Die ersten 151 Zeilen.
5 TAHUN LALU
"WILL SERFORT, 10 TAHUN" Katanya dia tak bisa menggunakan sihir.
Ada anak seperti itu, ya? Aku baru tahu.
Kok, bisa diterima di akademi sihir?
Katanya dia cuma dijadikan umpan agar Nona Elfaria mau masuk akademi.
Dia sudah tak berguna lagi, dong.
Karena Nona Elfaria sudah menjadi Magia Vander.
Paling dia akan segera dikeluarkan.
PROFESOR AKADEMI SIHIR RIGARDEN, WORKNER NORGRAM
RUANG KEPALA AKADEMI SIHIR RIGARDEN
KEPALA AKADEMI SIHIR RIGARDEN, CALDRON ANOUB
Baiklah, Workner.
Aku mengizinkan dia melanjutkan pendidikan.
A-Apa Anda yakin?
Will tak bisa menggunakan sihir.
Ya. Karena ini sangat menarik.
Baru kali ini ada pedang yang ingin menjadi tongkat sihir.
Jika saya giat belajar di akademi, apa saya diizinkan memanjat menara?
Jika saya bertambah kuat, apa saya bisa menyusul Elfie?
Dengan kerja keras tiada letih dan tekad kuat pantang menyerah,
mungkin saja bisa.
Maaf, ya.
Namun, ini salahmu karena lalai menjaganya.
Pedang ingin menjadi tongkat sihir?
Bagaimana kelanjutannya, ya?
WISTORIA
PANTANG MENYERAH
KIKI SI PIARAAN
Memanjat menara
adalah istilah umum untuk naik ke Institut Tinggi.
Untuk menjadi seorang Magia Vander yang berkuasa di puncak Mercedes Caulis,
kalian harus diakui sebagai yang terbaik di Institut Tinggi.
Ada dua cara untuk naik ke Institut Tinggi.
Cara pertama adalah menciptakan sihir baru.
Cara kedua adalah mendapatkan kredit sebanyak 7.200 atau lebih di akademi ini.
Hanya ada segelintir orang yang bisa menciptakan sihir baru.
Karena itu, kebanyakan siswa hanya fokus mengumpulkan kredit.
Namun...!
Kalian semua! Boro-boro naik ke Institut Tinggi,
buat lulus saja, kredit kalian masih kurang!
Aku akan membina kalian lewat remedial!
"SISWI AKADEMI SIHIR RIGARDEN TAHUN KE-6" Remedial Pak Workner sangat intens, ya.
"COLETTE LOIRE" Ya.
Ada banyak ujian percobaan sampai latihan sihir brutal.
Padahal kamu sudah melibas semua kredit ujian tulis.
Ternyata Pak Workner sadis juga, ya.
Soalnya realisasi sihirku nol besar.
Kekuranganku itu tak boleh dijadikan alasan untuk menyerah.
Selain itu, Pak Workner masih baik karena mau memberikan remedial.
Profesor lain tak mungkin membantu siswa sejauh itu.
Kamu benar.
Terutama Pak Edward yang berhati dingin itu.
Serius!
Sion mengalahkan Evil Sentinel!
"SISWA AKADEMI SIHIR RIGARDEN TAHUN KE-6" Monster dengan kredit sepuluh itu?
"GORDON VALLEY" Sendirian? Masa, sih?
"SISWA AKADEMI SIHIR RIGARDEN TAHUN KE-6" Ya! Kami berdua langsung dikalahkan,
"LYRIL MARS" tapi saat aku siuman,
Sion sudah membunuh Sentinel itu.
Sion makin diperhitungkan.
Mungkin posisi tiga besar akan berubah sebentar lagi.
Tuan Sion memang hebat!
SISWA AKADEMI SIHIR RIGARDEN TAHUN KE-6, SION ULSTER
Bukan aku.
Sebenarnya...
Jangan berlagak!
Dasar nol besar!
Hei, Sion! Kamu bikin keributan terus!
Apa sih, maumu?
He-Hei, Sion.
Apa-apaan dia?
Will, apa terjadi sesuatu di antara kalian?
Ya.
Begitulah.
Will Serfort harus segera dikeluarkan.
Kepala Akademi Caldron.
Astaga, kenapa mendadak seperti itu?
"PROFESOR AKADEMI SIHIR RIGARDEN" Edward.
"EDWARD SERFENCE"
Will sudah mencapai tahun keenam dan terakhir.
Kenapa harus mengeluarkannya sekarang?
Pendekar seperti dia tak boleh berada di akademi penyihir kita.
Saya tak sudi mengakui sosok yang mengungguli penyihir tanpa sihir.
Will Serfort.
Dia selalu meraih nilai terbaik di ujian tulis.
Karya tulisnya juga sangat menarik.
Jika kita mengabaikan kekurangannya di realisasi sihir,
dia adalah siswa teladan yang sangat ideal.
Selain menjadi Magia Vander, jalan kariernya masih terbuka luas
seperti menjadi rekayasawan atau ahli obat.
Salah satu kewajiban akademi
adalah membina para cendekia agar mereka siap di hari penentuan.
Masalahnya, dia tetap bersikeras menjadi Magia Vander.
Itu memang masalah besar.
Baiklah, Edward.
Kamu boleh mengujinya.
Karena kamu sudah tahu kebenaran tentang Will.
Jika dia gagal dalam ujianmu,
aku akan memberimu kuasa untuk mengeluarkan anak itu.
Apa Anda yakin?
Saya takkan sebaik Workner.
Tidak apa-apa.
Kamu bebas menentukan ujiannya.
Ujilah dia sesuka hati dan nilailah kapasitasnya.
Wahai Penyihir Viper Hitam yang paling tahu tentang Magia Vander.
Maaf, Colette.
Aku selalu merepotkanmu karena tak bisa menggunakan sihir.
Ini bukan masalah besar, kok.
Kamu selalu menyimpannya di situ, ya.
Ya.
Aku tidak diizinkan membawa pedang di akademi.
Jika aku kembali ke asrama, teman sekamarku enggan melepasku.
Namanya Rosty, 'kan?
Kalian sangat akur, ya.
Biasa-biasa saja.
AULA BELAJAR
Tahun Ke-344 di Era Sihir. Pertempuran Garzaronso meletus.
Pemicunya adalah kemarahan dwarf, yang merupakan ras dari dunia lain,
karena mereka kerap dieksploitasi.
Dan hal ini diperparah karena elf lebih diistimewakan
meski mereka sesama ras dunia lain.
- Will, bukankah kamu sudah belajar itu? - Pasukan dwarf berjumlah 10.000.
- Will, bukankah kamu sudah belajar itu? - Pihak menara...
Aku mempelajari sejarah dari sudut pandang ras lain.
Hasil ujian tulismu jauh lebih bagus dariku.
Tidak usah memaksakan diri sejauh itu.
Jika aku kekurangan satu kredit saja, aku takkan bisa naik ke Institut Tinggi.
Selain itu,
aku bisa memahami perasaan para dwarf.
Dalam Pertempuran Garzaronso,
mereka berjuang tanpa henti untuk menghadapi sihir mahaguna.
Mereka punya tekad pantang menyerah.
Itu lebih kuat dari sihir.
Apa Pak Workner mengajarkan hal itu?
Ya. Itu adalah kata-kata favoritku.
Karena itu, aku harus terus berjuang.
Hei, Will. Ada uban di rambutmu.
Apa?!
Kamu terlalu memaksakan diri, deh!
Ma-Mau aku cabutkan?
Ti-Tidak usah.
A-Aku ingin mencabutnya!
Boleh, 'kan?
Kenapa?!
Kalian heboh sekali.
- Pak Edward? - Pak Edward?
Ma-Maaf! Kami sedang belajar.
Serfort.
"AULA REALISASI SIHIR, AKADEMI SIHIR RIGARDEN" Ikut aku ke aula realisasi sihir.
Aku akan memberimu remedial karena selalu gagal dalam realisasi sihir.
Bersyukurlah.
No comments yet. Be the first to leave one.