Dragon Raja -The Blazing Dawn-

Dragon Raja -The Blazing Dawn- (龙族)

Download Indonesian Untertitel

Staffel 2

Release Info

19 id
Ein Kommentar von Gemini

Tags

webdl
Veröffentlicht am: 2025-11-07
Downloads: 49
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 179 Zeilen.

Dragon Raja II -The Mourner's Eyes- Sub Oleh Ani-MI-Asia

Episode 19

Satu keping koin taruhan adalah akar.

Selama akar dari sebatang pohon tidak mati,

ia akan tetap hidup.

Ada orang bilang selama membawa satu mata uang Negara An ke Caracas,

menang 28 kali berturut-turut

sudah bisa memenangkan satu kota.

Kakak.

Percaya kepadaku.

Kau bukan hanya akan memenangkan satu kota,

kau akan memenangkan satu dunia.

Kakak.

Lanjut, pertaruhkan semuanya.

Ayo, Kakak.

Kemenangan yang seperti tarian gila ini,

kami menyebutnya sebagai

Samba.

Ya sudah kalau mau bertaruh.

Lagi pula, selama ada kau, mau kalah pun tidak bisa.

Three of Kind.

Bagaimana mungkin? Dia...

Dia melanggar hukum probabilitas setiap saat.

- Namun, dia selalu menang di setiap putaran. - Flush.

Kalian telah kalah.

Kesuksesan besar.

Kakak,

aku menantikan penampilan perpisahanmu.

Menang lagi.

Sisa yang terakhir.

Buka kartunya.

Straight Flush.

Maaf, aku sudah menang.

Hal paling sial adalah bertemu kartu lawan yang berlawanan nasib.

Kau sudah menang.

Sesuai aturan,

kau boleh pergi kapan saja.

Sedangkan kami

harus bersama berputar kembali ke stasiun berikutnya.

Hati-hati di perjalanan.

Aku bilang,

- aku sudah menang. - Aku tidak seharusnya kemari.

Kenapa kau masih belum mati?

Sekarang sudah terlambat untuk menyesal.

Apakah boleh meninggalkan satu tangan?

Tidak bisa.

Kalau mau tinggal,

tinggalkanlah nyawamu.

Ini...

Melayang ke mana?

Ia seharusnya kembali ke arah kedatangannya.

Mungkin saja Kakak Senior...

Tempat ini gelap sekali.

Untung saja semua burung aneh itu tidak muncul lagi.

Kakak Senior,

apakah kau lelah?

Aku baik-baik saja.

Tidak tahu harus jalan berapa lama lagi.

STASIUN BUKIT TUPAI Di depan sudah akan sampai stasiun.

Stasiun nomor 102.

Ini seharusnya Stasiun Bukit Tupai.

Berikan barangnya kepadaku saja.

Selanjutnya, kau harus jalan sendiri.

Mungkin akan ada bahaya di peron.

Ingat, ikut di belakangku.

Jangan terlalu jauh.

Bersiaplah untuk melepaskan roh kata kapan saja.

- Aku selalu patuh kepada perintah. - Ayo, jalan.

Peron ini

STASIUN BUKIT TUPAI lebih sepi dari yang tadi.

Ada yang baru kemari.

Kenapa kau tahu?

Lampu di sekitar masih hidup.

Tidak ada debu di atas kartu.

Pelayan kematian atau makhluk mematikan yang lain tidak membutuhkan cahaya,

juga tidak bisa memainkan kartu.

Semua ini dapat menjelaskan

bahwa ada orang datang barusan tadi.

Kita periksa di sekeliling dulu.

Sebelah sana.

Kakak Senior, lihat sana.

Itu adalah kendaraan pemeliharaan rel.

Apakah kau tidak pernah melihatnya?

Kakak Senior,

kau sama sekali tidak mengerti maksudku.

Setelah ada kendaraan ini,

kau tidak perlu mengendongku lagi.

Kita boleh naik kendaraan pemeliharaan ini untuk lanjut berjalan ke depan.

Baiklah.

Cepat sekali!

Tidak disangka mainan lama ini bisa bekerja dengan sangat baik.

Pelaut Chu,

ubah kemudi penuh

ke kiri 15 derajat.

Tambah kecepatan!

Membosankan sekali.

Kakak Senior,

- apakah kau tidak bisa bekerja sama denganku? - Maaf.

Menurutku,

apakah ada yang menemanimu

bermain saat kecil dengan sifatmu ini?

Saat kecil,

Ibu dan Ayah akan membawaku bermain di taman bermain

ketika akhir pekan.

Hanya ini saja?

Kehidupan seorang Tuan Muda.

Apalah kau punya teman?

Tidak ada, aku tidak pandai bermain.

Jika aku bisa pandai bermain seperti dirimu ini,

mungkin aku akan punya teman.

Aku juga nggak punya teman.

Keluarkan tenaga!

Lebih cepat lagi!

Karena tidak punya teman,

aku hanya bisa bermain sendiri.

Ayah dan ibuku bilang bahwa aku sedikit gila.

Intinya, mereka juga sangat sibuk,

harus menjaga Kakak.

Aku hanya bisa

bermain dengan diri sendiri.

Semoga masalah

bisa berakhir sebelum besok siang.

Aku akan menemanimu pulang,

lalu menjelaskan kepada keluargamu.

Kau mempermainkanku?

Aku tidak pulang semalaman,

lalu keesokan paginya membawa seorang pria pulang dan menjelaskan kepada Ayah dan Ibu.

Halo, dia adalah kakak seniorku.

Ayahku hanya akan memberikan tamparan kepada kita masing-masing.

Menjelaskan apanya?

Maaf, aku...

Ada apa denganmu?

Bisakah kau membantu bagian tulang belikatku?

Apakah kau ingin menunjukkan otot pundakmu yang kuat itu?

Aku sudah pernah menikmati itu di perjalanan.

Hatiku sangat tersentuh.

Aku akan melihatnya lagi.

Tanda lahir?

Ajaib sekali.

Itu seperti tanda akademi kita.

Apakah sakit?

Tidak sakit, hanya sangat panas.

Saat lahir, aku tidak punya tanda lahir ini.

Hingga ayahku meninggalkanku,

tanda lahir ini baru mendadak muncul.

Suara apa itu? Apakah kau mendengarnya?

Tidak ada.

Seratus.

Apa maksudnya?

Bukan seratus,

melainkan nomor stasiun berikutnya.

Kereta bawah tanah Shangdu dari barat ke timur,

nomornya akan makin besar.

Nomor paling timur adalah seratus,

maksudnya ini adalah stasiun nol.

Stasiun nol?

Bagaimana mungkin adalah stasiun nol?

Kakak Senior, ada apa denganmu?

Meski masih ada dua stasiun kereta yang tidak digunakan,

juga tidak akan mungkin ada orang yang menomori mereka menjadi stasiun nol

atau stasiun minus satu.

Berhenti, kita

tidak boleh maju lagi.

Nomor nol.

ARAH NOMOR NOL

Ternyata begitu.

Akhirnya semua sudah terhubung.

Aku selalu bisa mencium bau dari hujan malam itu.

Karena malam itu

aku juga berada di negara mayat,

di dalam Nibelungen.

Tidak tahu sebenarnya seberapa panjang terowongan ini.

Kenapa masih tidak sampai ujung?

Untung tidak bertemu Kamaitachi.

Gao Mi dan Wan Boqian

masih berada dalam perputaran tanpa henti.

Semoga mereka akan tetap selamat.

Maaf.

Kukira kali ini adalah kesempatan,

More Indonesian subtitles for Dragon Raja -The Blazing Dawn-

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left