Die ersten 200 Zeilen.
Ayo, cepat. Bawa dia masuk.
Bos harus kembali hari ini.
Cepat!
-Sunny? -Firoz?
-Sunny? -Kau baik saja?
Mereka menghajarku habis-habisan.
-Kau baik saja? -Ya.
-Apa kau melakukan sesuatu? -Tidak. Kau?
Tidak! Aku hanya menonton video.
Diam. Ada yang datang.
Tn. Seniman.
Siapa yang buat?
Jujur kukatakan,
kami mencetak gambar orang paling jujur di Bumi
di objek paling tidak jujur di dunia.
Apa yang kita pikirkan?
PALSU
BAB 1 SENIMAN
LUKISAN POTRET 5 MENIT JADI HANYA 500 RUPEE
Wah.
Terima kasih, Pak.
-Ini keren sekali! -Ya, ini keren.
Lukisan van Gogh ini karyamu?
Ya, Pak.
Mirip sekali. Sangat bagus.
-Terima kasih, Pak. -Berapa harganya?
6.000 rupee.
Aku bisa dapat yang asli. Pasnya berapa?
Kurasa harganya 1.000 rupee.
Butuh bakat untuk membuat tiruan yang bagus.
Ini replika bagus.
Ayolah. Tetap saja tiruan.
Jika kupajang, orang akan mengira itu asli?
Jika harga dirimu setara lukisan 100 crore, tentu, Pak.
Tawaran terakhirku seribu. Mau atau tidak?
Orang tak tahu apa-apa soal seni.
Cantumkan tanda tangan pelukis terkenal dan semua orang mau dengan harga murah.
Jadi, itulah pekerjaanku.
Ada yang spesialisasinya pemandangan, potret diri, benda mati,
seni modern, lukisan cat minyak atau cat air, maupun sketsa.
Aku ahli semuanya. Kubuat tiruan semuanya.
Tak ada pilihan lain.
Jika pelukisnya tak terkenal, tak akan laku.
Kakekku seniman luar biasa. Dia melukis beberapa karya asli.
Dia hebat.
Namun, tak terkenal.
Ada satu lagi kehebatannya. Majalah Kranti-nya.
MAJALAH KRANTI
Dia menyayanginya lebih dari apa pun, bahkan lebih dariku.
Hei, Firoz! Apa yang terjadi?
Kakek mencarimu.
Dia tidak bangun, biarkan dia tidur.
Bangun! Bawa ini ke sana.
Jangan menyuruhnya kerja keras, nanti mati.
Tenang. Waktu kita banyak.
Salinan baru ada di sini. Benar?
Kau berhasil menjual lukisan?
Edisi minggu ini terlihat fantastis, Paman!
Sayangnya, hanya kita yang suka. Lihat. Tak ada yang membeli majalah sekarang.
Penjual rongsokan membunuh kita.
-Kakek di atas? -Ya.
Dengar. Tolong bawa dia pulang.
Dia membuat kita bekerja 15 jam.
Kenapa kau banyak mengeluh?
Biar saja. Tetap aktif bekerja membuatnya sehat.
-Jika tidak, dia terus berbaring. -Yang pasti kita.
Beri obat tidur jika perlu, asalkan dia pulang!
-Mustahil. -Sunny...
Selesaikan ini, Sunny.
Entah kenapa tanganku gemetar hari ini.
Sudah baca edisi hari ini?
Ya. Luar biasa, Kakek.
Gombal. Kau belum membacanya.
Kakek, aku di sini bersamamu setiap hari. Aku tahu apa yang tertulis di sini.
Itulah masalah generasimu.
Melihat dan melihat banyak hal
tetapi tak mengerti apa pun.
Terbitkan edisi ini di internet, anak-anak akan melihatnya.
Menjual langsung saja tak laku, apalagi daring.
Kita harus menyadarkan massa, Nak. Aku mau perkenalkan Kranti ke masyarakat.
Jika tidak di atas kertas, bisa dengan cara lain.
Aku bisa bekerja sepanjang waktu. Andai ada yang menunjukkan jalan kepadaku.
Ini.
Kata orang teman bisa dipilih, tetapi keluarga tidak.
Firoz adalah temanku.
Namun, Majalah Kranti kuno ini adalah keluargaku.
Betapa pun aku membencinya, aku terjebak dengannya seumur hidup.
Kakek merintis majalah ini untuk memberdayakan masyarakat.
Staf di sini ideologinya sama dengan Kakek.
-Kau mengerjakan PR? -Ya.
Sementara anak-anak lain bermain sepulang sekolah,
kami menjajakan majalah Kranti.
Tak ada yang membelinya.
Belilah satu!
Kata Kakek, Kranti akan mengubah dunia.
Untuk itu, orang harus membacanya dahulu.
Kurasa orang yang beli tak pernah membacanya.
-Jaga di luar. -Pergilah.
Kami simpan semua tabungan kami di lacinya.
Dia tak pernah tahu dari mana asal uang itu.
-Dua Pepsi, tolong. -Tidak, satu saja.
Kita berhemat juga?
120 rupee, dikurangi lima untuk soda, tersisa 115 rupee!
Kita perlu cara menghasilkan 500 per hari.
-Itu terlalu banyak, 100 rupee saja. -250.
-Jadi, butuh berapa hari agar menjadi... -Jutawan?
Bukan. Miliarder.
Kita bisa menjadi miliarder dalam 109,75 tahun.
Apa ada yang menjadi kaya dengan menabung?
Semasa kecil, kami lebih sering di percetakan.
Dua puluh lima?
Aku menyukai lukisan Kakek, dan Firoz menyukai mesin-mesin percetakan.
Maka, Kakek mengajariku melukis,
dan Paman mengajari Firoz cara mencetak.
Pernah satu tahun sangat sulit, sehingga harus bertahan hidup dengan roti.
Pagi, sore, siang, malam, roti.
Selalu makan roti.
Hidup menjadi "Serba roti".
Selamat ulang tahun
Potonglah!
Setidaknya ada taburannya.
Bagaimana akhirnya hidup kami? Tak jauh dari roti.
Lihat itu! Harganya 25.000 rupee.
Tidak. Minimal 50.000.
Hei, lihat! Yang itu setidaknya satu lakh!
100.000 RUPEE
-75.000 rupee. -20.000 rupee.
20.000 RUPEE
50.000 rupee.
50.000 RUPEE
Yang itu juga satu lakh.
300.000 RUPEE
Satu crore!
10.000.000 RUPEE
Ketika bangkrut, yang terbayang hanya uang.
Bagaimana kau begitu cantik?
Kau tak melihat upayaku.
Apa rencana Tahun Baru-mu?
Teman-temanku merencanakan pesta di Kelab Velocity. Aku mungkin ke sana.
-Kutemani. -Jangan khawatir. Terlalu mahal di sana.
Sayang, aku harus pergi.
Ya?
Kau pikir aku tak sanggup mengajakmu ke sana?
Aku tak katakan itu, Sunny.
Aku hanya bilang di sana mahal.
Ada apa denganmu hari ini?
Baik. Sayang, jika kau ingin berpesta denganku,
kita bisa pergi ke Kelab Velocity. Ya?
-Baiklah. -Janji.
Baik, aku sungguh harus pergi.
Keluarlah dalam lima menit.
Tinggalkan kuncinya di ban.
Dah.
Hei, Kau! Motor dilarang parkir di sini.
Ya. Aku pergi.
-Aku baru mau pergi. -Bagus. Cepatlah!
Maaf! Lupa mengerem.
Apa yang kau lihat dalam dirinya? Mereka semua sama!
Pacar miskin tak masalah, tetapi suami harus kaya.
Mereka sanggup beli Mercy, tetapi hanya pakai Avanza.
Kau enak untuk dipeluk, tetapi tak akan diajak ke lingkarannya.
Sopan sedikit. Kau hanya bisa menjelek-jelekkan orang lain.
Dia pacarku.
Pacar? Hanya di tempat parkir.
Jika dia sungguh anggap kau sebagai pacarnya,
kenapa kau belum bertemu teman-temannya?
Tak ada yang berani katakan kebenaran pahit ini.
-Ada satu lagi. -Katakan.
Kau ingin bersamanya karena dia orang kaya.
Kau pikir aku tak mengenalmu?
Dengar.
Lupakan saja.
Berhenti membuang-buang uang untuk wanita kota.
Kita akan bangkrut dan dia tak akan peduli. Paham?
Aku sudah berjanji.
Kita bisa dapatkan kembali uangnya tahun depan. Memangnya semahal apa?
27.000 rupee per pasangan. Namun, kalian bukan pasangan.
Jadi, untuk teman, 27.000 per orang.
27.000 rupee?
-27.000 rupee. -Tak perlu kau terjemahkan.
Sebentar.
Kenapa mahal sekali?
Pak, ini tempat pesta yang sangat mewah.
Jadi, 27.000 rupee.
Dengar, lupakan harga selangit ini. Bisa beri kami diskon?
Ini saranku. Pergi dari sini, belilah beberapa botol miras,
gantung lampu di teras, putar musik kesukaan kalian,
dan berpesta dengan teman-teman selevelmu. Pasti seru. Keluarlah.
Kuldeep. Kuldeep Sharma.
Berapa gajimu?
Untuk pesta malam ini,
sanggupkah kau membeli tiketnya?
Tidak, 'kan?
Kami sudah berusaha.
Siapa kau bicara tentang level?
Orang yang memakai sandal dilarang masuk.
Pergilah, sebelum kutampar dengannya.
Hei, keparat! Aku akan beli hotel ini kelak, paham?
-Bodoh. Ayo pergi. -Usir mereka!
-Ayo! -Tendang mereka keluar!
No comments yet. Be the first to leave one.