Die ersten 200 Zeilen.
Apa kalian ingat?
Mengenai tuan putri...
...yang dibesarkan dengan cinta di kerajaan kecil ini?
Putri itu, yang mewarisi istana ini satu tahun yang lalu...
...sekarang menjadi ratu yang memimpin keluarganya,...
...sangat berbeda dari yang sebelumnya...
Ataukah masih sama...?
Hei! Apa kau masih tidur?
Maaf, lima menit lagi.
Bukankah katamu kau akan bangun satu jam sebelum aku bangun?
Apa?
Tidak!
Hei, Hajime. Apa menurutmu ini lebih bagus?
Entahlah, apa itu penting?
Aku serius! Berikan jawaban yang benar!
Kau terlihat cantik dengan apa pun yang kau pakai.
Kau seperti polisi wanita yang baru menangkap penipu pernikahan.
Karena kau tak mau menjawabku.
Apa yang kau bicarakan? Kau akan terlambat bekerja!
Ya... Aku harus membuat sarapan!
Di mana Kakek?
Kakek...?
Kahoko! Di sini!
Aku datang.
Apa yang terjadi, Kakek?
Kebunnya sangat tak terawat.
Aku sedang membasmi gulma, tapi punggungku malah sakit!
Apa kau baik-baik saja?
Aku lupa dengan itu!
Kahoko!
Ya.
Tak ada celana yang bersih.
Benarkah?
Aku lupa dengan ini juga!
Jangan khawatirkan itu. Aku tinggal membaliknya saja.
Maafkan aku!
Maaf terlambat.
Satu untuk Kakek.
Satu untuk Hajime. Makanlah!
- Baiklah, terima kasih. - Terima kasih.
Bagaimana jika dibandingkan dengan masakan Nenek?
Masih belum mendekati, tapi...
Seharusnya aku bertanya padanya cara membuat sup miso.
Jangan bersedih.
Nenek mengatakan padamu untuk selalu ceria.
Dia benar. Orang bahkan mengatakan Hatsuyo tak bisa memasak awalnya.
Mertuanya yang mengatakan itu.
Benar.
Apa ini sudah waktunya?
Aku akan segera kembali, Nenek.
"Rumah Kahoko"
Sekarang sudah nyaman, 'kan?
Aku akan mengangkat ini.
Bukankah begitu?
Aku akan kembali.
Apa yang terjadi, Kakek?
Aku hanya menyuruhnya membaca buku karena dia selalu bermain gim.
Maafkan aku! Kakek terdengar menakutkan, tapi sebenarnya baik.
Aku tak mau!
Kau tak boleh main sampai kau menghabiskan makananmu.
Kau tak perlu memaksanya makan, Nenek.
Namun, dia akan tumbuh jadi pemilih-milih makanan.
Aku punya ide!
Kita makan separuh saja, ya?
Mari kita bagi dua.
Maaf, Nenek! Ada apa, Bibi Kyoko?
Tunggakan kita banyak bulan ini.
Ada banyak ibu-ibu yang tidak membayar...
...atau datang awal atau terlambat untuk menjemput anak mereka.
Ada apa dengan orang tua zaman sekarang?
Kaho bilang dia ingin membuat...
...sekolah penitipan anak untuk membantu orang tua yang sibuk.
Dari situlah ini dimulai.
Saat ini kita lebih seperti kegiatan amal,...
...membuat kita lelah sendiri!
Biayanya tak cukup untuk membayar gajimu.
Aku akan baik-baik saja! Aku punya banyak hal yang patut disyukuri.
Contohnya?
Seperti... Senyum orang-orang membuatku senang!
Lalu ada... Itu...
Lihat itu!
Dia berdiri untuk pertama kali!
Andai saja ibunya bisa melihatnya!
Kalian masih belum tutup?
Sayang sekali.
Halo, Tamotsu. Dia baru saja berdiri untuk pertama kali.
Yang terpenting, dua anak itu bertengkar.
Dia memakan sesuatu yang aneh.
Kau benar.
Kurasa kau juga harus melihat keluar.
Kenapa?
Di sana ada orang mencurigakan.
Ada rumor bahwa ada orang aneh di sekitar sini.
Yang benar?
Tak ada siapa-siapa di sini.
"Rumah Kahoko"
Terima kasih telah menunggu.
Ini dua latte.
Hari ini kami menggambar Mona Lisa dan Vermeer.
Mengagumkan! Terima kasih.
Mugino!
Kau penyelamat! Berkat dirimu, penjualan kita meningkat.
Maukah kau bekerja penuh? Aku akan merekomendasikanmu untuk...
Maafkan aku. Suatu hari aku ingin mengungguli Picasso.
Bukankah istrimu mengkhawatirkanmu karena bekerja paruh waktu?
Itu bukan masalah.
Istriku penggemar berat karyaku.
Sampai jumpa lagi besok!
- Sampai jumpa besok. - Mari berpelukan.
Jadilah anak baik dan makan makananmu!
- Terima kasih banyak! - Sampai jumpa!
Sampai jumpa besok!
Sampai jumpa!
Sampai jumpa besok! Sampai jumpa!
Aku juga pergi sekarang, Kahoko.
Beri aku pelukan, Tamotsu!
- Aku tak mau. - Kenapa tidak?
Karena aku bukan anak kecil.
Hati-hati!
Sampai jumpa!
Tamotsu! Sampaikan salamku untuk Ny. Iwasaki!
Pakai sepatumu dengan benar!
Dia tadinya akan diadopsi, tapi dia ditolak.
Kenapa?
Karena mungkin dia percaya bahwa ibunya akan kembali padanya.
Aku pulang.
Apa?
Kahoko? Kakek? Apa kalian di dalam?
- Hajime, di sini! - Aku datang!
Apa yang terjadi, Kakek?
Aku tadi ingin mencuci,...
...tapi aku tak tahu cara menggunakan mesin ini.
Lalu punggungku kumat lagi!
Biar aku saja.
Astaga...
Aku pulang!
Hai! Makan malam...
Aku yang akan melakukannya.
Jangan khawatir. Apa kau bisa membuat makan malam?
Maafkan aku, aku tadi harus lembur...
Kita bisa memesan piza kalau kau mau.
Tak apa-apa, aku akan memasak sesuatu.
Apa yang akan kau buat?
Hei! Bagaimana dengan makan malam?
Aku harus ke toilet! Aku tadi sibuk! Aku tak tahan lagi!
Baiklah!
Apa? Bukan barang yang sama lagi!
Jangan panik!
Apa yang terjadi! Ada apa?
Apa yang harus kita lakukan? Tisu toiletnya habis.
Maafkan aku! Hari ini aku banyak menggunakannya.
Tak apa-apa.
- Tadi memang hampir habis, aku... - Hei...!
Apa yang akan kita lakukan dengan tisu toiletnya?
Aku akan membuat makan malam!
Itu bukan jawaban!
Baiklah!
Sekarang apa?
Tak ada pembungkus plastik.
Tak apa-apa, kita akan memakannya dingin.
- Maafkan aku! - Baiklah.
Aku akan membuat sup miso.
- Hei, jangan tertidur! - Hampir saja!
Jika ibumu melihatmu seperti ini, kau akan dalam masalah besar.
Dia akan bilang kau tak bisa melakukan apa pun tanpa dirinya!
Aku takkan pernah mengatakan hal seperti itu.
Ada apa, Ibu?
Aku menduga ini akan terjadi, jadi, aku membawa makan malam.
Ada makanan kesukaanmu, telur dadar nasi. Lalu ada keripik.
Terima kasih, Ibu!
Aku membeli beberapa tisu toilet dan pembungkus plastik juga.
Kupikir kalian akan kehabisan.
Bagaimana kau tahu?
Sudahlah, makanlah. Aku akan mencuci dan membersihkan bak.
Tak apa-apa, aku bisa melakukannya.
Ibu, aku bisa...
Cepatlah makan makananmu.
Ibu, sungguh, aku akan melakukan...
Kau sudah punya hal yang harus dilakukan.
Aku harus menulis buku harian.
Bukan. Seorang bayi.
Bayi?
Kau sudah menikah selama setahun!
Kapan aku akan mendapat berita baik?
Kami masih muda, jadi kami harus menikmatinya dulu. Ya, 'kan, Kahoko?
Aku sangat sibuk, aku tak yakin akan punya waktu.
Lalu kapan? Setahun lagi? Dua tahun? Lima? Sepuluh?
Hajime. Kau bilang kau ingin mengungguli Picasso,...
...tapi kau tak pernah juara di kompetisi.
Itu karena karyaku tak bisa dipahami di masa ini.
Aku memintamu, sebagai kepala keluarga,...
...bisa bertanggung jawab untuk keluargamu.
Aku melakukan banyak kerja paruh waktu...
Baiklah, berapa gajimu sebulan? 50.000? 100.000? 200.000?
Hajime, kau harus melunasi utang biaya kuliahmu...
Ya, aku tahu.
Namun, Ibu,...
...bagiku sudah cukup selama Hajime membuat semua orang senang.
Aku khawatir...
...kau akan jatuh sakit jika kau terus hidup seperti ini.
No comments yet. Be the first to leave one.