Die ersten 200 Zeilen.
SERI ASLI NETFLIX
Kita tentukan siapa yang tempati apa pada hari Minggu dan Selasa.
Kita ada Queens, yang baru, di 4.7, jadi kukira kita bisa tempati Queens.
Baik.
Christine, kau bisa tempati daftarmu di Hollywood, kukira.
Aku akan kerjakan Doheny. Brett, kau kerjakan yang mana?
- Crescent. - Mary?
- Aku bisa kerjakan Minggu. - Kau mau Temacula membantu?
Ya, itu bisa.
Kita tak sering lakukan ini, kalian tahu,
tapi kita mengajak gadis lain ke dalam pialang.
- Sungguh? - Ya.
Dia akan tiba di sini sebentar lagi, jadi aku mau kalian tahu.
- Dari mana? - Chrishell.
Dulu dia di Crishell.
- Crishell? - Dengan K?
Ya, aku tahu betapa baiknya ini akan berjalan.
- Tidak, kami terbuka, tentu! - Aku dengar hal baik.
Dia kerjakan bisnis serius. Dia dapat banyak klien.
Kepribadiannya, menurutmu dia akan akur dengan semuanya?
Ya, aku takkan ajak siapa pun yang tak membaur dengan kita.
- Bahkan Christine seperti dia. - Hati-hati.
Di mana dia duduk?
Dia bisa duduk di lantai sampai dirinya terbukti.
Ya. Betul.
- Berbaiklah. - Selalu!
Serius, dia akan terintimidasi sendiri.
- Jadi, lakukan yang terbaik. - Christine, kau dengar?
Ya, berbaik hatilah saat dia masuk.
- Bagaimana sebut namanya? - Chrishell.
Chrishell. Baik. Keren.
Aku Jason Oppenheim, ini saudara kembarku, Brett.
Bersama kami bangun dan miliki Grup pialang Oppenheim di sini.
Kami nomor satu jauh tim perumahan di Hollywood Barat.
Kami menjual seperempat milyar dolar setahun.
Siapa pun yang membeli atau menjual di Sunset Strip
atau Bukit Hollywood menelepon kami.
Mungkin nama kami di pintu,
tapi di balik pintu itu adalah semua wanita kuat
yang membuat pialang ini apa adanya.
Aku agen yang paling dihubungi saat penjualan rumah-rumah termahal.
Kemewahan, glamor, gaya adalah kesukaanku, dan karena itu klien datang padaku.
Pilihanmu tepat, rumah ini luar biasa.
Aku bekerja keras.
Aku selalu ditelepon.
Aku satu dari orang pertama yang mulai di Grup Oppenheim.
Jason, dia bilang telah membuat 20 persen pertumbuhan,
Aku hanya, keren. Aku raih 40 persen tiap tahun.
Ini sangat segar.
Aku tak takut untuk turun dan jadi kotor.
Tak selalu glamor,
itu hanya bagian dari bisnis.
Kau harus punya visi dan jika kerjamu bagus
dengan penyelesaian bagus,
kau sebenarnya akan meraih profit sejuta dolar.
Aku punya koneksi internasional hebat.
Bisnis perumahan semuanya soal membangun relasi.
Jika ini tak menjual rumah, aku tak apa yang bisa.
Bagian favoritku jadi agen perumahan yaitu aku merasa jadi mak comblang.
Seperti jatuh cinta.
Aku berhasrat untuk bekerja dengan pemilik rumah pertama kali.
Tugasku adalah menerima stres dan membiarkanmu menikmati prosesnya.
Jelas menakjubkan.
Bersulang untuk itu!
- Kami kru jagoan untuk bergaul. - Kulitmu harus tebal.
Kukira kita bisa kerja sama, tapi jelas tak bisa.
Kapan terakhir kali kau menjalin hubungan?
Seperti, hubungan yang baik?
- Kau mencampakkanku. - Kau bisa memilikinya.
Apa kau mengidap demensia? Aku tak tahu.
Kami banyak berkencan.
Tapi di penghujung hari, klien kami selalu yang utama.
Selamat datang di rumah impianmu, kalian.
Heather, pastikan saja tawaranmu yang pertama masuk.
- Baiklah. - Baik.
- Terima kasih. - Aku percaya padamu.
Sempurna, aku dapat surelmu.
Dengarkan, ya, tentu, kau bisa tunjukkan keduanya.
Kita bisa melanjutkannya, karena akan...
Hei, koma, kau pernah ditelepon dari pembeli berpotensial itu?
Hai, ini Christine dari Grup Oppenheim, apa kabar?
Dengar, aku di sini dengan asosiasiku, sebenarnya, dia...
- Kau punya rencana untuk Doheny? - Ya.
Biar kulihat dan akan kuhubungi kembali, baik?
Keren, menawan, baik. Dah.
- Hei, Mary. - Hei, Sayang.
- Hei. - Bagaimana presentasinya?
Luar biasa!
- Teruskan. - Jadi, mereka suka semuanya.
Kita dapat tawaran lebih tinggi dari yang diharapkan. 3550.
- Lebih tinggi. - Jadi
Klien kita akan mengambilnya. Kerja bagus.
- Aku mau tertulis. Kapan kita. - Ada.
- Tertulis? Bagus. - Ya, dia baru saja kirimkan.
Kau mau hubungi mereka bersama, atau?
Maksudku, jujur, untuk 12 ribu, kukira itu pencurian.
Hei, Natalie. Aku bersama Jason di sini.
Hei, Natalie.
Berita baiknya Mary dapatkan mereka naik hingga 3550.
Jadi, kuharap kita sepakat.
Ya, kita sepakat.
- Fantastik! - Baik.
- Baik, bicara nanti Natalie. - Dengan senang hati.
- Dah. - Dah.
Keren?
- Halo. - Hai.
- Wah. Hai. - Senang bertemu dirimu.
Kau juga. Senang melihatmu. Hai.
Nona-nona, ini Chrishell, gadis yang kuberi tahu.
Ya, kita ada gadis baru di kantor dan tebak?
Dia gadis yang cantik. Mengejutkan.
- Hai. - Senang bertemu dirimu.
Senang bertemu dirimu.
Aku datang bawa hadiah.
Kenapa aku mau-- Nico!
Katamu ada anjing di kantor. Hai!
Kesan pertamaku pada Chrishell bahwa dulu dia jagoan
dan dia selalu jadi gadis di sekolah yang minta nilai ekstra.
Akan menarik untuk melihat berapa jauh dia akur dengan semuanya, alias aku.
Ini, kuperkenalkan ke beberapa orang.
- Baik. - Nona-nona. Chrishell.
Hai, kalian.
- Hai, aku Maya. - Hai, Maya, Chrisheel, senang bertemu.
Hari pertama kerja sangat menakutkan.
Mereka semua sangat cantik,
itu hal pertama yang kuperhatikan.
Aku tahu mereka sangat sukses.
Aku agak terintimidasi, aku takkan bohong.
Rasanya seperti SMU.
Cantik, hai, senang bertemu.
Maksudku, apakah itu Ann Taylor, seperti, busana Driving Ms. Daisy.
Entahlah, kukira dia, sangat manis,
aku hanya mau mengubah gayanya sedikit.
- Apa disambut, Chrishell? - Chrishell.
- Ya. - Chrishell, baik.
Aku pindah dari Kentucky ke Los Angeles untuk jadi aktris,
lalu aku dapat pekerjaan di opera sabun, All My Children,
tapi yang terjadi dengan akting ialah banyak penghentian.
Aku seperti, kau tahu, punya waktu, aku selalu mau melakukannya.
Aku pergi dan dapat ijinku,
dan sekarang menyenangkan, karena sesuatu yang kulakukan di waktu kosongku
Aku temukan hasrat terdalamku.
Coba ingat betapa gugupnya kalian bertemu semua orang
pertama kali kau masuk.
- Kau sudah menikah berapa lama? - Oktober akan jadi setahun.
Tapi kami sudah lima tahun bersama.
Suamiku Justin Hartley mungkin kau mendengarnya.
Dia di acara This is Us.
Aku mencintai dia.
Kami sudah lima tahun bersama, tapi satu tahun menikah.
Jadi kau tinggal dekat kantor?
- Sebenarnya aku di Sherman Oaks. - Keren.
Ada gelar griya di Mulholland utara, itu dia.
- Kita perlu orang, ya. - Kita perlu orang di sana.
- Aku tahu. - Aku mau.
Kau dapat LA di sini, Hollywood Hills.
Namun, melewati ngarai besar di belakang semua itu, ialah Valley,
dan itu agak panas,
tapi perumahan, kau dapat lebih untuk uangmu
dan itu sangat residensial.
Kau tak perlu buat reservasi setiap saa kau mau makan malam,
dan aku pribadi berpikir ini lebih baik.
Orang baru juga membawa Starbucks.
Baik, aku paham.
Jika kau ada pertanyaan atau lainnya, maksudku,
Kukira kita semua mencoba jadi baik.
Betul, kau harus hati-hati padanya, tapi. Dia bisa jadi...
Aku hanya duduk di sini. Apa maksudmu?
Mungkin aku agak dingin, tapi aku selalu jujur di depan,
dan kukira banyak orang tak sepenuhnya jujur
karena mereka mau beri tahu orang apa yang mereka ingin dengar,
- aku di sini bukan untuk itu. - Selamat bergabung.
Terima kasih, semua, aku menghargainya.
Aku sangat senang bergabung, jadi, terima kasih.
Jelas ada ketegangan besar berlangsung, kau tahu,
menjadi gadis baru masuk ke grup yang terjalin kuat.
Tapi kukira itu awal yang bagus.
Ini adalah rumah yang semua orang akan bicarakan.
Ya, aku sudah pikirkan pembeli mana yang aku bawa ke sini.
Aku tahu, aku hanya mau bilang, itu yang mau kulakukan.
Lokasinya menawan, tempat ini.
- Aku tak sabar melihatnya. - Aku pakai sepatu yang tepat.
Ya, jenius.
- Hei, kalian. - Hei, tim.
Ini luar biasa.
Lihat pemandangan itu!
- Benar? - Wah, ini luar biasa.
Ini agak berbeda dari apartemen dua kamar tidur
Aku sudah menunjukkan di Valley.
Ini sebenarnya rumah terbesar yang pernah dibangun di Hollywood Hills.
Ini daftar terbesar yang pernah kita punya.
Saat ini selesai, luasnya lebih dari 6.000 meter persegi.
Ada lima kamar tidur mewah dan sembilan kamar mandi.
- Ini kamar mandi utama. - Wah.
Ini kamar mandi utama? Kukira ini ruang tidur utama.
- Kamar mandi? - Ya.
Tak hanya itu, ada 15 garasi mobil, empat bak air panas,
kolam 46 meter,
360 pemandangan ke dek atap
dan lift untuk membawamu ke atas.
No comments yet. Be the first to leave one.