Die ersten 193 Zeilen.
Spinifex. Aku suka ini.
Ubi jalar. Parra pea.
Orok-orok. Brachyscome.
Maaf. Apa aku melantur? Aku tak pandai wawancara.
Tidak. Bukan itu. Hanya saja tempat ini terus membuatku takjub.
Kami butuh jagawana baru lulusan ilmu lingkungan,
dan lihatlah, kau datang.
Desert raisin.
Kini kau hanya pamer.
Kau bisa mengemudikan kendaraan off-road, kendaraan segala medan?
Semua bisa. Aku belajar di usia 10 tahun.
Sejujurnya. Aku tak berencana mencari kerja, hanya bepergian.
Jadi, aku tak membawa dokumenku.
Ini pekerjaan pertamaku setelah lulus, aku tak punya referensi.
Kau jelas benar-benar paham. Lulu juga memujimu.
Kepala jagawana kami. Tahu Dylan? Katanya kami akan beruntung memilikimu.
Ayo pakai seragam.
-Terima kasih. -Senang kau bergabung.
-Tak menunggu untuk berpamitan? -Tidak.
Aku tak bisa bayangkan Alice di luar sana lebih lama lagi,
merasa bersalah atas kematian Charlie, padahal masih hidup.
Banyak sekali yang harus diberi tahu. Aku ikut merasa takut.
Aku tahu ini sulit, Sayang, tetapi ayolah.
Kita perlu pergi dari sini.
Ayo pergi menemui Charlie, lalu mencari Alice.
Candy.
AKU MELEPAS APA YANG TAK KUBUTUHKAN LAGI
Mengingat kankernya sudah tersebar, pilihan pengobatan terbatas.
Kami memiliki uji coba obat eksperimental. Kau bisa kami daftarkan.
Tidak. Tidak perlu diobati.
Kau yakin?
Ya.
Apa ada yang bisa kami hubungi
untuk membahas perawatan paliatif, manajemen nyeri?
-Kau akan butuh bantuan, June. -Ya.
Tidak.
Aku akan baik-baik saja. Terima kasih.
BUNGA ALICE HART YANG HILANG
BAGIAN LIMA POHON DESERT OAK
KEBANGKITAN
Kisah yang diceritakan pada tur, kami ajarkan ke anak kami.
Kami beri tahu kisah ini menghubungkan kami dengan tanah ini.
Kisah ini kami ceritakan untuk tetap
menguatkan budaya, semangat, dan wawasan kami.
Kini kau jagawana,
punya tanggung jawab untuk menghormati kisah di tempat ini.
Kau juga harus memastikan melindungi tanah ini.
Jadi, salah satu tugasmu adalah menghentikan orang masuk ke Taman Hati
dan mengambil bunga.
Sudah ada di sini sejak sangat lama.
Dengan banyaknya pengunjung, tanaman itu menjadi sakit.
Akar membusuk.
Rentan terhadap akar membusuk.
Jika diganggu, itu membuatnya mati, bukan kekeringan.
-Dari mana kau mempelajarinya? Kuliahmu? -Tidak.
Dari nenekku.
Ya, kau perlu menambahkan sejumlah cakar kanguru ke Wildlings.
Tunggu sebentar. Hai.
Seharusnya kau menelepon. Aku akan jemput.
Kukira kau tak ada di sini.
Perkebunan ini tak jalan sendiri. Ayo.
-Sedang apa para pria itu di sini? -Perbaikan.
Maaf. Aku perlu jawab ini. Istirahatlah. Terima kasih sudah menelepon kembali.
Aku hanya berusaha membuatnya terkesan, aku terus berbicara.
Pasti perbuatanmu benar.
Dia akan mengajakmu ikut seluruh tur lagi besok.
Tak dia lakukan untuk semua orang.
Hei.
-Terima kasih. -Ya, Nona.
Lihat rumah kecilku.
-Aku belum pernah hidup sendiri. -Kau tak sendiri di sini.
Aiden tak jauh di sana. Aku di rumah kecil di bawah sana itu.
Kau lihat rumah di sisi bukit itu?
-Itu milik Dylan. -Jadi, dia tinggal di sana.
Lihat dirimu.
Bagaimana dengan Moss?
-Aku mengakhirinya. -Aku ikut sedih.
-Dia baik. -Ya, aku tahu.
Kami hanya kurang cocok.
Bukan jodoh.
Aku harus pergi.
Aku senang kau di sini, Alice Hart.
Bagaimana keadaanmu? Apa kata dokter?
Tak banyak. Sudah mereka angkat semua. Tak perlu perawatan lebih lanjut.
-Aku akan bersulang untuk itu. -Bersulang.
-Sehat selalu. -Bersulang.
Bersulang.
Ada kabar soal Alice?
Tidak, tetapi Twig seharusnya sudah tiba.
Dengan Charlie.
Siapa Charlie?
Kita tak membicarakan masalah keluarga di depan Para Bunga.
Kenapa? Charlie bukan rahasia lagi.
-Aku akan jalan berkeliling. -Sudah aku kunci.
Pagar listrik sudah menyala. Kau perlu tidur.
Hai, Twig. Aku Sally.
-Hai. -Masuklah.
-Hai, Twig. John. Salam kenal. -Hai.
Masuklah.
-Ini Charlie. -Hai.
Ayo.
Mau air?
Di sini. Air?
-Hai. -Selamat pagi.
-Siapa ini? -Ini Pip.
Dia menyukaimu.
Kau mengarah ke mana?
-Ke sana. -Aku juga.
Pip, ayo.
Aku di sini.
Jalan setapak itu menuju ke rumahmu dan lampu kelap-kelipmu.
Jumpa saat kerja?
Jumpa saat kerja.
Aku terus kirim sesuatu sampai dia kirim surat
berkata tak ingin berhubungan.
Charlie,
Alice tak menulis semua ini. Semuanya ditulis oleh June.
Alice mengira kau tewas dalam kebakaran yang membunuh orang tuamu.
-Kami semua mengira begitu. -Teganya dia melakukan itu.
Kepada Alice? Kepada Charlie?
Kurasa dia akan mengatakan dia mencoba melindungi Alice.
Dari adiknya sendiri?
-Itu rumit. -Dia sama sekali tak tahu soalku?
Tidak, Sayang.
Alice tak tahu apa-apa.
Ada peringatan pun masih tak paham.
Orang ingin memiliki sesuatu, meskipun bukan miliknya.
-Itu saat surat penyesalan dimulai. -Surat penyesalan? Untuk apa?
Mengambil yang seharusnya tak disentuh. Bunga, bebatuan.
Sebut saja. Lalu, menyalahkan kita karena hal buruk terjadi.
Terlambat. Itu yang terjadi jika tak mendengarkan, berbuat salah,
dan tak menghormati tanah ini.
-Pak, bisa kembali ke dalam jalur? -Maaf.
-Ayah! -Terima kasih.
Mish, bisa simpankan aku bir?
Lihat siapa yang akhirnya datang.
-Bagaimana? -Indah.
Ya?
-Akhirnya datang juga. -Ya, Bung.
-Apa kataku? -Kenapa tak pernah ke sini?
Memang bagus.
Selama ini kami sudah beri tahu.
-Ini tempat favoritku. -Ya.
-Kau bersenang-senang? -Ya.
Ya?
Kenapa itu?
Kecelakaan mobil pada usia sembilan tahun.
Nenekku mengemudi, dia mabuk, dan meninggal.
-Astaga. Turut prihatin. -Tak apa-apa. Aku hampir tak ingat.
-Maaf. -Tak apa-apa.
-Lulu. Lu, tenang. Santai. -Apa?
-Aku mencarimu ke mana-mana. -Kau menemukanku.
-Apa ini Charlie? -Bukan.
-Aku tak mau kau di sini. -Biar kubantu.
-Aku tak ingin bantuanmu. -Astaga, June.
Kau sakit.
Aku bicara dengan doktermu. Kau sekarat.
Semua rahasia ini membuatmu terkena kanker.
Masih kau lakukan. Mengabaikan semua dengan menyimpannya. Menyembunyikannya.
-Ini bukan urusanmu. -Ya, ini urusanku.
Aku bukan anak kecil lagi. Kau harus berhenti memperlakukanku begitu.
Kau bahkan tak bisa menatapku.
Kau tak pernah benar-benar menatapku sejak aku kecil.
Tinggal aku yang kau punya, June.
Semua sudah pergi. Kau masih tak bisa. Tak bisa menatapku.
Menatapmu?
Aku tak menatapmu karena tak tahu ini apa.
Menyelinap, menguping di pintu, dan berhubungan seks dengan orang asing.
Kau pikir aku tak tahu?
Apa-apaan ini? Siapa kau?
Kau sangat cepat.
Apa-apaan?
Kau bisa menatapku sekarang?
Masih belum pantas, bukan?
Memang tak pernah. Tidak setelah yang terjadi.
Jangan bicarakan ini.
Kau gantikan aku dengan Agnes, putri yang selalu kau dambakan.
Agnes yang sempurna. Dia tak bermasalah.
Jauh lebih mudah dicintai.
Kejadian itu salah dan menyakitkan.
Namun, aku mencintainya.
Lebih dari apa pun.
Hatiku hancur saat kau tahu dan mengusirku.
Saat aku kembali, seakan tak ada yang terjadi.
Itu terjadi.
Kita hancur karena kebohongan dan tak membicarakannya.
Kita tak bisa membicarakan apa pun.
Aku bisa menerima kejadian itu.
Namun, tak bisa menerima kau hakimi dan permalukan.
Clem! Lepaskan dia! Lepaskan!
Ibu. Ini tak seperti yang kau pikirkan. Maaf.
Aku tak akan menyakitinya. Tak akan pernah.
-Kami saling mencintai. Jatuh cinta. -Usianya 13 tahun. Masih anak-anak.
No comments yet. Be the first to leave one.