Die ersten 197 Zeilen.
TRIBUNE PAGI
KEJATUHAN KELUARGA BEAUFORT
Kuharap kau puas.
Terima kasih. Sama-sama.
Sesuai dugaan, penampilan hebatmu sebagai pasien terapi
menjadi topik hari ini di mana-mana.
Koran, media sosial,
semuanya.
Aku hanya bercerita autentik.
Autentik?
Di depan umum?
Strategi yang cerdas.
Apa kau sadar akan kerusakan
akibat usahamu mengesankan gadis sepele itu?
Ruby tidak sepele.
Dewasalah, James. Dengan perilaku seperti semalam,
kau membahayakan citra dan hubungan kita dengan keluarga Ellington.
Kau membahayakan usaha ibumu!
Ini peringatan terakhir.
Jauhi gadis itu.
Atau kau akan merasakan akibatnya.
MAXTON HALL THE WORLD BETWEEN US
BERDASARKAN NOVEL "SAVE YOU" KARYA MONA KASTEN
Kemarilah, Semuanya!
DONASI PEMECAH REKOR DI GALA ALICE CAMPBELL
Kau terlihat hebat.
"Sebesar 1,9 juta paun. Rekor donasi tertinggi.
Kesuksesannya berkat upaya luar biasa
dari penerima beasiswa Maxton Hall,
yang menyelenggarakan gala makan malam dengan timnya.
-'Nama Ruby Bell…'" -Ruby Bell.
"'…harus diingat,' kata Alice Campbell yang terkesan."
JAMES Bisa kita bicara?
RUBY Ya.
Kau mau mampir?
Tanyakan saja.
-Jika jadi kau… -Tentu tidak…
JAMES Sedang dalam perjalanan.
RUBY Baiklah.
Sekarang apa? Kenapa bahkan sekarang?
Kita kedatangan tamu.
Terlalu kecil.
Hai! Untukku? Baik sekali!
Bagaimana kau tahu fresia bunga kesukaanku?
Jika kau menyakiti kakakku lagi, aku akan menghancurkanmu.
Maaf agak berantakan.
Aku tak sempat merapikannya.
Jika ini berantakan,
entah seperti apa saat rapi.
Sudah berapa lama itu?
Dari usia tujuh tahun.
Kau selalu tahu yang kau inginkan, ya?
Kalau menyangkut Oxford, ya.
Dari mana kau dapat kekuatan untuk tak menyerah?
Jika kau sangat menginginkannya hingga tak bisa dihentikan…
saat kau sadar hidupmu tak akan utuh tanpanya…
kau tak akan menyerah.
Bagaimana jika kehilangan yang diinginkan itu?
Aku sangat merindukanmu.
Aku tak mau kita dihalangi lagi.
Percayalah, aku sangat ingin.
Aku tak mau merusaknya lagi.
Kukira aku kehilanganmu selamanya.
Sebagian darimu sudah.
Bagian itu sudah tak ada lagi.
Aku tahu aku sangat menyakitimu.
Aku sangat menyesal.
Andai bisa kuubah.
Kukira aku tak akan memercayaimu lagi.
Namun, ucapanmu kemarin benar-benar menyentuhku.
Menurutku itu sangat berani.
Andai ayahku juga menganggapnya begitu.
Dua hari lagi, aku harus ikut wawancara Oxford.
Mewakili Beaufort Muda menuruti kata ayahku.
Menikahi Elaine kelak.
Apa?
Hei. Bukan itu yang kuinginkan.
Itu keinginan ayahku, Ruby.
Kenapa harus begitu rumit?
Aku berharap bisa mengubahnya. Sungguh.
Aku ingin kabur bersamamu.
Itu kebalikan dari "tidak kabur lagi".
Semuanya akan ditanggung oleh Lyd.
Itu tidak bisa.
Kita harus cari cara lain.
Jangan sampai orang lain tahu.
Di sekolah atau di mana pun.
Jika tak ada yang tahu hubungan kita, kita aman.
Aku tak mau berpura-pura lagi, Ruby.
-Aku berjanji kepada diriku. -Bukan pura-pura, James.
Ini demi melindungi kita.
Terutama saat ditentang orang.
Mereka baru akan tahu saat kita siap.
Setuju?
Orang tuaku sudah memanggil.
Makan malam sudah siap.
Hanya dengan belajar dari kesalahan,
mengatasi ketakutan,
dan membuka hati, meski telah terluka,
kita berkesempatan untuk pulih.
GRAHAM Apa kabar? Aku ingin bicara.
Apa ada kesempatan untuk kita bertemu? G.
Aku ingin ada untukmu. G.
Lydia.
Mau ke mana?
Hanya ingin memeriksa mawar Ibu.
Kau tahu di mana kakakmu?
Ayah.
Aku hanya ingin bilang
aku minta maaf karena tak datang saat ada rapat.
Aku tahu Ayah kecewa denganku.
Sayangnya, hal itu tak mengejutkanku.
Kau sudah sering mengecewakan hingga Ayah selalu punya rencana B.
Berapa lama Ayah akan menghukumku?
Aku jatuh cinta dengan orang yang memanfaatkanku.
Baik, itu kesalahan.
Bukankah itu sudah cukup buruk untukku?
Membuat kesalahan dari ketidaktahuan tidak memalukan.
Namun, memalukan jika tak belajar dari kesalahan.
Ayah mengamatimu sejak saat itu.
Kau tak bisa dikendalikan, Lydia.
Meski cerdas dan berbakat,
emosimu tetap tidak stabil.
Kita setuju untuk menjaga James bersama-sama.
Ketimbang mendukungku untuk membawanya kembali,
kau malah membuat masalah.
Kau punya banyak kesempatan untuk meyakinkan Ayah
sebagai partner yang bisa diandalkan bagi Ayah dan Beaufort.
Sayangnya, kau selalu membuktikan yang sebaliknya.
Kepercayaan harus diperoleh, Lydia.
Semua orang yang mencintaiku, kudorong menjauh.
Itu juga menyakiti diriku.
Aku melibatkan orang-orang yang tak seharusnya.
Astaga.
-Aku menyakiti wanita… -Apa?
…yang sangat berarti bagiku…
ketimbang mengakui aku benar-benar tersesat.
Baiklah, terserah apa katamu,
tetapi itu pernyataan cinta.
-Apa mereka bersama sekarang? -Mustahil!
Kita harus mengatur pemotretan grup untuk buku tahunan.
-Aku tak bisa mendapatkan ide. -Sudah kuduga.
Sudah kusiapkan sesuatu yang mungkin kau suka.
Agar sesuai topik ujian, kita bisa memakai
tema A Midsummer Night's Dream karya Shakespeare.
Lumayan, Rutherford.
Bagaimana setnya?
-Beaufort, bantuanmu selalu diterima. -Permisi sebentar.
Apa ini disetujui?
Tidak?
-Lakukan saja. -Lakukan saja.
-Halo, Bu Campbell. -Halo, Ruby.
Senang mendengarmu. Kau baik-baik saja?
Ya, baik. Apa kabar?
Aku masih sangat gembira karena kemarin malam.
Ruby, aku tahu ini mendadak.
Apa kau punya rencana untuk besok siang?
Besok? Tidak ada.
Kenapa?
Ada berita bagus?
Alice Campbell mengundangku dan ingin membuat penawaran.
-Astaga, selamat. -Bagus sekali.
Selamat, Ruby.
Tidak. Kurasa tak ada apa-apa.
LYDIA Awas: Elaine
Hei, Lyd.
Cyril.
Aku ingin tanya soal topik Shakespeare.
Banyak elf, peri, dan keledai, aku mulai bingung.
Dari sudut pandangku, hanya ada satu keledai.
Lucu.
Sungguh, aku tak ingin gagal.
-Bisa bantu aku? -Tentu.
Sandiwara Shakespeare adalah keahlianku.
Tidak masalah.
Sempurna, terima kasih.
Aku harus pergi.
Alistair menungguku.
-Sampai jumpa. -Sampai jumpa.
LYDIA Awas: Elaine
Ini kau…
-Lalu? Siapa menang? -Belum ada.
Awas: Elaine mengawasimu dan Ruby.
-Hei. -Hei.
Apa kabar?
Baik.
Ya, aku tahu.
Banyak perubahan saat ini.
Aku…
Kau tahu, aku…
Aku merindukanmu. Soal…
Soal kita.
Maksudku, kita semua.
Bahkan mereka.
Karena itulah aku berpikir
untuk pergi piknik.
Piknik putih.
No comments yet. Be the first to leave one.