Release Info

연애혁명-Love-Revolution-E11-WEB-DL-iQIYI
Ein Kommentar von ANANG2196

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Veröffentlicht am: 2020-10-25
Downloads: 16
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 132 Zeilen.

Aku sangat menyukaimu,

tapi aku makin menyukaimu.

Itu sebabnya ini lebih sulit bagiku.

Hei, kau menangis lagi?

Tapi

rasanya aku menyukaimu sendirian,

dan itu membuatku merasa sengsara.

Apa pendapatmu tentangku?

Kau masih tidak menyukaiku?

Aku...

Benci itu.

Aku sangat menyukaimu...

Aku mengerti, jadi, jangan mendekat.

- Hei. Kemarilah. - Astaga.

- Astaga. - Kau meninggalkan makanan untuk burung.

Sodaku.

[Episode 11, si Galak Berhati Hangat, Aku Tahu Perasaanmu, Ada Pasangan Kedua]

Duduklah di sini.

Bagaimana perasaanmu?

Aku baik-baik saja. Hanya sakit kepala.

Kau ingat apa yang terjadi kemarin?

Tidak.

Apa aku melakukan kesalahan?

Hei, ulurkan tanganmu.

Kenapa?

Kau masih mabuk?

Kenapa wajahmu memerah?

Apa? Itu...

Kau suka ini?

Ulurkan tanganmu lagi.

Apa?

Tangan.

Sedang apa mereka?

Apa?

Mereka bersikap seperti biasanya.

Hei, Berandal. Kau ingat apa yang terjadi kemarin?

Tidak.

"Aku sangat menyukaimu,"

"tapi aku makin menyukaimu."

Hei, kapan aku mengatakannya seperti itu?

Dia ingat semuanya.

- Tidak. - Benar.

Jika ada yang ingin kau katakan, segera katakan.

Jangan bersikap seperti kemarin.

- Untuk merayakannya. - Hei!

Kau bilang ingin aku segera mengatakannya.

Berhentilah bersikap seolah-olah kau merawat diri.

Kau harus merawat diri.

Kau tidak perlu merawat diri untuk siapa pun.

Maaf. Aku harus merawat diri untuk...

Benar. Ja-rim memberiku ini, jadi, kulitku pasti akan membaik.

Lembap sekali.

- Kau mau menyentuhnya? - Ya.

Hei! Astaga.

Apa kau gila?

Kulitku bisa membusuk!

Aku ingin mencuci wajahku lagi.

Wajahku bau kaki.

Ja-rim. Aku memakai pemberianmu.

Aku merasa kulitku tampak bagus.

Kau mau menyentuhnya?

Astaga. Kulitmu tampak bagus.

Kau sangat sering mencuci wajahmu,

jadi, tentu saja kulitmu akan membaik.

Pergilah, ya? Pergi.

Kalian mau pergi?

Ya. Kami tidak bisa pergi ke lembah, jadi, kami ingin ke gunung.

Baik. Bersenang-senanglah.

Astaga, aku harus bersih-bersih.

Astaga, punggungku. Punggungku.

Rumah ini terlalu besar.

Astaga, kapan aku selesai bersih-bersih?

Nenek mau kami bantu bersih-bersih?

Tidak apa-apa.

Jangan cemaskan aku dan bersenang-senanglah.

Cepatlah pergi.

Kalau begitu, kami akan pergi sekarang.

Astaga, karena kalian menawarkan...

Tidak, Ja-rim. Jangan sampai tanganmu kotor.

Tidak, Ja-rim. Jangan sampai tanganmu basah.

Lantas, boleh kubuat tanganku berdarah?

Jangan ganggu aku.

Baiklah.

Hei. Kau terlalu lama membersihkan di satu tempat.

Aku melakukan perawatan khusus.

Astaga. Kau hebat.

Min-ji. Aku sudah menyapu seluruh area ini.

Benarkah? Terima kasih.

Aku akan membuang ini.

Sang-hoon yang paling rajin di sini.

Bagus.

Apa ini? Sejak kapan kalian menjadi dekat?

Kenapa kau peduli?

Kau menyukainya?

- Kenapa tiba-tiba bilang begitu? - Lupakan saja.

Apa? Ada pasangan baru.

Tidak, Bodoh.

Astaga, tidak bisakah kau tutup mulut?

Astaga, penolakan kuat berarti penerimaan kuat.

Astaga.

- Hei, A-ram. - Tidak.

Kau bahkan tidak mau dengar.

Apa? Bukankah kau ingin aku menanyakan Jin-hee tentangmu?

Kau harus bicara sendiri dengannya.

Astaga. Itu gila. Bagaimana kau tahu?

Pecundang. Apa yang kau lakukan?

Kau bilang kau petinju.

Ini berbeda dari itu.

Kau selalu bersikap sok tangguh.

Jangan beri tahu siapa pun kau bertinju. Itu memalukan.

Astaga, kau keterlaluan.

Aku serius soal tinju.

Berhenti bercanda. Kau hanya melakukannya agar tampak keren.

Kau terus meremehkanku. Ayo bertinju.

Jika bisa memukulku sekali, kau menang.

Bagaimana jika aku menang?

Aku akan mentraktirmu makan.

Baiklah.

- Kau bertaruh untuk siapa? - 1.000 won untuk Namkoong.

Aku juga. Ini masalah harga diri.

Semoga berhasil, Namkoong Ji-soo.

Dia sudah seperti pria. Jangan melunak kepadanya.

Aku bertaruh untuk Oh A-ram.

Ayam tumis pedas.

Kau curang.

Kau tak bilang kita harus ikuti aturan tinju.

Ja-rim. Tunggu aku.

Ada apa? Kau belum makan?

Aku sakit perut.

Bukankah seharusnya kau makan sup pereda pengar?

Aku baik-baik saja. Ayo mendaki.

Ya, Bu.

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left