Die ersten 200 Zeilen.
Apa kalian di sini untuk kencan buta?
Kalian memerlukan beberapa makanan yang spesial.
Oke.
Udang Rebus.
Kepiting Coklat.
Lobster keju.
Oke.
Tumis Bakso Udang dengan Buah Naga.
Oke.
Dan sepiring tiram.
Apakah kau punya teripang?
Ada.
Teripang tumis bawang daun.
Baik, teripang tumis bawang daun.
Sudah, itu saja.
Fight Against Evil 2.
Asisten Koki, siapkan makanannya.
Teripang tumis bawang daun sudah datang.
Makanannya sudah lengkap, silakan dinikmati.
Kau tidak menyukaiku?
Ah?
Oh.
Maaf.
Aku ada urusan mendadak.
Kalau begitu
aku pergi dulu.
Kau makanlah pelan-pelan.
Kalau begitu, kita masih akan bertemu?
Menurutku
kita berdua tidak terlalu cocok.
Aku juga tidak merasakan apa pun.
Kalau begitu
sampai jumpa, Sayang.
Tunggu sebentar.
Ada apa?
Kau bayar tagihannya.
Kau bercanda, Kak?
Kau datang untuk kencan buta,
tetapi malah menyuruh wanita yang bayar?
Kau yang pesan makanannya.
Aku memesannya untukmu.
Aku tidak makan.
Kau...
Baik.
Bos, mau bayar.
Baik.
Jadi 7.888 yuan.
Dibulatkan, cukup bayar 7.800 yuan saja.
Aku bayar setengahnya.
Sisanya, minta padanya.
Kau perhitungan sekali, Dik.
Bagaimana?
Pakai kartu atau uang tunai?
Udangmu ini 48 yuan per ekor.
Udang besar Amerika Selatan.
Kepiting ini 900 yuan per kg.
Kepiting impor dari Jepang.
Kepiting bulu shanghai ini dari Jepang?
Ada apa, Kawan?
Cari masalah, ya?
Begini, ya.
Aku sebagai polisi,
setiap hari harus bangun pagi dan tidur larut malam.
Jika makan makanan sialanmu ini,
kerja kerasku selama sebulan akan sia-sia.
Menurutmu pantas?
Kau adalah polisi, ya?
Tunjukkan Kartu Tanda Anggota Polisimu padaku.
Aku tidak punya.
Kalau begitu, untuk apa kau menggertak orang di sini?
Cepat bayar.
Aku suruh kau bayar, kau tidak dengar?
Lihat apa?
Kenapa?
Menyebalkan sekali!
Di depan adalah pintu, coba saja kalau kau berani keluar.
Aku beri tahu kau.
Jika hari ini kau tidak memberiku uang,
kau lihat saja, aku akan menghabisimu.
Habisi dia!
Sakit!
Aku akan membunuhmu!
Habisi dia!
Habisi dia!
Kenapa kau mendorongku?
Habisi dia!
Eh!
Eh! Eh! Kau jangan mendekat!
Li Hongqi, 34 tahun, NRP Polisi - Masa pengintaianku berakhir, sedang menunggu kembali ke tim, sedang cuti. Dalam keadaan tanpa Kartu Tanda Anggota Polisi
Polisi Satreskrim di Kantor Polisi Kota Binzhou.
Siapa yang lapor polisi?
Aku.
Aku yang lapor.
Apa yang terjadi?
Petugas, kalian harus tegakkan keadilan untuk kami.
Kami bertemu dengan preman sungguhan.
Makan, tetapi tidak mau bayar, malah menghancurkan restoran.
Dia memukul aku, lihatlah wajahku.
Kau lihat, adikku juga dipukulinya.
Itu orangnya, dia di sana.
Kau yang mengurus area ini, Liu?
Bukankah ini Kak Li?
Apa yang terjadi di sini?
Penipuan dengan modus perjodohan dan makanan, makanan dengan harga selangit.
Menipu siapa?
Aku.
Kau... ikut kencan buta?
Sudah umurnya. Tidak boleh?
Itu tidak salah juga.
Apa kalian tahu siapa dia?
Tahun 2009, Dong dari Toko Bahan Pangan Ke-2, tahu, 'kan?
Kak Li yang menangkapnya.
Polisi pahlawan.
Kalian semua malah membuat masalah.
Li si Kakak Ke-9?
Sudah tahu, ya?
Jangan ditaruh lagi, Kak.
Aku sudah tidak tahan lagi.
Bagaimana kalau kita kembali untuk membuat catatan kesaksian?
Ayo.
Ayo, bawa mereka pergi.
Kakak Ke-9.
Aku salah.
Tidak sadar diri.
Aku akan habiskan arak ini untukmu.
Tolong jangan marah lagi, oke?
Pergi ke kantor polisi dan katakan dengan jujur.
Nanti, aku akan makan di sini lagi.
Mari kita sambut komedian terkenal internasional, Guai Zi.
Silakan naik ke panggung dengan bersinar.
Selamat malam para penonton tercinta.
Aduh.
Kenapa panggungnya kurang satu bagian, ya?
Aku sampai jatuh ke bawah.
Teman-Teman yang baik, terima kasih
sudah datang ke Pusat Seni Timur Kota Fenghuang
untuk menyaksikan pertunjukan kami.
Terima kasih juga atas tepuk tangan yang meriah tadi.
Terima kasih.
Ayo, Teman-Teman yang baik, ulurkan tangan kalian yang kaya.
Tepuk tangan untuk menyambut partnerku, Doubao Kecil, silakan naik ke panggung dengan bersinar.
Partnerku ini bukanlah orang luar,
dia adalah istriku.
Aduh, sudah datang, ya, Dik.
Halo para penonton tercinta.
Halo.
Istriku merupakan seorang penari profesional.
Pinggangnya sangat bagus, sangat ramping.
Ayo, musik. Musik.
Bagaimana orang baru ini?
Si Doubao Kecil.
Kecil?
Kulihat tidak kecil.
Bukankah akan tahu jika lebih dekat?
Qi, malam ini kita makan apa, ya?
Kau mau makan apa?
Makan barbeku?
Boleh.
Eh? Di mana sepatuku?
Direktur Chen.
Jangan begitu sungkan.
Doubao, duduk.
Kelak, panggil aku Kak San saja.
Kak San.
Ya.
Ini kakakku, panggil Kak Ma.
Kak Ma.
Ini hadiah dari Kak Ma untukmu.
Cepat berterima kasih.
Terima kasih, Kak Ma.
Aku masih ada sedikit urusan, kau bantu aku temani kakakku.
Kak San.
Kak San.
Kak Ma.
Kak, apa yang kau lakukan?
Kak Ma, hari ini aku tidak enak badan.
Aku pergi dulu, Kak Ma.
Kau pikir kau bisa pergi hari ini?
Kak, apa yang kau katakan?
Suamimu sepertinya
pernah masuk penjara karena memakai narkoba, apa benar?
Dia sudah berhenti.
Sudah sembuh.
Aku bisa menghancurkannya sekali lagi, kau percaya?
Kak, jangan menakutiku.
Dengar-dengar, orang yang memakai narkoba
tidak bisa melakukan "itu".
Guai Zi.
Eh, Kak San.
Kemari.
Kemari, kemari.
Ada apa?
Aku menyiapkan beberapa kotak arak yang bagus, aku sisakan satu kotak untukmu.
Benarkah?
Mari ikut mengambilnya denganku.
Ah, baik, baik, baik.
Aduh, Kak San baik sekali.
Ma Qiang!
Keluar!
Hu Shan!
No comments yet. Be the first to leave one.