Die ersten 129 Zeilen.
Sub Oleh WETV
Menulis nyanyian
Dengan namaku
Setiap goresan
Terukir tidak biasa
Sungai menjadi lautan
Langit terbuka
Angin kencang dan api yang dahsyat
Anggap candaan
Hancurkan penilaian arogan
Dunia ini luas, jalan di depan juga lebar
Memahami hidup dan mati
Menunjukkan ketidaksudian
Satu pikiran dapat mengatasi ribuan rintangan
Akulah satu-satunya orang yang akan sewenang-wenang selamanya
Kesepian melawan takdir
Tidak takut melawan arus dalam situasi putus asa
Membalas penderitaan
Hancurkan situasi yang selalu berubah
Biarkan peraturan berubah untukku
Melihat waktu menguatkan hati
Meninggalkan jawaban yang legendaris
Melawan kekuatan Langit dengan kegigihan
Membangun monumen dengan darah dan air mata
Melatih tubuh
Tidak kenal takut
Menghancurkan bintang dengan tekad
Menghancurkan kebuntuan dengan keberuntungan
Semuanya hanya demi
Menuliskan jawaban yang kuinginkan
Menerobos Pengepungan
Animasi ini diadaptasi dari novel Chen Dong "Dunia Sempurna"
Episode 203
Episode sebelumnya
Kecuali tiga orang ini.
Tidak peduli siapa yang membunuhnya, aku akan membantu klan tersebut
menghilangkan pengikisan kekuatan Kuno Abadi.
Kalian pikir trik sepele seperti ini bisa menipuku?
Tanah Universal diperebutkan oleh Raja Peri.
Mutiara Penyegel Dewa?
Tempat Tanah Universal Kuno Abadi
Adik Sialan.
Secepat ini kau tidak mengenalku lagi?
Burung Qingluan panggang.
Wangi sekali.
Tidak kusangka kau lumayan kaya juga.
Kau adalah
Penyihir?
Aura dewa?
Ada tiga aura dewa?
Bocah ini memang sudah bangkit.
Takutnya kelak jarang ada orang yang bisa menandinginya.
Dasar pencuri yang tidak tahu berterima kasih.
Mencari sampai ke tempat pelatihanku.
Apakah kau berniat jahat terhadapku?
Beraninya kau mengataiku.
Kita berurusan berkali-kali, kau selalu menggunakan tubuh spiritual.
Coba kuperiksa apakah kali ini tubuh asli.
Waktu itu aku memberimu dewi suci.
Kau masih mau mengambil manfaat dariku.
Oh ya, Yue Chan ditangkap olehmu.
Apakah ada perkembangan selanjutnya?
Beraninya kau mengatakannya.
Kenapa kau ada di sini?
Aku datang mencari Tanah Universal.
Oh.
Kupikir kau juga melihat kaldron berlumuran darah yang membawa orang.
Itu adalah kaldron besar yang membawa energi langit dan bumi
dan dapat menghancurkan kehampaan.
Kelihatan sangat berharga.
Kau melihat kaldron itu?
Di mana?
Kau jangan mengira aku senang berada di sini.
Aku sedang berlatih ilmu rahasia, perlu tubuh abadi,
sedangkan kaldron ini ada di bawah sini.
Siapa pun ingin menyentuh dan memeriksanya dengan cermat, 'kan?
Zirah Emas Abadi
Dilihat dari bahannya, terbuat dari emas abadi.
Kuambil zirah ini.
Aku tidak merebut Tanah Universal denganmu lagi.
Tekanan darah tadi pasti bukan ditinggalkan oleh orang pada zaman ini.
Awalnya aku curiga kau menipuku agar membantumu menggali tanah.
Sepertinya kaldron itu benaran ada di bawah.
Kau pikir aku licik sepertimu?
Bahkan Mata Langit juga tidak bisa melihatnya.
Bukan benda masa lalu.
Bukan benda saat ini.
Kenapa datang mencariku?
Kaisar Langit Ye (Fan) Master misterius dari masa depan
Hanya proyeksi saja sudah membuat kehampaan beresonansi.
Auranya sangat bergejolak.
Siapa yang begitu kuat?
Tekanan seperti ini
sepertinya dapat menyaingi Dewi Dedalu pada masa puncak.
Si gendut itu adalah
Cao Yusheng?
Itu kaldronnya.
Itu kaldronnya.
Tidak berada di langit dan bumi.
Tidak seharusnya berada di sini.
Tidak dapat dijelaskan.
Sebenarnya apa yang sedang dikatakannya?
Orang yang datang jauh lebih unggul dari Pemimpin,
seharusnya menjadi Kaisar Langit, tapi kenapa beresonansi dengan Shi Hao?
Apakah beberapa tahun yang lalu orang itu sudah tahu Shi Hao
akan datang ke sini?
Ternyata hanya pantulan dari tetesan darah ini.
Orang-orang itu, kaldron itu,
hanya tempahan saja.
Sepertinya sedang menceritakan sebuah bencana.
Bencana yang melanda langit dan bumi dan memiliki pengaruh sangat luas.
Setetes darah yang dikirim dengan sepenuh usaha ini
sangat penting bagiku.
Tadi itu siapa?
Tidak tahu.
Melihat momentumnya, jauh melampaui Master.
Pastinya bukan manusia biasa.
Selain itu, si gendut itu sangat mirip Cao Yusheng.
Juga wanita yang menutup wajahnya...
Sepertinya kaldron ini pernah datang ke sini.
Namun, menghancurkan kehampaan dan pergi.
Hanya meninggalkan setetes darah ini untuk menggambarkan kejadian masa lalu.
Puncak Dewa Langit Tanah Kuno Pohon Dewa Langit Kuno Abadi
Kawan.
Kau benaran menemukan Tanah Universal?
Aku juga akan menepati janji, pergi bersamamu.
Astaga.
Ini Pohon Dewa Langit.
Aku juga berkontribusi dalam mengambil Tanah Universal.
No comments yet. Be the first to leave one.