Die ersten 200 Zeilen.
YANG JONG-HOON TEMPAT SAMPAH
DISERTASI PLAGIAT KANG SOL B
TANGGAPANKU ATAS KASUS PLAGIARISME KANG SOL B
OLEH PROFESOR YANG JONG-HOON
Kembalikan laptopku.
Kau pikir aku tak bisa menemukanmu?
PROFESOR KANG JU-MAN
Sudah kukatakan.
Dilarang menggunakan laptop di kelasku.
Profesor.
Hak seorang murid untuk memakai laptop di dalam kelas
adalah keputusan pribadi,
sebagaimana dijamin oleh Konstitusi.
Lalu?
Aku tak ingin Pasal 10 terkait hak mencapai kesenangan pribadi
dilanggar di kelas Konstitusi.
Apa kau tak berpikir
perkataanmu juga melanggar hakku untuk mengajar selaku dosen?
Ini balai sidangku,
dan aku berhak untuk mengajar sesuai caraku.
Bukankah kau menyalahgunakan hakmu?
Itu kelalaianmu sebagai murid!
Silakan kurangi nilaiku.
Menurutmu murid lain tak membawa laptop
hanya demi nilai?
Aku tak tahu pikiran murid lain.
Kupertimbangkan pro-kontra terkait pemakaian laptop dalam kelas,
keuntungannya lebih besar jika kubawa.
Inikah yang kau inginkan?
Dicap sebagai murid terburuk yang pernah kutemui
sepanjang karierku.
Ya, Profesor Kang.
Sudah kau suruh Kang Sol B
untuk ambil laptopnya?
Dia belum datang?
Aku sudah menyuruhnya.
YANG JONG-HOON TEMPAT SAMPAH
Profesor?
Kau yakin ini laptop milik Kang Sol B?
Ya, kupaksa dia untuk menyerahkannya.
PROFESOR KANG JU-MAN
PESAN BARU DARI KOMISI HAK CIPTA KOREA
PESAN BARU
PERTANYAAN SOAL HAK CIPTA
2 MENIT YANG LALU
DARI KOMISI HAK CIPTA KOREA
DISERTASI PLAGIAT KANG SOL B
KANG SOL B…
TANGGAPANKU ATAS KASUS PLAGIARISME KANG SOL B
OLEH YANG JONG-HOON
Ini kutemukan saat sedang menyiapkan dokumen publikasi tuntutan kriminal.
Mahasiswi ini adalah
Kang Sol B, mahasiswa tahun pertama.
Ini hanyalah terjemahan dari
tesis yang kau tulis
untuk Ulasan Hukum selama studimu di Harvard.
KANG SOL
Akan kutemui Kang Sol B untuk memeriksa
- fakta permasalahan… - Tidak.
Aku yang akan menemui dia.
Kembalikan laptopku.
Kau pikir aku tak bisa menemukanmu?
DARI YANG JONG-HOON
KANG JU-MAN
Kenapa datang kemari selarut ini?
Silakan duduk.
Jika ini soal pembebastugasan…
Aku tak bisa selesaikan itu denganmu. Akan kutemui presiden besok.
Lalu, tujuanmu kemari…
Alasan utama aku ditahan adalah perusakan barang bukti,
karena laptopku hilang.
Aku tahu.
Awalnya, kukira itu hilang.
Tapi aku ingat menyimpannya di ruanganku.
Kenapa kau mengatakan ini?
Seseorang mungkin saja mencurinya.
Kecurigaanku beralasan.
Seseorang mencurinya? Untuk apa?
Menurutmu?
Itu laptop baru, hanya ada referensi plagiarisme di sana.
Tak ada petunjuk dan barang bukti tentang pelaku.
Tak ada alasan untukku menyembunyikannya.
Referensi plagiarisme?
Aku yakin kau sudah lihat.
Tanggapanku atas disertasi plagiat milik Kang Sol B.
Kenapa ada 12?
Kalau kau minum sampai pagi ini, seharusnya sisa enam.
Kau tidak meminumnya selama tiga hari!
Itu sebabnya kau tak lihat komanya.
Minum.
Ini tak akan terjadi kalau kau di rumah.
Hei, kau sedang apa?
UNDANG-UNDANG LINGKUNGAN
Sudah puas?
Aku akan tetap di sini.
Bisa keluar sebentar?
Apa?
Nama kalian sama?
Aku tak suka kau sekamar dengan gadis itu.
B? Kenapa putriku menjadi si B?
Ini menjengkelkan.
Apa maksudmu, Kang Sol B
mengambil laptopmu karena opinimu atas tindak plagiarismenya?
Aku ingat isi disertasi itu, jadi itu bukan alasan satu-satunya.
Kalau begitu,
menurutmu, alasannya mengambil laptop itu
berkaitan dengan kematian Profesor Seo?
Aku akan tetap di sini.
- Kau akan tinggal di sini? - Ya.
Lagi?
Cuma ayahmu yang bisa membantahku.
Muntahkan.
Aku akan ikut, jadi muntahkan.
Dia tak lihat komanya karena lupa minum obat?
Kau baik-baik saja?
Aku tak apa-apa.
Wah.
Ye-seul.
Sol, aku tak apa-apa.
Aku minum terlalu banyak.
Aku tidur dulu.
Baik.
Kau yakin kau baik-baik saja?
Kau sudah bertemu Kang Sol B?
Belum.
Aku menunggu Profesor Seo menemuinya lebih dahulu.
Presiden amat prihatin terhadap kasus pembunuhan yang terjadi
di fakultas hukum kita.
Jika kasus plagiarisme mencuat…
Lebih baik kita menutupinya?
Bukan itu maksudku.
Setelah reputasi kampus pulih…
Silakan memulihkan reputasi kampus.
Profesor Yang.
Akan kuurus plagiarisme ini.
Profesor Yang!
Seharusnya kularang kau ikut kelompok belajar.
Teman belajar tak berguna,
membuat nilaimu merosot saja.
Bagaimana nilaimu bisa serendah itu di kelas Hukum Pidana?
Konstitusi juga.
Kau harus pertaruhkan nilaimu demi laptop?
Setidaknya nilaimu A plus.
Itu akan menjadi sia-sia
karena disertasiku.
Tak akan ada yang mempermasalahkannya.
Hak cipta hanya bisa diprotes korban. Seo Byung-ju sudah mati.
Yang Jong-hoon.
Profesor Yang tahu.
Tak akan ada yang memercayai pembunuh.
Jangan cemas…
Kemasan gulanya.
Itu ada di atas meja, seperti katanya.
Lalu kenapa?
Bukan Profesor Yang…
Katakan.
Jika bukan dia, lalu siapa?
DOSIS MEMATIKAN
Kenapa tidak dia angkat?
Halo?
Putrimu melihat kemasan gulanya.
Kenapa dia berbohong pada polisi?
Bukan itu saja.
Aku lihat ponselnya.
"Dosis mematikan sabu-sabu, tempat membelinya,
kapan seseorang akan mati setelah mengonsumsinya?"
Kenapa dia cari hal semacam itu?
Mungkinkah itu dia?
Tidak, 'kan?
Tidak ada hubungannya dengan dia berhenti ke psikiater.
PROFESOR YANG JONG-HOON
PROFESOR YANG JONG-HOON
Kang Sol.
Laptopmu di ruangan profesor.
- Kenapa? - Dia yang minta.
Kau harus mengambilnya.
Kenapa kau berkeras membawa laptop…
KANG JU-MAN, RAPAT
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS HANKUK
Laptop Yang Jong-hoon tidak ada di loker atau kamar Han Joon-hwi.
Pencuri laptop itu adalah pelakunya?
ULASAN HUKUM HAK TAHU VS. HAK PERADILAN JUJUR
BYUNG-JU SEO
Ayo belajar.
Keringkan rambutku.
Anggaplah ini permintaan maaf.
Kecurigaanku berdasar.
Kau merasa bersalah.
Kalau begitu minta maaf.
- Panas! - Maaf.
Anginnya dingin.
Mudah, bukan?
Omong-omong, soal kemasan gula yang disebutkan Prof. Yang.
Kau tak lihat di TKP?
Tidak. Kenapa?
Jika ada saksi mata yang melihat kemasan gula di sana,
itu akan sangat membantunya.
BYUNG-JU SEO ASOSIASI ULASAN HUKUM
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS HANKUK
KLINIK HUKUM
No comments yet. Be the first to leave one.