Die ersten 200 Zeilen.
KKULBEE EDUCATION
Kita akan memulai penyelidikan dugaan pelecehan di tempat kerja
oleh Ketua Tim Son Hae-yeong dari Tim Pengembangan Bisnis Baru.
Di hadapan kematian,
tekanan fisik atau psikologis yang parah,
otak manusia
mengembalikan ingatan yang tersimpan.
Fenomena yang dikenal sebagai kilas balik ini
terjadi kepadaku sekarang.
Laporan menyatakan kau memberi tahu Pak Kim Ji-uk,
karyawan baru yang bergabung dengan timmu,
Kim Ji-uk.
Kau melaporkanku?
Apa pernah berbuat apa padamu?
Halo.
Apa aku meninggalkan jejak tangan di wajahmu?
Tak cari kerja?
Kau sudah lama bekerja paruh waktu di sini.
Bukankah itu benar?
Menyebalkan sekali!
Kau memang dahulu menyebalkan.
Ini contoh utama kekerasan verbal di tempat kerja.
Kurasa balas dendam memang lebih baik dilakukan nanti, bukan segera.
Jadi, ini alasanmu menyetujui pernikahan palsu itu.
Kau mau aku dipromosikan
dan jatuh dari tempat yang lebih tinggi.
Selamat tinggal.
Dasar pendendam.
-Kau tak boleh berada di sini. -Siapa kau?
Aku Kim Ji-uk,
karyawan baru yang bergabung dengan Tim Pengembangan Bisnis Baru.
Bukankah kau korbannya?
Wawancara korban akan dilakukan nanti.
Tolong tunggu di luar.
Aku bukan korban.
Aku...
suami Bu Son.
Kau...
Kau benar-benar...
Sampai jumpa.
Kau menutup peti matiku.
-Bu Son! -Ya?
Apa perkataan Pak Kim Ji-uk benar?
Apa kalian suami istri?
Sebenarnya, Kim Ji-uk...
adalah...
suamiku.
Astaga.
Apa SDM tidak tahu soal ini?
-Begini... -Ini semua
salahku.
Aku daftar tanpa Bu Son...
Istriku tahu, dan diterima,
itu peluang yang tak mau kulewatkan.
Seharusnya kau memberi tahu SDM saat ditugaskan ke timnya!
Kau tidak berpikir akan menjadi masalah
jika istri harus mengevaluasi kinerja suaminya?
Kau tidak ikut pelatihan karyawan baru, Bu Son?
Itukah rencanamu selama ini?
Menugaskan suamimu ke timmu sendiri?
-Tidak. -Aku bisa mengonfirmasinya.
Dia menjadi mentor hanya karena permintaan mendesakku hari itu.
Tolong lihat evaluasinya tentang karyawan baru.
"Kim Ji-uk menunjukkan sikap pasif dari awal.
Mungkin membutuhkan pengawasan konstan dari atasannya.
Meski dia diulas dengan baik oleh pelanggan saat pelatihan,
penampilan fisiknya memainkan faktor utama dalam hal ini,
membuatnya menunjukkan kesombongan.
Aku khawatir apakah dia bisa berkomunikasi secara efektif
dan bekerja dengan kolega."
Jadi, ini bukan pelecehan di tempat kerja,
tapi pertengkaran pasangan di tempat kerja.
-Sejujurnya... -Sayang.
Di mana dia? Aku ingin dia kembali!
Serahkan dia!
Apa urusanmu jika aku ingin putriku kembali?
Laporkan saja aku!
Di mana kau?
Nam Ja-yeon!
Di mana kau?
Nam Ja-yeon!
EPISODE ENAM
Nona Yeon.
Ini aku, si pembenci.
Kau belum mati?
Maaf
telah mengecewakanmu.
Tapi kenapa kau di sini?
Kau ingat pingsan?
Saat aku membawamu ke UGD, dokter bilang...
Apa kata dokter?
Kau pingsan dan tertidur.
Kau tidur hampir 20 jam, bahkan mendengkur.
Astaga.
Seharusnya kau membangunkanku.
Bagaimana bisa? Kau tertidur lelap.
Tak bisa hubungi keluargamu.
Lebih baik di rumah sakit daripada di hotel.
Memang tidak ada kamar lain?
Aku membayar biaya rumah sakitmu.
Kenapa?
Kau menganggap ini sebagai jalur damai?
Bukan begitu.
Sepertinya kau salah paham dengan penampilanku sekarang,
tapi uang damaiku akan ratusan...
Aku akan mengganti uangmu. Berapa biayanya?
-Sekali lagi, uang damaiku akan... -Berapa biayanya?
Harganya 1.740.000 won.
-Apa? -Biayanya 1.740.000 won.
Lumayan untuk kamar naratama, bukan?
Harganya 1.740.000 won per malam?
Jadi, bagaimana jika aku yang bayar?
Tidak.
Akan kuganti.
Hati-hati!
Pecahan kacanya bisa membuatmu kehilangan satu atau dua jari.
Kau seorang penulis.
Tanganmu tidak boleh terluka, bukan?
Aku membelikanmu ponsel baru.
Sebenarnya aku datang untuk menaruh ini.
Tapi kemudian kau bangun, lalu aku terkejut, dan terjatuh ke lantai.
SENTIER EDISI TERBATAS
-Edisi... -Tunggu.
Kurasa kau akan berasumsi aku berusaha berdamai dengan ini
dan tak menerimanya.
Baiklah.
Aku juga akan ganti untuk itu.
Berapa harganya?
Apa walimu sudah membaik?
Apa dia terluka?
Dia pergi ke dokter ortopedi karena sakit pinggul dan bahunya.
Jika dia tertabrak truk, kenapa tidak dirawat?
Bukan begitu.
Dia hanya sakit otot karena menggendongmu ke UGD.
Dia menggendongku ke sini?
Pacarmu sangat khawatir.
Dia bukan pacarku.
Bukan?
Baiklah, sudah selesai.
Dia benar-benar bukan pacarku.
Permisi, aku tidak punya pacar!
Bu!
RS UNIVERSITAS KYUNGHYUNG
Permisi.
Terima kasih sudah membawaku ke rumah sakit.
Akan kutransfer begitu aku pulang.
Entah denda atau penjara, aku akan terima apa yang diberikan pengadilan.
Tapi kau dirawat karena aku, jadi, tolong izinkan aku...
Aku akan ganti uangmu.
Dah.
Masalahnya...
Apa ini cukup?
Kurang?
Tidak.
-Aku akan mentransfer... -Itu juga. Baik.
Katanya hasil tes darahmu akan keluar pekan depan,
jadi, jangan lupa datang untuk memeriksanya.
Selain itu, kau harus cukup tidur.
Aku sungguh minta maaf
karena membuatmu stres,
apalagi kau sangat sibuk.
PESAN BARU
PESAN BARU
PESAN BARU DITERIMA
Pasangan kantor bukan kejahatan.
Kita hanya salah urutan.
Jangan takut, Pasanganku.
Mari angkat kepala tinggi-tinggi dan...
Kenapa begitu?
Apa ini soal evaluasimu?
Aku hanya khawatir kau akan tetap di kantor pusat dan...
Bagaimana mungkin kau berpikir aku pelapornya?
Kau sungguh berpikir aku akan melaporkanmu?
Kau sama sekali tak percaya?
Mereka bilang kau korbannya, jadi, kupikir itu kau.
Aku pertaruhkan pekerjaanku untuk selamatkan kau dari hukuman.
Kau mengerti apa yang hampir kurelakan untukmu?
Gaji bulananmu?
Jangan khawatir, Pasanganku.
Kita tidak akan dipecat karena ini.
Kau hanya akan dipindahkan ke tim lain,
dan kita hanya perlu berpura-pura menikah di hari kerja.
Tapi bisakah?
Bagaimana jika aku mengkhianatimu?
Kau tidak khawatir?
Mengkhianatiku?
Aku tahu kau mustahil begitu.
Aku sama sekali tidak khawatir.
Aku memercayaimu, paham?
Aku percaya padamu.
Aku yakin padamu.
Kepercayaan diperoleh sebanyak yang diberikan, dan sebaliknya.
Kuberi kau banyak kepercayaan,
tapi tidak menerimanya.
Pasanganku!
Akan kubuktikan betapa aku memercayaimu.
Apa yang kau lakukan?
Kau tahu tes kepercayaan, bukan?
Aku tidak pernah dengan Hui-seong dan Ja-yeon,
tapi akan lakukan denganmu.
No comments yet. Be the first to leave one.