The Idol

The Idol

Download Indonesian Untertitel

Staffel 1

Release Info

The Idol S01E01 Pop Tarts And Rat Tales 1080p MAX WEB-DL DDP5 1 x264-KiNGS
Ein Kommentar von Vilanelle
Resync for MAX | 54.28

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
TS
Veröffentlicht am: 2023-06-05
Downloads: 92
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Baiklah, semua siap.

Beri aku tawa itu lagi, Joss.

Itu bagus, ya.

Berikan kepolosan.

Itu bagus. Tatap lensanya.

Tatapan mata besar.

Cantik.

Sekarang, nakal.

Bermain dengan kamera.

Baik, ekspresi seksual sekarang.

Itu bagus.

Sisi rapuh.

Cantik.

Sekarang emosional.

Itu cantik.

Cantik.

Aku masuk.

- Tolong perbaiki rambutnya. - Baiklah. Ya.

Bisa berikan motif zebra di sini?

Joss.

Biarkan lampu ini.

- Bisa minta air? - Aku akan cari, ya.

Joss.

Waktunya bangun, Joss.

Kopinya ada di meja.

Terima kasih.

Tapi apa kata gambarnya?

Bahwa dia muda, cantik, dan rusak.

Bukan rusak.

Dia punya masalah yang dia atasi dengan indah.

Baiklah.

Tapi jubahnya, gelang RS...

Apa kita meromantisasi penyakit mental?

Tentu saja.

Kau tak keberatan? Tak apa?

Ya, kalian sangat ketinggalan zaman.

- Ini dia. - "Kalian"?

Kalian warganet berpendidikan tinggi.

Baiklah. Kau mengkritikku karena berkuliah.

Biarkan orang menikmati seks, narkoba, dan gadis seksi.

- Berhenti menghalangi Amerika. - Nikki, aku bukan pemalu soal seks.

Aku hanya tak merasa dengan apa yang dia lalui...

Dia harus pakai gelang RS.

- Penyakit mental itu seksi. - Tidak.

Ya. Jika kau tinggal di Sioux City, Iowa...

Kau takkan pernah bertemu gadis seperti Jocelyn.

Dia tak berjalan di jalanan, tak bersekolah di SMA-mu...

Tak bekerja di bar atau restoran, dan tak menikahi sahabatmu.

Jika ada kemungkinan dia lakukan itu, dia tetap tak akan menidurimu...

Kecuali dia punya masalah mental yang sangat serius.

Itu sebabnya penyakit mental itu seksi.

Bagus. Terus menatap. Di sini.

Itu poin yang cukup bagus.

Cantik.

Ya, rentangkan dirimu.

Ya. Ceria. Aku menyukainya.

Maaf. Bisa tunggu sebentar?

Ini tak bisa menunggu. Bisakah kau... Maaf, Jocelyn.

Aku segera kembali.

Dia hebat, harus kau akui.

- Cantik. - Tak ada sejak Brigitte Bardot.

Sharon Tate kecil.

Astaga.

Menurut perjanjian soal telanjang...

Kita hanya bisa menunjukkan payudara samping, bawah...

Dan bagian samping.

Aku tak minta. Dia yang melakukannya.

- Apa ada masalah? - Kuserahkan yang ini padamu.

- Areolanya terlihat jelas. - Ya, tampak bagus.

Meski begitu, kita tak bisa melakukan ini.

Tak bisa lakukan apa?

- Menunjukkan dadanya. - Ya.

Perjanjian soal telanjang sudah dinegosiasikan...

Dengan label, timnya, dan...

- Apa kabar? - Hai. Apa yang kita bicarakan?

- Payudaramu. - Perjanjian telanjang.

- Itu sangat ketat. - Ini tubuhku.

Ya. Benar dan tak ada yang mendebat itu.

Jika kau ingin menunjukkan tubuhmu, dan itu memang bagus...

Kita harus mengubah perjanjiannya.

Baiklah, mari kita ubah perjanjiannya.

Setidaknya butuh 48 jam.

Baik. Jadi, aku tak boleh menunjukkan tubuhku?

Tidak secara umum, seperti struktur hak asasi manusia.

Chaim, tutup teleponnya, ini darurat.

- Apa? - Darurat. Aku membutuhkanmu di sini.

Kau sadar betapa menyebalkan dan gilanya itu?

Itu sangat progresif.

Untuk memastikan dia tidak merasa tertekan.

- Baik. Aku tak tertekan. - Aku menghormati itu.

- Ini sampul albumnya. - Ini juga payudaraku dan rumahku.

Aku sangat menghormati otonomi tubuh.

Juan, aku harus pergi. Kita bicara lagi nanti.

Chaim?

- Apa? - Aku harus tunjukkan sesuatu.

- Ini. - Apa itu?

- Foto ini tersebar. - Sebelas menit lalu.

- Ya, tapi apa itu? - Chaim, itu sperma.

- Apa? - Di wajahnya.

Apa?

Seseorang ejakulasi di wajahnya, lalu memotretnya.

Kau mau lebih dekat?

Astaga...

- Siapa pelakunya? - Aku tak tahu.

- Itu swafoto? Dia memotret... - Ya, jelas dari sudutnya.

- Itu seperti... - Dia berlutut.

- Dia tak berdiri. - Dia di lantai.

Kenapa dia melakukannya sendiri? Apa?

Pria itu mungkin tampan, punya penis besar...

- Dan Joss senang. - Dia tidak bisa...

Dia terkenal. Dia tidak bisa begitu. Dia tak bisa berswafoto...

- Aku akan cari tahu siapa dia. - Di mana dan kapan?

- Kau tahu siapa. - Tidak.

- Kau tinggal di sini. - Kau tahu.

- Sungguh? - Kau juga. Siapa...

Aku tahu siapa yang masuk ke kamar, tapi aku tak tahu siapa...

Siapa yang ejakulasi di wajahnya.

Saat kutemukan pelakunya, akan kutembak kepalanya.

- Kau mengerti? - Itu salahmu.

- Aku berusaha menjadi teman baik... - Kau bekerja untuknya.

- Jangan bohong. - Tidak. Ini baru 11 menit.

- Jika beri aku sepuluh menit lagi... - Berapa orang lagi?

- Berdasarkan waktu... - Diam!

- Ada apa? - Kami memesan makan siang.

- Apa kabar? - Tidak ada.

Kami hanya mengurus omong kosong di sini.

- Chaim, koordinator keintiman ini... - Baiklah.

Baiklah, apa yang akan kita lakukan di sini?

Ambil ponsel Jocelyn dan sembunyikan darinya.

- Berikan ponselnya. - Maksudku...

- Dia belum lihat, 'kan? - Belum.

Pastikan dia tak lihat.

Jocelyn berada di posisi yang cukup rentan...

Dengan kekuasaan dan hak istimewa miliknya.

Dia terlihat sangat rentan.

- Ini sebenarnya... - Hei. Apa kabar?

- Baik. Hai. - Bagus.

Kau dan aku akan bicara secara pribadi.

Sebenarnya kami sedang membahas sesuatu.

Sekarang kau akan membahas sesuatu yang lain. Mengerti? Ayo.

- Terima kasih banyak. - Terus buat keajaiban, Semuanya.

Lewat sini. Kemarilah.

Orang yang difoto mengatakan dia ingin menunjukkan payudaranya.

Dia ingin melakukannya.

Seseorang bawa pulang kucing itu dari penampungan.

Tunjukkan kuku lagi seperti kucing. Seperti kucing.

Aku di sini untuk melindungi orang yang kau pedulikan!

- Benarkah? - Ya.

Aku bisa atasi. Jadi, terima kasih banyak...

Tapi kau tak perlu melakukan itu dengan mengacau seharian.

Ya. Itu tampak bagus.

Kau akan berterima kasih saat kau 60 tahun.

Itu luar biasa.

Tunjukan sedikit puting karena pengawas puting sudah pergi.

Jika dia ingin telanjang...

Hanya perlu buat ulang perjanjiannya dan kembali dalam 48 jam.

Apa yang harus kulakukan hari ini? Sudah kubayar untuk hari ini.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Buang uang itu begitu saja?

Itu harga keselamatan.

Ayo masuk. Dengar, kemarilah.

Aku tak mau semua dengar. Ayo masuk ke sini.

Itu kamar mandi.

Ini kamar mandi yang sangat besar. Kumohon.

Masuk.

- Apa yang kau lakukan? - Harga keselamatan.

Hei. Kau. Kemarilah. Kau mau 5.000 dolar?

Tutup pintu ini selama tiga jam ke depan. Tiga jam.

Tahan. Kau harus menahannya sangat keras.

- Paham? Bukan urusanmu. - Siapa itu?

- Lakukan atau pergi. Mengerti? - Ya.

Baik, bagus. Ini 2.000 dolar. Akan kuberikan sisanya nanti.

Jangan biarkan dia keluar.

Astaga.

Baiklah! Terima kasih, Daniel.

Kau bekerja dengan baik. Semua orang merasa aman.

Jika musiknya makin keras, seseorang mengambil ponselku.

Kenapa kau menjaga payudara itu?

- Bagus. Cantik. - Kenapa?

Bisa bicara sebentar?

- Baik. - Lewat sini.

- Aku akan kembali. - Jocelyn, berikan aku tawa itu lagi.

Cari Jocelyn di Google. Sekarang.

- Cari Jocelyn di Google? - Ya.

Lihatlah.

- Gambar? - Ya.

- Apa? - Ya.

Tenang...

- Apa dia tahu tentang ini? - Tidak, dia tidak tahu. Mengerti?

- Apa ini? Siapa yang melakukan ini? - Kita tak tahu, tapi akan kita urus.

- Dasar gadis kurang ajar. Sial! - Benjamin datang. Ayo bicara.

Apa yang akan kita lakukan saat dia melihat foto ini...

- Dan alami gangguan psikotik? - Rahasiakan...

- Selama mungkin. - Tidak, dia...

Dia takkan mengalami gangguan itu.

- Dia mungkin sedang lihat sekarang. - Mari kita tenang.

- Tarik napas dalam. - Baik.

Aku akan memberikan informasi. Aku ingin itu dipahami dengan tenang.

Kita topik terpopuler nomor satu di Twitter.

- Baiklah. - Itu bukan...

Tidak, jika kutemukan pelakunya...

More Indonesian subtitles for The Idol

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left