Die ersten 200 Zeilen.
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Apa yang kau cari?/ Pengisi dayaku.
Ini.
Halo.
Ya, katakan padaku.
Aku Danny./ Danny, benar.
Kami sudah menunggumu.
Uang muka bulan pertama./ Oke.
Tiga, empat, lima, enam...
Jika kau sedang kekurangan, kau selalu bisa beritahu aku.
Selalu ada pekerjaan yang perlu dilakukan di sini, jadi...
Selamat menikmati masa tinggalmu.
Kau harus berada di sini setiap malam dari pukul 7 hingga 8 pagi.
Jika tidak, hakim yang memimpin kasusmu akan segera diberitahu...
...dan kau akan dimasukkan kembali ke penjara.
Jika kau mendapat kerja, hubungi kami, dan kami akan mengubah waktunya.
Ada pertanyaan?
Tidak.
Biarkan pintunya tetap terbuka.
Orang yang bicara denganmu, dia baru keluar dari penjara, 'kan?
Benar.
Menurutmu dia kenal Ayah?
Kurasa tidak./ Kenapa?
Karena dia tak bisa Bahasa Prancis.
Benar, tapi dia di penjara.
Lalu kenapa? Ada lebih dari satu penjara di negeri ini.
Kau mendapat kabar dari Ayah?
Tidak.
Jadi kau tak mengunjungi dia?/ Ya, hari Senin.
Serius? Kenapa tak beritahu aku?
Karena aku tidak tahu.
Kau tak tahu akan menemuinya hari Senin?
Mereka baru beritahu aku bisa pergi menemuinya.
Mereka baru menghubungimu?/ Pagi ini.
Baiklah, aku ikut denganmu./ Tidak.
Kenapa tidak?/ Kau tidak bisa.
Tapi aku tak bertemu dia 3 bulan!
Itu tidak memungkinkan.
Ini waktu yang rumit,
Mereka terus memindahkan dia dari satu blok sel ke blok lainnya.
Dia tak menginginkanku lagi, begitu?/ Tidakk, sayang, bukan begitu.
Kau sebaiknya tuliskan dia surat./ Aku tak mau menulis surat.
Aku hanya ingin bertemu dia.
Habiskan makananmu.
Hai.
Kau mau rokok?
Aku tidak bisa./ Kenapa?
Karena Ibuku akan tahu sesaat aku membuka pintu.
Tapi jika kau ingin berikan aku sedikit ganja untuk nanti, itu bagus.
Dan apa yang aku dapatkan?
Kau akan beri aku oral seks?/ Kau sudah gila?
Tak apa, aku hanya bercanda denganmu.
Tapi setidaknya kau bisa beri aku ciuman.
Hai.
Punya rokok?
Clara.
Kemari dan bantu aku.
Bagaimana kamarmu?
Itu bagus. Terima kasih.
Bagus.
Cuci piring-piring.
Yang kau katakan kemarin...
Apa pekerjaannya?
Kau harus renovasi seluruh ruangan.
Mengapa?
Jika tidak kau harus mengecat ulang setiap enam bulan.
Jika kau membeli materialnya, aku bisa kerjakan itu untukmu.
Kau tahu cara melakukannya?
Aku tahu.
Berapa?
Dua bulan sewa.
Satu bulan.
Oke.
Kau bisa kembalikan itu?/ Ya, aku bisa.
Aku akan kembali jalan kaki.
Kau tahu jalannya?
Aku akan temukan itu.
Baiklah.
Hei, apa yang kau lakukan?
Kenapa kau tak mau bicara denganku?
Kau terlalu pemalu atau apa?
Ayolah!
Kau mau ke mana?
Pergi makan siang?
Boleh aku ikut denganmu?
Tidak./ Kenapa?
Aku mohon! Aku lapar.
Ibuku tak di sini. Aku tak punya makanan.
Aku akan mati. Karenamu.
Bisa kau menutup mulutmu?
Entahlah...
Ya.
Dari mana asalmu?
Aku tahu kau dari Denmark.
Aku tahu kau pernah dipenjara.
Aku tahu banyak tentangmu.
Lalu kenapa kau terus bertanya?
Ayahku bilang jangan pernah tanya kenapa orang masuk penjara.
Kau sebaiknya dengarkan ayahmu.
Dia tidak ada.
Kau kenal Tony Janssens?
Tidak.
Dia Ayahku.
Dia juga dipenjara.
Di Fresnes.
Aku tak diizinkan mengunjunginya.
Entah kenapa. Tapi setiap kali Ibuku pergi,
Dia membuat alasan untuk tidak mengajakku.
Kurasa Ibuku tak mau aku menemui ayahku lagi.
Atau mungkin ayahku yang tak ingin bertemu denganku.
Aku tidak tahu.
Tapi aku tidak memahami itu.
Itu tidak adil. Aku putrinya.
Itu tak mudah bertemu keluargamu saat kau dipenjara.
Kau sebaiknya tidak menghakimi dia.
Aku tidak menghakimi dia.
Aku hanya ingin melihat dia.
Kau punya anak?
Tidak.
Kenapa?
Kau tak suka anak-anak? Kau tak menginginkan mereka?
Atau kau hanya terlalu tua?
Kupikir kita punya kesepakatan.
Kau terlalu banyak bicara. Kau tahu itu?
Boleh aku minta rokok? Aku mohon?
Kau menginginkan ini?/ Ya.
Ambillah.
Itu masih ada padamu.
Halo./ Halo.
Ada yang bisa aku bantu?
Aku mencari kerja.
Tunggu di sini.
Hei!
Sama sepertiku.
Ya.
Lihatlah anjing itu./ Ya, dia kotor.
Ya. Dia ke sini setiap hari.
Apa yang kau lakukan?/ Hanya berusaha mengelusnya.
Dia takkan membiarkanmu.
Kenapa?
Bajingan!
Kau lihat? Sudah kubilang.
Kenapa dia tak izinkan aku mengelusnya?
Karena dia tak mempercayaimu.
Hai./ Hei!
Putriku bilang kau mengajaknya pergi makan siang.
Ya. Putrimu bilang padaku dia kelaparan.
Dia...
Bisa kau hentikan itu, tolong? Agar kita bisa bicara?
Putriku suka bermain-main. Oke?
Jangan terlalu berharap. Aku mohon.
Aku tidak menyukai anak gadis. Aku lebih suka wanita sebayaku.
Bagus. Aku akan ganti uang makanannya.
Aku tidak ingin uangmu.
Maka kita memiliki masalah.
Mengapa?
Karena aku tak mau berutang apapun padamu.
Sudah selesai?
Mau aku bantu?
Tak apa.
Dia bicara tentang ayahnya seolah ayahnya semacam pahlawan.
Bukankah itu normal?
Semua anak-anak berpikir orang tua mereka pahlawan.
Mungkin.
Apa lagi yang dia katakan padamu?
Jika dia tak bisa mengunjungi ayahnya.
Kau tidak mengizinkan dia.
Penjara bukan tempat untuk anak-anak, bukan?
Itu hanya kunjungan.
Dia akan bebas beberapa bulan lagi, jadi...
Kau tidak terlihat senang soal itu.
Dia meninggalkanku.
Untuk wanita yang lebih muda.
Guru yang dia temui di program penjara.
Menurutmu itu lucu?
Tidak, maaf, hanya saja aku pernah dengar cerita itu.
Napi dan guru. Semacam kisah klasik.
Jangan beritahu dia, oke? Dia tidak tahu.
Tidak akan.
Itu bukan urusanku.
Ini dia.
Mesinnya tidak berfungsi,
Jadi kau harus mengerjakan semuanya sendiri.
Kau bisa?
Ya.
Oke, semoga berhasil.
Hei.
Kupikir kau mungkin lapar.
Terima kasih.
Selanjutnya, makanlah bersama kami sebelum jam sibuk.
Itu lebih baik.
Sebenarnya aku lebih suka di sini.
Aku tak apa.
Siapa namamu?
Aku Danny.
Kau tak terlihat begitu menyukai orang, Danny.
Sampai jumpa.
Keluar.
Hei./ Hei.
Kau mau segelas anggur atau bir?
No comments yet. Be the first to leave one.