Die ersten 164 Zeilen.
Sub Oleh WETV
Menulis nyanyian
Dengan namaku
Setiap goresan
Terukir tidak biasa
Sungai menjadi lautan
Langit terbuka
Angin kencang dan api yang dahsyat
Anggap candaan
Hancurkan penilaian arogan
Dunia ini luas, jalan di depan juga lebar
Memahami hidup dan mati
Menunjukkan ketidaksudian
Satu pikiran dapat mengatasi ribuan rintangan
Akulah satu-satunya orang yang akan sewenang-wenang selamanya
Kesepian melawan takdir
Tidak takut melawan arus dalam situasi putus asa
Membalas penderitaan
Hancurkan situasi yang selalu berubah
Biarkan peraturan berubah untukku
Melihat waktu menguatkan hati
Meninggalkan jawaban yang legendaris
Melawan kekuatan Langit dengan kegigihan
Membangun monumen dengan darah dan air mata
Melatih tubuh
Tidak kenal takut
Menghancurkan bintang dengan tekad
Menghancurkan kebuntuan dengan keberuntungan
Semuanya hanya demi
Menuliskan jawaban yang kuinginkan
Ribuan Tantangan
Animasi ini diadaptasi dari novel Chen Dong "Dunia Sempurna"
Episode 220
Penonton di bawah umur harus didampingi wali
Konten dalam film ini dibuat secara virtual dengan komputer
Jangan ditiru
Sebelumnya
Bunga Ortodoksi bisa-bisanya membentuk makhluk spiritual.
Buah ortodoksi macam apa ini?
Kulit hewan ternyata berkaitan dengan Kekuatan Enam Jalan Reinkarnasi.
Reinkarnasi bukan hanya reinkarnasi jiwa,
juga merujuk pada siklus elemen tanpa akhir di antara segala sesuatu.
Ini adalah reinkarnasi kehidupan.
Sebelum mencari tahu dalang yang mencelakaiku,
identitasku tidak boleh bocor.
Sebaiknya pergi ke akademi untuk menangkap nona Keluarga Wang.
Pilih kau saja.
Aku tidak mau.
Apa maksudnya?
Dia berani mengabaikan Peri Wang Xi?
Jangan-jangan tarik ulur?
Peri Wang Xi
ada saatnya ditolak juga?
Kekuatanku lebih dari cukup untuk menjadi murid resmi,
kenapa harus ikut dengannya?
Memakai gelang emas.
Seharusnya adalah pelayan perang yang dikirim dari keluarga.
Kenapa emosinya begitu buruk?
Kalau begitu,
aku akan mencoba kehebatanmu.
Apakah aku sudah boleh pergi?
Dua aura dewa?
Memang lumayan hebat.
Hanya, terlalu sombong.
Takutnya sulit ditaklukkan.
Kau minum arak?
Yuan Feng Cucu Yuan Qing Ranah Dewa Langit
Yuan Qing, beraninya kau datang lagi.
Akademi apaan?
Aku tidak mau lagi.
Kudengar Yuan Qing menembak seorang genius,
sehingga mendapatkan kuota penerimaan terakhir
untuk cucu tunggal tersayangnya.
Menjadikanku sebagai alat tawar-menawar?
Tetua Ketiga jangan marah.
Aku datang menghadap Tetua Kedua.
Hahaha.
Yuan Qing.
Mengantar cucumu datang?
Biarkan dia masuk.
Hmph!
Begitu terang-terangan menggunakan jalur belakang.
Baru pertama kali aku melihatnya.
Aduh, mudah bertindak kalau di atas ada orang.
Kenapa kelihatan membuat orang kesal?
Aduh.
Nanti cari kesempatan untuk menghajarnya.
Hmph.
Kalau ada yang berani tidak menghormati Feng,
aku akan menghukumnya,
Kualifikasi untuk masuk akademi sudah habis.
Kalau mengajakmu untuk menjadi teman dalam berkultivasi,
apakah kau bersedia ikut denganku?
Yuan Qing ingin menekanku di tambang kuno selama sepuluh tahun,
maka aku akan masuk ke akademi untuk menghajar cucunya.
Su Lan Pelayan Perang Wang Xi Ranah Dewa Langit
Selamat datang, Nona.
Barusan ada pelayan peri menyampaikan pesan.
Tetua akademi mencari Anda untuk mendiskusikan sesuatu.
Kau dapat memilih tempat untuk berlatih di sini.
Mari ikut aku.
Jangan pikir menjadi pelayan perang berarti Nona tertarik padamu.
Atur posisi diri sendiri.
Biasanya jauhi Nona.
Eh? Di mana dia?
Ah, gua Nona.
Jelas-jelas tempat ini dilindungi oleh formasi.
Kau...
Bagaimana kau bisa masuk?
Aku masuk dengan mendorong pintu.
Bukankah menyuruhku mencari tempat untuk berlatih?
Aku merasa tempat ini sangat cocok.
Tidak tahu malu.
Cepat turun dari tempat tidur peri!
Ini tempat tidur siapa?
Qi Lin Murid Ranah Dewa Langit Akademi Tianshen Sahabat Yan Yue
Aduh.
Seseorang naik ke tempat tidur Wang Xi.
Nona Qi Lin.
Hei!
Jangan sembarang bicara.
Ternyata sahabat Yao Yue yang sudah bergosip.
Kali ini kau benaran mengacaukannya.
Peri kalian tidak menaruh papan di luar.
Bagaimana aku bisa tahu?
Kalian berdua jangan rebutan denganku lagi.
- Kenapa? - Mengejutkan!
Peri Wang Xi membawa orang masuk ke kamarnya
dengan alasan berkultivasi.
Zhu Ganglie Murid Ranah Dewa Langit Akademi Tianshen
Xiong Zilu Murid Ranah Dewa Langit Akademi Tianshen
Apa?
Kali ini perebutan posisi peri pertama Langit Wuliang,
tuan putri kami pasti menang.
Tidak mungkin.
Aku tidak percaya.
Mana mungkin?
Qi Lin, apakah yang kau katakan benar?
Bocah tidak tahu malu itu naik ke tempat tidur Peri Wang Xi?
Aku mengatakan yang telah kulihat.
Ah!
Aku setampanmu bahkan belum memenangkan hati Peri.
Atas dasar apa kau?
Kupinjamkan cermin kepadamu.
Wan Lin Murid Ranah Dewa Langit Akademi Tianshen
Formasi Pembunuhan Jiuyou.
Aku takut sekali.
Darah Foniks Dapat sempurnakan nirwana
Oh, sepotong darah foniks lagi.
Sialan!
Semua barang bagus sudah diambil orang.
Ya, aku memang naik ke tempat tidurnya.
Wang Xi tidak bicara,
kalian malah heboh.
Peri Wang Xi adalah milikku.
Hmph!
Siapa yang berani naik ke kasurnya mendahuluiku?
Aduh.
Dipukuli seperti ini.
Benar-benar memalukan murid resmi.
Generasi kedua yang lewat jalur belakang,
juga bisa berteriak di sini?
Kakekku saja tidak berani berbicara denganku seperti ini.
Mutiara Wujin Senjata Berwujud
No comments yet. Be the first to leave one.