Die ersten 200 Zeilen.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Saat Ibu menikahi ayahmu, kami tak saling kenal.
Seiring waktu, kami belajar mencintai.
Ibu ingin beri tahu satu lagi.
Malam pengantinmu...
adalah untuk Tuhan.
Kau cantik.
Pelaku kebakaran diketahui.
Serangan?
Pelakunya anarkis sialan. Dia kabur.
Dia takkan lolos.
- Mereka yakin? - Ya.
Dia akan ditemukan, diadili, dan di-guillotine. Ayah janji.
Keadilan harus ditegakkan bagi para wanita dan adikku yang malang.
Kebencian terhadap kaum kita, kaum borjuis,
sampai begini.
Tragedi besar.
Aku tahu siapa kau.
Thomas?
Dia menemuimu?
Apa katanya?
Hanya halo.
Kuganti perbanmu.
- Beli The Owl! - Tidak.
Beli The Owl!
Beli The Owl!
- Beli The Owl! - Di mana uangku?
- Lepaskan! - Di mana uangku?
Aku tak berniat. Dia memaksaku.
Siapa?
Pria tinggi. Si Musang.
Dia kabur dengan semua. Kami sepakat 50-50.
Jujur, jika aku punya uangnya,
apa aku akan jualan sampah ini?
Kau menipuku.
- Maaf. - Memang harus.
Aku harus apa?
CAMILLE SAYANG, IBU MASIH HIDUP.
TEMUI IBU DI TAMAN TIGA HARI LAGI.
Kandang burung, tempat favorit ibumu.
Dia suka duduk di sana.
- Kau merindukannya? - Ya, Ayah.
Ayah juga.
Ayah rindu semua.
Suaranya, aromanya.
Ayah sumpah akan balas dendam pada pelakunya, Ayah janji.
Para anarkis itu mencemooh nilai negara kita. Mereka akan membayarnya.
Les pianoku akan dimulai.
Boleh aku pergi?
Ayah suka bermain piano dengan ibumu.
Kau mirip dia.
Pergilah ke les.
Mathilde.
Maafkan aku.
Bisa kita ke taman hari Sabtu?
Nona,
setelah ibumu meninggal,
bagaimana kau bisa main di taman?
Ibu pasti ingin aku bersenang-senang.
Baiklah, Nona.
Kau tewas. Aku menguburkanmu.
Aku menangis siang-malam. Apa kau tak pikirkan orang lain?
Kupikirkan putriku.
Putrimu?
- Saudarimu tak penting? - Ya!
Penting.
Aku butuh kau.
Aku butuh uang untuk ke London dengan Camille.
Itu alasanmu datang?
Meminta uang?
Untuk menyeberang saja, lalu kuusahakan.
Jika kau tak butuh uang, kupikir kau tewas.
Putriku diambilnya. Aku harus apa?
Aku tak punya uang.
Investasi Auguste buruk.
Ide hebatnya membangkrutkan kami.
Jadi Alice harus menikah tanpa cinta.
Dia berkorban demi keluarganya.
Jangan biarkan itu.
Mudah bagimu mengatakannya.
Kau lakukan semaumu.
Pemberontak keluarga. Tanpa kompromi dan tabu.
Kau menikahi pria yang kau cintai.
Kau cinta dia. Sangat.
Aku harus menikahi pria pilihan Ayah.
Apa pun ucapan atau tindakanku,
putriku mengikuti langkahku.
Tetaplah berhubungan.
Kau mencetak tuduhan ini tanpa bukti.
Ini gila.
Kau mengguncang Paris.
Serangan bom menguntungkanmu.
Jika orang takut, mereka memilihmu.
Kenapa kau bilang begitu?
Istriku tewas.
Kita tahu ide para anarkis ini.
Kekerasan dan kekacauan.
Pasti dia pelakunya.
Hingga terbukti itu bom, kulanjutkan investigasi.
Kau melindungi mereka.
Aku tahu asalmu.
Perkumuhan yang sama dengannya.
"Dikenal polisi, anarkis ternama Victor Minville
terlihat di TKP dan dinyatakan sebagai pelaku serangan bom Bazar.
Omong kosong apa ini?
Mereka tahu kau di sana.
Cukup untuk menuduhmu.
Sesuai tujuan mereka.
Lenvenpré butuh pelaku untuk menang pemilihan.
Pria ini bajingan.
Aku harus sembunyi sebab ideku?
Kubuktikan kau tak bersalah.
Sementara, tinggalkan Paris. Sembunyilah hingga akhir penyidikan.
Aku tak bersalah. Tak perlu lari.
Pikirmu pengadilan di pihakmu? Tak pernah.
Kau akan dihukum.
Apa yang menahanmu?
Kenapa kau peduli? Kenapa tak menangkapku?
Kau mata-mata. Aku anarkis yang dicari untuk pengeboman.
Jika ibumu masih ada, dia akan mohon kau sembunyi.
Lupakan ibuku.
Kau kabur saat dia tewas. Usiaku delapan tahun.
Lalu 15 tahun kemudian, kau jadi mata-mata,
mengawasiku bagai ibu ayam.
Serius, apa maumu?
Apa masalahmu?
Jangan main-main denganku.
Dengar.
Larilah!
Hingga situasi tenang.
Kau paham?
Nona.
Terima kasih.
BUKAN AKU. SUMPAH. PERCAYALAH.
TEMUI AKU DI BOIS DE BOULOGNE MALAM INI. VICTOR.
Kau baik saja?
Tidak.
Ada apa?
Aku sesak sejak kebakaran.
Aku ingin lupa.
Aku juga. Itu yang terbaik.
Kau buat mahkota bunga?
Pengantin tanpa mahkota bukan pengantin.
Ibu suka?
Ibu tahu mimpimu banyak.
Jangan cemas.
Kami akan berbulan madu di Italia.
Aku tak sabar.
Bagus.
Halo, Jean.
Halo, Nona.
Ada surat saat kau tak ada.
Saya tak bisa tinggal.
Saya teringat Rose.
Saya tak bisa bekerja di sini.
Aku paham.
Aku juga rindu dia.
Semua baik saja?
Ini tiket yang kubeli untuk kami ke Amerika.
Siapa yang kirim?
Entahlah.
Kenapa tak terbakar?
Mungkin jatuh di luar Bazar. Ada yang temukan.
Kau tetap ke Amerika?
Entahlah.
Itu impian kami.
Tiket ini pertanda.
Lanjutkan hidupmu, gapai mimpimu.
Itu yang Rose mau.
Aku akan merindukanmu.
Thomas makan camilan sesaat lagi. Makanlah dengannya.
Ini baju-baju Odette.
Ceritakan tentangnya.
Dia sering dengan putranya.
Dia menyayanginya.
Cobalah jadi ibu yang baik.
Beri tanganmu.
Ingat...
kau bukan pelayan.
Kau salah satu wanita terkaya di Paris.
Odette suka cincin ini.
Baru kuberikan padanya.
Hanya dipakai sekali.
Kreasi terbaru Lartier.
Kudengar, Putri Wales punya yang sama.
Dia tunjukkan pada Alice.
Dia amat bangga.
Thomas menanti.
Tutup wajahmu.
Senang Anda membaik, Nyonya.
Sampai nanti.
Izinkan saya.
Ingin sesuatu, Nyonya?
Tolong bawakan jus apel.
Dan roti manis.
Ya, Nyonya.
Ibuku benci jus apel.
Aku suka itu.
Aku juga.
Bagaimana orang tega merampok mayat di kamar mayat?
No comments yet. Be the first to leave one.