Spirits of the Dead

Spirits of the Dead (Histoires extraordinaires)

Download Indonesian Untertitel

Release Info

Spirits of the Dead (1968) BluRay
Durasi: 02:01:25 321 [QC by VLC & SE 4 0 7]
Ein Kommentar von CoolBreeze
Tiga kisah misteri dari Edgar Allan Poe tentang seorang bangsawan kejam yang dihantui oleh kuda jantan sepupunya, seorang prajurit sadis yang dihantui oleh doppelgängernya, dan seorang aktor alkoholik yang dihantui oleh Iblis.

Tags

bluray
full_uncut_version
Veröffentlicht am: 2025-07-12
Downloads: 26
Hörgeschädigt: No
FPS: 23.976

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Translated by: "CoolBreeze"

Collection of 40 's to 90 's Translated by: "CoolBreeze"

~Kisah misteri dan imajinasi~

Translated by: "CoolBreeze"

"Kengerian & Kematian telah mengintai di mana-mana di luar sana dan di semua zaman....

...lalu mengapa aku harus berikan tanggal pada cerita yang aku ceritakan?" (Edgar Allan Poe)

Collection of 40 's to 90 's Translated by: "CoolBreeze"

Hugues!

Hugues!

- Apakah kudanya siap? - Kapanpun kau siap, Madam.

- Ambilkan sekarang! - Tapi tamumu masih tidur, Madam.

Tidurku tak nyenyak semalam.

Bangunkan mereka! Aku butuh udara segar.

Kuingin menunggang, melupakan mimpiku ini!

Kau yakin itu mimpi?

Kadang kau lupa mana yang benar.

Dan hanya aku yang bisa ingatkanmu bahwa kau berbohong.

Hentikan bicaramu!

Selalu saja ada di dekatku, pergi dari sini!

Pada usia 22 tahun, Frederique, Bangsawan dari Metzengerstein,

menjadi pewaris kekayaan keluarga yang sangat besar.

Jarang ada bangsawan di negaranya yang memiliki tanah semegah itu.

Ia memerintah dengan seenaknya,

siang adalah malam, atau malam adalah siang,

sesuai keinginannya.

Pagi itu, dihantui oleh mimpi buruk fajar,

ia memutuskan untuk membawa tamunya ke istana

Tempat ia habiskan masa kecilnya.

Marquis!

Berikan aku sesuatu untuk diminum!

Simple support: "Like / Good" "@CoolBreeze"

Darah!

Babi!

Madam.

Kita tak punya hak untuk menghibur diri lagi?

~Metzengerstein~

Aku suka tempat ini.

Indah sekali.

Kau punya 10 istana yang lebih bagus dari itu.

Lebih bagus dari rumah masa kecilku?

Bodoh.

Masih di dekatmu, si pengecut itu?

Haruskah aku melemparnya ke sini?

Dan seandainya dia terbang...

Akan sangat disayangkan!

Tembak dengan tepat dan benar!

Talinya harus putus!

Pesta pora yang memalukan, pengkhianatan yang mencolok,

kekejaman yang tak pernah terdengar segera mengajarkan pengikutnya...

bahwa tak ada yang akan menjamin keamanan mereka...

melawan taring Caligula yang kejam ini.

Ayolah.

Berikan kalung itu padaku, Nak!

Ini kamar kita?

Aku punya kejutan untukmu.

Aku?

- Apa? - Tunggu.

Itu dia! Suka?

Jangan konyol begitu!

Aku sudah mengenalnya jauh sebelum kau mengenalnya!

Oh, ayolah!

Lewat jalan lain!

Semua orang mendukungnya keinginannya,

tidak hanya temannya yang bejat,

tetapi banyak orang lain yang takut akan ketidaksenangannya.

Dengan satu pengecualian,

cabang keluarga yang jauh dan kurang kaya, yaitu Berlifitzings,

musuh bebuyutan Metzengersteins.

Ia secara terbuka mengutuk perilakunya.

Kedua keluarga itu telah berselisih selama berabad-abad,

permusuhan mereka yang mematikan telah berlangsung begitu lama

sehingga tak seorang pun dapat mengingat asal-usulnya.

Pada saat itu, Baron Wilhelm muda dari Berlifitzing

tinggal sendirian di kastil keluarganya.

Meskipun dia adalah tetangga dekatnya,

dia tak pernah berbicara dengan sepupunya yang mengerikan,

Frederique dari Metzengerstein.

Sedangkan Frederique, jika kebetulan melihat sepupunya dari jauh,

akan mengejeknya dan secara terbuka menunjukkan penghinaannya.

Namun, Wilhelm tampaknya tak memperhatikannya.

Dengan kecekatannya, bisa saja ia raih banyak sukses di masyarakat,

tapi tak ada yang menarik perhatian pertapa muda ini

yang ghabiskan hari-harinya di kandang atau di padang perburuan.

Ooh!

Tolong aku!

Cepat!

Saat mereka temukan orang jahat yang memasang perangkap ini,

dia akan dicambuk selama dua jam dan disiram cuka pada lukanya.

Aku akan menuangkannya sendiri.

Baiklah, aku menunggu. Jangan berdiri di sana dan melongo!

Saat rubah betina terjebak, dia diam saja dan berpura-pura mati.

Kau membuka jebakan itu, dan dia kabur,

bahkan dengan dua kaki.

Apakah sakit?

Hanya kebetulan yang pertemukan Frederique dan Wilhelm.

Sang putri muda mungkin ingin membenci wajah ini,

yang sampai saat itu tak diketahuinya,

tetapi dia tidak akan pernah melupakannya.

Beberapa perubahan telah terjadi dalam dirinya.

Dihantui kenangan akan tatapan mata melankolisnya yang mengejek,

Frederique ingin sekali bertemu Wilhelm lagi.

Mencari wanita jalang,

Wilhelm Berlifitzing?

Sultan!

Sultan!!

Dia akan kembali.

Dingin sekali.

Di keluarga Metzengerstein, pria akan tawarkan jubahnya...

pada seorang wanita.

Sepertinya tidak di keluargamu!

Kau tidak pernah bicara, Sepupu.

masih membekas di pergelangan kakiku, seperti gigi.

Pangeran!

Kau hanya berbicara dengan binatang?

Datanglah dan makan malam malam ini.

Kau'kan merasa di rumah. Kebanyakan tamuku adalah...

elang atau beruang atau babi hutan.

Itu seharusnya menghiburmu.

Aku tak ingin bergabung dengan kebun binatangmu.

Aku tidak terbiasa ditolak.

Aku ingin kau berhati-hati terhadap kebiasaan buruk, Sepupu

Menurutmu, siapa kamu?

Pria yang bahagia.

Frederique!

Wilhelm!

Ditolak, dicemooh, padahal untuk pertama kalinya dia tulus,

Amarah Frederique kalahkan perasaan

yang membuatnya tertarik pada sepupunya.

Hugues!

Hugues!

Sekarang dia hanya bisa memikirkan balas dendamnya.

Hugues!

Ya, Madam?

Bagaimana dia bisa sampai di sini?

Dia keluar dari api, diselimuti api dan berlari kencang ke sini.

Kuda siapa dia?

Tidak ada yang tahu.

Bahkan para pelayan Baron Wilhelm pun tidak.

Tak seorang pun pernah lihat dia. Dia gila. Tak ada yang bisa mendekatinya!

Aku akan melakukannya.

Nyonya,

Baron Wilhelm sudah mati!

Apa?

Dia mencoba menyelamatkan kuda yang dicintainya dan mati.

Semuanya terbakar.

Semuanya.

Hugues!

Hugues!

Hugues!

Ya?

Kau akan perbaiki ini...

seperti sebelumnya.

Tapi itu tidak mungkin, Madam!

Kau akan melakukannya, karena aku menginginkannya!

Dapatkan penenun terbaik yang ada.

Ketika dia perintahkan pembakaran kandang kuda,

Frederique tidak pernah bayangkan bahwa Wilhelm akan binasa dalam api.

Kematiannya tak memuaskan hasrat maupun amarahnya.

Firasat buruk merasukinya.

Kengerian menyelimuti akal sehatnya.

Pikiranmu melayang,

tapi ke mana?

Tidak ke mana-mana.

Lanjutkan.

Lanjutkan.

Sejak hari itu, terjadi perubahan yang nyata...

pada perilaku liar sang bangsawan muda yang tak bermoral.

Ia tidak pernah terlihat di luar wilayahnya sendiri,

dan sama sekali tidak punya teman,

kecuali kuda yang tak biasa dan bersemangat itu...

yang terus-menerus ditungganginya,

memiliki semacam klaim misterius atas gelar sahabat.

Baginya, Frederique setia.

Di bawah terik matahari siang,

Di tengah malam,

Dalam keadaan sakit atau sehat,

Dalam keadaan tenang atau badai,

Madam Frederique tampak terpaku pada pelana kuda raksasa itu,

yang keberaniannya dapat ditarik kembali sangat cocok dengan jiwanya sendiri.

Katakan padaku, orang tua,

apakah ini akan segera selesai?

Itu tergantung.

Aku tidak tahu.

Terkadang, benang itu bernyanyi untukku dan memberi tahu apa yang harus kulakukan.

Dan di waktu lain, mereka diam saja.

Mereka menolak, memelintir.

Berapa lama?

Berapa lama??

Berminggu-minggu...

mungkin berbulan-bulan.

Mantra ini, yang diterimanya dengan sepenuh hati,

terus bekerja padanya, bahkan di saat-saat kesendiriannya.

Ia habiskan waktu berjam-jam mempelajari permadani

saat permadani itu diperbaiki perlahan-lahan.

Dengan rasa terpesona, ia menyaksikan tangan-tangan lincah lelaki tua itu

menghidupkan kembali kereta hitam besar itu.

Jari-jarinya, dengan cekatan mengikat benang-benang,

tampaknya menenun dengan logika yang fatal, kehancurannya sendiri.

Ada apa? Kenapa kau tidak menurut?

Tanganku selalu patuh padaku. Mengapa kau tidak menolongku?

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left