Die ersten 200 Zeilen.
Pabrik Hansen sedang mencari tenaga kerja muda
Ada 250 lowongan kerja sekarang
Dengan upah $ 8 perbulan dan bonus akhir tahun
Hanya dengan $ 2 biaya pendaftaran
- Ada pekerjaan di Hong Kong? - Tadi dia bilang daftarnya $ 2
Kalian harus siap kerja keras dan lembur
$ 2, mahal sekali
Tak perlu berebut, ada 250 lowongan
Kalau kalian berminat, hanya $ 2 untuk pendaftaran.
Mereka juga butuh pemuda yang siap sebagai kasir
- Upah $ 12 perbulan, ada yang berminat? - Aku mau
Ayo kesini
- Apa keahlianmu? - Kung fu dan akrobat
- Tapi kau bisa menggunakan sempoa? - Bisa
- Jaminannya? - Maksudnya?
- Apa kau punya uang? - Ya
- Biayanya $ 30. siapa namamu? - Kuo Chen Wah dari Kanton.
- Apa aku harus membayar sekarang? - Itu perjanjiannya
Bayar tunai, kau diterima masih berminat?
Masih tapi aku hanya punya $ 25
Bayar sisanya nanti. melapor besok di alamat ini
Lowongan kerja! cepatlah daftarkan diri anda
Anak muda, kau sungguh beruntung
Berbarislah disini!
Hanya dengan $ 2 biaya pendaftaran
Apa yang kalian lakukan disini? ini bukan pabrik tekstil Hansen
Siapa yang menyuruhmu bayar $ 2 ?
Alamatnya memang benar, tapi pabrik Hansen itu tidak ada
Memang tidak mudah hidup di Hong Kong
Pergilah, kalian semua sudah kena tipu
Pergilah, atau aku panggilkan polisi
Copet, copet copet!
- Bagaimana sekarang? - Iklaskan saja uang itu
Kita masih untung, aku lihat ada yang membayar $ 30
- Sial sekali dia - Banyak sekali dia tertipu
Hong Kong!
Semua sudah dipersiapkan
- Hati-hati - Tentu
Ketua, kau sepertinya sakit
Paman Hai, aku tidak menemukan obatnya
Kau lupa membawa obat Ketua? kalian harus cepat ambil
Goblok!
Lagaknya seperti Ketua saja!
Mereka lupa membawa obatmu. kita tunda saja pertemuannya
- Kita tak boleh tunjukan kelemahan kita - Bukan begitu...
Kalau Tn. Tiger bersikap wajar jangan menekannya
Kau terlalu berbudi untuk bisnis semacam ini
Dalam kamusku, mereka atau kita
Itu sebabnya aku percaya sepenuhnya dengan Fei
Dia galak dan berhati dingin
Kacamata ku
- Telat seperti biasa - Aku tidak telat
Kalian yang kecepatan
Ada apa Pak Tua? kau sakit lagi?
Jangan basa-basi, apa tujuanmu mengajakku kesini?
Baik. Kau ingat Yang rekanmu Tn. White?
Tentu aku ingat, tapi dia sudah mati
Tapi dia dan aku sudah membuat kesepakatan. setengah keuntungan Ritz menjadi miliku
Dia mungkin saja berkata begitu, tapi aku tidak
Tenang dulu, kau kesini untuk berunding denganku
Aku kesini karena sebagai Tn. White,
Aku tak bisa dipaksa dalam tawar menawar kebohonganmu!
Kau menyebutku pembohong?
Itu tidak sopan. tembak!
- Kau tak apa-apa, Ketua? - Bawa dia dari sini
- Tuan, anda ingin membeli setangkai mawar? - Tidak
Belilah untuk penglarisku pagi ini
Tidak
Membeli mawarku akan membawa keberuntungan buatmu Tuan!
- Kau baru ya di Hong Kong? - Ya
Hati-hatilah
Ya aku sudah belajar pengalaman kemarin
Kurasa kau belum belajar, lihatlah kopermu
Seperti yang kukatakan, berhati-hatilah tuan
Hey, tunggu sebentar
Baiklah aku akan membeli mawarmu
- Semoga keberuntunganmu berubah tuan - Kuharap kau benar
Terima kasih!
Hati-hati
Enyahlah!
Bagaimana ini?
- Jangan bergerak! - Aku hanya sekedar membantu
Terima kasih, anak muda. jangan bergerak!
Lekas lari!
- Ketua, kau baik saja? - Kenapa sampai kacau begini?
Anak muda, kau bisa menggendongnya?
- Siapa kalian ini? - Kubayar kau 100 dolar
100 dolar?
Lewat sini!
- Kubawa kemana ini? - Kemana saja cepat!
Apa?!
- Kemana ini? - Sakit sekali
Turunkan aku, kau membuatku mual
- Turunkan dia dulu! - Baik
- Ketua, kau tak apa-apa? - Kau...
Aku...
Lewat sini
Bagaimana perutmu?
Ketua, bagaimana keadaanmu?
Ketua katakan siapa yang menjadi penggantimu?
Biar dia menggantikanku
- Dia? - Ada apa ini?
- Kau yakin? - Aku ingin dia...
Ketua! ketua! Ketua!
Kalian semua dengar wasiat Ketua, kita harus mematuhinya
Tapi kita harus keluar dari sini. Ketua ayo kita pergi
Mulai sekarang, kau ketua kami
Aku?
Menjadi ketua kami, kau tak perlu khawatir segala macam urusan
Kau masih saja tak paham. lihatlah, pakaianmu sangat berkelas
Kalian selalu saja berkelahi, ini pekerjaan yang berbahaya
- Aku mungkin saja melalukannya - Apa?!
Jangan khawatir, ikuti saja arahanku, kau akan baik saja
Kenapa Ketua malah memilih orang itu? sedang kau tangan kanannya
Kalau aku tak pantas jadi ketua, kita akan segera tahu hal itu
Kakak, kalau kau memang tak pantas lalu siapa, dia?
Kita lihat saja apa yang terjadi
Tuan, minta sedekahnya?
Ini, enyahlah!
Terima kasih tuan, terima kasih
Kalian awasi disini, kita lewat pintu belakang
Bagaimana kalau tak ada apa-apa?
Maka cucilah mobil itu
Anak muda, mawar untuk keberuntungan?
Enyahlah
Aku mau beli mawarnya. Hey, Nyonya!
Aku mau beli mawarmu
Semoga hari ini keberuntunganmu Tuan!
- Ini - Ini besar sekali, terima kasih tuan
Ayo Ketua
- Kenapa bukan Kakak Fei yang jadi ketua? - Kau ingin dia yang jadi ketua?
Lantas siapa? Kau
Kakak Fei yang seharusnya, yang lain tak pantas memimpin kita
Kenapa bukan kamu?
Suara kita banyak, dia tidak boleh menolak
Kalau dia mahir berkelahi, dia harus tunjukan
Aku tak bisa melakukan ini, jangan memaksaku
Aku tak memaksamu. kalau kau tak mau, kau bisa pulang lewat sana
- Terima kasih - Tapi kau harus hati-hati
Kenapa aku harus hati-hati?
Kalau kau pergi, kami tak bisa melindungimu
Kalau Tiger menangkapmu, mereka akan membunuhmu
Tapi aku yang menolong Ketuamu, ingat?
Aku tak tahu kenapa kau membantu Ketua kami
Sangat aneh dia memilihmu, tapi aku harus ikuti wasiatnya
Aku akan dikutuk jika tak menuruti wasiatnya
Tak masalah. aku akan membantumu
Kini kau bahkan terlihat layaknya Ketua
Ini pidatomu
Ayo
Kita harus mengujinya
Jangan takut
Saudara-saudaraku sekalian, atas wasiat Tn. White
Kuperkenalkan Ketua kita yang baru, Kuo Chen Wah.
Uhh...salam sejahtera teman-teman
Aku ingin...
Aku ingin unt...
Kau bisa bicara tanpa membaca?
Aku tak tahu bagaimana menjadi Ketua kalian
Menurutku kalian seharusnya tidak merampok, atau berbuat kejahatan
Seperti memeras, membunuh, atau melanggar hukum setiap...
Ketua baru kita punya rasa humor yang tinggi
Urusan bicara bolehlah!, tapi tunjukan pada kami kehebatanmu
- Tom tunjukan kehebatanmu - Ayo
- Bagaimana? - Baik
- Ah Chui pegangkan topi ketua - Siap
Ayolah
Kemari, kemari!
Jangan sungkan
Ayo!
Gendut, kau yang jadi wasitnya
Tenang
Mundur mundur
Siap? 1, 2, 3....
Siapa yang menyundutku?
Jangan cari alasan
Ketua kau hebat
Kubilang ada yang menyundutku
Adu panco tidak membuktikan apa-apa
Andai iya, Tom sudah jadi ketua sejak dulu
Maksudnya, kau juga harus jago berkelahi
Kalian menantang Ketua berkelahi
Sekarang bantu dirimu sendiri
Kami akan tunjukan padanya
Apa dua lawan satu, terlalu berat untukmu?
Lepaskan aku!
Bantu dia berdiri
Ketua
- Ketua yang menang! - Bagus!
Ketua yang menang
Hotel The King George
Suratnya?
- Kertasnya? - Ini, menulislah dengan hemat
Kalau bos ku tahu, dia akan memecatku
Aku takkan memboroskannya. ini mawar untuk keberuntunganmu
Aku di pesta Tn. Chow hari ini
Dia menanyakan kabarmu
Saat aku kembali ke hotel, aku menerima suratmu
Aku sangat gembira teman sekolahmu Ian sangat baik padamu
Aku sangat gembira, kurasa dia sangatlah tampan
No comments yet. Be the first to leave one.