Die ersten 200 Zeilen.
SOAL ISIAN, 45 POIN
Saat aku kecil,
Ibu suka menanam min di balkon. Katanya...
itu untuk buat teh
dan usir nyamuk.
Saat musim panas,
topan datang.
Kau mengerti? Ini sangat penting.
Bapak ulangi.
Kali ini, ujian latihan kita
akan diselenggarakan bersama dengan sekolah lain.
Tujuannya agar kalian merasakan seperti apa ujian sebenarnya.
Berdasarkan undian, kalian mungkin tak ikut ujian di sekolah ini.
Kalian akan ke sekolah yang dipilih dari undian.
Kenapa mengeluh? Jangan khawatir.
Sekolah akan menyediakan bus untuk mengantar kalian hari itu.
Jadi, ingat untuk datang tepat waktu. Mengerti?
Mengerti.
Dan jangan terlambat.
Bukan hanya sekolah kita,
tapi semua SMA aneh.
Lihat itu? Itu parabola.
Gao Tianyang.
Jelaskan rumus lintasan parabola.
Rumus untuk lintasannya.
Rumus lintasannya.
Y kuadrat sama dengan...
Empat...
4c apa?
cx.
Y kuadrat sama dengan 4cx.
Ya, Y kuadrat sama dengan 4cx. Terima kasih, Sheng Wang.
Gao Tianyang, duduk.
Baik, keluarkan kertas ujian untuk kita ulas.
Mulai dengan soal pertama.
Ada massa pada permukaan horizontal sebuah balok lima kilogram,
yang bergerak dengan kecepatan empat meter per detik.
Berat gerak menjadi gaya gesek sebesar sepuluh newton...
Yang ini bagus?
- Di sini... - Ada satu lagi di dalam.
Aku mau mandi.
Apa ini?
Sudah kubilang.
- Ini keren. - Ini versi sastranya.
- Ini yang paling keren. - Wah.
Aku sudah tidak sabar.
Sampoku habis.
- Boleh pinjam? - Ini.
Ambil punyaku.
Kami punya hal yang bagus. Mau lihat?
Tidak.
Tidak tertarik. Sheng?
Mau lihat...
hal dewasa?
Buku dewasa?
- Aku baca buku matematika saja. - Baiklah.
Kau tidak tertarik.
Shi Bao, ayo lihat lagi.
Gao Tianyang, ini dia.
- Terima kasih. - Tidak masalah.
Kenapa kau pencet?
Bodoh, kau mengeluarkan banyak sekali.
Bersihkan!
Kenapa banyak sekali?
Kau perlu diperbaiki.
- Perlu diperbaiki? - Lalu kenapa taruh di sini?
Apa maksudmu kutaruh di sini?
- Sudah dari tadi. - Ada di mana-mana.
Bersihkan, cepat!
- Pastikan kau bersihkan. - Ini tidak mudah.
- Sedang apa kau? - Hei! Jadi kena celanaku!
Baiklah, aku ambil!
Selamat pagi, Sheng.
Wah.
Riasan gelap matamu mencolok sekali.
Apa begitu kelihatan?
Siapa pun yang punya mata bisa lihat.
Ada apa?
Tidak bisa tidur.
Aku sungguh tak mau mengomel.
Sudah cukup buruk tak bisa tidur,
tapi kau juga harus minum suplemen untuk sembuh.
Bukannya cukup makan satu atau dua telur untuk sarapan?
Sudah selesai bicaranya, Beri Sik?
Beri Sik?
Katakan lebih cepat.
Beri Sik. Berisik...
Tidak.
Insomnia tiba-tiba?
Apa terjadi sesuatu di asrama?
Tidak.
Xiaowang.
Kau berbalik hanya untuk menanyakan itu?
Tidak, aku mau menanyakan ini...
Soal ini, aku mau menanyakan soal ini padamu.
Misalkan kita perlu tangkap ikan dari kolam untuk dijual.
Kapan waktu tepat untuk menangkapnya?
Saat kita mau memakannya.
Tangkap berapa banyak?
Tangkap berapa banyak?
Saat mau makan.
Tentu tidak. Ayo bertaruh. Aku tanya Sheng.
Ayo. Tanya dia.
Sheng, aku mau tanya.
Di kelas kimia terakhir, kita bicara tentang fluorin.
Fluorin yang terdapat dalam pasta gigi.
Apa inti utamanya?
Inti utamanya?
Pencegahan gigi berlubang.
- Apa? - Gigi berlubang.
Kalian mentertawakan apa?
Pencegahan gigi berlubang.
Apa?
Sheng.
Kenapa lingkaran di bawah matamu gelap sekali?
Tidurku tidak nyenyak.
Ini telur, 'kan?
Internet bilang, kompres telur rebus di atas matamu
- bisa hilangkan lingkaran gelap. - Ya.
Kau bisa menggunakannya.
Aku penasaran siapa yang menaruh telur di sini.
Seperti ini?
- Bukan. - Harus dikeluarkan.
- Seperti ini? - Digulung.
Ini panas.
Waktunya kelas.
- Tugasmu selesai? - Kembali ke meja masing-masing.
Biar kumakan jika kau tidak mau.
Kenapa tak bisa tidur?
Karena... aku mimpi buruk tadi malam.
Lin Zi.
Pak Xu mencari aku. Tunggu sebentar.
Kau mengagetkanku.
Sedang apa? Menonton film horor?
Ya. Di mana Tian?
Dia pergi joging.
Aku hanya ingin melatih keberanianku.
Dulu, aku pikir aku tidak akan takut.
Aku bahkan mentertawakan Gao.
Tahu apa yang terjadi?
Saat aku kembali ke asrama bersama orang lain hari itu,
koridornya gelap gulita.
Seseorang tiba-tiba menyentuh bahuku.
Aku sangat takut.
Jadi, kau sudah menguasainya?
Menguasainya? Kau membuatku takut.
Sebagai gantinya, mau aku berlatih bersamamu?
Baiklah, ayo...
Omong-omong, kau tidak takut?
Bukannya kau dan Tian berbagi tempat tidur saat itu?
Tidak penting. Ayolah, dua negatif buat positif.
- Benar. - Ini untukmu.
Ya.
- Kau membuatku takut setengah mati! - Ayolah...
Menakutkan sekali.
- Aku dapat pesan. - Ya.
Dari siapa?
Senyumanmu sangat aneh.
Siapa lagi kalau bukan He Shi?
Dia memintaku melatih keberanianku.
Kau sangat romantis.
Kau punya pacar?
Bilang ini nyata.
Saat tangkap siswa berpacaran,
tebakan Bapak selalu benar.
Kau pasti berpacaran.
Pak, aku sungguh tak berpacaran.
Hanya bicara pada Jiang Tian.
Bapak tidak percaya padamu.
Ini.
Buka ponselnya dan coba lihat.
Ini.
Ini benar Jiang Tian?
Aku menemukan
betapa pun takutnya perempuan,
begitu jatuh cinta, dia jadi...
sangat manis.
Kenapa?
Aku tidak pernah tahu perempuan dengan lesung pipi
begitu menarik.
Kau tahu
betapa manisnya dia saat tersenyum?
Dia punya lesung pipi kecil di sisi ini.
Saat matahari bersinar di rambutnya...
Saat kena sinar matahari,
warnanya menjadi lebih terang.
Kulitnya putih,
dan kakinya panjang.
Dia sangat manis.
Senyumnya juga hangat.
Bagaimana kau bisa yakin...
kau sungguh menyukainya?
Ada banyak sekali gadis berlesung pipi, berkaki jenjang, dan berkulit putih.
Bagaimana bisa yakin kau menyukainya di antara yang lainnya?
Kau sungguh perlu menanyakan itu?
Jika suka seseorang, kau akan tahu.
Saat kau menyukai seseorang,
pandanganmu hanya tertuju pada dia.
Seperti di acara olahraga waktu itu.
Saat aku juara pertama di lomba lari,
No comments yet. Be the first to leave one.