Die ersten 200 Zeilen.
Kalau bicara tentang kejantanan, - Kau baik-baik saja, Asai?
- itu hanyalah tampilan diluar saja - Pegangan yang erat!
Contohnya Kimura-sensei.
- Aku akan tancap gas! - Eh?
- Sensei, pelan-pelan - Tapi juga...
Tempat berkumpulanya para laki-laki,
Kata-katanya favorit Hiromi si pemilik kafe Sharmen:
Sangat jantan!
Dan juga. Kou-kun sebelum bertanding
Lesatan tembakan jarak jauh .
Enami spesial.
Aku pasti...
bisa melakukannya!
Tapi aku...
- Aduh, aduh! Sakit -Kita sudah sampai, Asai!
Huh? Sedang apa kau? Ayo cepat!
- Aduh! Aduh! - Apakah sakit?
- Sakit! - Apakah sakit?
- Sakit! - Jadi memang sakit!
Sakit!
Permisi, ada pasien gawat darurat!
Kemarin...
...sebenarnya...
Aku pasti bisa membahagiakan sensei!
Pergi, kau aku usir.
- ... sangat jantan. - Asai-san, ini hanya terkilir biasa.
Oh? Kakak?
Aku bukan kakakmu.
Asai-san, kau diusir oleh orang tuamu, kan?
Kau aku usir.
Iya.
Jadi, aku akan tanyakan berdasarkan sudut pandang bisnis.
Apa yang terjadi setelah kau pergi dari rumah?
Setelah itu aku...
Ingin menemui sensei.
Sensei!
Aku benar-benar ingin bertemu dan bicara padanya.
- Sensei! Sensei! - Berisik!
Itulah akal sehat dari dunia ketiga, terima kasih.
Rasa sakit karena menjadi tua.
Tapi dia tidak ada dirumah, dan aku juga tidak bisa pulang.
Benar juga, aku pikir bisa menginap dirumah Kenken, tapi...
Maaf, sekarang ini...
kami sedikit sibuk.
DASAR BODOH!!!
Peduli apa dengan laki-laki!
Sialan!
Dasar brengsek!
Kimi-chan sekarang ini sedang mabuk,
Jadi datanglah kemari lagi nanti, ya
Sampai nanti!
Ya? Datang lagi nanti, ya?
Lalu aku pergi kerumah Udayan...
Hayato! Shou-chan mencarimu!
- Dengan kata lain... - Berisik!
Aku sedang sibuk!
Kau hebat, Tracey!
Kau hebat, Rose!
Amerika memang hebat! Kelas atas!
Maaf ya, Shou-chan.
Tidak apa-apa.
- Ini, bawalah ini. - Lalu aku kerumah Kou-kun...
- Sementara ini... - Dengan kata lain.
Tolong jangan datang kerumah kami.
Eh?
Kau tahu pemilihan akan segera berlangsung, kan?
Kandidatnya tentu saja aku dan ayahmu.
Kami ada beberapa informasi rahasia yang penting tentang pemilihan.
Kau mengerti? Kliasifikasi! Ini bukan kota Chiba.
Iya... Tapi...
Permisi.
Jangan lihat!
Aku pikir... dengan terong ini... tidak.
Aku akan tidur di luar.
Aku beli kornet kaleng.
Shabu-shabu?
Daging apa itu?
Tunggu sebentar.
Kenapa kornet kaleng?
Karena seorang laki-laki yang tidur diluar rumah
Harus membawa kornet kaleng.
Lanjutkan!
Tapi kemudian...
Sesuatu yang tidak aku sukai...
Kelambu?
Kenapa?
Lalu aku tidak punya pilihan selain kesekolah.
Aduh! Sakit...
Huh?
- Asai Shouhei? - Iya.
Tidak mungkin. Itu pose yang lucu.
S-sakit!
Ada apa, Asai?
Ah... Kakiku...
Kaki?
- Bagaimana kalau begini? - Sakit...
- Kalau begini? - Sakit!
- Begini? - Aduh! Sakit!
Ini gawat! Kita kerumah sakit!
Ayo cepar, berdiri, berdiri!
Tunggu, aku saja yang memeriksanya!
Bawa dia keruang kesehatan.
Oi! Oi!
Kita sudah sampai, Asai!
Permisi!
Begitu, jadi karena itu kau bisa masuk rumah sakit.
Mengerikan juga, ya?
Iya...
Kakimu sudah tidak apa-apa?
Iya, sudah...
Eeeeh?
Mochizuki-sensei!
Aku kaget saat mendengarnya dari sekolah jadi aku segera datang kemari.
Aku minta maaf karena kemarin aku tidak berada dirumah.
Aku senang.
Eh?
Aku ingin bertemu denganmu.
Dari kemarin...
...selalu.
Asai-kun.
Katakan!
Sensei.
Dengan serius! Seperti laki-laki sejati!.
Katakan!
Maukah...
Pacaran denganku.
Baiklah.
Eeeh?
Itu artinya...
Ciuman pertamaku...
Malam pertamaku...
Pernikahan...
Kemudian
Kami menjalani hidup bersama-sama.
Aku bahagia sudah dilahirkan!
Tapi sebelum itu...
Eh?
Aku ingin kau berjanji sesuatu padaku.
Be-berjanji?
Maaf kalau banyak kesalahan dalam subtitlenya!
Selama tujuh belas tahun ini...
Aku belum pernah,
Berusaha dengan keras, tapi
Aku ingin kau berjaji sesuatu padaku.
Janji.
Shouhei!
- Shouhei! - Shou-chan!
Baiklah, aku akan segera kesana!
- Shou-chan sudah pulang! - Benarkah?
Ayo kita cari dia.
Dia mungkin akan berkelahi dengan ayahnya.
Kenken!
"Pengkhianatan hanya akan terjadi...ketika sedang jautuh cinta"
Itulah...
kata penulis John Lukale.
Sudahlah, ayo kita pergi!
Ya...
Sudah siap? Aku akan ambil fotonya!
Senyum!
Sepertinya semua berjalan dengan lancar.
Aku juga kaget.
Shou-chan pulang dan tiba-tiba...
Ayah! tidak...
Ayahanda!
Aku benar-benar minta maaf,
Karena sudah berkata hal yang tidak-tidak.
- Eh? - Hanya begitu saja?
Astaga! Kouji!
Ibu, ada apa?
Berita berikutnya mengenai pemilihan.
Aku berencana untuk mendekati kedua kandidat.
Tapi salah satunya kan ayah!
Tentu saja, aku tidak akan berat sebelah!
Aku akan menulisnya dengan adil!
Baiklah, satu kali lagi!
Ibunya Kou-kun itu seorang wartawan koran ya?
Koran daerah sekitar sini.
Dia itu seperti relawan dan bisa melakukan apa saja.
Gosipnya dia dan kepala RT itu adalah "Pasangan Tersembunyi"
Oh...
Akhirnya, besok dimulai.
Semoga pidatonya sukses .
Aku akn berusaha.
Demi dirimu.
Na, Shou-chan. Mau pergi kesuatu tempat?
Hari ini aku tidak ikut.
Apa itu?
Apa itu sikap seorang anak yang baik?
Oi!
Kami semua khawatir ketika kami dengar kau lari dari rumah!
- Udayan! - Apa hanya itu yang akan kau lakukan?
Aku...
Akan berpacaran dengan sensei.
Ueh?
Aku menyatakannya,
sekarang...
aku dan sensei
Ber-pa-car-an.
EEH?!
Sebagai gantinya, aku berjanji.
No comments yet. Be the first to leave one.