Die ersten 200 Zeilen.
Bukan masalah kalau sudah tahu caranya.
Dengan begini aku tidak perlu takut kalah.
Ambillah.
Kau sudah mengincarnya, kan?
Untuk waktu yang kita habiskan bersama.
Dengan ini kita impas, mengerti?
Ayo pulang, Madoka.
Sayaka-chan...
Maaf...
Aku agak lelah.
Jangan memaksa.
Kemari.
Si bodoh itu...
SE-NO!! FANSUBS
Kawashita yakusoku wasurenai you
Me wo toji tashikameru
Oshiyoseta yami furiharatte susumu yo
Itsu ni nattara nakushita mirai wo
Watashi koko de mata mirukoto dekiru no
Afuredashita fuan no kage wo
Nando demo saite kono sekai ayundekou
Tomedonaku kizamareta toki wa ima hajimari tsuge
Kawaranai omoi wo nose tozasareta tobira akeyou
Mezameta kokoro wa hashiridashita
Mirai wo egaku tame
Muzukashii michi de tachidomatte mo
Sora wa kirei na aosa de itsumo mattete kureru
Dakara kowakunai
Mou nani ga attemo kujikenai
Jangan lupakan janji yang kita ikatkan
Ku ingin tahu apa kau memegangnya saat ku menutup mata
Mari kita keluar dari kegelapan yang terus maju ini
Aku pernah merasakan kehilangan masa depan
Tapi yang kubisa hanya menunggu di sini
Bayangan ketakutan yang terus membanjiri hatiku
Harus berapa kali kulupakan agar ku terus bisa berjalan diatas dunia ini
Waktu yang terpahat tanpa henti menjadi awal baru
'Kan kugunakan kenangan ini untuk membuka pintu yang tertutup itu
Hatiku yang terbangun mulai berlari
Demi melewati masa depan
Walaupun jalan yang kulalui penuh rintangan
Selama ada langit biru yang indah diatasku
Aku tak akan takut
Apapun yang terjadi nanti, aku tidak akan kalah
Episode 8 Aku Sungguh Bodoh
Sayaka-chan...
Kau tidak menang.
Kau bohong kalau bilang itu tidak sakit.
Melihatmu saja sudah menyakitkan.
Walaupun kau tidak bisa merasakannya...
Jangan mau disakiti.
Kalau tidak, aku tidak akan menang.
Aku tidak punya bakat.
Kalau itu caramu...
Walaupun menang...
Semuanya bukan untukmu lagi.
Apa maksudmu dengan "Untukku"?
Setelah tubuhku jadi begini...
Apa yang ada untukku?
Sayaka-chan...
Aku yang sekarang...
Hanya pembunuh Majo...
Tanpa tujuan lain.
Hanya patung batu.
Hanya orang mati yang berpura-pura hidup.
Apa dan siapa...
Yang bisa melakukan sesuatu "Untukku"?
Apa gunanya dipikirkan?
Tapi bagaimanapun aku...
Ingin membuat Sayaka-chan bahagia...
Kalau begitu ikut dalam pertarungan ini.
Aku dengar dari Kyuubei.
Dia bilang kau punya bakat melebihi siapapun.
Tanpa perlu bertarung sepertiku...
Kau bisa menaklukkan Majo dengan mudah.
Aku...
Tidak...
Kalau kau bilang mau melakukan sesuatu untukku...
Pertama rasakan apa yang kurasakan.
Tidak bisa?
Tentu saja.
Kau tidak ingin menjadi bukan manusia karena belas kasihan, bukan?!
Kasihan?
Jangan...
Walaupun kau bisa...
Tapi aku menggantikanmu yang diam saja...
Dan jadi seperti ini!
Jadi diamlah.
Dan jangan menceramahiku.
Sayaka-chan...
Jangan ikuti aku.
Bodohnya aku!
Kenapa aku bicara seperti itu?!
Aku tidak mungkin bisa pulih!
Lokasi Malam Walpurgisnacht...
Aku perkirakan di sekitar sini.
Atas dugaan apa?
Waktu.
Waktu?!
Dari dulu aku belum pernah dengar Walpurgisnacht muncul di kota ini.
Jadi apa maksudnya dengan waktu?
Ini bukan masalah mudah yang bisa kau selesaikan dengan insting, tahu.
Bukankah kau bisa menunjukkan apa yang kau punya?
Aku juga ingin tahu.
Akemi Homura.
Punya nyali juga kau kesini, bajingan.
Maklumlah...
Sebut saja aku tamu tak diundang.
Malam ini aku...
Datang untuk menyampaikan informasi penting untuk kalian.
Miki Sayaka dengan cepat kehilangan harapan.
Bukan hanya karena sihirnya...
Tapi dirinya sendiri sudah penuh dengan kutukan.
Memangnya itu salah siapa coba?
Kalau terus begini...
Bahkan sebelum Malam Walpurgisnacht datang...
Akan ada masalah lebih dulu.
Aku sarankan untuk hati-hati.
Apaan?
Apa maksudnya?
Kenapa tanya aku?
Tanya saja padanya.
Aku kira kau sudah tahu.
Akemi Homura.
Sudah kuduga.
Darimana kau dapat informasi itu...
Aku sangat ingin tahu.
Apa kau...
Kau sudah tanyakan apa yang perlu kau tanyakan.
Sekarang enyah.
Kita acuhkan saja dia?
Membunuhnya...
Tidak akan menyelesaikan apapun.
Lalu soal Miki Sayaka...
Apa yang dia maksud dengan "Masalah"?
Batu jiwa miliknya...
Sudah terlalu ternodai.
Jika tidak dijernihkan segera...
Akan menjadi sesuatu yang tidak bisa dipulihkan.
Kata bantu "Must"...
Menandakan predikat yang harus dilakukan...
Sama dengan kata bantu "Have to" yang...
Saat itu...
Aku tidak bisa bicara padanya...
Tapi...
Apa Shizuki-san lewat sini kalau pulang?
Aku belum pernah melihatmu lewat sini.
Ya...
Sebenarnya jalan ini berlawanan dengan jalan pulangku.
Lalu ada apa hari ini?
Aku ingin...
Mengatakan sesuatu pada Kamijou-kun.
Dia tidak pulang?
Kemarin juga?
Lalu...
Baik.
Saya mengerti.
Baik...
Permisi.
Sayaka-chan...
Harus kucari!
Kenapa kau belum paham?
Ini bukan masalah biasa dalam kondisi apapun.
Sebaiknya kau hanya buru Majo saja.
Cerewet, kau tahu kau menggangguku?
Batu jiwamu sudah mencapai batasnya.
Jika tidak kau jernihkan sekarang juga...
Pakailah.
Apa rencanamu kali ini?
Berhenti main-main.
Sudah bukan saatnya kita saling curiga satu sama lain.
Apa kau tidak ingin ditolong?
Aku menjadi Magika yang berbeda dari kalian.
Aku sudah memilihnya.
Aku tidak ingin...
Menjadi orang yang mengkhianati orang lain...
Dan meninggalkannya begitu tidak kuperlukan lagi.
Aku tidak butuh bayaran.
Aku tidak akan menggunakan sihir untuk diriku sendiri.
Kau...
Akan mati.
Kalau aku mati...
Itu cuma berarti aku tidak perlu membunuh Majo lagi.
Singkatnya tugasku selesai.
Aku tidak keberatan.
Kalau aku tidak menang melawan Majo...
Dunia ini tidak membutuhkanku.
Kenapa?
Aku hanya ingin menolongmu.
Kenapa kau tidak percaya padaku?
Kenapa, ya?
Mungkin hanya karena aku sok tahu.
Bahwa kau adalah penipu.
Aku tahu...
Kau selalu memasang tampang seperti lupa dengan segalanya.
Selalu bicara omong kosong.
Seperti sekarang...
Kau bilang melakukannya untukku...
Tapi aku yakin pikiranmu berbeda.
Aku bukan orang bodoh...
No comments yet. Be the first to leave one.