Die ersten 170 Zeilen.
Kujanjikan kebebasan pada rakyatku...
dan hanya itu yang akan kuterima.
Kini 6 Baron telah mati.
Hanya Chau yang menolak tunduk.
Pantang menyerah, hingga semua Clipper-nya terbaring mati...
di medan perang.
Tembak!
Bahkan mimpi punya harga di Badlands.
Dan harga itu, selalu dibayar dengan darah.
Jangan malu.
Tunjukkan dirimu.
Kau sulit ditemukan, Nathaniel.
Apa kau tahu siapa aku?
Itu tidak penting.
Aku bahkan tidak tahu nama mereka.
Biar kutebak,
jiwa pemberani yang ingin mencari ketenaran...
melawan pria dengan 1.000 pembunuhan.
Setelah mereka mendengar kabar putusnya tanganmu, tentunya.
Mereka latihan yang bagus untuk tangan kiriku.
Jadi,
nyawa siapa yang ingin kau balaskan?
Saudaramu?
Suamimu, mungkin?
Aku membunuh keparat itu sendiri.
Kau mungkin mengingatnya.
Lagipula, dia mantan Baron-mu.
Bagus untukmu.
Aku sendiri berniat menikam hati busuk bajingan itu.
Badlands dalam peperangan.
Aku butuh Regent yang bisa membantuku menang.
Aku sudah pensiun.
Seorang Regent tidak pernah pensiun.
Oh, yang ini sudah.
Kembalilah denganku dan aku janji...
kau akan bertempur demi tujuan terhormat.
Kehormatanku tidak ada lagi. Itu sudah dicuri.
Mungkin aku bisa membantumu mendapatkannya kembali.
Hanya ada satu pria yang bisa melakukan itu.
Pria yang memotong tanganmu.
Tangan hanyalah daging dan tulang.
Sebelum dia membunuhku,
atau dia mati di tanganku,
hanya ada satu hal yang pantas diperjuangkan.
Bertahan hidup.
Satu-satunya caramu bisa pergi hidup-hidup adalah denganku.
Sesuai permintaanmu.
Kini mari bicarakan kehormatan.
Kita bisa saling membunuh, atau aku bisa membantumu...
melacak pria yang mempermalukanmu.
Kau tahu di mana Sunny?
Kembali sebagai Regent-ku dan akan kubantu mencarinya,
agar dia bisa mati di tanganmu untuk selamanya.
Apa kita sepakat?
Subtitle Inggris oleh kinglouisxx. Diterjemahkan oleh atonim.
Into The Badlands S03E01 Enter The Phoenix
Bab 17 Kemunculan Burung Hong
Ayah tahu. Ayah juga lapar.
Kita harus berhenti bertemu seperti ini.
Apa yang kau lakukan di sini?
Tahanan, lagi.
Kau?/ Pencuri.
Bagus sekali. Awas.
Bagus sekali.
Kau punya kuncinya?
Kukira Sang Janda ingin meruntuhkan pembatas.
Aku ingin melindungi rakyatku.
Perang membahayakan semua orang,
bukan hanya mereka yang di garis depan.
Quinn mengatakan hal yang sama.
Setelah Chau mati,
akan kuruntuhkan dinding ini sendiri.
Selamat datang di Suaka, Nathaniel.
Semoga kau merasa nyaman.
Keluar.
Kukira kita sudah sepakat.
Kau belum menepati janjimu.
Aku tidak bisa membantumu mengembalikan Bakatmu...
jika kau tidak mengizinkanku.
Kita sudah coba segalanya.
Pisau, silet, jarum.
Kau sungguh berpikir lebih banyak latihan...
akan bisa mengubah keadaan?
Aku satu-satunya peluangmu untuk pergi hidup-hidup.
Sunny.../ Dia sudah melupakanmu.
Kau tidak mengenalnya./ Ini sudah 6 bulan.
Kenapa dia belum kembali untukmu?
Terimalah, hanya aku yang tersisa untukmu.
Dan bagaimana denganmu?
Tilda melarikan diri.
Bahkan Waldo muak dengan omong kosongmu.
Tahan lidahmu.
Teruskan.
Mungkin kau belum menyayatku cukup dalam.
Hmm.
Ya, sudah kuduga.
Kau membuang waktumu denganku.
Dia melihat wajah Ayah Serigala dan tertawa.
"Apakah itu anak manusia?" kata Ibu Serigala.
"Aku belum pernah melihatnya."
"Bawa dia ke sini."
Ayah ingat saat Ibumu mengajariku cara membacanya.
Ayah merindukan dia juga.
Jangan lupa betapa dia menyayangimu.
Selamat malam, Pria kecil.
Maafkan aku, Veil.
Harusnya aku yang mati.
Ayah di sini, Pria kecil.
Kau demam.
Siapa yang mengutusmu?
Kubilang, siapa yang mengutusmu?
Kita tidak bisa menerima pengungsi lagi.
Persediaan kita sudah mulai habis.
Jika bukan kita yang menolong, Vitania, lalu siapa?
Ayahmu percaya bahwa itu tugas para Dewa.
Dan kini beliau berjalan bersama mereka dalam keabadian.
Bukan perang para Dewa yang membantai keluarga mereka...
atau mengusir mereka dari rumahnya.
Ada apa?
Kelinci Besi kembali dengan truk persediaan makanan.
Tampaknya para Dewa membantu mereka yang membantu dirinya sendiri.
Lihat apa yang kutemukan.
Kukira ini hanya konvoi persediaan lainnya...
yang menuju garis depan.
Aku tidak tahu bahwa ada muatan manusia di dalamnya.
Hei, siapa yang kau sebut muatan manusia?
Apa yang diinginkan Sang Janda darimu?
Bawahannya terus mengejarku semenjak aku membantu temanmu kabur.
Mereka akhirnya menangkapku di Hellsgate.
Hellsgate? Itu sarang ketidaksusilaan.
Oh!
Kau bukan orang yang pantas berceramah soal moral, Baroness.
Aku bukan Baroness lagi.
Aku mengurus kemah untuk pengungsi perang ini.
Apa itu menjadikanmu orang baik?
Apakah Dewa-Dewa Totemis-mu mengampunimu saat kau diam saja...
selagi Quinn memangsa rakyatnya sendiri?
Hati-hati dengannya.
Hal lain yang tidak bisa dipercaya selain Baroness adalah penganut agama.
Aku tidak bisa membiarkanmu tinggal di sini.
Minggir! Menyingkir!
Pergi.
Kurasa sebaiknya...
jika kau dan para Kelincimu pergi juga untuk sementara.
Apa maksudmu?
Aku berterima kasih atas jasamu.
Tapi kemah ini diabaikan pasukan Sang Janda sejauh ini.
Dan aku ingin mempertahankannya.
Mencuri makanan adalah hal biasa,
tapi menyerang mobil pembawa tahanan akan menarik perhatiannya.
Jadi kita harus menyerangnya lebih dulu.
Saat putraku berperang melawan Quinn,
mereka berdua berakhir mati.
Jangan biarkan kemarahanmu terhadap ibumu...
membahayakan semua orang.
Dia bukan ibuku!
Apa kau akan membantuku?
Aku?
Tidak.
Aku tidak akan mendekati tempat itu.
Bagaimana dengan M.K.?
Kau berjanji akan kembali padanya setelah menemukan Sunny.
Sunny?
Tidak ada yang melihat Sunny selama berbulan-bulan.
Tebakanku,
dia membawa Veil dan anaknya...
dan menjalani hidup pernikahan bahagia.
Yang seharusnya kulakukan,
tanpa bagian "pernikahan bahagia."
Apa kau percaya pada hal lain selain dirimu sendiri?
No comments yet. Be the first to leave one.