Die ersten 191 Zeilen.
Kalian tahu ini soal apa? Kenapa kita di sini?
Untuk keluar. Ini adalah keluar.
Keluar adalah salah satu pengalaman paling menyenangkan.
Berapa banyak orang bilang kita harus keluar?
Inilah maksud mereka.
Kita semua sudah keluar. Tak seorang pun di rumah.
Tak satu pun dari kalian di rumah. Kita semua sedang keluar.
Ada orang yang mencari kita, mereka tak tahu di mana kita berada.
Aku tak menemukannya. Ke mana dia?
Dia tak bilang padaku ke mana tujuannya.
Dia pasti sedang keluar.
Jika hendak pergi keluar, kau bersiap-siap...
...mengambil pakaian, mandi, menyiapkan segala sesuatunya...
...menyiapkan uang, memanggil teman, menyiapkan kendaraan, dan tempatnya.
Lalu kau berdiri dan pergi.
Kita harus kembali.
Begitu keluar, kau ingin kembali.
Kau mau tidur, bangun, lalu keluar lagi keesokan harinya, 'kan?
Siapa pun kalian, dalam hidup ini, kurasa kita selalu ingin pergi.
Bagiku, letak kancing itu sangat buruk.
Kancing kedua akan menyebabkan pakaianmu sobek.
Lihatlah. Letaknya terlalu tinggi.
Tak ada pria seperti itu. Sepertinya kau masih tinggal dengan ibumu.
Sudah selesai?
Kau mencobanya saat membelinya, 'kan?
Ya. Warnanya ungu. Aku suka. Aku tak ingat soal kancingnya.
- Jadi kau tak ingat. - Tidak saat ini.
Senator, aku hanya ingin tahu apa dan kapan kau tahu.
Tn. Seinfeld, Tn. Costanzo.
Kau yakin ini nonkafein? Di mana penanda jingganya?
Sudah hilang. Aku harus menghafalnya sendiri.
Nonkafein di sebelah kiri, yang biasa sebelah kanan.
Ini pekerjaan yang sangat menantang.
Tenanglah. Ini secangkir kopi. Claire adalah pelayan profesional.
Percayalah, George, tak ada yang mau lihat kau minum kafein.
Kenapa kau tak melakukan pertunjukan kedua besok?
Ada seorang wanita yang mungkin akan datang.
Tunggu. Siapa yang datang? Wanita mana yang akan datang?
Aku sudah cerita soal Laura. Gadis yang kutemui di Michigan.
- Kau belum menceritakannya. - Kukira sudah
Dia mengajar ilmu politik.
Aku bertemu dengannya saat pertunjukan di Lansing.
- Tak ada susu di sini. Kenapa.. - Tunggu. Seperti apa dia rupanya?
Dia amat hebat. Dia amat hangat, cerdas, dan cantik.
Dan saat kami berbincang..
Berbincang dengannya seperti berbincang denganmu.
Tapi jelas jauh lebih baik.
Bagaimana kelanjutannya?
Tak ada yang terjadi. Tapi itu menyenangkan.
Tak ada yang terjadi, tapi.. Ini bagus!
Jadi dia meneleponmu dan ingin kencan denganmu besok malam?
Tuhan memberkatimu, Kau memang hebat.
Tidak juga. Dia mengatakan..
Dia meneleponku pagi ini dan bilang harus datang menghadiri seminar.
Mungkin kami akan bertemu, jadi..
- Harus datang? - Ya. Tapi..
"Mungkin kami akan bertemu?"
- Harus dan mungkin? - Ya.
Tidak. Aku benci mengatakannya. Kau tak akan bertemu wanita itu.
Apa? Kau bersungguh-sungguh? Lalu kenapa dia menelepon?
Entahlah. Mungkin dia ingin bersikap sopan.
Bersikap sopan?
- Kau gila. - Baiklah.
Aku tak ingin mengatakannya. Kau ingin tahu kenapa dia menelepon?
- Ya. - Kau hanya cadangan.
Kau pemain kedua.
Hanya untuk berjaga-jaga. Rencana kedua.
Sebuah kemungkinan.
Aku mengerti. Ini tentang kancing itu.
Claire, kau seorang wanita, 'kan?
Apa yang membuatmu berpikir begitu, George?
Aku ingin memintamu menganalisis panggilan telepon hipotetis.
- Dari sudut pandang wanita. - Yang benar saja.
Apa yang akan kautanyakan? Bagaimana dia tahu?
Ada seorang wanita meneleponku.
- Dia bilang dirinya harus... - Tidak.
...datang ke New York untuk urusan bisnis.
- Luar biasa. - Dan mungkin...
...dia akan menemuiku begitu tiba.
Apakah wanita ini bermaksud meluangkan waktu bersamaku?
Menurutku tidak.
- Lalu mengapa dia menelepon? - Untuk bersikap sopan.
Untuk bersikap sopan. Kesimpulanku selesai.
Bagus. Apa kau senang? Kau tak tahu apa yang kau bicarakan.
Ikutlah denganku. Aku harus ambil bajuku dari pengering.
- Aku tak mau melihatmu mencuci. - Ayolah. Jadilah priaku.
- Ayolah. Aku lelah. - Jangan khawatir.
Kuberi dia sedikit kafein. Tenaganya akan pulih.
Sudah kuduga aku merasakan sesuatu. Sudah kuduga!
Jerry, aku harus mengatakan sesuatu padamu.
Ini saat paling membosankan yang pernah kualami.
Lihat pria itu.
Dia memiliki semuanya. Detergen, penyemprot, pelembut.
Ini bukan cucian pertamanya.
Aku butuh istirahat, Jerry. Aku harus keluar dari kota ini.
- Aku merasa sangat tegang. - Kau bahkan belum dengar suaranya.
- Apa? - Laura.
Aku tak percaya. Kita sudah membahasnya!
Ya. Tapi kenapa kau begitu yakin?
Karena itu sebuah sinyal, Jerry. Tidakkah kau..
Apa dia pernah menanyakanmu soal rencanamu besok malam?
- Apakah kau sibuk? - Tidak.
Dia meneleponmu hari ini. Dia tak membuat rencana untuk besok?
Apakah itu? Itu malam Minggu.
- Ya. - Apa itu? Itu konyol.
Kau bahkan tak tahu di hotel mana dia menginap.
Kau tak bisa menghubunginya. Itu sebuah sinyal, Jerry.
- Mungkin kau benar. - Mungkin? Tentu saja aku benar.
Ini gila. Aku bahkan tak tahu di mana dia menginap.
Dia tak akan meneleponku. Ini tak bisa dipercaya,
Aku tahu.
Dengar, cucianmu pasti sudah selesai sekarang.
Mengapa tak kau lihat apakah pakaianmu sudah kering?
Tidak. Jangan ganggu siklusnya.
Mesinnya sedang bekerja. Dia tahu apa yang dilakukannya.
Biarkan dia menyelesaikannya.
- Nanti akan terlalu kering. - Itu tak mungkin.
- Mengapa tidak? - Karena tak bisa terlalu basah.
Jika sesuatu basah, benda itu basah.
Sama halnya dengan kematian. Begitu mati, kau mati, 'kan?
Anggap saja kau mati lalu aku menembakmu.
Kau tak akan mati lagi karena kau telah mati.
Kau tak bisa terlalu mati. Pakaian tak bisa terlalu kering.
Ada pertanyaan?
Mengapa dia tak mengatakan padaku di mana dia menginap?
Lihatlah, kau telah selesai!
Waktu mencuci pakaian adalah hari yang menyenangkan...
...dalam kehidupan pakaian. Sungguh. Coba pikirkan.
Mesin cuci adalah kelab malam bagi pakaian.
Di dalamnya gelap, ada gelembung, mereka menari di dalamnya.
Kaus merangkul pakaian dalam, "Ayo, Sayang."
Saat kau membuka tutupnya, mereka semua terkejut.
Kaus kaki adalah yang paling menakjubkan dari semua pakaian.
Mereka benci kehidupan mereka dalam sepatu dengan kaki bau.
Laci yang membosankan.
Mesin pengering adalah satu-satunya kesempatan mereka untuk kabur.
Dan mereka semua mengetahuinya.
Mereka melarikan diri dari pengering.
Mereka merencanakannya di keranjang malam sebelumnya.
"Besok, mesin pengering, aku akan pergi."
"Kalian tunggu di sini."
Saat pintu pengering terbuka, kaus kaki bersandar pada dinding.
Dia berharap kau tak melihatnya dan dia menyusuri jalan.
Ada kancing terjahit di wajahnya, mereka ikut pertunjukan boneka.
Mereka menampilkanku di TV, dalam iklan detergen...
...karena menghilangkan noda darah.
Apakah ini gambaran yang mengerikan bagi seseorang? Noda darah?
Ayolah, kau juga memiliki kaus dengan penuh noda darah.
Mungkin cucian bukanlah masalah terbesarmu saat ini.
Kau harus mengeluarkan harpun dari dadamu terlebih dahulu.
Jika kau tahu hasil pertandingan Met, jangan katakan.
Aku merekamnya. Halo?
Maaf, kau salah sambung.
- Ya? - Kau sudah bangun?
Manusia selalu berpindah.
Pernahkah kau melihat truk besar di jalan?
Tak masalah.
The Met mengacaukannya malam ini, bukan?
Apa yang kaulakukan? Aku merekam permainan itu.
Pertandingannya pukul 01.00.
Aku hindari kontak dengan manusia untuk menontonnya.
Maaf, kukira kau mengetahuinya.
Kau punya daging?
Daging?
Aku tak tahu. Pergi, berburulah.
Lagi pula apa yang terjadi di pertandingan itu?
Apa yang terjadi? Mereka payah, itulah yang terjadi!
Aku hampir terluka karena pergi ke pertandingan itu.
Benar. Kau tak pernah keluar gedung selama 10 tahun.
Ya.
- Kau sudah selesai membacanya? - Belum.
- Saat kau selesai, beri tahu aku. - Baiklah.
Kau bisa memilikinya besok.
Kukira aku tak diizinkan ke sini akhir minggu ini.
Tak apa-apa. Gadis itu tak datang.
Aku salah paham soal semuanya.
Kau ingin aku bicara padanya?
Kurasa tidak.
Aku pandai membujuk.
Kau tahu aku hampir menjadi seorang pengacara?
Hampir, ya?
Sebaiknya kau memercayainya.
Halo? Hai, Laura!
Berikan padaku. Biar aku yang bicara.
- Biarkan aku bicara padanya. - Percayalah, aku sudah bangun.
Bagaimana kabarmu? Bagus.
Tentu. Pukul berapa pesawatnya tiba?
Temanku George akan mengantarku.
Meluncur!
Itu hanya tetanggaku.
Baiklah, pukul 10.15.
No comments yet. Be the first to leave one.