Die ersten 200 Zeilen.
"New Late Night E News"
Hai, pemirsa. Aku pembawa acara Kim Gu Ra.
Hai, aku Park Sun Young.
Pekan lalu sangat panas. - Cuacanya panas.
Banyak orang yang pergi liburan.
Tapi syuting drama dilakukan sebelum jadwalnya.
Jadi, kamu terkadang harus syuting di bawah matahari terik.
Itu sangat berat.
Kami ucapkan terima kasih untuk semua kru dan aktor
atas kerja keras mereka.
"Apa yang baru saja kudengar?"
Kita harus berterima kasih, bukan? - Ya, benar.
Aku menghargai mereka. - Kamu tidak biasa mengucapkannya
dan membuatku sangat terkejut.
Semuanya, terima kasih. - Ya,
kita sangat beruntung bisa syuting dalam studio ber-AC.
Terima kasih. - Tapi kita tidak bisa libur.
Benar. - Kita pasti punya banyak berita.
Tidak ada istirahat dalam dunia hiburan.
Berita kecil dan besar selalu bermunculan.
Aku akan membawakan berita sebentar lagi. Simpan itu.
Kurasa dia sudah tidak bisa melakukannya lagi sekarang.
Orang yang kali pertama membuat simbol itu akan tampil di sini.
Orang yang pertama membuat simbol itu.
Nantikanlah dan tetaplah bersama kami.
Astaga.
Maafkan aku. - Kalian berdua harus dihukum.
Tidak. - Kalian harus dihukum.
"Dia malu"
Aku tidak sabar mengetahui orangnya.
Tidak ada hari libur di New Late Night E News.
Kudengar reporter yang jarang dapat giliran pertama
akan menjadi pembuka berita hari ini.
Dia adalah Pak Shin Gi Ju.
Aku selalu menjadi yang terakhir.
Tapi hari ini aku pembawa berita yang pertama.
Bukan karena aku hebat.
Itu karena berita yang akan kubawakan tergolong sangat penting.
Benarkah? - Hanya dalam lima hari,
"A Taxi Driver" mencapai empat juta penonton.
Hanya dalam lima hari? - Itu rekor baru.
Aku menganalisis bagaimana "A Taxi Driver"
bisa menarik begitu banyak penonton.
"New Late Night E News"
"Film apa yang paling menarik pekan lalu?"
Pekan lalu, banyak orang menyaksikan film ini.
"A Taxi Driver".
"A Taxi Driver". - "A Taxi Driver".
Film itu mengalahkan "The Battleship Island" dan menjadi film terlaris.
Mencapai 4,3 juta penonton hanya dalam lima hari,
film itu menunjukkan kekuatannya.
Melihat catatan film sukses lainnya,
hampir dipastikan film itu akan segera mencapai 10 juta penonton.
Apa sudah saatnya bicara tentang mencapai 10 juta penonton?
Penonton dan para aktor
berbagi cerita spesial melalui film itu.
Kalian semua sudah menontonnya, bukan?
Ya! - Ya!
Film kami bagus, bukan? - Bagus.
Kupikir itu sepadan dengan syuting film tersebut.
Terima kasih sudah menyukai film kami.
Kami pamit. Terima kasih.
Aspek apa dari film itu yang menyentuh perasaan penonton?
Tahun 1980, Man Seob, seorang sopir taksi biasa,
membawa jurnalis Jerman, Peter, ke Gwangju.
Dia menyaksikan kengerian dari pemberontakan di Gwangju.
"A Taxi Driver" berdasarkan sejarah tragis korea.
Film itu membuatku berdebar. - Begitu rupanya.
Jantungmu berdebar? - Seperti kembali ke masa lalu.
Aku merasakan hal yang sama pada saat peristiwa itu terjadi.
Aku tidak tahu banyak tentang peristiwa itu
karena aku tidak mengalaminya. - Benar.
Aku tahu peristiwa itu dari film ini.
Aku terkejut dan tersentuh.
Film "A taxi Driver"
banyak ditonton oleh kalangan remaja dan usia 50-an.
Tapi semua penonton memberikan ulasan positif.
Film itu mendapatkan tanggapan yang antusias.
Film itu menjadi sangat terkenal
hingga Perdana Menteri Lee Nak Yeon menonton film itu.
Film itu menarik.
Dia mengumpulkan sekelompok orang untuk menonton bersamanya.
Bagaimana perasaannya saat menonton film itu?
Apa Anda menyukai film itu?
Aku menangis sepanjang film.
Kurasa film itu menggambarkan pandangan orang Korea
bahwa peristiwa tahun 1980 bukan hanya sekadar masa lalu.
Itu situasi yang masih berlangsung
dari dahulu sampai sekarang.
Pemberontakan di Gwangju adalah kejadian tragis di mana masyarakat
melawan kekuatan militer untuk mencapai demokrasi.
Saat darurat militer, tindakan kejam pihak keamanan
menyebabkan 7.000 orang terluka.
"A Taxi Driver" menggambarkan
hidup orang biasa yang menyaksikan seluruh peristiwa itu.
Hal yang membuat berbeda dengan film pemberontakan lainnya
adalah film ini menggambarkan peristiwa Gwangju pada Mei 1980
dari sudut pandang
jurnalis Jerman dan sopir taksi dari Seoul.
"A Petal"
Film lama tentang pemberontakan di Gwangju
banyak menggambarkan kesedihan para korban.
"Tanggal 18 Mei"
Apa kamu seorang reporter?
Ya, aku seorang reporter.
Namun, "A Taxi Driver"
menggambarkan kengerian dari pemberontakan di Gwangju
hanya dari sudut pandang orang ketiga,
kamera jurnalis Jerman, Peter.
Peter diperankan oleh aktor Jerman, Thomas Kretschmann,
dia adalah satu-satunya jurnalis yang meliput peristiwa di Gwangju.
"Jurgen Hinzpeter, Jurnalis Jerman"
Film ini terinspirasi oleh mendiang Jurgen Hinzpeter.
Dia adalah jurnalis asing
yang melihat peristiwa menakutkan di mana para masyarakat Gwangju
dibunuh secara keji.
"Berita sore di ARD, Jerman. 22 Mei 1982"
Rekamannya digunakan untuk membuat film dokumenter.
Film itu diputar di seluruh Jerman.
Itulah kali pertama dunia tahu
peristiwa sesungguhnya saat pemberontakan di Gwangju.
Rekaman itu tampil di Jerman. Kupikir koran dan departemenku
sangat tersentuh dengan kejadian ini.
Sampai akhir hayatnya,
dia berterima kasih dengan sopir taksinya, Kim Sa Bok,
yang mengantarnya ke Gwangju.
"Aku berterima kasih pada sopir taksi yang berani"
Sudut pandang dari Jurgen Hinzpeter sangat penting.
Tapi aku juga tertarik dengan sopir taksi Kim Sa Bok.
Dia orang terpenting yang menyusun film itu.
Karakter utama film itu adalah sopir taksi Kim Man Seob
yang diperankan Song Kang Ho.
Acara radio pagi melaporkan, "Massa sudah dibubarkan."
Aku masih ingat saat mendengarkan berita itu.
Kuharap aku bisa menggambarkan sudut pandang para korban
melalui film ini secara autentik.
Aku mau banyak orang mengetahui kejadian sebenarnya.
Kurasa aku sudah melakukan yang terbaik dalam peranku.
Pemerintah menguasai media pada Mei 1980.
Apa mereka masuk kuliah agar bisa demo?
Saat kita mengikuti perjalanan Man Seob di film itu...
Hai. Kalian mau ke mana?
Tolong tulis cerita tentang hal ini.
Kamu seharusnya bilang jika kamu seorang reporter.
Kami datang untuk melihat kenyataan yang tidak diketahui.
Dia tidak terlalu tahu sejarah dan hanya memikirkan hidupnya.
Tapi saat melihat kejadian bersejarah,
dia sadar sikap hidupnya salah.
Alih-alih menginvestigasi kenyataan di balik kejadian itu,
film itu menunjukkan kepada penonton
sejarah tragis yang terlihat dari sudut pandang para korban.
Aku berusaha membuat karakter
yang bisa dipahami penonton.
Aku mau penonton merasakan sudut pandang dan perasaan Man Seob.
Itu tujuanku dalam film ini.
Taksi Man Seok dari Seoul
membawa kita ke Gwangju pada Mei 1980.
"Kejadian yang dilihat dari sudut pandang sopir taksi biasa"
Pada saat itu di Gwangju, tinggal masyarakat biasa
yang hanya melakukan kegiatan rutinnya.
Mereka tidak memberontak untuk keadilan atau keyakinan.
Tepuk tangan!
Berjanjilah kepadaku. - Kamu tidak sendirian.
Jangan pikirkan kami!
Saat kita membawa peristiwa sejarah ke dalam film,
apa pilihan yang akan kita ambil?
Untuk hal kesuksesan... Berdasarkan perhitungan kemarin,
film itu sudah menjual sebanyak 4,9 juta tiket.
Angkanya meningkat 600.000 setiap hari.
Orang sudah berpikir film itu akan menjual 10 juta tiket.
Film itu menarik penonton dengan sangat cepat.
Terlebih lagi, jumlah penonton yang ingin menyaksikannya
sangat besar hingga melebihi kapasitas bioskop.
Banyak remaja menontonnya karena sesuai untuk usia 15 atau lebih.
So Hee, sebagai remaja, apa kamu juga tertarik dengan film ini?
Aku hanya tahu peristiwa itu dari buku pelajaran.
Film itu membuatku sadar pentingnya sejarah.
Ada banyak film tentang pemberontakan di Gwangju,
termasuk "May 18", bukan?
"May 18" menceritakan dari sudut pandang korban,
"A Taxi Driver" ditujukan untuk orang seperti kita atau So Hee
yang tidak tahu banyak tentang kejadian itu melalui Song Kang Ho.
Begitu rupanya. - Kuharap film itu akan menjadi
bahan sejarah yang membantu generasi mendatang
untuk mempelajari dan menjaganya.
"Jurnalis dengan pengalaman selama 18 tahun"
"Mantan editor dari majalah mode pria"
"Penulis artikel pelopor gaya hidup"
"News Master bersama Shin Dong Heon"
Berita pertama adalah unggahan seorang wanita
di media sosial yang membuat kita terharu pekan lalu.
"Disiplin atau Penyiksaan"
Pada malam hari tanggal 5 Agustus,
sebuah tulisan putus asa diunggah di media sosial seseorang.
Orang yang menulisnya adalah
Choi Joon Hee, putri mendiang Choi Jin Sil
yang meninggal sembilan tahun lalu.
"Nenekku memukul dan mencekikku, berkata aku sebaiknya tidak lahir"
Unggahannya mengejutkan.
Dia bilang bahwa neneknya
No comments yet. Be the first to leave one.