Die ersten 200 Zeilen.
Saat kau di dekatku
Lawan! Ayo! Ayo lawan. Ayo!
Pak? Pak.
Kau bisa mendengarku, Pak?
Mencari masalah dengan tentara. Bukan pilihan terbaikmu, aku jamin.
- Sedang apa kau di sini? - Mencari Tuhan.
Kau datang ke tempat yang salah.
Kau baik-baik saja? Di mana yang sakit?
Di mana-mana.
"Berdasarkan 'The Grantchester Mysteries' karya James Runcie"
- Kau sudah coba telepon ibunya? - Dia tak ada di sana.
Bagaimana dengan saudarinya?
Yang suaranya seperti menelan permen?
- Dia juga tidak. - Dasar berandal kecil.
Pergi tanpa pamit dan membuat kita khawatir.
- Kau sudah tanya ibunya? - Ya.
- Adik yang konyol itu? - Aku sudah mencari ke mana-mana.
- Bagaimana dengan kamar mayat? - Tidak seserius itu.
- Benar, 'kan? - Sudah kuperiksa.
Dia tak ada di sana.
Pergilah, Geordie Keating.
Jangan kembali sebelum menemukannya.
Menemukan siapa?
Aku tak tahu kau kembali hari ini. Kau tampak...
- Kau tampak cantik. - Menemukan siapa, George?
Maaf, Leonard. Aku ingin tetap di sini, sungguh.
Hanya saja, semua masalah dengan polisi ini.
Tentu saja. Aku mengerti.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untukku.
Tuhan memberkatimu.
Tidak.
Tuhan memberkatimu.
Aku menghabiskan seluruh hidupku berpindah-pindah.
Tak ada yang membuatku merasa berharga.
Kau berharga.
Aku harus berkemas.
Terima kasih, Leonard.
Tampaknya eksperimen sosialku mulai rusak.
Seperti yang kau perkirakan.
Aku tak menemukan kebahagiaan dalam hal itu.
Tempat ini sudah tamat. Will... Entah di mana.
Hebat, ya? Bagus untukku.
Menghancurkan semua yang kucintai seperti biasa.
Dari pameranku.
Kuharap itu berjalan lancar.
Aku ditawari ruang galeri di London.
Aku pindah ke sana untuk sementara, jadi...
Baiklah.
Kau juga berharga, Leonard.
Semua yang kau lakukan di sini.
Itu berharga.
- Apa? - Perampokan di Barton.
Kumpulkan mereka. Perintah Elliot.
Di sini tidak ada siapa-siapa, Larry.
Mari kita selesaikan ini.
Mencari ini?
Jika kau mencari keselamatan...
...hanya ada satu tempat kau akan menemukannya.
- Opsir McKenzie. - Will.
Senang bertemu denganmu, Will.
Meski situasinya tak sesuai harapan.
- Apa aku ditahan? - Karena dihajar habis-habisan?
- Jadi, aku boleh pergi? - Ya, kapan pun kau mau.
Tapi aku akan bertanya, ke mana?
Ada kamar mandi di belakang, handuk bersih, pisau cukur.
Bantu aku, perkenalkan dirimu dengan sabun.
Kepolisian Cambridge.
Boleh aku minta satu? Apa itu permen?
Tidak. Ini bukan permen.
Saku. Sekarang, Jacob Wilson.
- Paman Mac? - Ya, Sayang?
Pegar Sadie. Yang itu layak dipertahankan.
Bagaimana?
- Kau membayarnya? - Ya.
Bukan itu yang dikatakan penjaga toko.
Dia bisa cium bokongku.
Kurasa dia tak mau. Aku harus beri tahu pamanmu.
Jangan.
Kau tinggal dengan Paman Rob. Aku harus memberitahunya.
Jangan lakukan itu.
Baiklah. Aku yang bayar. Tapi kau meminta maaf.
Dengan tulus.
- Ini Will. - Kau tampak kacau, Will.
- Kami tak butuh belas kasihanmu. - Ini roti lapis keju, Jacob.
Bahkan kau tak bisa menolak roti lapis keju.
- Nona Scott... - Geordie.
Kau tak bisa meminta salah satu anak lelaki pergi ke pub, bukan?
Ini Will, dia pasti akan banyak minum.
Aku bisa melakukan yang lebih baik.
Opsir Mackenzie telah menemukan vikarismu yang hilang.
Seorang polisi lokal dari desa kecil di luar Colchester.
Telepon dia kembali.
Katakan aku dalam perjalanan. Will tak boleh lepas dari pandangannya.
Jika Elliot bertanya?
Suruh dia lupakan tugas administrasi.
Aku tak akan jawab begitu.
- Aku menemukannya. - Sudah kau temukan?
Seperti Yesus di alam liar. Di Colchester. Kau ikut?
Pencurian ban di bengkel Joe.
- Kau punya mobil, Pak Finch? - Tidak.
Kau bisa menyetir, Pak Finch? Selesai. Suruh dia pergi, Larry.
Kau mau ke mana, Pak Finch?
Bawa dia ke ruang wawancara.
- Ikut aku, Keating. - Ini tak perlu, Pak.
Aku muak denganmu dan sarang penyamunmu.
Tak apa, Geordie. Mari kita selesaikan ini.
- Kau bercanda? - Tidak, aku hanya...
- Masukkan dia ke sel, Larry. - Ini sungguh tak perlu, Pak.
- Aku tak mengatakan apa pun... - Dia belum melakukan apa pun.
Lakukan sekarang!
Kau menyakitiku. Kumohon. Lepaskan!
Masukkan dia ke sel, Larry.
Masukkan dia ke sel!
Masukkan dia ke sel!
- Astaga, Leonard. - Aku baik-baik saja, Geordie.
Pergilah, dan cari Will.
- Opsir Mackenzie? - Panggil aku Mac.
- Jadi, apa dia memang vikaris? - Dia? Seorang vikaris?
- Yang bagus juga. - Enyahlah. Dia bukan vikaris.
Dia hanya tersesat baru-baru ini.
Itu terjadi pada yang terbaik dari kita.
Kami akan memberimu waktu.
- Ayo! Berdiri. - Dia mengirimmu?
- Siapa? - Tuhan.
Tidak. Hanya panggilan telepon biasa. Ayo. Berdirilah.
Aku harus menemukan-Nya.
Kau harus kembali pada Bonnie.
- Aku akan menjadi ayah macam apa? - Ayah yang ada di sana.
Lepaskan.
- Astaga, masuklah ke mobil. - Lebih baik seperti ini. Sungguh.
Dasar egois.
Baiklah!
Hancurkan saja dirimu, Will. Kuharap itu membuatmu bahagia.
Bonnie dan Ernie.
Bayimu...
Mereka pantas mendapatkan yang lebih baik dari ini.
Kukira satu-satunya hal yang tak disepakati Will dan aku...
...adalah Tuhan.
Maaf.
Kupikir selain itu, kami kurang lebih setuju dalam segala hal.
Betapa bodohnya aku?
Dia akan kembali, dengan rasa malu. Mereka selalu begitu.
Aku sangat marah pada diriku, Cath.
Kenapa? Seharusnya kau marah padanya.
Setelah Eddie meninggal, aku berjanji pada diriku...
...jika aku menikah lagi, aku akan menikahi seseorang yang baik...
...mapan, stabil, dan...
Membosankan?
Bisa dipercaya.
Ya, membosankan.
- Lalu aku bertemu Will... - Dan semua seks itu?
Semua seks yang sangat hebat. Maaf.
Tidak semenyesal itu.
Kami tertawa setiap hari.
Dia membuatku tertawa dan aku suka itu. Aku mencintainya.
Pernikahan itu sulit. Tak ada yang memberitahumu itu.
Bagaimana jika dia tidak menginginkanku, Cath?
Bagaimana jika dia tak menginginkan bayi ini?
Will anak yang baik. Sungguh.
Lalu kenapa dia tak di sini, Cath?
Terkadang mereka hanya butuh waktu.
Melihat segala macam dalam pekerjaan ini.
Bukankah kita semua begitu?
Dia tampak... hancur.
- Kau ayahnya, bukan? - Bukan.
Tapi kau menyayanginya seperti anakmu sendiri.
- Matamu jeli, Mac. - Rambut rontok, pinggang membesar.
Tapi mataku masih jeli.
Benar. Aku belum selesai dengannya.
- Hei, dia akan sadar. Lihat saja. - Mac!
- Mac! - Curtis?
- Ini keluarga Wilson. - Apa itu Paman Rob?
- Kau tetap di sini. - Tetaplah bersama adikmu, Jacob.
Pak Wilson tak keluar ke ladang seperti biasanya.
- Aku datang untuk memeriksanya. - Tunggu di sini.
Rob?
Astaga.
Apa ada telepon di sini?
Mac.
Aku harus bilang apa pada mereka?
Apa yang akan kukatakan kepada anak-anak malang itu?
- Kau sudah membaca semua ini? - Ya.
Menurutku, Tuhan tak terlalu menyukai kita.
Kak Jacob. Jangan bilang begitu.
Dia tak mencintai kita.
Dia hanya membiarkan kita menderita.
Ayo, Sadie. Kita harus pergi.
Tunggu sebentar.
- Kau kenal orang-orang ini? - Sebagian besar hidupku, ya.
Apa Rob kidal?
Kau ambil pena dengan tangan kiri, guru akan memukulimu. Kenapa?
Ada tinta di jari telunjuk kirinya.
Mungkin dia sedang membuat laporan, menumpahkan tintanya?
- Curtis Cooper? - Ya, Pak.
Kapan kali terakhir kau dibayar?
Apa pentingnya semua itu sekarang?
- Keluarga Wilson berutang. - Begitu juga semua orang di sini.
Tak ada kenaikan gaji berbulan-bulan.
Mungkin kau kembali untuk menagih utangmu...
...dan keadaan menjadi tak terkendali.
No comments yet. Be the first to leave one.