Die ersten 200 Zeilen.
Aku terus dapat mimpi yang sama.
Mimpi yang terasa sangat nyata
dan sangat seram sampai kau terbangun sambil berteriak.
Tapi kau sadar mimpi itu belum usai.
Kau berbaring, terjebak di antara dua alam.
Tak tahu apa yang nyata dan tidak.
Jika kau tak bisa terbangun dari mimpi buruk
maka mungkin kau
tidak sedang tidur.
Diterjemahkan oleh mifae :)
Aku merasa seperti kita sudah lama di sini.
Kita suruh Fluke datang jam 8.
Dan kau masih harus bersiap.
Aku sudah siap. Ini saatnya.
Apa yang salah dengan gaun ini?
Sudah kubilang aku hanya mau minum segelas.
Aku harus kerja besok pagi.
Permisi.
Aku tak percaya ini!
Terima kasih.
Semuanya dengarkan! Angkat tangan dan tiarap.
Mundur!
Jauhi mesin kasir.
- Cepat tiarap. - Aku bilang apa?
Tiarap.
Kepala tetap di lantai.
- Sawatdee ka. - Tundukkan kepala.
Diam dan tiarap.
Ini akan lebih mudah kalau kalian tak membuatku kesal!
Kau mau ke mana? Tiarap.
Lihat ke lantai. Tetap tiarap.
Kau yang di sana, duduk.
Taruh tangan kalian di mana aku bisa melihatnya.
Tiarap dan tetap menunduk!
Hei!
Apa kau menekan alarm?
- Tidak. - Jangan bohong padaku!
Tidak.
Kau pikir aku tak melihatmu? Yang benar saja.
Di lantai, Jalang!
Jewel, waktu terus berjalan!
Kau, berdiri dan keluar.
Tiarap.
Kecuali kau mau bernasib seperti temanmu, tiarap.
Aku akan menembakmu.
Pak Manajer, berdiri.
Berdiri. Bisa bahasa Inggris?
Bisa? Bagus! Kita akan berteman.
Ambil kunci brankasnya sekarang.
Ambil kuncinya.
Apa itu keluargamu?
Kau mau lihat mereka lagi?
Ambil kuncinya sekarang!
Merampok bank seru, kan?
Pikirkan cerita yang bisa kau sampaikan.
[Anda Sudah Tiba di Titik Penjemputan]
Baik. Ayo jalan-jalan.
Jalan!
Benar. Tundukkan kepala.
Kob khun ka!
Ayo!
Masuk!
Kalau bergerak, kutembak kepalamu.
Kau anggap dirimu pintar?
Kau pikir aku tak melihatmu?
Kau tak bisa bahasa Inggris sekarang?
Taruh tanganmu di mana aku bisa melihatnya.
Kita sudah sepakat, Jalang.
Kau tidak bergerak...
maka aku takkan meledakkan otakmu
sampai mengotori gaun musim panasmu.
Aku mengerti.
Kau anggap dirimu lebih pintar dariku.
Begitu, ya?
Aku juga bisa kuliah kalau mau.
Tundukkan kepalamu.
- Tolong jangan bunuh aku. - Tundukkan kepalamu.
Tolong jangan bunuh aku.
Tolong jangan bunuh aku.
Hei!
Mereka mengajarkan itu padamu di sekolah?
Itu fisika.
Lihat dia.
Kubilang lihat dia.
- Tidak. - Kau tak bisa bahasa Inggris?
Lihat dia.
Lihat akibat perbuatanmu?
Ingat ini. Keputusan salah akan kembali menghantuimu.
Tetap di sana.
Kau dan temanmu akan mati!
Ya. Semoga beruntung.
Kau juga, Kawan. Berdiri.
- Hei. Kita harus pergi. - Kita mau ke mana?
- Kita tak butuh sandera. - Polisi di luar. Kita butuh jaminan.
- Jalan. - Cepat jalan.
Jalan terus.
Ayo jalan.
- Jangan bergerak. - Sial!
- Jangan bergerak. - Singkirkan pistolnya.
- Kedua tangan di stir. - Apa yang kau lakukan?
Naiklah ke mobil.
Dengarkan aku baik-baik
atau kutembak wajah cantikmu.
Paham? Kau harus tetap fokus kalau tak mau mati.
Paham? Anggukkan kepala.
Ayo jalan, Sayang.
Lihat aku, bukan mereka.
Lihat aku. Tangan di stir.
- Bobby, kita harus pergi. - Aku tak bisa melakukannya.
- Aku tak bisa melakukannya! - Bisa.
- Bagaimana kalau sekarang? - Baik! Akan kulakukan!
Astaga. Kita akan mati.
Ayo! Cepat!
- Ini kecepatan maksimal kita. - Cepat!
- Jewel, polisi. - Hentikan mobilnya.
Diam!
Jangan sok manis. Tangan di stir, mata lihat ke depan.
Bawa mobilnya menepi.
Astaga!
Ganti gigi!
Awas! Menunduk!
Sudah mulai seru, mahasiswi?
Kumohon. Aku tak sanggup lagi.
Kalian sinting! Tahu tidak?
Ya. Jalan saja!
Hentikan mobilnya. Kumohon.
Ini belum terlambat. Tak perlu ada yang mati.
Diam, Jalang!
Seru sekali!
Tolong!
Baik. Masuk ke jalan tol di sini.
Ambil jalur keluar itu.
Keluar ke kanan di sini!
Yang kanan! Ayo!
Kepalamu mau ditembak? Belok!
Baik!
Bagus, Sayang! Tembakan bagus!
Ya!
Jalan terus. Kerja bagus, Manis.
Lurus terus.
Rasakan itu, Pecundang!
Hei!
Hentikan!
Lepaskan!
Awas!
Lepaskan aku!
Apa yang kau lakukan?
Bicara bahasa Inggris atau kutembak kepalamu.
Tidak!
Bisa saja. Entahlah.
- Ini melenceng dari rencana. - Oh, ya? Apa rencananya?
Kita takkan dapat masalah kalau kau fokus ke pistolmu.
Hei! Jangan bertengkar!
Hentikan.
Tolong jangan bunuh mereka.
Tidak.
Itu bukan pilihan.
Kau pikir bisa lolos setelah yang kau lakukan tadi?
Kau kurang pintar untuk ukuran mahasiswi.
Kami bukan ancaman bagi kalian. Bawa saja uangnya dan pergi.
Kami takkan beri tahu siapa pun.
Kau lihat ini? Semua ini kesalahanmu!
Menurutmu apa yang akan terjadi saat kau merebut pistolku?
Tak ada lecet sama sekali.
Menurutku tidak adil.
Mungkin aku harus melukaimu.
Mulai jalan.
Hei. Kalian bawa kami ke mana?
Ke sana.
Kita akan bermalam di sana dan menyusun rencana.
Setuju?
Jalan.
Baik, Jewel.
Bangun.
Ada orang yang mencarimu?
Ada.
Aku bertanya...
karena kalau ada yang mencarimu
si Jewel itu...
Dia harus bunuh mereka.
Jadi, aku akan tanya lagi.
Apa di luar sana ada orang
yang menyadari kau hilang sekarang?
Tidak.
- Tidak. - Tidak ada?
- Kau yakin? - Yakin.
Gadis pintar.
Tolong lepaskan aku. Aku harus tolong temanku.
Dia butuh dokter.
Kau yang memutuskan merebut pistolku di mobil.
Makanya dia tertembak
dan kakinya terluka seperti itu.
Semua ini
kesalahanmu, Sayang.
Kumohon. Akan kulakukan apa saja. Maafkan aku.
Tolong lepaskan dia.
Kalian tak butuh kami bertiga. Bawa aku saja.
Aku tak mau dia mati. Kumohon.
Aku tak mau dia mati.
Benar juga.
No comments yet. Be the first to leave one.