Die ersten 200 Zeilen.
Diterjemahkan Oleh: ervanderz
- Astaga. - Mau lagi?
Ya, Daddy.
Teruskan.
- Oh, Astaga. - Oh!
Hai, ini Ibu.
Kau jadi datang ke pemakaman hari ini atau tidak?
Karena kita harus segera berangkat dan kau bilang sudah mau berangkat.
Tapi kata Ayahmu, kau tak jadi datang.
Dia selalu ketinggalan informasi, jadi...
Dia masih di gym jadi siapa tahu kita bisa sekalian jemput dia.
Danielle, ayahmu, tidak berguna.
Ibu memintanya untuk melakukan satu hal hari ini, satu saja.
Telepon saja Ibu kembali, oke?
Telepon, jangan SMS, ya.
Hari yang sibuk?
Ya.
Ada makan siang yang harus kusiapkan.
Oh, apakah ini klien lain?
- Ya. - Dia punya rambut?
- Ya, beberapa. - Apa dia punya gigi?
Ya.
Bagaimana kau mau lulus kuliah hukum
jika kau sibuk bermain-main dengan orang-orang ini?
Bagaimana kau mau lulus kuliah hukum
jika kau sibuk bermain-main dengan orang-orang ini?
Jangan lupa.
Terima kasih.
Apa kau ingat?
Oh ya.
Ya, ya, ya.
Aku sungguh ingin membantumu untuk gelar sarjanamu
dan kuliah hukum-mu dan segalanya,
dan kupikir sangat bagus untuk mendukung perempuan,
terutama pengusaha perempuan.
- Aku tahu. - Siapa yang tak akan melakukan apa-apa
dengan jurusan utama bisnis dan jurusan pendukung sosiologi.
- Oke. Keren. - Kau adalah masa depan.
Bagus.
Luar biasa.
- Halo. - Hai.
Senang bertemu kalian.
Danielle!
- Danielle! - Tolong jangan berteriak!
Aku hanya ingin memastikan dia melihat kita.
Kau mempermalukan diri sendiri.
Bisa tidak, jangan ganggu aku?
- Hai, Ayah. - Hai, Sayang.
Kami bisa memberimu tumpangan.
Tak apa-apa. Kenapa Ayah membawa van?
Ibumu lupa memberitahu Ayah
jika dia memperbaiki mobilnya sendiri.
Aku sudah memberitahunya.
Ayah harus pindahkan
semua barang ke belakang. Faktanya,
tak ada ruang bagi Ayah untuk mengemudi di depan.
Ibumu harus mengemudi.
Aku sudah memberitahumu.
Dia tak mendengarkan atau dia kena Alzheimer.
Bagaimana pemakamannya?
Eulogi itu omong kosong.
- Aku menyukai mereka. - Kau suka semuanya.
Kau memakai riasan.
Kau terlihat cantik dengan riasan.
Terima kasih.
Bagaimana penampilan Ibu?
Ibu tampak cantik.
- Benarkah? - Ya, Bu, Ibu terlihat cantik.
kamu tidak bilang itu dengan meyakinkan.
Ibu cantik, Bu.
Darimana kamu dapat gelang itu?
- Entahlah. - Wow, kelihatannya mahal.
Kurasa Ibu yang belikan untukku sewaktu SMA dulu
- atau semacamnya. - Betulkah?
- Ya. - Ibu luar biasa.
Baiklah, kita masuk?
Apa kegiatanku, sekali lagi?
Bilang saja ka baru saja menyelesaikan ajian akhir
dan kau menjalani beberapa wawancara kerja.
Meskipun Moira di sini dan putrinya Stephanie...
- Jessica. - Masa bodo.
Dia semacam marketing eksekutif
semacam humas gitu deh.
Asisten.
Tepat sekali. Sebaiknya kau mengobrol dengannya.
Tidak, dia tidak ingin ngobrol dengannya.
Dia tidak tertarik dengan marketing.
Itu cuma sebuah pekerjaan.
Kenapa Maya ada di sini?
- Sial. - Ya, Tuhan, Ayah.
Kita akan berada di sini satu jam lagi.
Mengapa kau menaruhnya seperti itu dari awal?
Barangnya kebanyakan jika dimasukkan sekaligus.
Dengar Ayah dulu, oke?
Kenapa tak bilang saja pada orang-orang
untuk sementara kamu akan bekerja dengan Ayah,
dengan ayahmu, hanya sampai kamu menemukan sesuatu yang lebih baik.
Tidak, tidak. Dia tidak akan mengatakan itu.
Kenapa tidak?
Katakan sejujurnya bagaimana penampilanku.
- Ibu terlihat cantik, Bu. - Apa rambutnya lebih bagus?
Deb, apa kau membawa ponselku?
Tidak, kau itu udah kena Alzheimer.
Kau baik-baik saja?
- Ya. - Sungguh?
Boleh ibu bisikkan sesuatu padamu?
Baik.
Jangan ada urusan konyol dengan Maya.
Apa artinya itu?
Kamu tahu apa artinya itu.
Berhenti.
Kamu beruntung Ibu berpikiran terbuka.
Oke, Ibu benar, aku harus mencium tanah
tempat Ibu berjalan karena tak mengusirku dari rumah.
Kau tak di rumah kami, Kau hanya ada di daftar gaji kami.
Bisa kita masuk?
Ya, aku sudah menunggumu.
- Baik. - Ayo jalan.
Sekarang kau yang tak menungguku.
- Awasi anak-anak. - Tunggu, Bu. Siapa yang meninggal?
Aku turut berduka atas kehilanganmu.
- Terima kasih. - Ya, ini sangat menyedihkan.
Ya.
Dia begitu penuh kasih sayang.
Dia sangat...
Aku benar benar...
Oh, Maya, maksudku Danielle.
Columbia, ya Tuhan. Itu luar biasa.
Benar. Tapi itu bukan pilihan pertama kami.
- Kau pasti sangat bangga. - itu sungguh luar biasa,
jujur kukatakan.
Apa bidang pekerjaan yang kau minati?
Semacam di media, kau tahu?
Tidak.
Oh, kau terlihat luar biasa.
Terima kasih, begitu juga denganmu.
Abbie akan sangat senang.
Apa Danielle masuk jurusan hukum atau S2?
Tidak keduanya sekarang.
Dia baru saja menerima beberapa wawancara kerja.
Itu hebat.
- Dia kehilangan begitu banyak berat badan. - Ya. Cukup banyak.
Apa dia baik-baik saja?
Dia hanya, stres karena ujian akhir.
Dia berkencan dengan seseorang?
Tidak untuk saat ini, tidak.
Maya berkencan dengan seseorang?
Tidak untuk saat ini, tidak.
Bagaimana bisa?
Permisi.
Tentu saja.
Aku merasa kasihan pada Debbie.
- Senang bertemu denganmu. - Terima kasih.
Terima kasih sudah datang.
Ada beberapa bagel di atas meja.
Oh, aku akan ambil satu.
Ya.
Maya bilang dia mengganti jurusannya setidaknya belasan kali.
Apakah menurutmu dia memiliki kelainan makan?
Siapa itu? Dia Imut.
Putra Janice dan Maury. Max, kurasa.
Permisi.
- Hai. - Hai.
- Apa kabar? - Baik, kau bagaimana?
Aku baik. Sangat baik
Ya, sepertinya begitu. Tampak baik.
Selamat atas kuliah hukummu, itu sangat bagus.
Terima kasih.
Hanya butuh waktu empat bulan bagimu.
Bagaimana kegiatan mengasuhmu?
Baik.
Apa kegiatanmu, apa kau di sini musim panas ini?
Aku tak mengira akan melihatmu hari ini
karena kupikir kau masih ujian akhir.
Aku sudah menyelesaikannya, kemarin.
Lalu apa, kau hanya ingin segera pulang
untuk sahabatmu Annie?
Abbie.
itu yang kusebut barusan.
Yah aku magang untuknya di SMA.
Oh ya, tentu saja.
Ya, jadi menurutku dan Ibuku
akan lebih bagus bersama keluarga saat ini.
Memamerkanmu, sangat pas untuk Katherine.
Apa kau...
kau pernah ke pemakaman?
Ya.
- Betulkah? - Tentu saja.
Ya.
Ayahmu agak lelah,
Dia bilang kau terlambat.
Oke, jika dia bilang itu, lalu kenapa kau bertanya?
Kau tak bisa datang saat pesta usai
untuk acara shiva dan cuma cari makan enak.
Aku tak begitu. Aku ikut dari awal.
Memang kau mencariku dan bertanya pada semua orang?
Tidak, aku tak mencarimu. Jujur aja, deh.
Dimana Danielle?
Apa bagian favoritmu dari layanan ini?
Semuanya indah.
No comments yet. Be the first to leave one.