Die ersten 200 Zeilen.
SMA Chuncheon Timur, kelas 2-3, terletak di tengah sungai besar dan pegunungan,
aku Gu Jin-woo.
Selamat pagi.
Kuambil beberapa. Terima kasih.
Hei, kau. Ini untukmu.
Musim panas itu, Korea mendapat keajaiban Piala Dunia...
Hei Sonny, awas!
Namun tak ada tim sepak bola atau stadion Piala Dunia di daerah tersebut.
Sonny, jangan lupa buku pelajaranmu!
Meski begitu, banyak anak yang bermimpi menjadi pemain sepak bola.
ROTI PANGGANG, HORE
- Silakan. - Oh. Terima kasih.
Ini Dong-hyun.
Dia selalu makan sepanjang hari, bahkan dalam mimpinya.
Apaan...
- Terima kasih, Bibi. - Akan kuhajar kau.
Dan itu Byeong ju, dia selalu tidur sepanjang hari.
Pasti punya banyak impian.
Hidup seseorang mencerminkan namanya.
Itu sebabnya dia dipanggil...
Tae-Tanic.
Apa yang kau impikan?
Itu benar lagi.
Tolong jangan ditarik terlalu kuat.
Nike dan seragam sekolah sangat cocok saat itu.
Terlalu banyak Air Force putih, merah yang paling keren.
Mereka tidak jual yang merah di Korea...
Lantas dia warga negara asing?
Kenapa?
Perkenalkan tuan bermuka angkuh.
Belum pernah lihat?
Belum, bagaimana kau bisa mendapatkannya? Itu keren sekali.
Namanya An Sung-Bin, pindahan dari Seoul tahun lalu.
Anak Seoul memang selalu oke!
- Membaca wajah adalah... - Pecundang.
serius.
Injak dia!
Hancurin!
Sakit sekali.
Selesaikan.
Hentikan!
Mereka berbeda dalam segala hal, namun memiliki satu kesamaan.
Apa-apaan, ini kelas kami.
Kelas kami!
Hei, hentikan.
Mereka semua naksir Sun-ah, ketua kelas.
- Kenapa kau sangat menyukainya? - Dia cantik.
Sepertinya tidak seru.
Tetap saja cantik.
Sun-ah, berita besar.
Kau sudah dengar Ji-sung Park akan ke Eropa tahun depan?
Dia akan ke luar negeri?
- Bagus untuknya. - Benar?
Dia di kelas mana?
Coba kutanya yang lain.
Teman-teman, Ji-Sung di kelas mana?
Dia si paling tahu.
Tetap saja cantik.
Bagiku, agak berbeda.
Benar?
Dia...
seksi.
Hidup yang lurus.
Baiklah!
Tangkap dia, cepat!
- Perhatian. - Duduk.
Pada usia 18 tahun, kita didorong oleh tiga kebutuhan manusia.
Makan
Tidur.
Hiburan.
Dan ada yang ke-4.
Mengincar dan mendapatkan sasaran.
Oper padaku.
Diam.
Aku masih bisa melihatmu.
Oper padaku!
Kubilang diam.
Hei.
Habislah kau!
Dia juga?
Semua yang bersalah silakan berdiri sekarang.
Kubilang berdiri.
Kau juga Tae-wan.
- Tae-wan. - Ya?
Kau sembunyikan sesuatu?
Sama sekali tidak.
Kau pegang sesuatu di tanganmu.
Tidak ada.
Buka tanganmu dan berdiri.
Lekas berdiri.
Lakukan dengan benar.
Sudah.
Kau adalah mimpi buruk-ku.
Mengapa kau tidak berubah?
Kau akan seperti ini lagi tahun depan?
Begitu?
Begitukah?
Aku mengawasimu.
Dan Sun-ah.
Ini bukan dirimu.
Maaf, Pak.
Aku berharap lebih dari...
Kenapa kau tak bisa berdiri tegak?
Siap!
Kemenangan bagi Korea!
Itu tongkat pendar?
Semangat.
Gu Jin-woo.
Mulai sekarang, kau duduk di depan dia.
Dan Sun-ah, awasi Jin-woo.
Dan kau...
- pergilah ke toilet lebih dulu. - Terima kasih, Pak.
Oper.
- Posisi Sung-bin terbuka. - Selesai.
Bagus!
Hore! Aku dapat Yuri!
Membuatku sangat senang.
Seperti yang selalu kubayangkan.
Selalu...
Aku akan gagal lagi.
Jauh lebih baik! Firasatku bagus.
Masa? Kau dapat?
Itu disebut vibe?
Hei, ayolah.
Satu, dua, tiga, empat!
Dua semut, hore!
Dan tiga lagi. Bagus!
Jumlahnya lima semut.
Vibenya tepat.
Mengapa kau tak bisa mengalahkannya?
Dia?
Dia lebih baik?
Nuansa semacam itu tak bisa dipelajari.
Gu Jin-woo.
Pernahkah kau berusaha untuk apa pun?
Bagiku tidak perlu.
Menakutkan betapa hebatnya aku jika berusaha.
Kau hanya bicara tanpa tindakan.
Kau lebih buruk, memberinya harapan palsu.
Siapa itu?
Mau bertaruh?
Siapa yang main bola basket? Pindah ke sepak bola.
Jin-woo.
Tolong pakai baju.
Dia mewarisinya dari siapa?
Nak.
Hai, Ayah.
Aku terima telepon yang sangat menarik dari sekolahmu hari ini.
Kau akan untuk duduk di depan ketua kelas dan berjanji untuk belajar?
Itu, benar.
Jika benar...
kau pantas dapat yang lebih baik.
Kejutan.
Biaya makan terus meningkat.
Aku berhemat dengan tidak ikut kelas pra-ujian.
Tolong hadiri satu saja.
Dia baik saja.
Dia akan belajar bersama Sun-ah.
Astaga, mari kita lihat...
Makanan berminyak akan membantu.
Ayah...
Hentikan!
Perhatian.
Beri hormat.
Selamat pagi.
Ulangi.
Perhatian. Beri hormat.
Selamat pagi.
Matpel ini diabaikan karena tidak penting?
Tidak, Pak.
Artinya, kalian mengabaikanku.
Ujian dadakan dalam 20 menit, ambil buku pelajaran kalian.
Cepat.
Ada yang meninggalkannya di rumah?
Kalau begitu...
Dengan senang hati akan kutunjukkan minatku.
Tidak semua orang mampu menahan diri.
Berdiri.
Dia sangat pemarah hari ini.
Dan ini kesempatanku.
Kesempatan untuk melewatkan ujian.
Itu kau.
Benar.
Haruskah aku berdiri di belakang?
Aku tahu apa yang kalian pikirkan sekarang.
Apa yang merasukinya hari ini?
Apa hanya dengan mempelajari mata pelajaran utama akan menjamin masa depan cerah...
dan sukses?
Kebahagiaan lain lagi.
Mata pelajaran ini tentang...
Aku Tak Pernah Bermimpi. Aku Tak Punya Mimpi. Aku Takkan Pernah Bermimpi
...kehidupan dan cara menjalaninya.
Jika kalian tak mau menjadi budak kehidupan...
fokuskan diri kalian pada suatu hal.
Baik itu mimpi atau cinta... Atau bahkan angin dan pepohonan...
Aromanya selalu harum.
Harum.
Aku bisa merasakannya sekarang.
Bagaimana bisa?
Gu Jin-Woo.
No comments yet. Be the first to leave one.