Release Info

起吃飯吧3ㅡㅡㅡ식샤를 합시다 시즌3ㅡLet's Eat S03 E05 180730 HDTV NEXT-FU
Ein Kommentar von faridusman
IDFL™ SubsCrew | indosubsfu.wordpress.com

Tags

HDTV
hdtv
HD
Veröffentlicht am: 2018-07-31
Downloads: 11
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Hei, bahaya.

Kau...

Ada apa? Apa terjadi sesuatu?

Ibuku...

Ibuku mengalami kecelakaan dan sedang dibawa ke rumah sakit.

Apa?

Ke Stasiun Seoul.

Bukan, antar kami ke Rumah Sakit Myungjin.

Bukannya lokasinya di Busan?

Tidak.

Kecelakaan apa yang dialami? Dia terluka parah?

Tubuhnya berguling saat menuruni tangga.

Kurasa keadaannya parah.

Astaga.

Musuh ada di jam tujuh.

Pergi periksa dasarnya.

Kau cuma punya zergling?

Buat beberapa hydralisks lagi!

Aku sedang berkembang.

Aku butuh lebih banyak gas.

Untuk pertandingan selanjutnya, aku mau Sung Joo berada dalam timku.

Sudah cukup dengan webcam-mu.

Terserah saja. Cuma anak-anak yang main Starcraft.

Menyedihkan.

Dari tempatku berdiri, kalian semua sama menyedihkannya.

Kapan kalian akan berhenti menyia-nyiakan masa muda kalian dengan menghirup udara busuk?

Ayo kita jalan./ Ke mana?

Ke pantai.

Pantai?

Sebentar. Bukankah kita akan pergi ke Pulau Wolmido atau Pulau Ganghwado?

Mana ada kita ke tempat lain.

Aku cuma bilang kita ke pantai.

Tidak ada tempat yang lebih baik daripada Busan.

Busan? Kau gila? Besok sudah giliranku.

Kita bisa cepat pulang sebelum giliranmu dimulai.

Perjalanan balik butuh waktu empat jam pagi-pagi begini.

Berarti naik KTX saja yang baru dibuka itu.

Naik kereta hanya tiga jam.

Kenapa buang-buang uang kalau kita ada mobil?

Tiket kereta saja menghabiskan uang 180,000 Won.

Kalau kau suruh kami cepat, kami bisa luangkan waktu...

...untuk menginap 1 atau 2 malam di sana.

Sia-sia saja kita habiskan satu hari di sana.

Kenapa kita harus pergi seperti ini?

Keluarkan ponselku dan biarkan itu bersuara.

Kau bercanda?

Di mana?

Kami barusan sampai di jalan tol.

Lee Seo Yeon? Bukannya kau dan Ji Woo pergi ke rumahmu di Busan?

Goo Dae Young, kau juga datang?

Baguslah. Panggil Ji Woo saat kau sudah sampai.

Apa? Kita akan pergi ke rumah Ji Woo?

Kenapa tidak bilang? Aku belum siap sama sekali.

Aku belum pernah diundang ke rumah seorang gadis sebelumnya.

Itu bukan undangan.

Banyak yang berubah

Kita menua bersama

Nomor tak dikenal? Telepon spam?

Aku tak mau beli./ Tak beli apanya?

Ini aku, Seo Yeon.

Kupikir ini telepon spam.

Jin Seok, bisa minta tolong untukku?

Apa itu?

Ponselku ketinggalan di rumahku.

Bisa kau ambilkan untukku?

Bagiku itu gampang sekali. Aku harus bawa ke mana?

Kampusmu? Kafe?/ Busan.

Apa? Di mana?

Busan. Aku berkunjung ke rumah orang tuaku.

Kenapa? Kau tidak mau?

Kau lupa kau sekarang jadi pesuruhku?

Aku keluar dari klub sepakbola ini.

Kau melakukan tugasmu untuk Soo Yeon,...

...dan membuat kita semua datang ke sana bersamamu?

Benar.

Dasar gila. Putar balik!

Ini bukan cuma demi aku.

Aku mencoba mempertahankan Seo Yeon di klub bola kita.

Benar, ayo pergi.

Kita juga tidak bisa putar balik karena kita ada di jalan raya.

Kalau sudah begini, kita pergi saja bersenang-senang.

Kita juga tidak mendapat liburan yang layak selama liburan musim panas.

Sial!

Untuk Dae Young yang menyerah seperti pria keren,...

...aku mendedikasikan lagu ini sebagai rasa terima kasih. "Beach Girl" oleh Cool.

Ayo pergi

Ke laut

Agar kita bisa membuangnya

Semua masalah kita

Bukan itu

Kami saling mencintai

Mari kita membuatnya

Cinta tanpa cinta lagi

Kenapa kau juga bawa Seo Yeon?

Dia bilang dia rindu dan menawarkan diri untuk datang.

Kenapa? Ibu tidak suka?

Bukan itu.

Dia pasti tahu Ibu memanggilmu ke sini untuk upacara pemakaman ayahmu.

Lupakanlah. Ibu tak perlu peduli padanya.

Ahjussi* juga bilang tak apa.

Kenapa memanggilnya, "ahjussi"?

Ibumu juga kupanggil "Ibu".

Kenapa kau keluar ke sini?

Bu, aku membuat ini untuk toko Ibu.

Aigoo, cantiknya.

Kapan kau menyiapkan ini?

Ibu tahu jurusanku ini pemasaran.

Hal-hal sepele seperti itu sangat penting untuk penjualan Ibu.

Aku akan membantu Ibu mendapat lebih banyak pelanggan...

...dan menjadi kaya.

Senang punya anak perempuan sepertimu.

Itu cukup untuk bantuanmu, jadi ayo bersenang-senang.

Oke, ayo pergi ke pantai.

Aku tidak mau.

Ayo. Sampai ketemu nanti, Bu.

Ya

Kau tak muak dengan pantai?

Pergilah sendiri jika kau mau.

Tidak, kau juga harus pergi.

Jin Seok bilang dia akan membawakanku ponselku,...

...dan aku menyuruhnya meneleponmu saat dia sampai.

Kau gila? Bagaimana kau bisa membuatnya datang jauh-jauh ke sini?

Kau mau aku membantumu melakukan tindakan konyolmu?

Tidak mau.

Baiklah, kalau begitu aku pergi sendiri saja.

Dae Young juga datang, jadi kurasa aku akan pergi sendiri dan menyapanya.

Kau bilang dia akan meneleponku?

Kurasa aku tidak punya pilihan selain pergi kesana bersamamu.

Jangan menyemangati diri sendiri. Kau bahkan lebih bau dari semua keringat.

Di sini pnas, jadi aku tak bisa tahan.

Aigoo.

Panas.

Oh tidak. Augh.

Sudah kubilang naikkan jendela dan nyalakan AC.

Kita bisa mati karena kepanasan dalam perjalanan ke Busan.

Tidak, kau tidak ingat? Aku mencoba mendaki bukit di kota kami,...

...dan tempat pindah kembali saat menyalakan AC.

Apakah kamu tidak tahu membuka jendela memperlambat kecepatan mobil ini...

...karena hambatan udara?

Koefisien hambatan dikalikan dengan luas dan kecepatan.

Balapan mungkin lebih cepat dengan cara ini. Tekan saja akseleratornya.

Aku mendorongnya dengan segenap kekuatanku.

Asap apa ini?

Pelan-pelan. Lupakan hambatan udara.

Mobil ini melawan kita!

Putuskan apakah akan menyalakan AC dan membuat mobil ini meledak...

...atau mematikannya dan pergi ke Busan dengan aman.

Matikan./ Matikan.

Hei, kita di Pantai Gwangalli.

Di mana?

Di sini.

Hei.

Hai. - Hai.

Ini.

Terima kasih.

Dengan senang hati. Aku bisa melihat Pantai Gwangalli berkatmu

Kami bersyukur.

Lagipula, kau tidak akan bisa melihat Jembatan Berlian...

...kalau bukan karenaku.

Selamat bersenang senang.

Astaga, sikapnya itu.

Kau sudah makan?

Aku lapar. Makanan apa yang enak di Busan?

Kami mau itu untuk memenuhi energi. Tadi kami berkeringat.

Ada satu. Ayo. Akan kubawa kalian ke tempat yang paling enak.

Kau tak mau ikut?

Aku tak berselera. Kalian makanlah sendiri.

Pergi.

Aku juga mau mendapat kulit cokelat.

Masuklah./ Augh, panasnya.

Aku pernah makan belut, tapi ikan pasuk* belum pernah kumakan.

Aku juga belum./ Itu sebabnya...

...orang-orang Seoul dijuluki benjolan.

Apa itu? Apa mereka terbakar?

Bukan terbakar. Makanannya hitam karena mereka dipanggang dengan sedotan.

Sedotan?/ Ya.

Sedotan cepat terbakar dalam hitungan detik.

Dengan begitu, kulitnya terkelupas karena kesegerannya berada dalam daging.

Aroma sedotan ditambahkan juga dalam daging.

Ini menarik.

Bicaralah lebih lantang.

Apa ini? Tulang?

Tidak, itu sumsum tulang belakang.

Ini bergizi dan membawa tekstur yang bagus.

Selamat menikmati.

Saat kalian kepikiran apa teman makan buat ikan pasuk, kalian coba makan dengan selada.

Jika kalian merasakan sisi selada yang lebih lembut dan mengunyah dagingnya,...

...ini rasanya lebih harmonis.

Seperti ini?

Benar, makan sekaligus.

Cobalah./ Seperti ini?

Enak 'kan?/ Enak.

Bukan begitu.

Aku tahu.

Mendengar Lee Ji Woo adalah yang terbaik kalau soal makan makanan.

Haruskah aku melakukan cara yang sama untuk daun wijen ini?

Tidak, makan saja seperti biasa.

Bagian belakangnya memiliki aroma yang lebih kuat untuk daun wijen,...

...jadi ini bagus untuk mulut kalian saat memakan bagian belakangnya lebih dulu.

Sebaliknya, coba dengan cara ini ketika kalian berpikir ini sedikit berminyak...

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left