Die ersten 200 Zeilen.
Kim Sang-joong
Yoon Da-hoon
Lim Chang-jeong
Jin Hui-kyung
Lee Jae-eun
Kim Se-jun
Park Jun-kyu
Diterjemahkan oleh AngelTouch
Sutradara: Jung Cho-sin
Inikah yang dipakai para perampok bank belakangan ini?
Kemarin kujual satu pistol itu seharga dua ribu dolar.
Sulit untuk mendapatkannya.
Ini model terbaru,
Secara harfiah, ini bentuk dari seni.
Mana uangnya?
Masukkan dalam tagihanku.
"Masukkan," kepalamu. Aku mau uang tunai.
Tak ada jaminan kau akan membayar.
Taruh pistolnya dan pergilah kalian.
Tak ada uang, tak ada pistol!
Apa ini lelucon?
Ini bukan lelucon.
Kubilang, "Masukkan dalam tagihanku!"
JAKARTA
Semua sudah siap?
Jangan khawatir.
Aku akan pergi ke dalam brankas dan mengambil 3 juta dolarnya.
Tak seorangpun yang akan curiga.
Aku kurang yakin.
Apakah kita akan berhasil?
Aku Wakil Direktur bank ini. Siapa yang akan mencurigaiku?
Sudah jam 9:08. Aku akan masuk.
Selamat pagi, pak. Silakan masuk, pak.
Apa?
Oh, baik.
Apa yang terjadi?
Ada perampok bank!
Oh, sial!
Bawa dia!
Dia perampok bank! Hubungi polisi!
Kantor polisi?
Disini Bank Investasi Okwang. Ada perampok bank disini!
Cepat!
Akan kubawa dia ke polisi...
beserta tas ini sebagai barang bukti.
Mungkin saja dia akan mencoba melarikan diri.
Jangan bergerak! Atau kalian akan mati!
Apa kau tak mendengarnya? Merunduk ke lantai!
Polisi datang secepat ini?
Bahkan belum ada 1 menit.
Tepat sekali waktunya.
Jangan bergerak!
Dia yang menangkap perampok...
Dasar pencuri!
Bukan dia! Dia Wakil Direktur.
Dialah yang pencuri!
Benarkah?
Dasar bajingan!
Bawa mereka. Cepat.
Ayo!/ Akan kutuntut kalian karena penganiayaan.
Hey, lepaskan aku!
Kau saksi kunci. Ikut kami.
Sakit!
Jangan biarkan seorangpun masuk...
sampai pemeriksaan selesai.
Siap!
Semuanya, kembali bekerja!
Kembali bekerja!
Hey, kemarilah./ Baik.
Sedang apa kalian? Kembalilah bekerja!
Mobil kita!
Uangnya!
Dimana mobil kita? Ada 3 mayat di dalamnya!
Tak masalah. Toh, kita mencurinya.
Lari!
Dimana kita?/ Entahlah.
Apa kita berada di ruang pemeriksaan?
Ruang pemeriksaan?
Dasar bodoh.
Dimana kita sebenarnya?
Hey!
Mendekatlah.
Ayo!
Ada pisau di saku celanaku. Ambillah!
Berhenti berteriak padaku!
Memangnya berapa usiamu?
Aku ini Wakil Direktur!
Dasar bodoh.
Ayo!
Ambil pisaunya dari saku celanaku.
Akan kulepas ikatanmu juga.
Ambil saja sendiri!
Dasar keras kepala.
Baiklah. Boleh ambil pisaunya?
Dimana?
Di saku itu./ Dimana?
Yeah, disitu./ Disini?
Lebih ke bawah.
Mengapa tadi kau masuk ke dalam?
Aku sudah mau pergi, namun kau mengacaukannya!
Itu bank-ku, dan uang ayahku!
Jika itu uang ayahmu, mengapa repot-repot menjaganya?
Geser bokongmu!
Apa maksudmu, aku tak bisa mengambil uangku?
Kami minta maaf, nyonya. Semua sistem sedang mati.
Apa hubungannya dengan uangku?
Ada kabar darinya?/ Belum.
Masalahnya dia yang pegang kunci brankasnya!
Kau bilang padaku ini pekerjaan yang mudah!
Aku tak menduga ada perampok lain.
Bodoh!
Tak bisakah melempar dengan baik? Berlatihlah lebih keras.
Kau menertawaiku?
Tidak, kok.
Kau bicara di belakangku?
"Tidak," gundulmu!
Jelas kulihat kau tertawa karena lemparanku meleset!
Aku tak menertawaimu.
Kau baru saja menertawaiku!
Hentikan!
Jangan terlalu keras padanya.
Dia pingsan.
Kau menertawaiku juga?
Tidak.
Dia menertawaimu juga.
Aku tadi melihatnya.
Masih bertahan juga! Kau tak mau pingsan?
Haruskah kita bunuh mereka?
Mungkin.
Tak ada pilihan lain. Ayo bunuh mereka.
Yeah, sepertinya begitu.
Apa yang terjadi dengan Blue?
Apa dia akan bicara?
Kalau aku pasti akan bicara.
Mereka tak punya belas kasihan.
Dia pasti tak bisa menghadapinya.
Terakhir kali, aku bicara sebelum mereka memukulku.
Katakanlah sesuatu!
Kita ini sedang apa?
Sebaiknya kita berpisah.
Apa?
Jika Blue bicara, kita dalam masalah.
Sebaiknya kita berpisah.
Kita berada di kapal yang sama. Kita tak boleh berpisah!
Lebih aman jika kita berpisah.
Pikirkanlah!
Mungkin saja dia tak bicara!
Benar! Dia tak tahu nama kita.
Dia hanya tahu kita dengan panggilan Merah dan Putih.
Dia tahu nama kita.
Aku tak tahu.
Kalian menghancurkan rencana kami.
Dan kau ingin kami membebaskan kalian?
Apa yang kita lakukan pada berandal itu?
Yang mana? Siapa?
Yang berusaha menghentikan kita di Bank di Suwon.
Di Suwon? Apa maksudmu?
Berandal itu!
Oh, dia!
Kita menguburnya, bukan?
Atau kita membuangnya ke sungai?
Bukankah kita membawanya ke rumah sakit?
Kita berniat membawanya, tapi dia melawan.
Dia bocah yang lemah.
Apa seburuk itu?
Hanya sedikit patah pulang dan beberapa kulitnya tercabik.
Oh, iya, salah satu matanya juga lepas.
Kak, ayo kita lepaskan mata mereka.
Aku Wakil Direktur bank itu. Apa yang kalian inginkan?
Akan kuberi uang jika itu keinginan kalian.
Yang penting biarkan aku pergi.
Kau Wakil Direktur?
Tentu saja!
Apa kalian tak dengar mereka...
memanggilku "tuan" di bank itu?
Aku memang Wakil Direktur.
Kalau kau?
Aku perampok bank.
Kalian bukan polisi, 'kan?
Aku tahu saat.../ Diam!
Ambil kamera.
Ini hari keberuntunganmu.
Apa kau gila?
Mengapa kau beritahu padanya?
Karena kau tahu nama kami.
Itu karena...
Kau bercinta juga dengannya? Dasar wanita jalang!
Kau bercinta dengan semua...
Apa pedulimu?
Aku bukan pacarmu!
Tapi karena kita membahasnya,
kuberi kau info lain.
Kelaminnya lebih panjang dari punyamu.
Halo?
Hey, ada apa?
Aku sedang kacau, kawan!
Tinggalkan pesan setelah nada berikut.
Apa yang terjadi? Kenapa dia tak mengangkat ponselnya?
Aku punya rencana bagus.
Aku akan segera kesana.
No comments yet. Be the first to leave one.