Die ersten 200 Zeilen.
Mundur sedikit.
Mau parkir?
Tak apa, aku polisi.
Apa semua mobil2 ini pemiliknya ada di karaoke?
Iya, Mobil putih itu milik seorang eksekutif.
Dan yang ini?
Ini milik aktor bintang film besar. Apa yang terjadi?
Tak apa-apa, hanya bertanya.
- Apa istrimu menjemputmu lagi? - Kali ini tidak, sedang ribut.
- Ributnya cukup besar juga - Tidak juga.
Kita lihat, siapa yang main mata duluan
Tuan Wu, aku ingin berfoto. / Jangan, jangan / Tak masalah
1, 2, 3
Oke, oke, makasih.
Maaf. / Kita akan lama disini, jika kau foto-foto dengan mereka
- Paman, belilah bunga ini. - Mereka sudah keluar.
Biar aku saja, berikan bunganya pada paman ini.
Sekarang pulang dan kerjakan PR-mu.
Buat istrimu? Aku tahu kau yang main mata duluan
Kenapa untukku? / Kau kan yang bayar. Untuk simpananmu saja / Simpananku?
- 30 RMB selama 2 jam, pak. - Biar aku yang bayar.
Permisi, pak, boleh ku tanya? Apa ini mobilmu? / Iya.
Kami dari Polisi Divisi Kejahatan.
Mobil ini terlibat tabrak lari. Ku harap anda mau bekerja-sama
Bisa kau tunjukkan identitasmu?
Tak mungkin, aku jarang nyetir. Aku tak terbiasa nyetir di stir kanan.
- Apa kau minum? - Tidak.
Apa SIM Hong Kong berlaku disini?
Tentu saja, aku sudah selesaikan dokumennya.
Boleh kau tunjukkan identitas polisimu padaku? / Oke.
Kami sudah melacak mobilmu selama berhari-hari. / Masa?
Berhari-hari? Itu tak masuk akal.
Bukankah ini di bawah kekuasaan hukum polisi lalu lintas?
Oh, iya, dari divisi kepolisian mana kalian tadi berasal?
Jika harus bertanya, kau bisa tanya mereka di markas.
Ini jelas, benarkan?
Tapi sekarang, aku butuh kerjasama mu, oke?
Aku tak memahami prosedurmu, biar aku telepon 110.
Apa maksudmu? Kau tidak bersedia bekerja sama?
Apa menurutmu, kau layak dapat perlakuan istimewa? Borgol dia.
- Kau bilang apa? - Bilang apa?
Apa yang kau mainkan? Berhenti sekarang!
Bagaimana polisi bisa bertindak seperti ini?
Kau menghalangi urusan polisi. Tutup mulutmu.
Bicara lagi, kutangkap kau. Mengerti?
Bagaimana bisa polisi...?
Bawa dia!
Jangan bergerak!
Kita sudah membawanya. Kita bisa periksa lagi di sana.
Kalian bukan polisi, kan?
Kalian menculikku.
Apa kau akan percaya padaku, jika aku bilang tidak?
Cukup banyak apa yang telah terjadi.
Meskipun yang ditulis berbeda-beda, Versiku sekarang yang resmi.
Jadi, kau meniru jadi petugas polisi?
Kenapa tidak? Tuan Wu juga pernah meniru jadi polisi.
Dalam film apaan itu?
Itu tidak sama, kemana kau membawa Tuan Wu? / Tak tahu.
- Menurutmu ini lucu? - Tidak.
Hentikan omong kosongmu. Zhang, kau bodoh sekali.
Kalau kau pintar, cari saja sendiri / Sombong.
Aku? Kau yang sombong. Cepat, pukul saja aku.
Menurutmu, kau istimewa? Kami menangkapmu, iya kan?
Kau layak di pukuli atas apa yang kau lakukan. / Pukul saja aku.
Zhang, kami tahu, kau bukan pencuri kecil.
Kau cerdas, orang cerdas mau lakukan apa yang terbaik untuk dirinya.
Pertama, beritahu aku bagaimana kalian menemukanku?
Zhang GuoZheng, pimpinan Divisi Kejahatan.
Li Jie Hui, Pimpinan Seksi 5 Divisi Kejahatan.
Pimpinan, bajingan itu terus melihat jam.
Kita diburu waktu, tetapi Tuan Wu seharusnya masih hidup.
- Dia masih hidup, kan? - Iya.
Hidup atau mati itu beda. Ada kesempatanmu, pikirkanlah.
Dalam kasus ini, rekan2nya akan menunggu teleponnya.
Dia tak pernah terima telepon apapun di ponselnya.
Dia yang telepon, kita matikan ponselnya. Mereka pasti sepakat pada batas waktu.
Karena kita semua di sini, kita bahas sungguh2 urusan ini, oke?
Kaki tanganmu akan menunggu sampai kapan?
- Jam 9. - Siang atau malam?
Malam. / Masih tersisa 90 menit, lalu apa yang terjadi?
- Kami mengikuti peraturan. - Peraturan apa? Bicara.
- Hukum mati. - Itu bukan peraturan.
Aku punya buku aturanku sendiri. Aku lakukan yang menyenangkan.
Akulah yang memutuskan siapa yang hidup dan mati.
Menurutmu, kau ini siapa?
Jadi kau akan terus menantang kami? Mulai sekarang kau hanya bisa...
Aku harus pertimbangkan, apakah aku masih punya harapan.
Satu2nya harapanmu adalah menebus kejahatanmu.
Semua ini yang di bawa Zhang.
Semuanya ada di mobilnya.
- Boleh aku minta satu kondisi? - Katakanlah.
Jika aku membantu menyelamatkan tuan Wu, kau akan melepaskanku?
Kau tidak menerima serius situasimu.
Serius, tetapi inilah apa yang ada dalam pikiranku.
Kita hidup bersama atau mati bersama.
Aku pikir, kau lebih cerdas. / Iya, aku sama saja mati, saat aku tertangkap.
Aku akan mati, iya kan? Aku pasti akan mati.
Senjata akan ditembakkan untuk hukuman matiku.
Ada 3 senjata api di dalam bagasi mobilnya.
2 senjata api dan sebuah granat ada padanya.
Kami menemukan senjata api lainnya di tempat pacarnya.
Penculikan itu mudah, dia harusnya mengamankan penjara pulau Diaoyu.
Lebih dari 200 peluru kaliber berbeda. / Periksa semua.
5 peluru dalam klip.
1 Peluru dalam senjata. Tak ada peluru dalam senapan.
9 peluru dalam klip dan satu di senjata. 29 peluru dalam klip AK dan satu di senjata.
Jujur saja, kau orang yang cakap, dari mana kau belajar hal ini?
Jika aku bilang dari Hollywood, kau akan percaya?
Kenapa bukan dari detektif animasi Kucing Hitam? / Aku bercanda.
Sudahlah, kau sudah mengulur-ulur waktumu, mengerti?
Segera lepaskan sandera, itu lebih baik untukmu, mengerti?
Zhang, kami tak bisa dapatkan jawaban dimana Tuan Wu, malam ini, ayo kembali ke topiknya.
Apa dia melawan balik di mobil setelah kau menculiknya?
Kau ini supir tidak berguna.
Apa aku ini sasaran penculikanmu?
Tuan Wu, salahkan saja nasib burukmu.
Bagaimana kami tak bisa menculik bintang film yang muncul di depan kami?
- Berapa lama perjalanannya? - Sekitar...
Berhenti mencoba mengelabuiku. Aku sudah bilang kondisiku. Berikan pikiran.
Kita ganti subyeknya. Senjatamu? Cukup banyak.
Dari mana kau dapatkan? Beritahu padaku.
PERBATASAN CINA-RUSIA, 20 hari yang lalu.
Dia bilang, dia tidak kenal padamu kawan.
Tapi mereka tahu uang, aku akan bayar kelompok berikutnya juga.
Ada apa?
Mereka tak mau menjualnya padamu / Kenapa?
Mereka bilang, kau terlihat seperti polisi.
Masa aku terlihat seperti polisi? / Kau sialan.
Berhenti memprovokasi, lanjutkan.
- Mereka bilang apa? - Kita berdua polisi.
Jelaskan bahwa kita bukan polisi.
Bagaimana kata "teman" dalam bahasa Rusia?
Dia tak akan beli banyak senjata ini hanya untuk penculikan.
Kenapa kau membeli banyak senjata?
Tak bolehkah aku menyimpan rahasia?
Kau pikir aku akan buat sejarah? sayang sekali kesempatanku hilang.
Kuberitahu, peranmu dalam sejarah hanya akan membuatmu jadi mayat busuk, paham?
Bagaimana kami menemukanmu, kau tahu tidak? / Aku ceroboh, karena wanita.
5 wanita termasuk 1 orang hari ini, emang bisa kau atasi mereka semua?
Jadi, kau tahu semuanya.
Ini pangsit yang kita pesan, makanlah selagi masih panas. / Makasih.
Makan lagi, kita punya banyak
Seorang bintang film adalah sasaran yang profilnya terlalu tinggi.
Jadi, kau menyesalinya? / Bahkan konglomerat punya masalah aliran dana.
Jika kami tahu, kami akan culik orang biasa lainnya.
Orang biasa lainnya? Apa maksudmu?
Bajingan ini punya operasi lain yang berlangsung.
Sudah kubilang, aku hanya menculik satu orang yaitu tuan Wu.
- Hentikan kasus ini. - Aku katakan yang sebenarnya.
Sebenarnya? / Kita tak bisa bicara, jika pikiranmu tidak lurus.
Zhang, kau sudah kalah.
Tak ada gunanya berlanjut melawan kami.
Kau masih punya tawar-menawar lainnya, bukan?
Jangan memandang ke bawah, lihat aku.
Apa tawar menawarmu?
Seseorang / Orang itu pasti masih hidup.
Jika sesuatu terjadi padanya, apa yang kau lakukan?
Kata-katamu tak membantu, kau mengerti?
Iya / Kau harus melihat situasimu dengan jelas.
Jika kondisimu masuk akal, aku akan membantumu.
Bicaramu bagus. Bagus sekali.
Aku tanya satu pertanyaan, apa ada sandera kedua?
Ada
SATU HARI SEBELUM PENCULIKAN.
Hentikan mobilmu.
Mobil ini terlibat tabrak lari, Mohon kerjasamanya.
- Kapan dia di culik? - Kemarin.
- Ada laporan kejahatan? - Tidak ada.
Kami tidak beruntung, kami kira dia kaya. / Siapa namanya?
Tidak tanya.
- Kau bilang apa? - Mobil itu kepunyaan...
Siapa? / Penyewa / Penyewa?
Aku meminjamnya untuk pulang. / Pinjam? Menurutmu kau bercanda dengan siapa?
Pemiliknya rekan seksku, dia kencan dengan pria kaya.
Dia kencan, lalu dia mencampakkanmu? Benar begitu?
Kenapa kau tidak meneleponnya?
Aku tak punya nomor teleponnya. / Dia rekan seksmu, tapi kau tak tahu nomor teleponnya?
Kau membuang telponku ke dalam mobil, aku tak ingat nomornya.
- Apa dia masih hidup? - Mereka bersama2.
Ambilkan dia pangsit.
Guo, ambil pangsitnya. / Zhang, kau punya waktu dan tidak.
Beritahu aku, dimana sanderanya saat kau selesai makan.
Jangan mengoceh lagi atau kau akan langsung di penjara.
Makanlah pangsitnya selagi masih panas, gunakan tanganmu.
Zhang, hari ini, kita harus selesaikan ini.
Yang mana dari kami yang akan membuat itu terjadi?
Makanlah pangsitnya. Nanti jadi dingin.
Pak, istrimu terus menelepon, katanya anakmu...
Baiklah, aku mengerti.
Dia sepertinya mau gila.
Bajingan ini akan melawan sampai penghabisan.
Perbesar.
Apa dia bergumam? Naikkan volumenya.
Bagaimana kalian menemukan aku?
45 MENIT SETELAH PENCULIKAN.
Bangun, kita sudah sampai.
Turun, kau harusnya tahu, saat sudah tenang.
Ada kemajuan dengan orang lainnya?
Banyak air mata tapi tidak berhasil, bagaimana nasibmu?
Lihatlah dia. Kau kenal dia?
No comments yet. Be the first to leave one.