Die ersten 200 Zeilen.
MEMPERSEMBAHKAN
Rajawali to one position right base one seven run away insight.
Rajawali to one with 180° – 0 – 8 knott.
With 180° – 0 – 8 knott these down and lock clear to land.
IHC meminta kita untuk mengantarkan Helen ke perbatasan Pasifik.
Untuk mengolah data pemulihan pasca perang saudara di Republik Kabubed.
Mereka meminta kita karena Indonesia dianggap memiliki kekuatan yang penuh,
untuk bisa mengantarkan serta membantu Helen
dalam mengolah data yang diperlukan.
Iya.
Infokan kepada kami mengenai data dan
seluruh kebutuhan mereka di sana selengkapnya.
Iya, aku akan laporkan setelah data intelejen lengkap.
- Hai, apa kabar? - Baik.
Selamat datang di Madiun, Nona Helen Kowalski.
- Terima kasih banyak. - Silakan, lewat ke sini.
Helen Kowalski berusia 27 tahun.
Oleh IHC ditugaskan untuk mengolah data kemanusiaan,
pasca perang di setiap wilayah terdampak.
Sekaligus mendata Warga Negara Indonesia yang berada di sana.
Kedatangan Helen adalah yang pertama
sejak genjatan senjata di Republik Kabubed.
Tidak ada toleransi dalam mengawal Helen menuju perbatasan.
aku anggap tidak ada lagi pertanyaan.
Demikian.
Operasi ini harus sukses.
Kita harus bisa mengantarkan Helen ke perbatasan.
Sehingga nama Indonesia akan harum di mata dunia,
di mata IHC dan di mata TNI AU.
Apa kita siap?
- Apa kita siap? - Siap!
Iya, baru saja sampai.
Ingat! Jangan mencari perkara.
Baru hari pertama.
Masalah yang mencariku, bukan aku yang mencari masalah.
Aku hanya mengingatkan saja,
karena kau jika diberi tahu orang tua, tidak pernah mendengarkan.
Baiklah, berhati-hati ya.
Gadhing?
Gadhing?!
Apa yang sedang kau lakukan?
Hai Gadhing!
Dhing,.. Gadhing?
Om sudah dulu, ada panggilan tugas.
Tami,
- bagaimana semuanya? Lancar? - Lancar.
- Aku ke dalam dulu, ya. - Iya.
Kakak asuh.
- Bagaimana? - Apa kabar?
Baik.
Kau ditunggu di Mako Lanud
- oleh komandan. - Siap!
aku ada pekerjaan dengan Danskadron, kau lurus saja dari sini.
Siap! Kakak asuh.
Hei.
Selamat datang di rumah barumu.
Siap!
Selamat siang, Pak.
Tolong letakan ibu jari Anda di atas pemindai,
hingga suara berhenti.
Kita sudah sampai pada kesimpulan bahwa
sudah cukup bukti mengenai kejahatan yang terjadi di Republik Kabubed.
Sebagian besar korbannya adalah anak-anak.
Terima kasih sudah datang dan menguatkan kekawatiran kami.
Mari kita bekerjasama dalam hal ini.
Mari kita lakukan.
Herman dan yang lain, aku baru saja mendapatkan telepon.
Bahwa aku akan melakukan dinas ke Indonesia bagian Barat.
Selama aku tidak berada di tempat,
tugas dan tanggung jawab Skadron 10 aku serahkan kepada Herman.
Apabila ada hal yang mendesak dan administratif silakan hubungi aku.
- Bisa dimengerti Herman? - Siap!
Kau tahu, mengapa serigala menjadi ikon dari Lanud ini?
Serigala merupakan salah satu hewan yang cerdas,
sanggup mengalahkan musuh yang lebih besar.
Serigala pun memiliki rasa persaudaraan yang sangat tinggi.
Satu anggotanya terluka, semua menjaga.
Tidak ada yang meninggalkan.
Serigala pun sangat loyal.
Loyal dan setia. Begitu pula dengan kita.
Loyal dan setia,..
kepada Indonesia.
Mengerti?
Siap, Komandan!
Selamat Gadhing.
Keraslah kepada dirimu sendiri. Jadilah yang terbaik.
Siap, Marshal!
- Selamat ya Ibu. - Terima kasih, Bu.
Pah, Gadhing pintar juga tampan.
Sudah cocok menjadi menantu kita.
Mamah bisa saja.
- Siap! - Ayo!
- Izin masuk. - Masuk!
Maaf, barusan lama.
- Sudah, silakan duduk. - Siap Kakak asuh!
Jadi, bagaimana Gadhing?
Izin! Bagaimana apanya, Kakak asuh?
Siap masuk Serigala Langit?
Siap!
Kau tahu 'kan,
jika ada 40 orang yang mengantre untuk posisi ini di Serigala Langit?
Siap! Paham Kakak asuh.
Baiklah, begini Gadhing
hanya karena aku Kakak asuhmu,
bukan berarti aku tidak akan tegas kepadamu.
Jadi jangan membuatku malu.
Kita adalah Skadron Elite,
iya kau memang lulusan terbaik. Mendapatkan penghargaan dari Kasal.
Jangan salah sangka, itu hebat. Tetapi ini nyata.
Jadi, jangan bercanda.
Jangan main-main, jangan cari gara-gara!
Lakukan semua sesuai perintah.
Ingat!
Aku susah payah meyakinkan para perwira untuk memasukkan kau ke sini.
Jadi setidaknya, kau bisa buktikan
jika kau adalah salah satu pilot terbaik.
- Siap! - Jaga nama baikmu,
- yang terpenting,.. - Jaga nama baik Skadron.
Keluarga.
Serigala Langit ini, keluarga.
Skadron untuk menang, menang untuk Skadron.
Siap!
Aku akan mengajakmu berkeliling. Ayo!
Ayo!
Siapa itu?
Siap! Perwira konversi, Pak.
Aku dengar dia lulusan terbaik di Sekolah Penerbangan.
Benarkah?
Jadi kita bukan yang terbaik?
Ya ada yang bilang G-Force nya bagus, Bang.
Sampai delapan kali putaran pun, tidak mabuk.
Keren!
Keren sekali.
- Izin Kakak asuh. - Iya.
Hanggarnya kotor sekali, apakah jarang dibersihkan?
Banyak gaya!
Namanya juga anak baru.
Biasa sedang berada di atas langit.
Mau lulusan terbaik ataupun bukan,
jika sudah masuk ke dalam kandang serigala,
tidak ada yang namanya lepas orientasi.
Hei! Buka!
Kenapa?
Tidak suka kotor ya?
Hei! Keluarkan aku!
- Keluarkan! - Hei!
Jaga sikapmu!
Ini senior!
Siap, Mas! Izin keluar, Mas.
Ini minggu pertama aku, aku tidak boleh terlambat, Mas.
Siap.. siap. Katanya lulusan terbaik?
Masa keluar dari pintu ini saja tidak bisa?
Ini, buktikan.
Mas, keluarkan aku. Tolong!
Mas! Tolong keluarkan aku!
Helen Kowalski akan berangkat pukul lima sore.
- Siap! - Transit di Manuhua,
lalu melanjutkan perjalanan ke Republik Kabubed.
Siap komandan!
Herman, aku tidak mau ada kata gagal.
Tugas ini harus tuntas.
Siap! Mohon izin,
aku pastikan pasukan sudah siap untuk perang.
Mengapa teleponku tadi siang tidak kau angkat?
Maaf Nad..
sedang sibuk.
Namanya juga anggota baru.
Memangnya langsung diberi tugas?
Ya begitulah.
Kau sedang apa?
Ini, sayap pesawat penyok.
Harus aku benarkan, karena kalau tidak
bahaya untuk karir.
Oh iya, ngomong-ngomong,..
selamat ya, kau sudah menjadi penerbang pesawat tempur.
Terima kasih, Nad.
Bapak sudah tahu?
Untuk apa dia diberi tahu?
Bisa tidak, kau tak bicara ketus seperti itu?
Bisa.
- Jadi sudah tahu atau belum? - Belum.
Gadhing, kau harus beritahu Bapak.
Ya, nanti juga dia akan tahu sendiri.
Kapan terakhir kali kau bertemu dengan Bapak?
Setelah wisuda.
Dia sedang dirawat.
Dia pasti akan baik-baik saja, Nad.
Serangan jantung yang sebelumnya pun, dia tidak apa-apa.
Ya sudah kalau begitu,
pastikan saja, kau menjenguk Bapak.
Umur itu tidak ada yang tahu, Gadhing.
Iya, Nad.
Nad,..
sudah dulu ya.
Ada Menteri.
Menteri?
Izin, Pak. Itu punyaku.
Nanti ambil lagi.
Izin sebelumnya, Pak.
Bapak ingin tips dariku tidak?
No comments yet. Be the first to leave one.