Die ersten 200 Zeilen.
Episode 9
Oke.
Ini..
Apa ini? Wow itu nasi goreng!
Kau bahkan memasukkannya ke dalam rumput laut. Ini terlihat lezat. Terima kasih, aku akan makan dengan baik.
Ayo makan.
Tapi di mana ahjusshi? Aku dapat 100% pada tanaman diaryku
Ahjusshi tidak kembali lagi.
Kenapa?
Kemana dia pergi?
Dia kembali dimana dia memulainya lagi dari awal.
Awalnya?
Ayo makan.
Kau suka ini?
Standarmu adalah kamu.
Aku pasti akan mendapatkan gitarmu nanti.
Presiden Jo bukan satu-satunya.
Kenapa tidak?
Aku sedang berusaha untuk menurunkan Choi Chun Hee dengan skandalnya dengan Jang Joon Hyeon tapi,
Presiden Jo sudah memblokirnya. Dan bahkan mengusir Jang Joon Hyeon.
Benarkah? Bahkan Oppa Joon Hyeon?
Seorang wanita yang berbeda,
dan seorang pria yang seperti sedang bersama Choi Chun Hee,
tidak akan ke dia lagi. Menyerah saja.
Ibu.
Soo In.
Kau datang?
Apa yang terjadi?
Aku ingin memintamu untuk lagu albumku berikutnya.
Kami berbicara tentang hal ini sebelumnya.
Aku dengar kau bukan manajer Choi Chun Hee lagi.
Jika kau bisa menjadi produser untuk albumki,
skandal dengan Choi Chun Hee,
Aku pikir kau benar-benar bisa menghindari itu.
Bukan?
Bagaimana kau tahu...
Dan itu bagus bagiku karena aku bisa bekerja denganmu.
Soo In... masalahnya...
Lalu aku akan menganggapnya seperti kau melakukannya dan menunggu besok di tempat kerja. Sampai besok.
Soo In.
Choi Chun Hee, masuk.
Baik.
Choi Chun Hee.
Kau sudah melakukannya dengan baik.
Ini..
Tae Song akan segera datang.
Terima kasih.
Tae Song punya pacar yang cantik. Kenapa dia tidak memberitahuku?
Seorang... pacar?
Tidak heran,
Tae Song terlihat jauh lebih baik hari ini dan dia selalu tersenyum.
Itu semua karena kau, bukan?
Jadi... itu karena aku? Oh, apa...?
Silahkan datang sering-sering disini nanti. Aku akan mendorong kalian berdua bersama.
Terima kasih, Presiden. Tidak... Unni!
Aku disini.
Oh, dia datang.
Terima kasih sudah datang denganku.
Aku tidak pernah membeli kosmetik wanita.
Itu seharusnya untuk hadiah.
Seorang gadis yang kau sukai?
Itu bukan hanya seorang gadis.
Bagaimana aku harus mengatakan itu?
Dewi? - Dewi?
Suatu tempat...
Dengan bibir yang merah tua,
dengan mata yang rusa.
Meskipun aku seperti seorang dewi, kalau mendengarnya saja itu memalukan.
Bagaimana dengan yang satu ini Tae Song? Warnanya benar-benar baik.
Oh, yang itu?
Kenapa kau tidak mencobanya jadi aku bisa melihat warna?
Ide yang bagus. Cepat.
Apa yang kau lakukan?
Hah?
Tidak ada yang istimewa.
Kau tahu kau menyukainya.
Bagaimana dengan yang satu ini?
Apa kau akan pergi setelah menyelesaikan rekamanmu?
Untuk mengecewakanku?
Kau seharusnya punya secangkir kopi.
Aku akan menikmatinya.
Kau tahu karena kopi itu sudah jadi larangan penyiaranmu, kan?
Apa? - Kau tidak tahu?
Jangan bilang apa-apa.
Jang Joon Hyeon akan tinggal di kantorku sepanjang waktu.
Dan kemudian, aku menumpahkan kopi panas
di lengan Jang Joon Hyeon.
Sekarang aku berpikir tentang hal itu, aku pikir dia sengaja membuat pertunjukan seperti itu.
Untuk membuatku merasa menyesal dan mencabut larangan penyiaran.
Sungguh.
Yah aku berpikir tentang hal itu, aku belum melihat Jang Joon Hyeon akhir-akhir ini.
Jang Joon Hyeon!
Bagaimana kau tahu kau datang ke sini?
Aku mendengarnya dari Tae Song.
Hei, bagaimana kau bisa pergi seperti itu tanpa bilang apa-apa?
Aku bilang aku akan pindah.
Meski begitu. kau setidaknya harus mengucapkan selamat tinggal sebelum kau pergi.
Kau memberitahuku malam sebelumnya dan pergi saja seperti itu?
Dan kau bahkan tidak menelepon sekali.
Kenapa aku harus menghubungimu?
Karena kita teman, bukan?
Teman apa? Kami hanya dihubungkan dengan pekerjaan.
Aku sibuk. Dan aku harus mempersiapkan album comeback-ku.
Hei, kau benar-benar...
Aku datang karena aku punya sesuatu untuk dikatakan.
Aku mendengarnya dari direktur.
Tanganmu terluka terakhir kali karena aku.
Aku tidak tahu apa yang kamu dengar dari direktur,
tapi aku tidak terluka karena kamu.
Jadi...
jangan datang kesini dan mencari lagi.
Masuklah.
Hei!
Pergi!
Baik.
Aku pergi.
Apa yang kamu lakukan?
Hei! Kamu!
Jika kau melakukan hal ini sekali lagi aku akan membunuhmu!
Oppa, jika kau menghasilkan albumku..
Skandalmu dengan Choi Chun Hee
bisa disingkirkan sepenuhnya, kan.?
Selamat datang.
Aku tahu kau akan datang, Oppa.
Halo, Choi Chun Hee.
Halo, Sunbae-nim.
Produser untuk album ini adalah Oppa Joon Hyeon.
Apa?
Ah - Kau sedikit tidak nyaman?
Apa?
Oppa kau Manajer Choi Chun Hee .. tapi sekarang kau produserku.
Bisa jadi ini sedikit tidak nyaman.
Kenapa harus seperti itu?
Kami profesional.
Ayo pergi.
Aku dengar Joon Hyeon setuju untuk menjadi produser Soo In.
Ya.
Dia bilang kepadaku dia sedang mengerjakan album comeback.
Lalu aku kira dia masih belum melupakan Soo In.
Apa? Lalu..
Joon Hyeon dan Park Soo In masih pacaran??
Apa? Tidak begitu..
Soo In adalah cinta pertama Joon Hyeon.
Dia bahkan menulis Soo In debut lagu untuknya.
Kau...
Apa kau tidak menyukai Joon Hyeon?
Eh?
Aigoo-bilang dong sesuatu yang masuk akal. Beneran deh~
Yah, aku tidak tahu banyak tentang hal-hal seperti ini, jadi
Aku bisa saja salah.
Tapi untuk hal semacam ini, jangan-jangan orang lain menangkapnya lebih dulu?
Jika tidak, lupakan saja.
Presiden! Halo.
Kenapa kamu disini?
Terakhir kali aku ditraktir olehmu.
Jadi hari ini aku akan memasak.
Eh?
Ah.. Terakhir kali Byeol bilang dia menyukaiku datang ke rumah
Byeol benar-benar menyukaiku.
Percayalah kata anak-anak seperti itu.
Permisi, Presiden! Presiden Jo!
- Garam. - Garam.
- Piring. - Piring.
Oh ya, Kau tidak ingin mengubah pintu lemari ini di atas wastafel?
Ah, sekarang tidak apa-apa.
Ahjusshi sudah memperbaikinya untuk kita.
- Ahjusshi siapa? - Ahjussi kita!
Tidak.
Wow. kau bisa memasak dengan baik, Presiden.
Makanlah yang banyak.
Ya.
Byeol kita makan dengan baik.
Mereka bilang daging itu bagus jika ada sedikit darah.
Siapa bilang?
Ahjussi yang tua.
Makan, makan, makan.
Uh,
disitu masih ada pecahan jadi,
aku ingin mengganti cangkirmu.
Apa kau mencoba untuk menunjukkan bahwa kau keluar untuk bekerja? Kenapa kau terus datang ke sini?
Lalu kenapa kau...
Kenapa kau di sini, Ayah?
Kau bisa menjawabnya dulu.
Aku habis makan malam
di rumah Choi Chun Hee.
Kenapa wajahmu terlihat seperti itu setelah makan malam?
Kenapa? Apa ada yang salah.
Melayanimu. Membuat aku merasa semua lega.
Kau benar-benar ayahku?
Aku tahu kau menyukai Choi Chun Hee.
Kau hantu.
Apa ada yang aku tidak tahu?
Lagi pula, kau yakin akan tertangkap kali ini.
Kau tidak pernah menunggu seseorang atau sesuatu dengan benar?
Kali ini, cobalah tunggu. Dan jangan memohon.
Jika kau menunggu untuk apa pun, kau akan mendapatkan kesempatan terakhirnya.
Ayah, kata-katamu...
Ahhh aku tidak tahu.
Aku hanya akan melakukan yang terbaik di tempat kerja.
Benarkah? Itu ide yang bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.