Die ersten 200 Zeilen.
Kota megah kami
Dibangun oleh kekuatan Ilahi
Oleh dewa-dewi Yang menganggap layak
Untuk memberikan
Hadiah berupa surga
Damai dan harmonis, bagi
Kita, makhluk hidup di muka bumi
Dan membuat El Dorado
Luar biasa Dan emas
Seribu tahun yang lalu
El Dorado
El Dorado
El Dorado
SPANYOL, 1519
Hari ini, kita berlayar untuk menaklukkan dunia baru,
demi Spanyol, demi kejayaan, demi emas!
Hidup Cortes!
Altivo, tatap ke depan.
DICARI
HADIAH 100 DOUBLOON
- Tujuh! Ya! - Baik!
Rekan!
- Berton-ton emas untukmu, hei! - Hei!
- Berton-ton emas untukku, hei! - Hei!
- Berton-ton emas untuk "kita", hei! - Hei!
Satu lemparan lagi!
Kawan-kawan, kalian bangkrut! Tak punya apa pun untuk dipertaruhkan!
- Oh, ya? Aku punya ini! - Peta!
- Peta? - Peta!
Peta keajaiban dunia baru.
Ayo lihat.
Tulio!
Permisi sebentar.
Tulio, lihat!
El Dorado, kota emas.
Ini mungkin takdir kita.
Miguel, jika aku percaya takdir, aku tak akan main dadu yang ada isinya.
Jangan berekspresi begitu.
Tidak!
Tidak!
Kubilang, satu lemparan lagi!
Petaku melawan uang tunai kalian.
Baik. Ayo main!
Tidak dengan itu!
Kali ini, kita gunakan daduku.
Ada masalah?
Tidak.
Aku akan membunuhmu.
Ayo, Sayang. Ayah perlu peta buruk itu.
Hentikan itu!
Tunjukkan angka tujuh!
- Tujuh! - Bagus!
- Tujuh! - Ya!
Selesai! Senang berbisnis denganmu.
Sudah kuduga!
Dadumu ada isinya!
Apa? Kau memberiku dadu berisi?
Dia memberiku dadu berisi!
Penjaga, tahan dia!
Kau berani meragukan kehormatanku?
Dia yang curang! Tahan dia!
Dia tipu pelaut ini dan ambil uang mereka!
- Oh, aku pencurinya? - Ya.
Lihat cermin, Kawan!
Berikan uang itu kembali kepada mereka, atau... Awas!
Awas, kau saja!
Akan kuberi kau kehormatan mati cepat dan tanpa sakit.
Tidak dengan itu. Aku memilih bertarung adil.
Ada kata-kata terakhir?
Akan kupotong kau menjadi pita,
- Bodoh! - Kau biasa saja.
Biarkan pedangmu yang bicara.
Pasti. Dia akan sangat cerewet!
Terima itu!
Kau bajingan anggar kecil.
Kau bertarung seperti saudariku.
Aku pernah melawannya. Itu pujian.
- Berandal! - Kafir!
Jangan wajahku.
Tuan dan Nyonya,
kami memutuskan hasilnya imbang.
Terima kasih telah datang. Kalian hebat. Sampai jumpa.
Selamat tinggal!
- Selamat. - Tidak.
- Kau sangat hebat. - Tadi hebat.
Sangat...
Harusnya kita bawa pedangnya,
- kurasa. - Ya.
Ya. Aku punya rencana.
- Apa? - Ya, kau...
- belai dia, dan... - Ya.
Aku akan... kabur!
Terima kasih banyak!
Di sana mereka!
Dah. Terima kasih!
Aku bertaruh kita bisa ke sana.
Mereka di sana!
- Dua peseta, tak bisa. - Kuterima!
Kau kalah!
- Apa yang terjadi? - Kita di dalam tong.
Hanya itu yang kutahu.
Miguel, kita harus cepat.
Hitungan ketiga, lompat keluar dan ke dermaga.
- Bagus. Baik. - Baik.
- Satu, dua, tiga... - Satu, dua, tiga...
- Tiga! - Tiga!
- Tiga! - Tiga!
Tiga!
Kau siap?
Baik. Satu lagi. Ayo pergi.
- Satu, dua, tiga! - Satu, dua, tiga!
- Permisi. - Baik.
- Kami akan keluar. - Siapa yang pesan acar?
Cortes!
Awakku dipilih dengan hati-hati seperti murid Kristus.
Dan tak akan kutoleransi pendatang gelap.
Kalian akan dipecut.
Dan saat kami sampai Kuba untuk menstok suplai,
demi Tuhan, kalian akan dipecut lagi,
lalu diperbudak di ladang gula sepanjang sisa hidup kalian yang menyedihkan.
Ke penjara.
Asyik! Kuba!
Hei, Altivo! Bukan untukmu! Jatahmu setengah.
Perintah dari Cortes.
Jadi, bagaimana rencana kabur kita?
Baik. Tunggu!
- Aku dapat sesuatu. - Ya.
Baik. Begini rencananya.
Pada tengah malam, kita ambil bekal,
bajak salah satu perahu panjang itu,
lalu kita mendayung kembali ke Spanyol seolah tak ada hari esok!
- Kembali ke Spanyol? - Ya.
- Naik perahu dayung. - Benar!
Bagus. Sensasional. Dan itu rencanamu?
Begitulah.
Aku suka. Jadi, bagaimana kita naik ke dek?
Pada tengah malam, kita ambil bekal,
- bajak salah satu perahu panjang itu... - Bagus.
- Baik! Idemu apa, Pria Cerdas? - Apa maksudmu?
Jangan tanya aku! Kau yang membuat rencana.
Tunggu, aku punya ide. Ayo. Beri aku...
Dorong aku.
Hei, Altivo.
Altivo.
Kau mau apel lezat? Kemari dan ambil ini.
Kau harus melakukan sesuatu untukku dahulu.
Kau hanya perlu menemukan pencongkel.
Besi panjang dengan ujung berkait. Ya?
Miguel, kau bicara ke kuda!
Benar, Altivo,
- temukan pencongkel. - Ya, temukan pencongkel.
Dia tak bisa memahami "pencongkel".
Dia kuda bodoh. Tak mungkin...
Itu bukan pencongkel.
Altivo.
Terima kasih, Nak. Dengar, jika kami bisa balas budi...
Ya ampun, Miguel, dia kuda perang yang kejam,
bukan pudel. Ayo, sebelum dia menjilatmu hingga mati.
Sampai jumpa.
- Tenanglah. - Ada apa dengannya?
Dia ingin apelnya.
Berikan kepadanya sebelum seluruh kapal bangun!
Tangkap!
Altivo!
Miguel? Tidak!
- Altivo, aku datang! - Miguel!
Bertahanlah! Aku di sini, Nak!
Kau sudah gila?
Bantuan datang!
Ya ampun!
- Lingkarkan tali di bawah kuda! - Ya!
Dalam hitungan ketiga, tarik talinya!
- Apa? - Tiga!
Tarik!
Tulio! Hei, berhasil!
Apa bekal kita ada yang selamat?
Ya, dan tidak.
- Bagus! - Tulio, lihat sisi positifnya.
Setidaknya situasi tak bisa...
Kau mau bilang "bertambah buruk"?
- Tidak. - Tidak? Yakin?
- Jelas tidak. - Baik, karena...
- Semua sudah kurevisi. - Ya. Setidaknya kita di perahu dayung.
- Di perahu dayung, benar. - Tak melewatkan apa pun.
Tulio, kau pernah bayangkan akhirnya akan begini?
Kuda ini kejutan.
Ada... penyesalan?
Selain sekarat? Ya.
Aku tak pernah... punya cukup... emas.
Penyesalanku, selain sekarat, adalah...
petualangan terbesar kita selesai sebelum dimulai,
dan tak ada yang akan mengingat kita.
Setidaknya, Miguel, jika ini menghibur,
kau membuat hidupku menjadi petualangan.
Dan jika ini menghiburmu, Tulio,
kau membuat hidupku... kaya.
Benarkah ini?
Benar! Ini...
Ini daratan!
Semua yang ingin kembali ke perahu bilang "ay".
No comments yet. Be the first to leave one.