Bangkok Love Stories: Plead

Bangkok Love Stories: Plead

Bangkok รัก Stories 2 ตอน เรื่องที่ขอ

Download Indonesian Untertitel

Staffel 1

Release Info

Bangkok Love Stories Plead S01E07 WEBRip x264-ION10
Ein Kommentar von UFSIMV
EPS 07

Tags

webrip
web
x264
BRip
Veröffentlicht am: 2021-12-30
Downloads: 37
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88

Aku yakin Elle tahu

aku tunanetra,

tapi dia ingin pergi bersamaku.

Jadi, becerminlah dan pikirkan kembali

kenapa dia memutuskan begitu.

Peak, hentikan!

Menjauh, Elle.

Tee, hentikan.

Tee.

Tee!

Sial!

Sial.

Sudah kubilang, kau tak perlu ikut denganku.

Aku mau membantumu mencari Tee.

Aku juga mencemaskan Tee.

Sebelum Hua wafat,

dia memintaku mengawasi Tee.

Kenapa?

Kau pikir aku tak bisa mengurus Tee sendiri?

Bukan begitu.

Lihat.

Mereka sedang melihat apa?

Mari kita lihat.

Tee!

Tee!

Tee! Apa yang terjadi?

Tee!

- Tee! - Seseorang, tolong!

- Tee. - Tidak.

- Tee. - Tolong bantu dia.

- Kenapa dia tak merespons? - Tee.

Tee.

- Dia ditabrak mobil. - Bagaimana ini?

- Hubungi polisi. - Mereka sedang kemari?

Bangun, Bu.

Aku lapar. Tolong masakkan makanan untukku.

Astaga...

Kita menggunakan pelembut pakaian yang sama.

Kau cuci pakaianmu sendiri?

Ya.

Aku baru putus hubungan.

Astaga...

Tak heran kau begitu tampan.

Bukan, maksudku,

- tampak pandai... - Ya.

...dan

kau wangi.

Apa zodiakmu?

Aku Leo.

Kau Leo?

Konon, para Leo bertemu belahan jiwanya secara kebetulan.

Begitukah?

Begini...

Boleh minta nomormu?

Tentu saja boleh.

Ini dia.

Astaga...

Kusimpan sebagai "Belahan Jiwaku".

Astaga.

Kenapa dia menelepon?

- Aku pergi dahulu. - Baiklah.

- Akan kuhubungi nanti. - Tentu.

Ambil saja semuanya.

Baiklah.

- Sampai jumpa. - Ya.

Kenapa meneleponku sekarang?

ELLE

Ada apa? Kau mengganggu kesempatan emasku.

Deary. Peak...

berkelahi dengan si Peramal.

Maksudmu, Pak Tee?

Apa yang terjadi? Apa? Bagaimana? Kenapa?

- Di mana kau? - Rumah sakit.

Apa? Astaga.

Tunggu saja. Aku segera ke sana.

Tee, bagaimana keadaanmu? Tee...

Tee.

Tee, semoga tak apa-apa.

Dia sudah sadar.

Tee.

Ayah.

Bu Hong.

Aku di mana?

Dia harus dirontgen

sebab kepalanya terbentur.

Aku harus memintamu dan istrimu

menunggu di luar.

Ayo.

Elle.

Deary.

Aku...

Aku ingin menemui Tee

sebab aku ingin dia mewakili proyek kita, 'kan?

Lalu kepala Tee terbentur

ke trotoar.

Peak tak mau melepaskan Tee.

Ayah Tee marah kepadaku.

Astaga. Jeremy.

Aku belum memberi makan Jeremy.

Dia pasti lapar.

Juga pekerja restoran itu

pasti mengira aku kekasih Tee.

- Lalu... - Elle.

Jangan panik. Tenang.

Ucapanmu tak masuk akal.

Kau bilang apa soal restoran?

Aku meminta Peak menjauh dariku.

- Elle. - Aku di sini.

Ayah, bagaimana keadaan Tee?

Jangan panggil aku ayah.

Aku bukan ayahmu!

Tenang, Liu.

Bukankah sudah kubilang

untuk menjauh darinya?

Ini salahku.

Aku kelewatan.

Maafkan aku.

Jangan cemaskan biaya pengobatannya.

Aku kenal para dokter di sini.

Mereka pasti akan merawat Tee.

Dia putraku. Aku bisa merawatnya!

Namun, jika sampai terjadi sesuatu...

Permisi.

Dokter ingin bicara dengan keluarganya.

KEDAI KOPI EARSAE

Pai, kemari.

Di mana orang yang ingin kau kenalkan kepadaku?

Dia duduk di sana.

Dia sebenarnya pelangganku.

Dia baru patah hati.

Karena itu dia ke Thailand.

Kurasa

kau harus

berpura-pura jatuh

di mejanya.

Dia akan membantumu, lalu kalian bisa mengobrol.

Dia duduk di meja nomor dua.

Paham?

Aku pergi dahulu.

Tunggu.

Kedainya sedang ramai.

- Tidak. - Kau bisa, 'kan?

Tetaplah bersamaku.

- Sampai nanti. - Jangan pergi.

Baiklah. Meja nomor dua.

Meja nomor dua.

Meja nomor satu.

Astaga.

Kau Pai?

Kau cantik, seperti yang Ong bilang.

Tidak, aku tak cantik.

Siapa namamu?

Namaku

Xiao Long Bao.

Namamu terdengar sangat lezat.

Kau mau minum apa?

Aku mau pesan minuman yang biasa kupesan.

Pelayan. Teh hijau, tak terlalu manis.

Kau bisa bahasa Thailand?

Aku...

Tahu dari mana aku biasa pesan itu?

Kenapa kau melakukan ini?

Kumohon, jangan lukai aku.

Ini ulah Ong. Dia membayarku untuk kemari.

Kenapa kau melakukan ini?

Aku lelucon bagimu?

Kau pikir bisa mengisengiku?

Tak seperti dugaanmu, Pai.

Kau tak paham.

Aku tak mau berakhir begini.

Kukira kita teman.

Pai.

Ini tak seperti dugaanmu, Pai.

- Pai. - Kau mau ke mana?

Bayar aku dahulu.

Kubayar nanti. Bisa tunggu?

Bayar sekarang.

Kubayar nanti. Pai!

- Pai. - Ong.

Pai.

RUMAH SAKIT THEPTARIN

Dokter.

Jangan sampai terjadi sesuatu kepada Tee.

Kau harus lakukan yang terbaik.

Apa kau tahu Liu telah kehilangan

seseorang yang dia kasihi?

Bagaimana Liu bisa hidup

- jika Tee... - Hong.

...pergi juga?

Bagaimana aku bisa hidup

jika terjadi sesuatu kepada Liu, Dokter?

Maafkan aku,

tapi kau siapa?

Apa kau ibunya Tee?

Tidak, bukan.

Dokter, bagaimana keadaan anakku?

Hasil rontgen menunjukkan

bahwa kecelakaan itu tak berdampak pada otaknya.

Bangkok Love Stories: Plead subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Bangkok Love Stories: Plead

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left