Die ersten 200 Zeilen.
Hanya untuk penggunaan secara pribadi, bukan untuk di gunakan pada situs HARDSUB atau STREAMING!!!
Saat aku masih SMA,...
...ayahku memberitahuku ini.
Sesuai tradisi keluarga kita,...
...kau harus menjadi pegawai negeri.
Apa?
Pegawai negeri?
Apakah ada banyak pegawai negeri di dalam keluarga kita?
Mulai sekarang, kita akan menjadi keluarga pegawai negeri.
Namun,...
...mengapa Ayah berkata itu tradisi keluarga kita?
Kakek moyangmu,...
...saat gerakan kemerdekaan di Manchuria...
Apakah mengalir...
...darah pejuang kemerdekaan di dalam tubuh kita?
...dia tak berpartisipasi dalam gerakan itu.
Kakek buyutmu,...
...saat Perang Korea,...
Dia ikut berperang?
...adalah orang pertama...
...yang kabur ke Busan.
Lalu Ayah,...
...selama gerakan demokratisasi...
Banyak orang ikut dalam demonstrasi, bukan?
Bahkan jika Ayah melihat orang-orang berkumpul di jalanan,...
...Ayah akan bergegas pulang.
Kalau begitu,...
...bagaimana hal itu berhubungan dengan menjadi pegawai negeri?
Kau harus selalu memilih pilihan yang aman dan umum.
Ayah ingin kau mengambil jurusan administrasi publik di universitas.
Setelah lulus, bersiaplah untuk ikut ujian masuk.
Sebenarnya, aku tidak yakin tentang itu.
Kau akan dibayar dengan baik.
Kau akan beristirahat di hari libur nasional.
Bahkan jika kau tak mahir bekerja,...
...pekerjaanmu akan terjamin hingga kau pensiun...
...jika tidak membuat kesalahan.
Itu yang akan kau lakukan, bukan?
Ya.
Bagus, Na Ra.
Ayo makan.
Aku tak menerima...
...semua yang ayahku katakan...
...pada hari itu.
Namun, jika itu berarti dia akan bahagia,...
...aku juga akan bahagia.
Setelah itu,...
...aku masuk universitas dan mengambil jurusan administrasi publik.
Pada hari aku diterima di universitas,...
...Ayah memberiku selamat...
...dan menyuruhku waspada kepada dua hal saat berada di sini.
Pertama, membuang waktu untuk bermain-main.
Lalu yang lainnya,...
...membuang waktu untuk bersantai.
Jadi, kau bertanya apa aku tak punya hobi?
Aku penasaran...
Mungkin bisa kukatakan,...
...hobiku adalah melakukan olahraga.
Aku akan menendangnya!
Aku...
Permisi, aku akan mentraktirmu makan.
Aku sedang diet, maka tak bisa memakan apa pun.
Kalau begitu, kita minum teh saja! Kapan kau ada waktu luang?
Aku sibuk karena ada pekerjaan paruh waktu.
Kalau begitu, kita bisa bertemu di tempat kerjamu saja!
Di mana kau bekerja?
Di permandian wanita.
Apa?
- Apa kau juga bekerja di akhir pekan? - Ya.
Kapan kau pulang bekerja?
Pemandiannya buka selama 24 jam, maka aku tak pulang.
Selama 24 jam...
Hei, mau ke mana kau?
Apa? Aku sibuk!
Permisi.
Kulitmu indah karena kau menghabiskan waktu yang lama di permandian.
Mau ke mana kau?
- Bukankah itu Jay? - Jay?
Benar, itu dia.
Ayo kita minta tanda tangannya!
Permisi, apakah kau Jay?
Bolehkah kami minta tanda tanganmu?
Ada apa dengannya?
(Sambutan Hangat Untuk Sang Pesulap, Jay! Dari Acara Sulap)
Baiklah, kali ini aku akan menunjukkan kekuatan superku.
Baiklah.
Mulai!
Baiklah, Semuanya.
Kantong ini kosong, 'kan?
Benar, 'kan?
Aku akan membuat anak anjing dari balon...
...setelah memasukkannya ke dalam kantong ini.
Baiklah.
Ada anak anjing!
Baiklah, Semuanya!
Kalian ingin tahu apa yang keluar dari topi, 'kan?
Apakah yang akan keluar dari topi ini?
Ini adalah...
...sihir yang tak dapat dibayangkan!
Aku yakin itu kelinci.
Kelinci tidak mengesankan.
Bukankah burung dara akan lebih baik?
Paman, keluarkan saja apa pun yang ada di dalam topinya.
Dengan begitu, kami bisa mendapatkan balon sebelum pergi.
Paman, apa yang kau lakukan? Cepat keluarkan benda itu.
Bagaimana bisa seorang pesulap tidak percaya diri?
Ini dia!
Ini seekor kelinci.
- Seekor kelinci! - Ini sangat membosankan!
Ayo.
Dia mengeluarkan kelinci dari topi!
Lihat apa yang terjadi.
Sudah kukatakan, kelinci itu terlalu umum.
Seekor burung dara akan terbang begitu kukeluarkan.
Lalu apa yang kita lakukan?
Itu menakjubkan!
Tunggu.
Itu menakjubkan. Kelinci...
Dari mana asal kelinci itu?
Kelinci itu keluar begitu saja...
Hei, Joon!
Apa yang kau lakukan di sana? Kemarilah sekarang.
Kau lihat itu?
Luar biasa...
Aku akan mengambil pamfletnya.
Mari kita pergi bersama.
Hentikan!
Berhentilah menggangguku!
Ji Sook...
Astaga!
- Hei, Na Ra! - Hai.
Hai. Aku lapar.
Makan perlahan.
Inilah yang kupikirkan. Ini restoran yang sangat bagus.
Ini hanya kantin kampus kita.
Lalu?
- Kau belum makan seharian? - Ya.
Itu karena aku mencoba...
...menyelaraskan apa yang direkam kemarin.
Apa yang harus kau lakukan?
Aku harus mencocokkan audio dengan videonya.
Mengapa kau harus melakukannya?
Bukankah kau bagian dari Tim Penyutradaraan?
Apakah menurutmu film dengan anggaran rendah...
...mampu untuk mempekerjakan banyak orang?
Jangan hanya setuju untuk melakukan semua yang mereka minta.
- Kau akan sakit. - Astaga, kau dan omelanmu.
Hentikan.
Astaga.
Baiklah.
Ini untukmu.
- Apa ini? - Hari ini ulang tahunmu.
- Jadi, ini kadomu. - Kado?
Astaga. Kau tak perlu membelikanku apa pun.
Apa yang kau belikan untukku?
Apa lagi? Celana dalam.
Aku membeli 10 potong.
Jangan menimbunnya, pastikan kau menggantinya setiap hari.
Baiklah. Terima kasih.
Tak masalah.
Itu bukan masalah besar.
Ya.
Dia sahabatku,...
...Woo Ri.
Astaga.
Kami dekat seperti saudara kandung dan tumbuh di lingkungan yang sama.
Namun,...
...dari mana kau tahu aku memakai celana dalam?
Aku melihatnya saat mencuci.
Bagaimana dengan ukurannya?
Aku harus membalikkan celananya untuk mencari tahu.
Hei!
Lain kali,...
...jangan mencuci baju di tempatku lagi.
Hei.
Apakah buruk jika aku mengetahui ukuran celana dalammu?
Apa kau malu?
Tidak. Siapa bilang aku malu?
Astaga.
Namun, ini bukan hanya tentang mengetahui ukuranku.
Aku lebih... Bagaimana cara mengatakannya?
Lebih...
Aku takkan mengatakan apa pun.
Sungguh?
Kalau begitu,...
...biar kulihat seberapa besarnya.
- Haruskah aku? - Hei.
Hei, apa kau gila?
- Hei, semua orang melihat! - Mari kita lihat. Tunjukkan kepadaku!
Apa yang terjadi?
Lihatlah.
Mengapa kau menatapku seperti itu?
Aku akan pergi.
Aku harus melakukan...
...syuting malam ini.
Baiklah.
Maaf.
Woo Ri...
...adalah teman...
...yang paling berharga...
No comments yet. Be the first to leave one.