.
Kami paham situasinya agak sulit.
Aku memanjakan dia, ya?
Mau aku jujur atau tersenyum dan mengangguk
dan mengatakan kau tampan?
Baiklah. Tak apa jika aku menghadapi kakakku.
Lain lagi jika kalian terpaksa begitu juga.
Dia mencari tanda. Aku akan berikan itu.
Akan kuusir dia hari ini.
Tidak. Jangan usir orang pada hari Natal.
Aku lakukan hari ini atau kalian saja yang lakukan.
-Hari ini bagus. -Aku setuju.
Baik, ini dia.
Jika kau bisa hidup pada masa apa pun,
kau pilih yang mana?
Aku berkulit hitam dan trans. Tak banyak pilihan bagus.
Benar juga.
Tapi dari sudut pandang mode,
aku mengagumi kesederhanaan Kekaisaran Romawi.
Pasti bangsa Romawi masih ada jika mereka melihatmu memakai toga.
Menghindari keracunan timah, melawan bangsa Goth,
dan tak menderita di bawah beban kekaisaran sendiri.
Kau memang kutu buku.
Kau sendiri pilih yang mana?
Dulu aku biasa mengatakan Zaman Pencerahan,
tapi kurasa kini aku akan pilih zaman sekarang.
Zaman sekarang?
-Dunia saat ini kacau balau. -Benar.
Tapi kau ada di dunia saat ini.
Kau norak sekali.
Aku suka itu.
Tapi aku ingin melihatmu memakai stoking putih dan sepatu gesper.
Permainan peran.
No comments yet. Be the first to leave one.