Die ersten 200 Zeilen.
REUNI
Selamat datang di Selling Sunset episode Reuni.
Saya Tan France, senang bisa hadir.
Saya tak sabar mengungkap semua dramanya.
Mari kita langsung saja.
Nona-Nona, Romain.
Si kembar, panik? Gugup?
- Tidak, aman. - Kami santai.
Aku ingin gosip menarik,
jadi kuharap kalian semua tidak menahan diri.
Mari mulai dari awal. Ada Birkin Chelsea, aplikasi kebugaran Bre.
- Bedak testis Jason. - Ya.
- Jason, apa maksudnya itu? - Dulu aku membedaki testisku.
- Kenapa? - Cobalah. Kau akan mengerti.
Akan kugali lebih lanjut.
Saat... Kepadamu saja.
- Siapa? - Kau juga.
- Kau pernah melihatnya? Apa... - Ya.
- Oh, pernah! - Kau membedakinya?
- Pernahkah... - Tunggu. Membedaki Jason?
- Ya. - Bukan. Pernahkah...
Bukan itu pertanyaanku.
Pernahkah kau berpikir,
- "Kegilaan macam apa itu?" - Ya.
- "Aku tak mau pegang." - Ya.
Kutanya, "Kenapa itu? Kau sedang apa?"
Jason menjelaskannya, tapi aku...
- Pakai bedak bayi? - Ya.
Memang aman tertelan?
- Apa? Tertelan? - Tidak!
- Tentu saja tidak! - Tak bisa.
- Untuk apa membedaki... - Cuma melihat bedaknya?
- Aku tak lihat. - Karena kau sudah berhenti?
- Benar. - Berhenti sebelum bersama Chrishell.
Aku sudah tidak membedaki testisku.
- Karena omongan Mary? - Karena berantakan.
Wajar saja.
Sekarang Chrishell.
- Secepat itu? Oke. - "Secepat itu."
Bagaimana rasanya menikah?
- Menakjubkan. Aku bahagia. - Baguslah.
- Sudah pembaruan janji nikah? - Sudah.
- Baru beberapa bulan. - Baiklah.
Jadi, begini.
Saat pertama kali kami menikah, kami merahasiakannya.
Jadi, sebenarnya kami sudah menikah cukup lama.
Ada fotonya. Kalian menawan!
Terima kasih! Itu Gracie!
Ini saat pernikahan atau pembaruan janji?
- Pembaruan janji. - Oke.
- Dari tahun ini. - Cantiknya!
- Emma. - Hai!
Kau dan Chrishell dekat.
- Kau meresmikan pernikahannya? - Benar!
Kau memakai bikini untuk meresmikannya?
Ya! Itu maunya. Chrishell yang minta!
Itu ideku karena itu akhir pekan hari kemerdekaan.
Tak ada yang lebih ikonis dari Emma berbikini denim.
- Chelsea, apa kabar? - Aku baik-baik saja.
- Baik? - Baik.
- Keluarga? - Mereka baik.
- Bagus. Amanza. - Hai.
Amanza, beberapa bulan ini, keadaanmu cukup sulit.
Dia baru operasi punggung.
- Membaik? Operasi lancar? - Lancar. Badanku agak kaku.
- Bagaimana keadaanmu? - Masih hidup.
- Amin, benar. - Ya.
- Kau tampak luar biasa. - Terima kasih.
- Mary, Romain. - Ya?
- Apa kabar? Punya anjing baru? - Ya.
Apa ia akur dengan Niko dan Zelda?
Dengan Niko, ada persaingan, dominasi antara anjing jantan.
Jadi, Jason mengurus Niko untuk saat ini.
"Paman Jason" atau "Ayah Jason"?
- "Paman." - Paman...
- Ayah Romain dan Papa Jason. - Lugas sekali.
- Manisnya! - Karena Jason lebih tua?
- Ya, "Ayah" lebih bagus. - Nicole.
- Hai! Senang melihatmu. Apa kabar? - Halo.
- Kabarku baik. - Bisnismu lancar.
Penjualanmu mencapai 12 juta dolar beberapa bulan ini.
Sudah bertemu siapa sejak musim ini selesai?
- Yah... - Selain Mary?
Amanza, Romain, si kembar.
Apa kita bertemu?
Hanya mengobrol, tapi tidak bertemu langsung.
Jason, siapa kekasihmu sekarang?
Aku sedang dekat dengan wanita dari Vancouver.
- Tapi aku lajang. - Wah. "Wanita".
- Wanita! - Wanita? Aku penasaran.
Berapa usianya?
Hampir 30 tahun. Beberapa minggu lagi 30 tahun.
Baiklah, wanita dewasa. Bagus.
Bre, sang ibu bayi penuh drama,
di episode terakhir, kau hengkang dari pesta.
- Kau sebut begitu? - Ya. Aku berusaha sopan.
- Kau akan kembali ke O Group? - Aku ragu.
Masih ragu?
Aku ingin tanya lebih lanjut, tapi mari bahas yang ringan dulu.
- Legendary sehat? - Dia manis sekali.
- Usianya? - 15 bulan.
Dia sudah bisa bicara, jadi pemimpin dan bos di rumah.
Begitulah. Nah, mari kita mulai.
Astaga!
Nicole dan Chrishell, jujur saja, aku ragu
kolaborasi ini bisa sampai menjual properti.
Mari kita simak.
Nicole bilang Emma berteman dengan Chrishell
karena dia pemanjat sosial.
- Kau menyebutku pemanjat sosial? - Ya.
- Kau tahu artinya? - Ya, yang mendompleng orang
yang status sosialnya lebih tinggi
Kau mengatakan hal-hal kejam tentangku.
Semua ucapanku benar.
Kau tak paham pekerjaan ini.
- Seluruh wajahmu hasil operasi. - Dasar jahat.
- Kau jahat... - Diamlah.
Tak ada orang, terutama Nicole,
yang pantas dihina seperti itu.
Dia tak bisa berbuat seenaknya tanpa konsekuensi.
- Dia yang mulai. - Seperti perundung saja.
Kau tak berniat memicu perkara dengan Chrishell, nyatanya kau lakukan.
Tak penting lagi siapa yang benar, karena kita berdua akan merugi.
Pokoknya, aku menyesal sudah sekejam itu.
Terima kasih.
Dia minta maaf.
- Apa kau minta maaf? - Tidak.
Astaga.
Andai Nicole minta maaf, dia akan naik jet ini.
Batal mengajak dan mengucilkan seseorang...
Maksudmu? Batal mengajak siapa?
Langsung saja. Apa intinya?
- Perjalanan ke sini... - Apa intinya?
Kau tak paham?
Aku mencoba memahami intinya. Tolong katakan.
Bisa, tidak? Astaga!
Aku batal diajak naik jet.
- Tak diajak. - Diajak.
Kau tak melakukan satu hal sederhana
agar segalanya baik, yaitu minta maaf.
Kau bahkan tak sebutkan...
Maaf sudah bilang kau operasi plastik untuk ke titik ini.
- Maaf menyebutmu teler narkoba. - Kami tahu kau bukan pencandu.
Kami tahu kau cantik. Tuduhannya tak benar.
Ada benarnya, kok.
- Aku tak bohong. - Makan malam ini jadi kacau.
Wah.
Nicole, bagaimana perasaanmu
saat Chrishell bilang wajahmu hasil operasi?
Itu membuatku terperangah.
Pikirku, "Bicara apa kau ini?"
Aku pasang veneer sebelum syuting. Kalau botoks, sudah biasa.
Filler di wajahku dihilangkan. Jadi, wajahku bukan hasil operasi.
Itu komentar yang menghina, jahat, dan...
- Maaf. Chrishell... - Ada apa?
- Konyol. - Kau mau menanyaiku, aku tak...
Tentu saja!
Apa maksud "wajahnya hasil operasi"?
Apa?
- Tingkahmu... - Begini.
Yang coba kujelaskan pada Nicole adalah,
dia ingin mencuri perhatian di layar kaca.
Itu awal mulanya, tapi dia bilang tak peduli acara ini
dan hanya peduli properti.
Padahal jelas dia punya rencana di acara ini.
Menurutmu apa rencananya?
Dia berencana mencuri perhatian di acara ini.
Dia mau mencari masalah dan menjatuhkanku.
Itu tidak benar. Aku paham perasaanmu dan aku...
Kau berhak merasa begitu.
Aku tak punya rencana atau maksud khusus di sini.
Bukan itu tujuanku.
Penyampaianku memang emosional. Aku tak akan menyangkal.
Tapi tanggapanku seperti itu
karena jelas kau peduli dengan acara ini.
Saat kau dipilih sebagai pemeran, selama beberapa bulan, kau...
Aku tak menghakimi. Ini LA, semua pernah operasi plastik.
Jadi, aku tak menghakimi.
Tapi maksudku adalah aku bisa melihat kepedulianmu.
Andai kau akui itu,
mungkin kita bisa berkompromi,
"Oke, acara ini penting bagimu."
Aku jadi bisa lebih bersimpati,
lebih pengertian, dan berpikir, "Mungkin aku salah paham.
Ini berarti bagimu. Kini kami bisa buka-bukaan."
Sudah kusebut prosedur yang kujalani, meski bukan urusan kalian.
Aku juga tak merahasiakannya,
tapi tidak perlu kau singgung.
Coba aku singgung. Siapa yang pernah operasi wajah?
- Aku operasi payudara! - Ya, Bre!
Hasilnya bagus!
Payudara kencang.
Kalian menawan. Paras kalian cantik. Mari lanjut.
- Dia suka. - Aku puas.
Tentu saja kau puas. Tak heran.
- Nicole? - Ya?
Apa menurutmu pertengkaran dengannya itu sia-sia?
Dan akan terus begitu?
Ya, tapi bukan aku yang memulai pertengkaran ini.
Sekali lagi,
No comments yet. Be the first to leave one.