Cloudy Clouds

Cloudy Clouds (Trübe Wolken)

Download Indonesian Untertitel

Release Info

Cloudy Clouds 2021 WEBRip x264-Indo
Ein Kommentar von Kudalumping
Drama, Mystery, Thriller || Durasi: 01:44:58

Tags

webrip
web
x264
BRip
Veröffentlicht am: 2023-04-24
Downloads: 16
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

AWAN MENDUNG

Apa yang kau lakukan di sini?

- Sudah kupanggil, tapi pintu belakang terbuka, jadi aku masuk. - Oh, kau Paul?

Beginilah.

Aku tidak suka meninggalkan ibuku sendirian terlalu lama.

Tapi aku harus keluar,

aku sangat terikat padanya.

Ibumu sangat baik.

Kau mau kubuatkan teh?

Alih Bahasa: Kuda_Lumping

Ada ujian, minggu depan.

Oh.

Oh, benar, uangmu. Tunggu sebentar.

- Aku harus... - tidak, tidak apa-apa.

Kau bermain piano?

- Sayangnya tidak. - Hanya saja...

kau mengingatkanku pada seseorang.

Telur dadar tiram. Kami makan meni ini di Regina.

- Sebuah kota Pelabuhan di Hamburg! - Ih!

Wah, ini makanan spesial.

Tidak.

Itu yang akan kami dapatkan di Regina's besok.

Letakkan jaketmu, Per-Ulrich. Dia akan membicarakan kita nanti.

Yang biru? Itu penuh dengan tambalan. Tidak ada gunanya.

Sila, apa yang kau lakukan?

Selamat datang di abad ke-21!

"Bahaya anonim.

Pelempar batu tak dikenal ada di tengah-tengah kita.

Sekali lagi, polisi sedang menyelidiki perilaku berbahaya di jalan.

- Sopir menjadi sasaran tadi malam..." - Oh, tidak, jangan lagi!

"'Kami yakin pelakunya ada di daerah itu, '

kata juru bicara polisi Netzer.

Belum diketahui secara pasti

keberadaan dan identitas para tersangka.

- Pemerintah lokal..." - Aku tidak tahan lagi!

Kau sangat mengganggu.

Paul, di mana kau tadi malam?

Kami ingin mengerjakan aplikasimu. Kau tidak yakin tenggat waktunya.

Jena seharusnya sangat baik.

Per-Ulrich?

Itulah yang pernah aku baca.

Galeen meninggalkan gaya Stoker.

Filmnya untung.

Plot, dialog,

dan visual digabungkan membentuk satu kesatuan yang penuh dengan puisi dan ritme.

Kau bisa membacanya di studi Eisner.

demikian pengantarnya.

Di akhirnya "Sastra dan Gambar"

Kau akan menyelesaikan proyek kreatif dengan topik pilihanmu.

Dala?

- Dalalalala... - Secara paralel, kau bisa menulis makalah...

Kenapa kau disini?

Maaf, Bulwer, tapi lihat jam. Ini kelas terakhir kita. Kita semua sedang lapar.

Ibuku sudah tidak sabar menungguku pulang.

"Fitnes?" "Pelatihan Atletik Preventif?" Hm?

"Pemeliharaan Hewan yang Sesuai Spesies." kursus apa lagi, Max?

Kau tidak suka bernyanyi di paduan suara, hm?

Bagaimana jika aku tidak mau?

Kau akan memata-mataiku lagi?

Kau menginginkan sesuatu dariku?

Aku ingin kau menyelesaikan proyek akhirmu. Aku ingin kau lulus.

Kemudian aku ingin kau pergi.

Maukah kau datang padaku dalam mimpiku dari waktu ke waktu?

Aku akan menyambutmu dengan tangan terentang

dan mencium nafasmu.

Kau akan mengambil alih diriku seperti ahli waris yang pindah kembali ke istananya yang sepi.

Gerbang dan pintu terbuka dengan tangan yang tak terlihat

dan di bawah taman, air mancur mulai memercik dengan gembira.

- Max melupakan isyaratnya. - Aku eh...

kau bergerak, aneh.

- Kau terganggu aku dengan penampilanku... - Bagaimana kalau kau mempelajari dialogmu?

Ini Wedekind versimu, tetapi kau berakting seolah-olah itu Schiller.

Perlakukan panggung sebagai tempat yang tepat untuk bersantai.

Kami harus melakukan lebih banyak latihan untuk membantumu melepaskannya.

Bisakah kalian mendengarku? tidak, tidak bisa.

- Prioritas nomor satu: pelajari dialogmu. - Pelajari dialogmu.

- Kau tidak puas? - Bukan itu. Hanya saja...

aku mengharapkan sesuatu yang berbeda.

- Aku tidak tahu. - Hai! Hei, Dal!

Secara rutin mulai minggu depan.

Oke.

- Hai! - Falk.

- Per, kan? - Paul.

Paul, benar.

Per ayahmu kan. - Per-Ulrich.

Benar, Per. Kembali ke gym lagi?

- Kau sering ke sini . - Ya.

Dan selalu dengan pakaian jalananmu.

Orang tuaku ingin aku membantu ekonominya jadi aku terkadang membantu mereka.

- Uh huh. - Biaya keanggotaan sangat mahal.

- Ada barbekyu pada hari Jumat. - Aku harus pergi.

Kami punya kegiatan akhir pekan depan.

Mendaki, kayak.

Dan aku yang bertanggung jawab.

Kau mau bilang apa? Ayolah. Tulis saja namamu.

Dan hari Sabtu kau akan duduk tepat di atas kayak.

Hai! Niels, apa yang kau lakukan?

Konsentrasi! Lakukan dengan benar, bung!

Niels!

Dua sirkuit lagi, semuanya! Lari, lari, lari!

Bagus, Kevin!

Fitneslah supaya kuat!

Konsentrasi!

Seperti itu.

Ya bagus. Bagus, Daniel.

Perpanjang sejauh yang kau bisa. Bagus.

Ada apa?

Sulit dipercaya. Tangkap!

Di sini pengap.

Ibuku mengembangkan fetish provinsial setelah hubungan terakhirnya berakhir.

Aku tidak percaya kau kerja di sini.

Aku mencoba menabung setelah lulus.

Aku ingin menjaga berat badanku.

Ada fotografer yang baik di sekitar sini?

Ada, di sekolah.

Aku seharusnya sekolah di sini.

Aku dua kali ke sana.

Sial, bung, aku perlu berolahraga.

Tapi tidak di klub ini.

Aktivitas luar ruangan dan barbekyu.

Ngomong-ngomong, aku David.

Siapa namamu?

Tukang intip?

Hei, tunggu.

Ajak aku keliling.

Aku harus mengenal daerah ini jika ingin tinggal di sini.

Mau menjadi pemandu wisataku?

Kau menghabiskan sepanjang hari di kamarmu?

Kurang lebih begitu.

Kami akan menghubungimu.

Cobalah untuk tidak terlalu khawatir. Kami akan meluruskan ini. Oke?

Kami akan meneleponmu, oke? Terima kasih sudah datang.

- Pulanglah dengan hati-hati, Nona Schatterhain. - Terima kasih.

Maaf.

- Paul? Halo. - Pak Kupferschlag.

Sayang sekali aku tidak bisa datang ke perayaan ayahmu.

Ibu tirimu mengadakan pesta yang menyenangkan.

Ya kan?

- Begitulah. - Ya.

Bagaimana kabarmu, anak muda?

Segalanya tidak mudah sekarang.

Itu tadi Nona Schatterhain.

Anaknya sekolah di sini.

Putranya hilang beberapa waktu lalu.

Jaga dirimu baik-baik, anak muda.

Bagaimana ini bisa diubah menjadi konsep untuk proyekmu?

Ada ide?

Astaga.

Mari kita lihat nanti...

Di malam hari kau mendengarkan melalui jendela

Gemerisik pohon-pohon yang tinggi

Rintik hujan berdetak pada waktunya

Ubi memperkuat punggungmu

Berputar secara meditasi

Pemanasan...

Ribuan lily putih

Lembayung senja

kau, sangat jelas dan tegas...

singkat, berduri

kau melihatku dalam mimpi

Sebagai krustasea di bawah tempat tidurku

Mata menatap perairan

Tungkai tegang di jaring

Paul, aku ingin bertemu denganmu sepulang sekolah.

Kalian boleh pulang sekarang.

Di sini kau bersembunyi.

Kau suka berada di luar?

Kau pintar di kelas Pak Bulwer.

Bercanda. Semua orang takut padanya, tapi...

kau memang pintar.

Kupikir itu menarik.

Puisi dan segalanya...

Aku tidak tahu.

Aku tidak pernah memperhatikanmu sebelumnya.

Menurutku, pelajaran Bahasa Jerman harus jadi salah satu mata pelajaran utamamu.

Terima kasih. Aku harus ketemu Schneider. Dia akan membunuhku jika datang terlambat.

Terima kasih untuk obrolan yang menyenangkan.

Koleksi terbesar di tempat ini.

Semua terpesona pada anak rusa.

Tetapi setiap koleksi di sini sangat penting.

Apropos degenerasi.

Apa pendapatmu tentang kurikulum?

Kelasmu sangat berbeda.

Sayang sekali kau tidak mempelajari biologi denganku. Kau akan belajar sesuatu yang substansial.

"Hydra vulgaris" kau tau artinya?

Polip air tawar.

Sedikit transparan.

Lihat.

Begitulah, tiap kehidupan bisa mudah mati.

Brutal, bukan?

Kita bisa melakukan banyak hal

andai saja kita diizinkan.

Terangsang dan terhubung dengan alam...

melahirkan seni.

Di area ini...

Hutan, desa-desa yang ditinggalkan...

Yang dibutuhkan hanyalah orang yang tepat...

sebagai penghubung.

Tapi kurikulum sekolah kita seperti pil tidur.

Aku ingin mendengar idemu pada proyek ini.

Cloudy Clouds subtitles in other languages

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left