Die ersten 139 Zeilen.
Mahabharata Episode 255
Aku harus...
Jangan pernah biarkan para anak dari Pandu
Tidur dengan tenang
Aku tidak akan pernah biarkan mereka!
Ayo jalan temanku Ashwatthama
Temanku
Jika kau bersama dengan aku
Dan kau juga akan terbakar, temanku Ashwattama!
Ayo pergi
Kakak...
Ghandari
Ghandari kenapa kau?
Datang ke medan perang
Kakak...
Kakak Dimana anakku?
Dimana Duryodhan?
Aku tidak tahu. Gandhari tercinta.
Seluruh kehidupan aku hancur
Dan semua rencana aku
Telah menjadi sia-sia
Kekalahan kita.
Itu sudah pasti
Putramu, yang berani Duryodhan
Tidak akan pernah tinggalkan keberaniannya
Bagaimana pun Ketika
Dia mengetahuinya
Bawah teman tercintanya
Dan sekutu yang dapat di percaya
Maharathi Karna.
Adalah benar.
Anak dari ibu Kunti.
Yang sudah habis kesabarannya
Dan begitu juga aku...
Ghandari
Adik tercinta aku..
Kumohon maafkan aku...
Aku sudah menerima
Tanggung jawab Untuk melindungi anakmu.
Tetapi aku gagal.
Itu adalah kesalahan aku kakak
Tidak ada yang dapat menunda ini semua.
Dari ranting pohon yang beracun.
Walau pun penuh dengan racun
Yang telah merenggut nyawa dari seorang bayi yang sedang berbaring
Bagaimanapun, aku yang membuat kesalahan itu
Aku mempercayaimu
Kakak tercinta...
Membuat anakku tercinta Duryodhan menjadi Raja
Adalah satu-satunya tujuan dalam hidupku.
Tidak
Kau hidup hanya untuk membalas dendam kepada Hastinapur
Hanya karena aku menikahi orang biasa...
Kau putuskan untuk membalas dendam
Dengan meracuni seluruh kerajaan ini?
Itu benar!
Balas dendam itulah yang aku cari
Hidup dari adik tercinta aku
Yang sudah di penuhi Oleh itu semua.
Bisma yang jahat...
Aku ingin menerangi
Kehidupan adik tercinta aku.
Untuk dia.
Aku ingin melakukan perjalan yang tidak bisa di ketahui tempat keberadaannya.
Untuk memberikan sinar kepada objek tersebut..
Adik tercintaku...
Kegelapan yang adalah musuhnya
Dan berharap untuk habiskan seluruh kehidupannya
Bukan untuk apa pun, tetapi hanya cahaya
Adik tercintaku...
Menutupi matanya.
Dengan potong dari pakaian..
Dan menerima kegelapan
Kegelapan ini
Yang sudah mengisi kehidupanmu
Dengan kegelapan ini Ghandari
Siapa?
Itu adalah keputusan aku kakak
Itu adalah meditasi
Itu adalah takdir aku
Tapi kenapa kau racuni dari 100 putra aku.
Kakak?
Kenapa?
Jangan katakan itu Gandhari tercinta,
Aku selalu mendengarkan permintaan anakmu
Keponakanku
Seperti anak aku sendiri
Dan memberikan mereka cinta yang besar
Aku sudah habiskan setiap moment dari kehidupan aku semua ini
Untuk keselamatan dari Duryodhan.
Setiap saat.
Tapi kenapa kau tidak bisa membuat anak aku tetap aman kakak?
Itu kenapa aku datang kemari untuk melindungi anak aku
Aku harus tetap membuat anak aku tetap hidup
Yang mulia Vyasa telah memberitahu aku
Hasil dari meditasi ini
Telah berada dalam diriku...
Dengan hasil dari meditasi ini.
Aku akan membuat pelindung untuk anak aku.
Dengan cara apa?
Jawab aku Ghandari
Dengan cara apa?
Itu yang aku tidak tahu kakak
Yang mulia Vyasa sudah katakan kepada aku
Keinginan dari orang untuk meninggalkan
Dimana kekuatannya dapat di akumulasikan
Namun satu-satunya keinginan aku dalam hidup ini
Adalah untuk keberhasilan dari anak aku
Dan kebahagiaannya
Dan bagaimana aku tahu bawah semua kekuatan ini adalah bohong?
Adikku. kau sudah katakan pada aku sekarang
Dengan menutupi matamu, dengan potongan pakaian
Adalah meditasimu
Kau terlahir dengan keinginan untuk hidup dalam terang ini
Tapi kau
Menerima semua kegelapan ini.
Kekuatanmu
Berada didalam matamu
Ketika kau mendapatkan visi
Kejatuhan dari Duryodhan tersayang.
Dia akan di berkati oleh pelindungan
Dia akan di berkati oleh pelindungan?
Karena visi aku?
Benar sekali adikku tercinta.
Benar. dia akan mendapatkan pelindung sampai di langit
Dia akan mendapatkan pelindung ini sampai mendapatkan kemenangan.
Meditasimu
Adalah hasil. seperti Varja.
Hasil dari setiap resulusi ini.
Akan membuat anakmu
Menjadi kuat seperti Varja.
Dan bisa membalas semua ini
Adalah mustahil walau bersama dengan ratusan dari gajah.
Aku mempunyai kepercayaan
Dengan meditasi aku
Aku akan bisa membuat anak aku tetap hidup
Tetapi
Duryodhana akan mendapatkan kemenangannya
Dia pasti mendapatkannya adik tercinta
No comments yet. Be the first to leave one.