Die ersten 16 Zeilen.
Aku duduk merias diri Benar-benar kehabisan nafas
Dimanakah Kekasihku?
Aku telah menyalakan lampu atapku tapi, kekasihku belum datang juga
Wanita manakah yang telah merayunya?
Datanglah keatap rumahku, sayangku
Agar aku bisa mencuri pandang terhadapmu
Datanglah keatap rumahku, sayangku
Agar aku bisa mencuri pandang terhadapmu
Diatap rumahku
Kekasihku mencoba menginip dari lubang pintu
Dia menghabiskan uang dan tak peduli terhadap dunia
Kekasihku mencoba mengintip dari lubang pintu
Dia membuang-buang uang dan tak peduli terhadap dunia
Dan bersumpah atas hidupnya
Kekasihku, biarkan aku mengambil daun sirih untukmu
Agar bibirmu semakin memerah
No comments yet. Be the first to leave one.