Release Info

ㅡㅡ결혼작사 이혼작곡ㅡLove ft Marriage And Divorce E08 NF-360P/720P/1080P
Ein Kommentar von DD_Movie
NF Retail [ RT 01:06:46 ] | t.me/ddmoviechannel

Tags

720p
720
1080
Veröffentlicht am: 2021-07-04
Downloads: 20
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Aku penasaran berapa umurnya

sampai bisa berselingkuh

dengan pria beristri.

Kalian bersalah kepadaku.

Selingkuh bukan kejahatan, tapi tetap dosa.

Berapa umurmu?

Aku 42 tahun.

Aku berusia 43 tahun setelah Tahun Baru Imlek.

Bagaimana kalian bertemu?

- Di tempat olahraga. - Ini interogasi?

Aku berhak melakukannya.

- Akan kuberi tahu… - Aku tak percaya.

Katamu sudah berakhir.

Namun, sekeluarga malah makan bersama.

Kami sudah bilang,

tak sengaja bertemu.

Apa kau datang ke Sobaeksan karena mau bertemu kami?

- Kalian pulanglah. - Akhiri hari ini.

Agar tak salah paham lagi.

Ceritakan semuanya dari awal.

Kami berolahraga di satu…

Jangan berani bicara satu kata pun.

Kau tak lihat aku murka?

Kami mulai berbincang begitu saja tanpa ada alasan apa pun.

Sejak kapan bertemu secara terpisah?

Aku tak begitu ingat.

Sudah lama sekali.

Jangan bohong.

Jangan bilang tak ingat.

Hye-ryung.

- Apa? - Dia sepuluh tahun lebih tua.

Ibu mau aku menghormatinya?

Haruskah kuhormati, Bibi Tua?

Kau juga sudah tua.

Semua wanita yang sudah menikah akan menua.

Kapan kalian kali pertama bertemu secara terpisah?

Aku pergi begitu saja tanpa membayar sup tahu sutra.

Selesai berolahraga,

kami bertemu di restoran dekat tempat olahraga.

Tahun lalu, kau meneleponku karena ada benjolan di mulut.

Aku terkejut dan lupa bayar.

Jadi, aku yang bayar.

Kutraktir makan malam untuk berterima kasih.

Kalian hanya makan?

- Atau minum miras juga? - Sake.

Makanan Jepang? Restoran yang mana?

- Di mana, ya? - Kau tak tahu?

Im Sushi.

Kalian ke restoran mahal itu?

Harga sup tahu sutra tak sebanding dengan makanan di sana.

Harga sup tahu sutra sekitar 7.000 hingga 8.000 won.

Bukan harga masalahnya.

Sa-hyeon langsung pergi dan dia membayari.

Kau pernah traktir aku di Im Sushi?

Kau lebih suka masakan Italia dan Prancis daripada masakan Jepang.

Jadi, kau mulai mendekati suamiku sejak hari itu?

Rupanya kau menyukai suamiku sejak awal

karena dia tampak naif dan pekerjaannya mapan.

Jangan kurang ajar seperti itu.

- Kurang ajar? - Ibu mengerti perasaanmu,

tapi keadaannya tak begitu.

Bagaimana dengan ini?

Kau sedang kehilangan dirimu.

Padahal kita bisa meninggalkan restoran dengan baik-baik tadi.

Apa gunanya mengetahui segalanya?

- Hubungan kalian sudah berakhir? - Ya.

Cincin itu…

- Ibu yang memberikannya? - Apa?

Aku.

Kau bahkan tak pernah membelikanku kalung.

- Kuberi gelang saat ulang tahun. - Itu hanya enam juta won.

Harga satu gelang enam juta won?

Kalian menikah tanpa sepengetahuanku?

- Tidak. - Itu hadiah perpisahan.

Kau berikan cincin berlian untuk perpisahan?

Kau yakin bukan untuk melamar dia?

Hubungan mereka sudah berakhir, dan Sa-hyeon memilihmu.

Hanya fisiknya.

Tak ada perasaan, hanya cangkang!

Kau tak lihat aku sedang berusaha?

Memangnya sesulit apa?

Ini sulit bagi kita, dan menyakitkan,

jadi, mari kita akhiri.

Itu sebabnya dia tertarik kepadaku!

Aku mulai tertarik setelah mendengarkan keluhan pernikahan kalian.

Kudengar kau tak memakan lauk

buatan ibu mertuamu dan membuangnya?

Pada hari ulang tahunnya, kudengar kau hanya memanaskan sup rumput laut instan?

Bahkan aku pun…

sebagai wanita, tak bisa memaafkannya,

apa lagi dia?

Bukankah seharusnya suami istri saling menyayangi dan peduli?

Kau tak pernah peduli, tapi ingin dihargai!

Coba beri tahu aku jika kau pernah mengalah.

Dia terus bilang ingin bercerai dan sangat menderita,

tapi aku berusaha membujuknya dan terus membelamu.

Akhirnya, aku tertarik dan menyukainya.

Apa hanya pria yang harus memberi dan mencintai?

Kata orang kita mendapatkan sebanding dengan yang kita lakukan.

Kebanyakan wanita memberi lebih dari yang mereka dapat,

tapi setidaknya lakukan hal kecil untuk membalasnya.

Kau harus tunjukkan perasaanmu

agar dia merasa dicintai.

Tak ada akibat tanpa sebab.

Jika kau melakukan kewajiban sebagai istri dan dia masih tertarik padaku,

berarti dia bajingan dan pantas dipukul.

Bagaimana bisa kau memukul dia di depan orang tuanya?

Coba bayangkan

anakmu dipukul suami atau istrinya di hadapanmu.

Kau tumbuh besar seperti itu?

Orang tuamu mendidikmu begitu?

Aku menyesal memintanya untuk berubah pikiran.

Seharusnya aku tak melarang dan membiarkan dia bercerai.

Mungkin keadaan tak akan serumit ini

dan kita semua tak menderita sekarang.

Kejadian hari ini tak akan terjadi!

Baik. Siapkan berkasnya besok.

Maafkan aku.

Aku tak bisa memakan semua lauk buatan Ibu dan membuangnya.

Beginilah aku.

Bagaimana aku bisa terus menjadi menantu kalian?

Aku harus mundur.

Maaf.

Seharusnya aku mendapatkan pendidikan sebelum menikah denganmu.

Cukup. Kita tak di sini untuk bertengkar.

Ini bisa dibicarakan. Jangan gunakan kekerasan.

Sialan.

Ini semua karena aku.

Aku bercerai karena tak punya anak.

Diceraikan sepihak.

Kata dokter tak ada masalah apa pun,

tapi aku tak kunjung hamil

dan mertuaku terus menekanku. Mau bagaimana?

Aku menyerah dan setuju bercerai.

Aku bertemu Sa-hyeon di tempat olahraga.

Dia sangat ceria dan polos.

Alih-alih tertarik pada Sa-hyeon,

aku lebih mau memastikan.

"Apa aku sungguh…

tak bisa hamil karena aku yang bermasalah?"

Sebenarnya, aku mendekatinya karena itu.

Kurasa Tuhan mengabulkan permintaanku.

Karena keajaiban, aku hamil.

Meski tak bisa dipercaya, kami hanya melakukannya sekali.

Aku bersumpah atas anak di dalam perutku.

Aku sudah hamil sesuai mauku.

Tak ada penyesalan lagi yang tersisa

Maka itu kuakhiri.

Ini salahku.

Maafkan aku.

Aku serakah.

Termasuk hari ini,

aku baru bertemu mereka tiga atau empat kali.

Aku bahkan tak menyangka istrinya Boo Hye-ryung.

Aku akan pindah secepatnya.

Aku tak mau terlibat dengan kalian lagi.

Setelah anakku lahir, aku ingin hidup berdua dengan tenang.

Aku akan menebus rasa bersalahku kepadamu selama sisa hidupku.

Sekali lagi, aku mohon maaf sepenuh hati.

Semua masalah ini…

terjadi karena aku.

Maafkan aku.

Kita harus ikut pergi.

Tak perlu mengantar.

- Hati-hati. - Ya.

Kau malah terjerat dengan wanita tua.

Kau tak apa-apa?

Jika ibu hamil stres, tumbuh kembang janin akan terhambat.

- Dia baik-baik saja, 'kan? - Harus.

Nona?

Sudah beri tahu Dokter Shin?

Biar kuperiksa dulu.

Kau bisa mendengarku?

Cobalah sikhye buatan ibu.

Terlalu banyak.

Bagus untuk pencernaan. Tak perlu habiskan.

- Ji-a! - Kenapa memanggil Ji-a?

Mau kubagi.

Kalau begitu, Ji-a harus sikat gigi lagi.

- Tak jadi. - Ibu sedang melatihku?

Maaf.

Apa itu sikhye?

Ya.

Kau mau menggosok gigi lagi?

Tidak, itu merepotkan.

Mau pulang setelat apa dia?

Ya.

- Halo. - Suruh istrimu ke sini.

Bedebah itu benar-benar…

Tak bisa ke sini?

- Kau di mana? - Sebentar. Kukirim alamatnya lewat pesan.

Baik.

- Cepat ke sini. - Ya.

Dia minta dijemput.

Aku akan minum nanti. Tolong taruh di kulkas.

Ya.

"Cintaku"? Dasar picik.

Kau sungguh akan pindah?

Kau tak perlu mengakhiri hubungan dengan kami.

Pindahan sangat menguras tenaga dan uang. Kau sedang hamil.

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left