Dan in Real Life

Dan in Real Life

Download Indonesian Untertitel

Release Info

Dan in Real Life 2007 BrRip x264 YIFY
Ein Kommentar von tedi
Retail NF | 1:38:13 Resync for BluRay

Tags

bluray
Veröffentlicht am: 2025-08-05
Downloads: 44
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Baiklah.

DAN, AKU IBU TUNGGAL DARI ANAK USIA LIMA TAHUN

OLEH DAN BURNS

PUTRIKU 18 TAHUN, TETAPI PUTUS SEKOLAH...

KAMI ORANG TUA REMAJA. KAMI CUMA BISA MINTA TOLONG!

- Hei. - Hei.

- Ini milikmu? - Ayah.

Kurasa tidak.

Hei.

Hei, Ayah mau melakukan itu untukmu nanti.

Kini tak perlu.

- Baik. Kau lapar? - Ya.

- Sereal? - Baik.

Baiklah.

- Jadi, rencananya... - Rencananya.

Cara, Ayah akan membeberkan "rencana".

Ayah akan mengemasi mobil, menjemputmu sepulang sekolah,

lalu kita akan berkendara... terus.

- Kedengarannya bagus. - Tidak.

- Apa lagi? - Bukankah intinya

kami harus bersekolah? Ayah memaksa kami bolos,

padahal kami harus bersekolah.

Ya, 'kan? Maksudku, bagaimana studiku?

Mengapa Ayah tersenyum?

Ayah tak pernah mengira kau akan mencemaskan studimu.

Itu membuat Ayah tersenyum.

- Aku tak mau pergi. - Kita lakukan ini tiap tahun.

Hanya ini saatnya keluarga bisa berkumpul.

Bantu Nenek dan Kakek urus pembelian rumah.

- Ayo. - Ayah menghancurkan pendidikanku.

Ganti pakaianmu.

- Ya? - Kolom yang bagus, Pak.

Soal jam malam itu sangat tepat.

Kolom kemarin soal menentukan batas juga bagus.

- Siapa kau? - Aku Marty Barasco.

Terima kasih untuk kolom Jumat lalu.

Itu membantuku memahami orang tuaku.

Baiklah.

Marty, apa lagi yang bisa kubantu?

Aku mau bertemu putrimu, Pak. Jika boleh.

Jane!

Sebenarnya, aku mau bertemu Cara.

Senang bertemu kau, Marty. Kembalilah dua tahun lagi.

Bukan menyombong, tetapi kata Pak Shaff,

aku salah satu pengemudi terbaiknya. Aku siap turun ke jalan raya.

Pendapat kami berbeda.

- Cara! Ayo. - Bolehkah?

Lihat nanti. Pukul 15.00 tepat. Jangan...

- Telat. Kami tahu. - Telat.

Ya, benar.

Asal tahu saja, anak yang tadi Ayah kasari adalah temanku, Marty,

rekan labku dari kelas sains.

Kami mengerjakan tugas tambahan.

Bus.

Tunggu!

- Ayolah! - Cepat!

Ya?

Ya, Jordy, aku kirim surel setengah jam lalu.

Apa?

Tidak mungkin. Kau bercanda.

Itu lucu.

- Di mana adikmu? - Ayah terlambat.

Dia pergi ke Yumms. Boleh aku menyetir?

- Ayah akan ikut sindikasi. - Tak secepat itu.

Ada dua kolumnis lain yang dipertimbangkan...

Bagus. Boleh aku menyetir?

Dengar, kau pengemudi yang baik. Hanya saja banyak pengemudi lain...

Jika dilarang, aku tak akan belajar.

Jika Ayah izinkan, kau mungkin tak akan hidup.

Mengapa Ayah begitu? Bisa lebih memalukan lagi?

Maaf mengganggu studimu dengan temanmu.

Tak semua orang bisa jadi penyendiri seperti Ayah.

- Omong-omong, kau dihukum. - Aku dihukum?

Berapa lama?

- Selamanya. - Ayah, ayolah.

- Ini memalukan. - Aku setuju.

Kau dihukum sebulan.

Sebulan? Itu lebih buruk daripada selamanya.

- Baik, Ayah, mengapa? - Kau membohongi Ayah.

Ayah tak bisa menerima kebenaran.

Cobalah lain kali.

- Namun... - Tidak.

- Baik, Ayah. Aku mencintai Marty. - Yang benar saja.

- Baiklah. - Ayolah.

Ayah, hentikan. Baik, dengarkan.

Aku tak langsung tahu. Butuh beberapa waktu.

- Berapa lama itu? - Aku kenal dia tiga minggu,

tetapi aku tahu dalam tiga hari.

Tiga hari? Kau tak bisa tahu dalam tiga hari.

- Mungkin dia bisa. - Tidak.

Yang kau rasakan bukanlah cinta.

Kau masih muda, ceroboh, dan tak berpikir.

Ya, aku mencintainya.

- Kau mungkin pikir itu cinta, bukan! - Tidak, aku mencintainya.

- Tidak. - Aku mencintainya.

Aku mencintainya.

Ayah? Ayah baik-baik saja?

HARGA GALON

Itu biaya kuliah Jane.

Itu biaya kuliah Cara.

- Astaga. Bagaimana denganku? - Tidak, kau aman.

Tunggu. Itu dia.

Jangan jauhkan aku dari Marty.

Ayah, biar kuingatkan bahwa separuh populasi dunia adalah pria

dan aku akan cari yang lain.

Namun, hanya Marty yang menawan hatiku.

Masuk mobil.

- Aku tahu pengemudi yang bagus. - Tidak.

Tidak.

Ini.

Kurasa kakak-kakakmu tak menyukai Ayah.

- Jelas. - Mengapa begitu?

Ayah itu baik, tetapi terkadang buruk.

- Siapa yang suruh bilang begitu? - Tak ada.

Apakah Jane atau Cara? Beri tahu Ayah.

- Aku mengarangnya. - Tidak.

Kakakmu yang mana yang menyuruhmu?

Aku sendiri. Aku kelas empat.

- Aku bisa bicara semauku. - Jane atau Cara?

Aku sendiri. Aku bisa berpikir.

Jane atau Cara?

- Aku kelas empat. - Dia kelas empat!

Mereka sudah sampai.

Mereka sudah sampai. Ayo, Anak-Anak.

- Hei, Poppy. - Senang bertemu denganmu.

Hai, Lil.

Hei, Ayah.

- Kini kita berkumpul. - Ya.

- Apa kabar? - Baik. Atau mungkin tidak.

- Anak-anakku tak suka aku. - Itu berarti kau melakukan hal benar.

Kau sangat... Hai, Sayang.

Lihat para anak gadismu. Mereka sudah dewasa.

Tidak. Mereka masih sangat muda.

- Ayo Lilly. - Hei. Apa kabar?

- Dia makin besar. - Makin besar tiap hari.

- Hei. - Dan si pria hebat.

Senang bertemu denganmu.

- Halo. - Halo.

- Hai, Paman Dan. - Hei, Eileen, apa kabar?

- Kau terjebak macet? - Ya, tak terlalu buruk.

- Hai, senang melihatmu. - Senang kau datang.

Siapa mereka? Aku belum pernah melihat mereka.

- Hai, Paman Dan. - Katakan sesuatu.

- Sesuatu. - Benar. Sudah kuduga. Bagus.

- Kedengarannya bagus. - Bisa bantu urus tas pamanmu?

Sayang, kau ke sini.

Teman kakakmu, Mitch, akan berkunjung, jadi...

- Aku di ruang khusus. - Ya.

- Maaf, Kawan. - Tidak apa-apa.

- Tidurlah dengan nyenyak. - Ibu juga.

- Kau lelah? - Turun!

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

- Tidur kalian nyenyak? - Ya.

- Merunduklah! - Bisa Ayah ambilkan sesuatu?

Carilah kesibukan, Ayah.

- Dia hanya butuh ruang. - Dia tak butuh itu.

Ya, dia butuh itu.

Dari kedengarannya, kalian semua butuh ruang.

Ya, mengapa kau tak beli koran saja?

- Astaga, Bu. - Ya, lakukan itu.

Itu bagus untukmu. Pergilah untuk sementara waktu.

- Mungkin aku harus tetap di sini. - Tidak. Pergilah, Danny.

Ini bukan permintaan.

TOKO BUKU DAN PERALATAN

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

- Selamat pagi. - Tunggu sebentar.

Lalu dia pergi ke pusat kota.

Ya, untuk kopi. Benar.

Aku bicara dengannya di akhir pekan.

Hai. Permisi. Bisa bantu aku?

Ya.

Aku mencari buku, tentu saja.

- Ada yang khusus? - Ya, sesuatu yang bisa

membantuku mengatasi...

situasi yang mungkin akan canggung.

Baik. Apa itu...

Sesuatu yang lucu mungkin bagus.

Namun, tak harus buku humor yang membuat terpingkal-pingkal,

dan tentunya bukan yang menjadikan orang lain lelucon,

tetapi sesuatu yang lucunya manusiawi.

Baiklah.

Juga yang bisa

mengejutkanmu secara tak terduga,

sekaligus membuatmu berpikir bahwa apa yang kau pikirkan

tak hanya benar dalam cara yang salah,

tetapi ketika salah, masih ada kebenaran

dalam kesalahanmu.

Mungkin maksudku adalah,

yang lebih penting, aku ingin tersentuh.

Namun, di saat bersamaan pun tak begitu.

Maksudnya, aku ingin merasakan

hubungan yang mendalam dengan sesuatu.

Atau mungkin aku tak tahu apa yang kucari.

Menurut pengalamanku, semua itu jarang ditemukan dalam satu buku.

Karena itu ada banyak buku.

- Jadi, apa saja bukunya? - Ada beberapa,

- berbagai macam pilihan. - Koleksi?

Ya, ini dia. Ada puisi.

Novel Dickinson, bacaan mendasar.

- Karya Neruda selalu bagus. - Aku setuju.

More Indonesian subtitles for Dan in Real Life

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left